وَإِذَا غَشِيَهُمْ مَوْجٌ كَالظُّلَلِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ

Dan apabila ombak menutupi mereka seperti naungan-naungan, mereka berdoa kepada Allah dengan tulus dalam pertanggungjawaban kepada-Nya. Kemudian, ketika Dia menyelamatkan mereka sampai ke daratan, di antara mereka ada yang bersikap pertengahan. Dan tidak ada yang mengingkari tanda-tanda Kami selain setiap pengkhianat yang sangat kufur.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَإِذَا غَشِيَهُمْ مَوْجٌ كَالظُّلَلِwa-idzaa ghasyiyahum mawjun ka-zh-zhulalidan apabila ombak menutupi mereka seperti naungan-naungan
  2. دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَda'awu llaaha mukhlishiina lahu d-diinamereka berdoa kepada Allah dengan tulus dalam pertanggungjawaban kepada-Nya
  3. فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌfa-lammaa najjaahum ila l-barri fa-minhum muqtashidunkemudian, ketika Dia menyelamatkan mereka sampai ke daratan, di antara mereka ada yang bersikap pertengahan
  4. وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍwa-maa yajhadu bi-aayaatinaa illaa kullu khattaarin kafuurindan tidak ada yang mengingkari tanda-tanda Kami selain setiap pengkhianat yang sangat kufur

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. غَشِيَهُمْghasyiyahummenutupi mereka
  3. مَوْجٌmawjunombak
  4. كَالظُّلَلِka-zh-zhulaliseperti naungan
  5. دَعَوُاda'awumereka menyeru
  6. اللَّهَllaahaAllah
  7. مُخْلِصِينَmukhlishiinadengan memurnikan
  8. لَهُlahubaginya
  9. الدِّينَd-diinapertanggungjawaban
  10. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  11. نَجَّاهُمْnajjaahumDia menyelamatkan mereka
  12. إِلَىilakepada
  13. الْبَرِّl-barridarat
  14. فَمِنْهُمْfa-minhummaka di antara mereka
  15. مُقْتَصِدٌmuqtashidunyang pertengahan
  16. وَمَاwa-maadan tidaklah
  17. يَجْحَدُyajhadumengingkari
  18. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  19. إِلَّاillaakecuali
  20. كُلُّkullusetiap
  21. خَتَّارٍkhattaarinpengkhianat
  22. كَفُورٍkafuurinyang sangat ingkar

Inti bacaan

Susunan (وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا, wa-maa yajhadu bi-aayaatinaa) muncul tiga kali di Al-Qur'an (29:47, 29:49, 31:32), dan kata sesudah illaa berbeda di tiap ayat: l-kaafiruuna di 29:47, zh-zhaalimuuna di 29:49, dan kullu khattaarin kafuurin di 31:32.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَإِذَا, wa-idzaa) yang berarti "dan apabila" dan (غَشِيَهُمْ, ghasyiyahum) yang berarti "menutupi mereka", dari akar غ-ش-و. Bentuk ghasyiyahum muncul di dua ayat, yaitu 20:78 dan 31:32. Di 20:78 pelakunya laut yang menutupi pasukan yang mengejar, dan di 31:32 pelakunya (مَوْجٌ, mawjun) yang berarti "ombak". Ombak itu diibaratkan dengan (كَالظُّلَلِ, ka-zh-zhulali) yang berarti "seperti naungan-naungan". Di 11:42 ombak diibaratkan dengan hal lain, (فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ, fii mawjin ka-l-jibaali) yang berarti "dalam gelombang seperti gunung-gunung". Kata zhulal berakar ظ-ل-ل dan dipakai untuk sesuatu yang melingkupi. Di 2:210 bunyinya (فِي ظُلَلٍ مِنَ الْغَمَامِ, fii zhulalin mina l-ghamaami) yang berarti "dalam naungan awan", dan di 39:16 api disebut (ظُلَلٌ, zhulalun) di atas dan di bawah mereka. Terjemahan memakai "naungan-naungan" supaya gagasan melingkupi itu tetap terbaca, sehingga ombaknya tidak diubah menjadi awan atau gunung.

Kata kerja (دَعَوُا, da'awu) yang berarti "mereka berdoa" berakar د-ع-و, akar yang sama dengan yad'uuna di 31:30, dan di sini objeknya Allah. Rangkaian (دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ, da'awu llaaha mukhlishiina lahu d-diina) muncul tiga kali, yaitu di 10:22, 29:65, dan 31:32. Kata (مُخْلِصِينَ, mukhlishiina) berakar خ-ل-ص, akar yang sama dengan (الْخَالِصُ, l-khaalishu) di 39:3, (أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ, alaa li-llaahi d-diinu l-khaalishu) yang berarti "ingatlah, hanya bagi Allah pertanggungjawaban yang murni". Karena itu "dengan tulus" dibaca sebagai sikap yang memurnikan, yaitu tanpa campuran. Lawan campuran tertulis di 29:65, tempat rangkaian yang sama disusul (إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ, idzaa hum yusyrikuuna) yang berarti "tiba-tiba mereka mempersekutukan-Nya". Kata (الدِّينَ, d-diina) diterjemahkan "pertanggungjawaban", sama dengan ayat-ayat lain yang memuat akar د-ي-ن.

Rangkaian (فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ, fa-lammaa najjaahum ilaa l-barri) yang berarti "kemudian, ketika Dia menyelamatkan mereka sampai ke daratan" muncul dua kali, yaitu di 29:65 dan 31:32. Kata (الْبَرِّ, l-barri) yang berarti "daratan" berakar ب-ر-ر. Di 17:67 kata kerjanya berbentuk lain, (فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ, fa-lammaa najjaakum ilaa l-barri) yang berarti "maka ketika Dia menyelamatkan kalian ke daratan", sehingga susunan (إِلَى الْبَرِّ, ilaa l-barri) muncul di tiga ayat, yaitu 17:67, 29:65, dan 31:32. Ketiga ayat itu sama pada keadaannya, yaitu selamat sampai daratan, dan berbeda pada kelanjutannya. Di 17:67 kelanjutannya (أَعْرَضْتُمْ, a'radhtum) yang berarti "kalian berpaling", di 29:65 (إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ, idzaa hum yusyrikuuna) yang berarti "tiba-tiba mereka mempersekutukan-Nya", dan di 31:32 (فَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ, fa-minhum muqtashidun) yang berarti "di antara mereka ada yang pertengahan".

Kata (مُقْتَصِدٌ, muqtashidun) berakar ق-ص-د dan muncul dua kali, yaitu di 31:32 dan 35:32. Di 35:32 kata itu berada di tengah tiga kelompok, yaitu (ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ, zhaalimun li-nafsihi) yang berarti "menzalimi diri sendiri", (مُقْتَصِدٌ, muqtashidun), dan (سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ, saabiqun bi-l-khayraati) yang berarti "yang lebih dahulu berbuat kebaikan". Letak di tengah itu menjadi dasar terjemahan "pertengahan". Bentuk lain, (مُقْتَصِدَةٌ, muqtashidatun) di 5:66, juga diterjemahkan "pertengahan", dan di sana disusul pernyataan bahwa banyak dari mereka buruk perbuatannya. Akar yang sama dipakai di 31:19 pada perintah (وَاقْصِدْ, wa-qshid) yang berarti "dan sederhanakanlah", ditujukan kepada cara berjalan. Bentuk muqtashid menyebut pelakunya, sehingga terjemahan 31:32 berbunyi "yang bersikap pertengahan". Ayat ini tidak menyebut di antara apa kelompok itu berada, dan terjemahan karena itu tidak menambahkan "dalam iman" atau "dalam syukur".

Kata kerja (يَجْحَدُ, yajhadu) yang berarti "mengingkari" berakar ج-ح-د. Rangkaian (وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا, wa-maa yajhadu bi-aayaatinaa) yang berarti "dan tidak ada yang mengingkari tanda-tanda Kami" muncul tiga kali, yaitu di 29:47, 29:49, dan 31:32. Ketiganya memakai pengecualian dengan (إِلَّا, illaa) yang berarti "selain", dan kata sesudahnya berbeda: (الْكَافِرُونَ, l-kaafiruuna) yang berarti "orang-orang kafir" di 29:47, (الظَّالِمُونَ, zh-zhaalimuuna) yang berarti "orang-orang zalim" di 29:49, dan (كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ, kullu khattaarin kafuurin) di 31:32. Rangkaian (إِلَّا كُلُّ, illaa kullu) muncul dua kali, yaitu di 31:32 dan 83:12, dan di 83:12 yang menyusul adalah (مُعْتَدٍ أَثِيمٍ, mu'tadin atsiimin) yang berarti "pelampau batas lagi bergelimang dosa".

Kata (خَتَّارٍ, khattaarin) berakar خ-ت-ر dan hanya muncul di ayat ini, begitu pula akarnya, sehingga tidak ada ayat lain yang dapat menguji artinya. Pembanding terdekat adalah (خَوَّانٍ كَفُورٍ, khawwaanin kafuurin) di 22:38, yang berarti "sangat khianat lagi sangat kufur", dengan susunan yang sama: dua sifat bermakna sangat, dan sifat kedua adalah kafuur. Karena sifat pertama di 22:38 menyatakan khianat, khattaar diterjemahkan "pengkhianat". Akarnya berbeda dari khawwaan yang berakar خ-و-ن, dan korpus tidak memuat bukti kedua untuk khattaar, sehingga pilihan ini bertumpu pada kesejajaran itu dan pada letak kata ini di antara penolakan tanda-tanda dan sifat kafuur. Kata (كَفُورٍ, kafuurin) berakar ك-ف-ر dan diterjemahkan "sangat kufur", seperti di 22:38 dan di 35:36, (كُلَّ كَفُورٍ, kulla kafuurin). Kata "mengingkari" di awal kalimat ini adalah terjemahan yajhadu yang berakar ج-ح-د, dan pembedaan itu menjaga dua akar tersebut tidak tertukar.

Tafsiran

Ayat ini menuturkan satu keadaan di laut dalam empat gerak berurutan: ombak menutupi orang-orang, mereka berdoa kepada Allah dengan tulus, Dia menyelamatkan mereka sampai ke daratan, lalu sebagian dari mereka bersikap pertengahan. Gerak terakhir berhenti pada satu kelompok saja. Kelompok lain tidak disebut, dan kalimat sesudahnya beralih ke pernyataan tentang siapa yang mengingkari tanda-tanda.

Keadaan serupa dituturkan di tiga tempat lain, dan masing-masing menutup dengan kelanjutan yang berbeda. Di 10:23 orang-orang yang diselamatkan berbuat aniaya di bumi tanpa hak, di 17:67 mereka berpaling, dan di 29:65 mereka mempersekutukan-Nya. Ayat 17:67 menambahkan rincian yang tidak ada di 31:32, yaitu bahwa dalam bahaya di laut lenyaplah siapa yang biasa diseru kecuali Dia. Ayat 31:32 menyebut sebuah kelompok di tengah dan menyambung keadaan itu dengan pernyataan tentang pengingkar tanda-tanda, dua hal yang tidak ada pada tiga ayat yang lain. Dapat dibaca bahwa kalimat terakhir menyinggung sisi lain dari kelompok yang sama, tetapi bunyi ayat tidak menyatakannya.

Dalam satu ayat pembicaraan berpindah dari "Dia" ke "Kami". Doa dan penyelamatan dituturkan dengan kata ganti Dia, lalu kalimat penutup memakai "tanda-tanda Kami". Ayat tidak menjelaskan peralihan itu. Pembaca dapat menaruhnya di samping 31:31, yang menyebut "tanda-tanda-Nya", lalu bertanya apakah keduanya merujuk pada tanda yang sama di laut. Tidak ada kata yang menyatakannya, sehingga pertanyaan itu dibiarkan terbuka.

Letak ayat ini sesudah 31:31 menjadikan laut yang tadi menjadi jalan kapal sebagai tempat bahaya. Ayat 31:33 kemudian meninggalkan laut dan menyapa semua manusia.

Renungan dan Hikmah

  • Di 31:32 orang-orang yang ditutupi ombak berdoa kepada Allah dengan tulus, dan di 29:65 rangkaian kata yang sama disusul oleh perbuatan mempersekutukan-Nya begitu daratan tercapai. Kata tulus di sini berarti tanpa campuran, sehingga kata itu dapat dijadikan ukuran bagi doa-doa yang pernah diucapkan. Seseorang dapat mengingat doa yang diucapkannya ketika terdesak dan memeriksa apakah di dalamnya ada nama lain yang ikut disebut bersama Allah, misalnya nama seorang kenalan, sebuah angka, atau sebuah jaminan. Apakah doa itu masih terdengar murni bila nama-nama tadi dihapus satu per satu?
  • Sesudah Dia menyelamatkan mereka sampai ke daratan, ayat 31:32 tidak menyatakan bahwa semuanya berubah menjadi sama. Yang tertulis adalah bahwa di antara mereka ada yang bersikap pertengahan, dan kelompok lainnya dibiarkan tanpa penyebutan. Seseorang yang pernah selamat dari sesuatu yang berat dapat memperhatikan bagian mana dari sikapnya sebelum selamat yang masih tersisa sesudahnya. Di daratan ada kesempatan untuk menghitung kembali apa yang tadi diucapkan di atas ombak. Apa yang terjadi pada ucapan itu ketika air sudah tidak terlihat lagi?
  • Keadaan selamat sampai ke daratan dituturkan di empat tempat, dan kelanjutannya berbeda di tiap tempat, yaitu berbuat aniaya di 10:23, berpaling di 17:67, mempersekutukan-Nya di 29:65, dan terbagi di 31:32. Keempat ayat itu tidak saling menjelaskan dan tidak disamakan, tetapi disandingkan mereka memperlihatkan bahwa satu pertolongan dari Dia dapat diikuti tindakan yang berlainan. Seseorang dapat bertanya tindakan apa yang pernah mengikuti pertolongan yang diterimanya, dan di antara empat kelanjutan itu mana yang paling dekat dengan hari-hari sesudahnya.
  • Di 17:67, ketika bahaya menimpa di laut, lenyaplah siapa yang diseru kecuali Dia, dan di 31:30 apa yang diseru selain Allah dinilai batil. Ayat 31:32 menunjukkan arah seruan itu pada saat ombak datang. Pembaca dapat menyusun daftar apa saja yang biasa diserunya pada hari-hari biasa, lalu membayangkan daftar itu dibawa ke atas sebuah kapal yang ditutup ombak. Apakah nama-nama dalam daftar itu masih terpikir, atau yang tersisa hanya satu seruan yang diarahkan kepada Allah?
  • Ombak digambarkan seperti naungan-naungan, yaitu sesuatu yang melingkupi dari atas dan menutup ruang di bawahnya, sedangkan di 11:42 ombak digambarkan seperti gunung-gunung. Dua gambaran itu dapat dibaca menyorot dua sisi dari bahaya yang serupa, yaitu tingginya dan melingkupinya. Seseorang yang pernah merasa ruang di atasnya tertutup oleh masalah dapat memperhatikan gambaran mana yang lebih cocok dengan pengalamannya, ketinggian atau tertutupnya. Dari dalam ruang yang tertutup seperti itu, ke mana seruannya yang pertama pergi, dan siapa yang disebutnya?
  • Di 35:32 kata pertengahan berada di antara orang yang menzalimi diri sendiri dan orang yang lebih dahulu berbuat kebaikan, sedangkan di 31:32 ayat tidak menyebut di antara apa kelompok itu berada. Karena batasnya dibiarkan terbuka, pembaca dapat menaruh dirinya pada urutan yang tertulis di 35:32 dan bertanya di mana ia berdiri sekarang, sesudah tiba di daratan dan sesudah doa tulusnya selesai diucapkan. Orang yang berada di tengah dapat melihat ke dua arah. Ke arah mana langkahnya kini cenderung bergerak, dan apa yang menggerakkannya, Dia yang menyelamatkan atau keadaan yang sudah aman?