وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan seandainya pohon-pohon yang ada di bumi menjadi pena-pena, dan laut menjadi tinta, disambung oleh tujuh laut lagi sesudahnya, kalimat-kalimat Allah tidak akan pernah habis. Sesungguhnya Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌwa-law annamaa fii l-ardi min shajaratin aqlaamundan seandainya pohon-pohon yang ada di bumi menjadi pena-pena
- وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍwa-l-bahru yamudduhu min ba'dihi sab'atu abhurindan laut menjadi tinta, disambung oleh tujuh laut lagi sesudahnya
- مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِmaa nafidat kalimaatu llaahikalimat-kalimat Allah tidak akan pernah habis
- إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌinna llaaha aziizun hakiimunsesungguhnya Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan perkasa diterjemahkan 'digdaya' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, rendering terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.
Aplikasi
Metafora yang menakjubkan tentang kedalaman firman: 'seandainya pohon-pohon menjadi pena dan lautan tinta... niscaya tidak akan pernah habis kalimatullah', cakupan pengetahuan yang melampaui skala terbesar yang bisa dibayangkan manusia.