مَا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
Penciptaan kalian dan kebangkitan kalian hanyalah seperti penciptaan dan kebangkitan satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Yang Mendengar lagi Yang Melihat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍmaa khalqukum wa-laa ba'tsukum illaa ka-nafsin waahidatinpenciptaan kalian dan kebangkitan kalian hanyalah seperti penciptaan dan kebangkitan satu jiwa saja
- إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌinna llaaha samii'un bashiirunsesungguhnya Allah Yang Mendengar lagi Yang Melihat
Terjemahan per kata (11 kata)
- مَاmaatidaklah
- خَلْقُكُمْkhalqukumpenciptaan kalian
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- بَعْثُكُمْba'tsukumpembangkitan kalian
- إِلَّاillaakecuali
- كَنَفْسٍka-nafsinseperti satu jiwa
- وَاحِدَةٍwaahidatinsatu
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- سَمِيعٌsamii'unmendengar
- بَصِيرٌbashiirunmelihat
Inti bacaan
Kesederhanaan skala penciptaan bagi Allah: 'menciptakan dan membangkitkan kalian hanyalah seperti menciptakan satu jiwa saja', kapasitas yang tidak terbatas oleh jumlah, sebuah pengingat tentang kekuasaan yang jauh melampaui pemahaman manusiawi.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung '(bagi Allah)' dan '(mudahnya menciptakan dan membangkitkan)' dihapus: pengulangan 'penciptaan dan kebangkitan' pada frasa pembanding adalah elipsis yang tersirat lewat struktur perbandingan Arab sendiri, dirajut langsung tanpa tanda kurung. 'Samii'un basiirun' diterjemahkan 'Yang Mendengar lagi Yang Melihat', konsisten dengan 17:1 dan pola 'Yang Mendengar' pada 29:5/29:60.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa skala penciptaan bukan hambatan bagi Allah: menciptakan dan membangkitkan seluruh manusia semudah menciptakan dan membangkitkan satu jiwa saja, sebuah penegasan atas kemudahan mutlak kuasa-Nya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyamakan penciptaan seluruh manusia dengan penciptaan satu jiwa. Angka berhenti berlaku sebagai ukuran. Banyak dan sedikit keterangan tentang yang mengerjakan, bukan tentang pekerjaannya, dan di sini yang mengerjakan tidak mengenal keduanya.
- Pembandingnya bukan sesuatu yang besar, melainkan satu jiwa. Ukuran terkecil yang dipilih. Perbandingan yang memakai yang paling kecil justru yang paling terasa, sebab pembacanya sanggup membayangkan satu dan tak sanggup membayangkan semua.
- Sesudah bicara tentang kuasa sebesar itu, Allah menutup dengan menyebut diri-Nya Yang Mendengar lagi Yang Melihat. Bukan sebutan tentang kekuatan. Yang ditegaskan di ujung justru kedekatan pada yang satu-satu, sesudah kalimat tentang yang sekalian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan diterjemahkan 'mendengar'/'melihat' per takrif corpus; kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.