لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
Milik Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya Allah, Dialah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِli-llaahi maa fii s-samaawaati wa-l-ardhimilik Allah apa yang ada di langit dan di bumi
- إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُinna llaaha huwa l-ghaniyyu l-hamiidusesungguhnya Allah Dialah Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji
Terjemahan per kata (10 kata)
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- مَاmaaapa yang
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- هُوَhuwaDia
- الْغَنِيُّl-ghaniyyuMahakaya
- الْحَمِيدُl-hamiiduMaha Terpuji
Inti bacaan
Klaim kepemilikan menyeluruh: 'Milik Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji', otoritas yang tidak memerlukan apa pun dari ciptaan-Nya.
Penjelasan pilihan kata
'Al-ghaniyyu l-hamiidu' diterjemahkan 'Sang Berkecukupan lagi Sang Terpuji', konsisten dengan 22:64 dan 31:12, bukan 'Mahakaya lagi Maha Terpuji'.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian 31:20-26 dengan menegaskan kembali dasar semua nasihat sebelumnya: kepemilikan mutlak Allah atas langit dan bumi menjadikan-Nya sama sekali tak bergantung pada penghambaan makhluk.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyudahi nasihat panjang Luqman dengan satu pernyataan kepemilikan. Yang dibicarakan tadi perilaku. Yang disebut terakhir pemiliknya.
- Berkecukupan disebut sebelum Terpuji. Ia tidak memerlukan pujian itu. Pujian datang bukan karena Ia kekurangan.
- Kepemilikan disebut Allah lebih dahulu, sifatnya menyusul. Yang punya segalanya tidak memerlukan apa pun. Dua kalimat itu saling menerangkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
hamiid diterjemahkan 'Sang Terpuji' (takrif corpus); pasangan belum ditelaah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).