مَا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ ۗ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
Penciptaan kalian dan kebangkitan kalian hanya seperti penciptaan dan kebangkitan satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah mendengar lagi melihat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍmaa khalqukum wa-laa ba'tsukum illaa ka-nafsin waahidatinpenciptaan kalian dan kebangkitan kalian hanya seperti penciptaan dan kebangkitan satu jiwa saja
- إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌinna llaaha samii'un bashiirunsesungguhnya Allah mendengar lagi melihat
Terjemahan per kata (11 kata)
- مَاmaatidaklah
- خَلْقُكُمْkhalqukumpenciptaan kalian
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- بَعْثُكُمْba'tsukumpembangkitan kalian
- إِلَّاillaakecuali
- كَنَفْسٍka-nafsinseperti satu jiwa
- وَاحِدَةٍwaahidatinsatu
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- سَمِيعٌsamii'unmendengar
- بَصِيرٌbashiirunmelihat
Inti bacaan
Kata (بَعْثُ, ba'tsu) dengan segala akhirannya muncul di tiga ayat Al-Qur'an, yaitu 22:5, 30:56, dan 31:28.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مَا خَلْقُكُمْ, maa khalqukum) yang berarti "penciptaan kalian", tersusun dari (مَا, maa) yang berarti "tidak", kata benda (خَلْقُ, khalqu) yang berarti "penciptaan", dan akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Bentuk khalqukum muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Kata "penciptaan" dipakai untuk akar خ-ل-ق, sehingga akar lain yang berdekatan maknanya tidak memakai padanan itu. Akhiran -kum menunjuk banyak orang yang diajak bicara.
Kata (وَلَا بَعْثُكُمْ, wa-laa ba'tsukum) yang berarti "dan tidak pula kebangkitan kalian" tersusun dari (وَلَا, wa-laa) yang berarti "dan tidak pula", kata benda (بَعْثُ, ba'tsu) yang berarti "kebangkitan", dan akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Bentuk ba'tsukum muncul satu kali di ayat ini. Kata ba'ts dengan akhiran i'rab yang berbeda muncul di tiga ayat, yaitu 22:5, 30:56, dan 31:28. Di 22:5 ayatnya dibuka dengan (إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ, in kuntum fii raybin mina l-ba'tsi) yang berarti "jika kalian meragukan kebangkitan", dan di 30:56 kata itu ada dalam (يَوْمِ الْبَعْثِ, yawmi l-ba'tsi) yang berarti "hari Kebangkitan". Terjemahan memakai "kebangkitan" di ketiga ayat itu.
Kata (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali" menutup pembatas yang dibuka (مَا, maa) di awal ayat, dan terjemahan merangkum keduanya dengan satu kata di tengah kalimat. Bagian (إِلَّا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ, illaa ka-nafsin waahidatin) yang berarti "kecuali seperti satu jiwa" memuat awalan (كَ, ka-) yang berarti "seperti". Bahasa Arab ayat ini tidak mengulang penciptaan dan kebangkitan sesudah ka-. Terjemahan mengulang keduanya supaya perbandingannya terbaca, dengan dua kata yang sudah ada di awal ayat dan tanpa kata baru.
Frasa (نَفْسٍ وَاحِدَةٍ, nafsin waahidatin) yang berarti "satu jiwa" muncul lima kali, yaitu di 4:1, 6:98, 7:189, 31:28, dan 39:6. Di empat ayat selain ini frasa itu didahului (مِنْ, min) yang berarti "dari", yaitu (مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ, min nafsin waahidatin), dan menyebut asal kalian, misalnya (خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ, khalaqakum min nafsin waahidatin) yang berarti "menciptakan kalian dari satu jiwa" di 39:6. Di ayat ini frasa itu didahului ka- dan menjadi pembanding. Terjemahan memakai "jiwa" untuk nafs di sini, seperti di 39:6.
Kata (سَمِيعٌ, samii'un) yang berarti "mendengar" berakar س-م-ع, dan (بَصِيرٌ, bashiirun) yang berarti "melihat" berakar ب-ص-ر. Keduanya tanpa kata sandang. Rangkaian (سَمِيعٌ بَصِيرٌ, samii'un bashiirun) muncul empat kali, yaitu di 22:61, 22:75, 31:28, dan 58:1, dan terjemahan memakai "mendengar lagi melihat" di keempatnya. Rangkaian dengan kata sandang, (السَّمِيعُ الْبَصِيرُ, s-samii'u l-bashiiru), juga muncul empat kali, yaitu di 17:1, 40:20, 40:56, dan 42:11, dan terjemahannya "Yang Mendengar, Yang Melihat". Ayat ini mengikuti bentuk tanpa kata sandang, sehingga memakai "mendengar lagi melihat" dan tidak memakai "Yang".
Tafsiran
Ayat ini membandingkan dua peristiwa yang menyangkut semua orang dengan dua peristiwa yang menyangkut satu orang. Ayat 31:27 sebelumnya mengukur kalimat-kalimat Allah dengan pohon-pohon di bumi sebagai pena dan laut yang ditambah tujuh laut sebagai tinta, dan ayat ini mengukur penciptaan seluruh manusia dengan satu jiwa. Satu ayat memakai ukuran yang sangat besar dan ayat berikutnya yang sangat kecil, dan di keduanya angka tidak menjadi batas: kalimat-kalimat Allah tidak habis di 31:27, dan di 31:28 jumlah orang tidak membedakan peristiwanya.
Kebangkitan di sini disejajarkan dengan penciptaan dalam satu perbandingan. Di 17:49 dan 17:98 dua akar yang sama, خ-ل-ق dan ب-ع-ث, berada dalam satu pertanyaan orang-orang, (أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا, a-innaa la-mab'uutsuuna khalqan jadiidan) yang berarti "apakah kami benar-benar akan dibangkitkan sebagai ciptaan yang baru?", dan di 22:5 ayatnya dibuka dengan keraguan atas kebangkitan. Ayat 31:28 tidak menyebut keraguan siapa pun, sehingga hubungannya dengan ketiga ayat itu terletak pada kata yang sama, yaitu khalq dan ba'ts. Dari kedekatan itu dapat dibaca bahwa ayat ini menjawab pertanyaan semacam itu dengan sebuah ukuran, satu jiwa, tanpa menambah alasan.
Perbandingan itu bergerak dari "kalian" ke satu jiwa. Di empat ayat lain frasa satu jiwa menyebut asal semua orang, dan di ayat ini frasa itu menjadi tolok ukur bagi semua orang. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa jiwa yang disebut di sini sama dengan jiwa asal itu, dan ayat ini tidak menerangkan siapa jiwa tersebut.
Ayat ini ditutup (سَمِيعٌ بَصِيرٌ, samii'un bashiirun), dan di 58:1 pasangan yang sama menutup ayat yang memuat pendengaran atas satu percakapan antara dua orang, (وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا, wa-llaahu yasma'u tahaawurakumaa) yang berarti "dan Allah mendengar percakapan kalian berdua". Pasangan nama yang sama menutup ayat tentang dua orang di 58:1 dan ayat tentang seluruh manusia di 31:28. Penutup itu datang sesudah pernyataan tentang jumlah.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini membandingkan penciptaan dan kebangkitan kalian, yaitu semua orang yang diajak bicara, dengan penciptaan dan kebangkitan satu jiwa. Dari perbandingan itu dapat dibaca bahwa jumlah orang tidak dipakai sebagai pembeda. Seseorang yang terbiasa menimbang sebuah urusan dari berapa banyak orang yang terlibat dapat memperhatikan bahwa ayat ini memakai ukuran lain. Bila jumlah tidak berlaku pada peristiwa yang disebut, apa yang masih dapat dijadikan alasan untuk merasa terlalu kecil di tengah banyak orang, atau terlalu banyak untuk diperhatikan?
- Frasa satu jiwa di 4:1, 6:98, 7:189, dan 39:6 menyebut asal kalian dengan kata dari di depannya, sedangkan di 31:28 frasa itu menjadi ukuran dengan kata seperti di depannya. Kedua fungsi itu berbeda, sehingga keduanya tidak dibaca sebagai orang yang sama. Pembaca yang menemukan frasa yang sama dengan dua fungsi dapat bertanya apa artinya dicakup oleh perbandingan yang sama dengan seluruh manusia, sambil tetap sendirian. Apa yang berubah pada pembaca bila dirinya, tanpa orang lain di sampingnya, dibandingkan dengan seluruh manusia?
- Kebangkitan disebut sejajar dengan penciptaan dalam satu perbandingan. Di 17:49 dan 17:98 orang-orang bertanya apakah mereka akan dibangkitkan sebagai ciptaan yang baru, dan di 22:5 ayatnya dibuka dengan keraguan pada kebangkitan. Ayat 31:28 memuat kata yang sama dengan ketiga ayat itu dalam konteks yang berlainan, sehingga keempatnya tidak disamakan. Ayat ini ditutup dengan nama Allah, sehingga perbandingan itu berada di bawah pernyataan tentang-Nya. Dari kedekatan itu dapat dibaca bahwa penciptaan, yang sudah dialami semua orang, dipakai sebagai pembanding bagi kebangkitan, yang belum dialami. Apa yang membuat seseorang lebih mudah menerima peristiwa yang belum dialaminya bila disejajarkan dengan yang sudah?
- Sesudah menyebut seluruh manusia, ayat ini menutup dengan dua sifat yang tidak membawa angka, mendengar dan melihat. Di 58:1 pasangan yang sama menutup ayat tentang satu percakapan antara dua orang, dan di 31:28 menutup ayat tentang semua manusia. Satu pasangan nama dipakai pada dua ukuran yang jauh berbeda. Pembaca yang merasa dirinya hilang di antara banyak orang dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut Allah mendengar lagi melihat tepat sesudah menyebut kalian semua. Apa yang dirasakan seseorang bila suaranya sendiri termasuk yang didengar oleh-Nya?
- Ayat 31:27 mengukur kalimat-kalimat Allah dengan pohon-pohon di bumi, laut, dan tujuh laut lagi, dan ayat 31:28 mengukur penciptaan seluruh manusia dengan satu jiwa. Satu ayat memakai ukuran yang sangat besar dan ayat berikutnya yang sangat kecil, dan di keduanya angka tidak dipakai sebagai batas. Pembaca yang berpindah dari satu ayat ke ayat berikutnya mengalami pergantian skala itu sebagai gerak dari yang jauh ke yang dekat. Bila skala yang luas dan skala yang sempit sama-sama dipakai untuk menunjuk Allah, pada skala mana pembaca biasa membayangkan-Nya?
- Kalimat ini disusun dengan pembatas tidak ... kecuali, sehingga yang disisakan sebagai pembanding hanya satu jiwa. Seseorang yang menunda sebuah pekerjaan karena ukurannya tampak besar dapat melihat bahwa ayat ini memperlakukan ukuran sebagai sesuatu yang dapat dibandingkan dengan yang kecil. Ayat ini berbicara tentang penciptaan dan kebangkitan, dan tidak tentang pekerjaan sehari-hari, sehingga hubungannya hanya pada cara menimbang ukuran. Bagian mana dari pekerjaannya yang tampak besar karena jumlahnya, dan bagaimana pekerja itu menimbang hal tersebut di hadapan Allah?