ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
Itu karena sesungguhnya Allah, Dialah Yang Nyata, dan apa saja yang mereka seru selain-Nya adalah batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Sang Tinggi lagi Sang Besar.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّdzaalika bi-anna llaaha huwa l-haqquitu karena sesungguhnya Allah, Dialah Yang Nyata
- وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الْبَاطِلُwa-anna maa yad'uuna min duunihi l-baathiludan apa saja yang mereka seru selain-Nya adalah batil
- وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُwa-anna llaaha huwa l-'aliyyu l-kabiirudan sesungguhnya Allah, Dialah Sang Tinggi lagi Sang Besar
Terjemahan per kata (16 kata)
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- بِأَنَّbi-annakarena
- اللَّهَllaahaAllah
- هُوَhuwaDia
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- وَأَنَّwa-annadan bahwa
- مَاmaaapa yang
- يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
- مِنْmindari
- دُونِهِduunihiselain-Nya
- الْبَاطِلُl-baathilukebatilan
- وَأَنَّwa-annadan bahwa
- اللَّهَllaahaAllah
- هُوَhuwaDia
- الْعَلِيُّl-'aliyyuMahatinggi
- الْكَبِيرُl-kabiiruMahabesar
Inti bacaan
Kesimpulan tegas: 'Allahlah Tuhan Yang Nyata, apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil', pembeda yang jelas antara kebenaran yang solid dan kepalsuan yang rapuh.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' (demonstrativa jauh) benar 'itu', bukan 'ini': sesuai disiplin dzalika/tilka. Tambahan '(Tuhan)' setelah 'Allahlah' dihapus: 'al-haqqu' berdiri sendiri sebagai kalimat utuh, tidak memerlukan kata benda tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian dengan menyimpulkan dasar dari seluruh rangkaian tanda sebelumnya: kebenaran mutlak Allah berbanding lurus dengan kebatilan mutlak segala yang diseru selain-Nya, tanpa ruang posisi tengah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyandingkan dua ujung: Yang Nyata dan yang batil. Tanpa tengah. Perbandingannya tak menyisakan ruang di antara keduanya.
- Nama-Nya disebut dua kali dalam satu ayat. Di awal dan di ujung. Yang diterangkan diapit oleh nama yang menerangkannya.
- Allah menutup dengan Sang Tinggi lagi Sang Besar. Sesudah menyebut yang batil. Yang dibandingkan bukan cuma benar dan salah, melainkan tinggi dan rendah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif. ⟶ sebutan al-haqq diterjemahkan 'Yang Nyata'. BUKTI INTERNAL DI AYAT INI SENDIRI: teks mendefinisikannya lewat ANTONIM, al-haqq (Allah) dikontraskan langsung dgn al-baatil ('apa yang mereka seru selain Dia adalah yang batil'; corpus ayat ini memuat akar h-q-q DAN akar b-t-l). Dari 6 ayat sebutan, hanya 22:62 & 31:30 yang memuat pasangan antonim ini, jadi keduanya ayat-jangkar makna 'nyata/real' (lawan batil/sia-sia), bukan 'benar' moral. 240+ haqq lain (hak/benar/adverbial/verba) BELUM dikonvensikan.