وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka, “Siapa yang menciptakan langit dan bumi?” pastilah mereka akan menjawab, “Allah.” Katakanlah, “Segala puji bagi Allah.” Bahkan, kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُwa-la-in sa'altahum man khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha la-yaquulunna llaahudan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka, siapa yang menciptakan langit dan bumi, pastilah mereka akan menjawab, Allah
- قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِquli l-hamdu li-llaahikatakanlah, segala puji bagi Allah
- بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَbal aktsaruhum laa ya'lamuunabahkan, kebanyakan mereka tidak mengetahui
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
- سَأَلْتَهُمْsa'altahumengkau bertanya kepada mereka
- مَنْmanorang yang
- خَلَقَkhalaqamenciptakan
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
- لَيَقُولُنَّla-yaquulunnasungguh mereka akan berkata
- اللَّهُllaahuAllah
- قُلِqulikatakanlah
- الْحَمْدُl-hamdusegala puji
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- بَلْbalbahkan
- أَكْثَرُهُمْaktsaruhumkebanyakan mereka
- لَاlaatidak
- يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
Inti bacaan
Rangkaian (بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ, bal aktsaruhum laa ya'lamuuna) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 16:75, 16:101, 21:24, 27:61, 31:25, dan 39:29.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ, wa-la-in sa'altahum) yang berarti "dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka". Rangkaian ini tersusun dari (وَ, wa-) yang berarti "dan", (لَ, la-) yang menegaskan, (إِنْ, in) yang berarti "jika", kata kerja (سَأَلْتَ, sa'alta) yang berarti "engkau bertanya", dan (هُمْ, -hum) yang berarti "mereka". Akhiran -ta menunjuk satu orang yang diajak bicara, dan ayat ini tidak menamainya. Rangkaian wa-la-in sa'altahum muncul tujuh kali, yaitu di 9:65, 29:61, 29:63, 31:25, 39:38, 43:9, dan 43:87. Enam di antaranya diikuti pertanyaan dengan kata (مَنْ, man) yang berarti "siapa", dan satu, yaitu 9:65, diikuti jawaban tanpa pertanyaan yang dikutip.
Pertanyaan (مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ, man khalaqa s-samaawaati wa-l-ardha) yang berarti "siapa yang menciptakan langit dan bumi" muncul empat kali, yaitu di 29:61, 31:25, 39:38, dan 43:9. Jawaban (لَيَقُولُنَّ اللَّهُ, la-yaquulunna llaahu) yang berarti "pastilah mereka akan menjawab, 'Allah'" muncul lima kali, yaitu di 29:61, 29:63, 31:25, 39:38, dan 43:87. Di 43:9 jawabannya berupa dua nama, (الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ, l-'aziizu l-'aliimu) yang berarti "Sang Digdaya, Sang Berilmu". Kata kerja (يَقُولُ, yaquulu) sendiri berarti "berkata". Terjemahan 31:25 memakai "menjawab" karena ucapannya langsung mengikuti pertanyaan, seperti di 39:38 dan 43:9, sedangkan 29:61, 29:63, dan 43:87 memakai "berkata". Awalan (لَ, la-) dan akhiran -nna pada la-yaquulunna menegaskan jawaban itu, sehingga terjemahan memakai "pastilah".
Kata (قُلِ, quli) yang berarti "katakanlah" memerintah satu orang. Rangkaian (قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ, quli l-hamdu li-llaahi) yang berarti "katakanlah, 'Segala puji bagi Allah'" muncul enam kali, yaitu di 17:111, 23:28, 27:59, 27:93, 29:63, dan 31:25. Kata (الْحَمْدُ, l-hamdu) berakar ح-م-د, dan gabungan (الْحَمْدُ لِلَّهِ, l-hamdu li-llaahi) muncul dua puluh tiga kali di tujuh belas surah, dengan terjemahan "segala puji bagi Allah" di semuanya. Di 29:63 dan 31:25 perintah itu datang langsung sesudah (لَيَقُولُنَّ اللَّهُ, la-yaquulunna llaahu), dan kedua ayat melanjutkannya dengan kalimat yang dibuka (بَلْ أَكْثَرُهُمْ, bal aktsaruhum).
Kata (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan" menyambung jawaban dan puji dengan penilaian atas mereka. Kata (أَكْثَرُهُمْ, aktsaruhum) yang berarti "kebanyakan mereka" berakar ك-ث-ر dan menyisakan sebagian yang tidak dicakup penilaian itu, dan ayat tidak menyebut siapa sebagian itu. Kata (لَا يَعْلَمُونَ, laa ya'lamuuna) yang berarti "tidak mengetahui" berakar ع-ل-م. Rangkaian (بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ, bal aktsaruhum laa ya'lamuuna) muncul enam kali, yaitu di 16:75, 16:101, 21:24, 27:61, 31:25, dan 39:29. Di 21:24 kata kerja itu bersambung ke objek, (لَا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ, laa ya'lamuuna l-haqqa) yang berarti "tidak mengetahui kebenaran", sedangkan di 31:25 kata kerja itu berdiri tanpa objek, sehingga ayat tidak menyebut apa yang tidak diketahui. Di 29:63, pada urutan yang sama, kata kerjanya (يَعْقِلُونَ, ya'qiluuna) yang berarti "mengerti".
Tafsiran
Ayat ini memuat tiga langkah berurutan: sebuah pertanyaan, jawaban yang dipastikan sebelum diucapkan, dan penilaian atas para penjawab. Kata (لَيَقُولُنَّ, la-yaquulunna) yang berarti "pastilah mereka akan berkata" menetapkan jawabannya lebih dulu, sehingga pertanyaan di sini terbaca sebagai pertanyaan yang jawabannya sudah diketahui. Jawabannya satu kata, Allah, dan sesudah jawaban itu datang perintah untuk memuji, tanpa bantahan dan tanpa tambahan keterangan.
Ayat 31:20 menyebut manusia yang berdebat tentang Allah (بِغَيْرِ عِلْمٍ, bi-ghayri 'ilmin) yang berarti "tanpa ilmu", dan ayat ini menutup dengan (لَا يَعْلَمُونَ, laa ya'lamuuna) yang berarti "tidak mengetahui", dari akar ع-ل-م yang sama. Kedua ayat tidak menyatakan bahwa kelompok yang dibicarakan sama. Dari keduanya terbaca satu kenyataan dari dua sisi: orang dapat menyebut Allah sebagai pencipta dan tetap dinilai tidak mengetahui, dan orang dapat berdebat tentang Allah tanpa ilmu.
Pertanyaan yang sama muncul di 29:61, tetapi di sana penundukan matahari dan bulan berada di dalam pertanyaan itu, (وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ, wa-sakhkhara sy-syamsa wa-l-qamara) yang berarti "dan menundukkan matahari dan bulan". Di Surah 31 kedua bagian itu terpisah: pertanyaan tentang langit dan bumi ada di 31:25, dan kalimat tentang matahari dan bulan ada di 31:29 dan tidak lagi berbentuk pertanyaan. Sesudah jawaban atas pertanyaan di ayat ini, 31:26 lebih dulu menyusul dengan pernyataan kepemilikan.
Ayat 31:26 memakai dua kata yang sama dengan pertanyaan di sini, (لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, li-llaahi maa fii s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "milik Allah apa yang di langit dan di bumi". Jawaban tentang siapa pencipta langit dan bumi disusul pernyataan tentang siapa pemiliknya, sehingga dua ayat itu dapat dibaca sebagai satu gerak: pengakuan mereka atas pencipta, lalu penegasan atas pemilik.
Renungan dan Hikmah
- Orang-orang di ayat ini menjawab dengan nama Allah, dan ayat tidak menyanggahnya. Penilaian sesudahnya menyatakan bahwa kebanyakan mereka tidak mengetahui, dan dua hal itu berdampingan dalam satu ayat tanpa kata sebab di antaranya. Dari kedekatan itu dapat dibaca bahwa menjawab dengan benar dan mengetahui adalah dua keadaan yang berbeda. Seseorang yang mampu menyebut nama Allah dengan tepat ketika ditanya dapat memeriksa apakah ucapannya itu sudah menjadi sesuatu yang diketahuinya atau baru sesuatu yang mudah diucapkan. Kata apa dalam doanya yang sudah lama diucapkan dengan benar, tetapi artinya belum pernah ditimbangnya?
- Sesudah orang-orang itu menyebut Allah, ayat ini memerintahkan satu kalimat, segala puji bagi Allah. Di 29:63 urutannya sama, dan di kedua ayat kalimat puji itu datang tepat sesudah jawaban mereka, tanpa bantahan dan tanpa tambahan keterangan. Pembaca yang pernah mendengar orang yang tidak disetujuinya menyebut nama Allah dapat memperhatikan kata pertama yang muncul dalam dirinya, apakah menyela, menambahkan, atau memuji. Bila urutan di ayat ini dijadikan cermin, apa yang tampak pada reaksi pertamanya terhadap orang yang menyebut Allah tetapi dinilai belum mengetahui?
- Ayat ini memakai kebanyakan mereka, tidak semua mereka, dan siapa sisanya tidak disebut. Akibatnya pembaca tidak dapat memakai ayat ini untuk menaruh dirinya di luar kelompok yang dinilai, dan tidak pula untuk menaruh orang tertentu di dalamnya. Rumus yang sama di 16:38 memakai kebanyakan manusia dengan kata kerja yang sama, tidak mengetahui, sehingga pilihan kata kebanyakan tampak berulang di tempat yang berlainan. Ketika sebuah kelompok dinilai, kata yang dipilih bisa semua atau kebanyakan, dan ayat ini memilih kata yang menyisakan ruang. Kata mana yang dipilih pembaca ketika menilai kelompok yang tidak disukainya?
- Kata tidak mengetahui di ayat ini berdiri tanpa objek, sedangkan di 21:24 objeknya disebut, yaitu kebenaran. Pembaca dibiarkan mengisi sendiri: tidak mengetahui bahwa Allah pencipta, tidak mengetahui apa yang menyusul dari pengakuan itu, atau tidak mengetahui hal lain. Ayat 31:26 yang menyusul menyatakan kepemilikan atas langit dan bumi, dan ayat itu tidak menyatakan bahwa kepemilikan tersebut yang dimaksud. Isian pembaca pada ruang kosong itu dapat memperlihatkan apa yang dikiranya belum diketahui orang lain. Apa yang belum diketahuinya sendiri tentang Allah, bila ruang itu diisi dari sisi dirinya?
- Di 29:63 penilaian atas jawaban yang sama memakai kata mengerti, dan di 31:25 memakai mengetahui. Dua ayat itu tidak saling menjelaskan, dan masing-masing menyebut satu kekurangan. Pembaca dapat membedakan dua keadaan pada dirinya sendiri: mengetahui bahwa sesuatu benar, dan mengerti apa akibatnya bila sesuatu itu benar. Pada pertanyaan siapa pencipta langit dan bumi, jawaban Allah sudah tersedia bagi orang-orang di ayat ini. Seberapa jauh pengetahuan pembaca tentang jawaban itu sudah menjadi pengertian?
- Ayat ini menggambarkan pertanyaan yang jawabannya sudah dimiliki penjawab sebelum pertanyaan selesai, karena jawabannya dipastikan lewat kata pastilah. Pertanyaan semacam itu tidak mengumpulkan keterangan baru, dan hasilnya adalah pengakuan yang keluar dari mulut penjawab sendiri. Seseorang yang berbicara dengan lawan bicara yang berbeda keyakinan dapat memperhatikan bahwa ayat ini memulai dari pertanyaan yang jawabannya sudah dimiliki lawan bicara, dan penilaian baru datang sesudah jawaban itu. Pertanyaan apa yang dapat diajukannya, yang jawabannya sudah tersimpan pada lawan bicara tentang Allah?