يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian, dan takutlah akan suatu hari, seorang ayah tidak dapat menolong anaknya sedikit pun, dan tidak pula seorang anak dapat menolong ayahnya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah itu benar. Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kalian, dan janganlah sekali-kali si penipu memperdaya kalian tentang Allah.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْyaa ayyuhaa n-naasu ttaquu rabbakumwahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian
  2. وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِwa-khsyaw yawman laa yajzii waalidun 'an waladihidan takutlah akan suatu hari, seorang ayah tidak dapat menolong anaknya sedikit pun
  3. وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًاwa-laa mawluudun huwa jaazin 'an waalidihi syay'andan tidak pula seorang anak dapat menolong ayahnya sedikit pun
  4. إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّinna wa'da llaahi haqqunsesungguhnya janji Allah itu benar
  5. فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُfa-laa taghurrannakumu l-hayaatu d-dunyaa wa-laa yaghurrannakum bi-llaahi l-gharuurumaka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kalian, dan janganlah sekali-kali si penipu memperdaya kalian tentang Allah

Terjemahan per kata (31 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. النَّاسُn-naasumanusia
  4. اتَّقُواttaquubertakwalah kalian
  5. رَبَّكُمْrabbakumTuhan kalian
  6. وَاخْشَوْاwa-khsyawdan takutlah kalian
  7. يَوْمًاyawmansuatu hari
  8. لَاlaatidak
  9. يَجْزِيyajziimembalas
  10. وَالِدٌwaalidunorang tua
  11. عَنْ'andari
  12. وَلَدِهِwaladihianaknya
  13. وَلَاwa-laadan tidak pula
  14. مَوْلُودٌmawluudunyang dilahirkan
  15. هُوَhuwaia
  16. جَازٍjaazinyang membalas
  17. عَنْ'andari
  18. وَالِدِهِwaalidihiorang tuanya
  19. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  20. إِنَّinnasesungguhnya
  21. وَعْدَwa'dajanji
  22. اللَّهِllaahiAllah
  23. حَقٌّhaqqunbenar
  24. فَلَاfa-laamaka janganlah
  25. تَغُرَّنَّكُمُtaghurrannakumumemperdayakan kalian
  26. الْحَيَاةُl-hayaatukehidupan
  27. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  28. وَلَاwa-laadan janganlah
  29. يَغُرَّنَّكُمْyaghurrannakummemperdayakan kalian
  30. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  31. الْغَرُورُl-gharuurupenipu

Inti bacaan

Rangkaian (إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, inna wa'da llaahi haqqun) muncul delapan kali di Al-Qur'an (10:55, 30:60, 31:33, 35:5, 40:55, 40:77, 45:32, 46:17), dan hanya di 31:33 kata kerja ittaquu dan ikhsyaw mendahuluinya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ, yaa ayyuhaa n-naasu ttaquu rabbakum) yang berarti "wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian". Rangkaian lengkap itu muncul dua kali, yaitu di 22:1 dan 31:33, sedangkan (اتَّقُوا رَبَّكُمْ, ttaquu rabbakum) muncul tiga kali, yaitu di 22:1, 31:33, dan 39:10. Kata kerja ittaquu berakar و-ق-ي. Di 2:48, 2:123, dan 2:281 kata kerja ini mengambil hari sebagai sasarannya, (اتَّقُوا يَوْمًا, ttaquu yawman). Di 31:33 hari itu menjadi sasaran kata kerja yang lain, (وَاخْشَوْا يَوْمًا, wa-khsyaw yawman) yang berarti "dan takutlah akan suatu hari", dari akar خ-ش-ي, dan sasaran ittaquu adalah Tuhan kalian. Rangkaian wa-khsyaw yawman hanya muncul di ayat ini. Terjemahan memakai "bertakwalah" untuk ittaquu dan "takutlah" untuk ikhsyaw, sehingga dua kata kerja itu terbaca sebagai dua perintah yang masing-masing punya sasaran sendiri.

Kata kerja (يَجْزِي, yajzii) berakar ج-ز-ي. Dalam bentuk (لِيَجْزِيَ, li-yajziya) yang berarti "agar Dia membalas", kata kerja itu muncul di tujuh ayat, yaitu 10:4, 14:51, 30:45, 33:24, 34:4, 45:14, dan 53:31, dan di ketujuhnya pihak yang menerima balasan disebut langsung sesudahnya. Di 31:33 kata kerja itu disambung (عَنْ, 'an) yang berarti "dari", dan sasarannya dua pihak, yang satu bertindak atas nama yang lain: (لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ, laa yajzii waalidun 'an waladihi) dan (وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا, wa-laa mawluudun huwa jaazin 'an waalidihi syay'an). Pola yang sama dengan nafs "jiwa" sebagai kedua pihak ada di 2:48 dan 2:123, (تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا, tajzii nafsun 'an nafsin syay'an). Terjemahan 31:33 memakai "menolong" untuk tindakan seseorang bagi orang lain yang ditiadakan ayat ini, dan "sedikit pun" untuk (شَيْئًا, syay'an). Kata (جَازٍ, jaazin) hanya muncul di ayat ini.

Dua pihak dalam ayat ini disebut dengan kata yang berbeda pada tiap sisi. Sisi pertama memakai (وَالِدٌ, waalidun) dan (وَلَدِهِ, waladihi), sedangkan sisi kedua memakai (مَوْلُودٌ, mawluudun), yang berakar sama, و-ل-د, tetapi berbentuk "yang dilahirkan". Kata (وَالِدَةٌ, waalidatun) dengan akhiran perempuan di 2:233 dan (وَالِدَتِي, waalidatii) di 19:32 diterjemahkan "ibu". Bentuk di 31:33 tidak memuat akhiran itu, kata kerjanya (يَجْزِي, yajzii) juga berbentuk laki-laki, dan terjemahan memakai "ayah" untuknya. Bentuk dua orang, (بِوَالِدَيْهِ, bi-waalidayhi) di 31:14, diterjemahkan "kedua orang tuanya". Kata mawluud muncul di dua ayat, yaitu 2:233 dan 31:33, dan maksudnya ditentukan oleh kata sesudahnya. Di 2:233, (مَوْلُودٌ لَهُ, mawluudun lahu) yang berarti "yang dilahirkan baginya" menunjuk ayah dari sang anak, sedangkan di 31:33 kata yang menyusul adalah (هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ, huwa jaazin 'an waalidihi), sehingga yang dimaksud anak yang bertindak untuk orang tuanya. Terjemahan memakai "anak" untuk mawluud di sini.

Kalimat berikutnya adalah (إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ, inna wa'da llaahi haqqun) yang berarti "sesungguhnya janji Allah itu benar". Rangkaian itu muncul delapan kali, yaitu di 10:55, 30:60, 31:33, 35:5, 40:55, 40:77, 45:32, dan 46:17. Kata (وَعْدَ, wa'da) berakar و-ع-د. Kata (حَقٌّ, haqqun) berakar ح-ق-ق, sama dengan (الْحَقُّ, l-haqqu) di 31:30, tetapi tanpa kata sandang dan berkedudukan sebagai sifat bagi janji, sehingga terjemahannya "benar". Kata dengan kata sandang di 31:30 menjadi sebutan Allah dan diterjemahkan "Yang Nyata". Ayat ini tidak menyebut isi janji itu, dan terjemahan tidak menambahkannya.

Dua larangan penutup memakai kata kerja yang sama, (تَغُرَّنَّكُمُ, taghurrannakumu) dan (يَغُرَّنَّكُمْ, yaghurrannakum), dari akar غ-ر-ر, dengan akhiran penegas sehingga terjemahannya "janganlah sekali-kali ... memperdaya kalian". Bunyi (فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, fa-laa taghurrannakumu l-hayaatu d-dunyaa) muncul dua kali, yaitu di 31:33 dan 35:5. Kata (الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, l-hayaatu d-dunyaa) muncul di empat belas ayat, yaitu 2:212, 3:185, 6:32, 6:70, 6:130, 7:51, 13:26, 29:64, 31:33, 35:5, 40:39, 45:35, 47:36, dan 57:20. Sebagai pelaku yang memperdaya, kata itu muncul dengan kata kerja lampau di 6:70, 6:130, 7:51, dalam bentuk (غَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, gharrat-humu l-hayaatu d-dunyaa), dan di 45:35 dalam bentuk (غَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا, gharratkumu l-hayaatu d-dunyaa). Di 31:33 dan 35:5 kata kerja yang sama berbentuk larangan. Kata (الْغَرُورُ, l-gharuuru) yang berarti "si penipu" muncul tiga kali, yaitu di 31:33, 35:5, dan 57:14. Bentuk itu berbeda dari (الْغُرُورِ, l-ghuruuri) di (مَتَاعُ الْغُرُورِ, mataa'u l-ghuruuri) pada 3:185 dan 57:20, yang menyebut tipuan sebagai sifat kesenangan, sedangkan l-gharuuru menyebut pelakunya. Huruf (بِ, bi-) di (بِاللَّهِ, bi-llaahi) hanya menyertai larangan kedua, sehingga terjemahannya "memperdaya kalian tentang Allah".

Tafsiran

Ayat ini menyapa semua manusia sesudah rangkaian ayat yang berpusat pada tanda-tanda di langit, laut, dan diri manusia. Sapaan (يَا أَيُّهَا النَّاسُ, yaa ayyuhaa n-naasu) hanya muncul di ayat ini dalam surah 31. Sebelumnya surah ini memakai sapaan (يَا بُنَيَّ, yaa bunayya) yang berarti "wahai anakku" di 31:13, 31:16, dan 31:17, ditujukan kepada seorang anak. Dengan 31:33 pembicaraan beralih dari satu anak ke semua orang.

Ayat ini memberi dua perintah yang bersasaran berbeda, Tuhan dan hari, lalu menyatakan sesuatu tentang hari itu dengan ayah dan anak sebagai contoh, dan di surah ini ayah dan anak sudah hadir lebih awal: 31:13 sampai 31:19 memuat ucapan seorang ayah kepada anaknya, dan 31:14 dan 31:15 memuat wasiat tentang kedua orang tua. Ayat 31:33 menyentuh ikatan yang sama dari sisi lain, yaitu batasnya pada hari itu, tanpa membatalkan apa yang tertulis di 31:14 dan 31:15, karena ayat-ayat itu berbicara tentang perlakuan terhadap orang tua di dunia.

Dua larangan penutup menyebut dua pihak yang dapat memperdaya, yang pertama kehidupan dunia dan yang kedua si penipu, dan hanya yang kedua dikaitkan dengan Allah. Ayat 35:5 memuat bagian akhir ayat ini kata demi kata, mulai dari pernyataan tentang janji sampai larangan terakhir, dengan satu perbedaan: 35:5 tidak memuat dua perintah dan hari yang tidak dapat ditolong ayah atau anak. Ayat 31:33 dengan demikian menaruh pernyataan tentang janji dan dua larangan yang sama di belakang peringatan tentang hari itu. Di 57:14 kata si penipu muncul dengan kata kerja lampau, dalam ucapan yang menyebut bahwa ketetapan Allah sudah datang, sehingga larangan di 31:33 dapat dibaca sebagai peringatan terhadap sesuatu yang di 57:14 sudah menjadi cerita.

Ayat berikutnya, 31:34, membuka dengan pengetahuan tentang hari Kiamat yang berada di sisi Allah, sedangkan ayat ini menyebut hari tanpa nama itu. Teks tidak menyatakan bahwa keduanya menunjuk hal yang sama, dan keduanya dapat dibaca berdampingan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 31:33 memberi dua perintah dengan dua sasaran, bertakwa kepada Tuhan dan takut akan sebuah hari, dan tidak menggabungkan keduanya menjadi satu. Seseorang dapat memeriksa kesadarannya sendiri pada salah satu minggu yang baru lewat, ke arah mana perhatiannya paling sering menoleh, ke Tuhan yang disebut di awal ayat atau ke hari yang disebut sesudahnya. Jawabannya dapat berbeda dari satu minggu ke minggu yang lain, dan ayat ini menyebut keduanya dalam satu kalimat. Apakah ada waktu dalam sehari ketika kedua sasaran itu hadir di pikirannya, atau hanya salah satunya saja?
  • Di ayat ini ayah tidak dapat menolong anak dan anak tidak dapat menolong ayah, sehingga dua arah ikatan itu sama-sama disebut. Ayat ini tidak membicarakan tabungan, nama baik, atau pendidikan yang disiapkan untuk anak, dan tidak menyatakan semua itu sia-sia. Ayat itu menuliskan sebuah hari ketika ayah dan anak tidak bertindak untuk satu sama lain. Seseorang yang sedang menyiapkan sesuatu untuk anaknya, atau menerima sesuatu dari orang tuanya, dapat bertanya bagian mana dari persiapan itu yang diharapkannya berlaku pula pada hari yang disebut ayat ini.
  • Di 80:34 sampai 80:36 orang lari dari saudaranya, ibunya, ayahnya, istrinya, dan anak-anaknya, dan di 80:37 tiap orang mempunyai urusan yang menyibukkannya, sedangkan 31:33 hanya menyebut ayah dan anak. Dua tempat itu tidak disamakan, karena 80:34 sampai 80:37 menyebut lebih banyak pihak dan memakai kata lari, dan 31:33 memakai kata tidak dapat menolong. Pembaca dapat menyusun daftar orang yang diandalkannya bila keadaan sulit, lalu menaruhnya di samping daftar di 80:34 sampai 80:36. Berapa nama dalam daftar itu yang masih disebutnya ketika membayangkan hari yang disebut 31:33?
  • Ayat 31:33 menyatakan bahwa janji Allah itu benar dan tidak menyebut isi janji itu, sedangkan 10:4 menyebut janji Allah yang benar bersama kembalinya semua orang kepada-Nya. Pembaca dapat menimbang janji mana yang sedang ditunggunya dan apakah penantiannya berubah ketika janji itu disebut tanpa isi. Seseorang yang menyimpan banyak harapan dapat bertanya harapan mana yang digantungkannya pada janji Allah, dan harapan mana yang digantungkannya pada sesuatu yang lain tetapi diberinya nama janji. Apakah kedua jenis harapan itu tertulis dengan nama yang sama di buku catatannya?
  • Larangan kedua di 31:33 menyebut si penipu yang memperdaya kalian tentang Allah, dan di 57:14 si penipu itu muncul dalam ucapan yang menyebut bahwa ketetapan Allah sudah datang. Kalimat tentang Allah dapat datang dari banyak arah, misalnya dari kebiasaan di rumah, dari ucapan seseorang yang dipercaya, atau dari kesimpulan yang ditarik sendiri pada satu malam yang lelah. Seseorang dapat menelusuri satu per satu dari mana kalimat-kalimat tentang Allah yang dipegangnya selama ini berasal. Dari semua kalimat itu, mana yang pernah diperiksanya dengan teks yang sedang dibacanya sekarang?
  • Di 6:70, 6:130, 7:51, dan 45:35 kehidupan dunia disebut sudah memperdaya, dengan kata kerja lampau, sedangkan 31:33 dan 35:5 memakai bentuk larangan terhadap hal yang belum terjadi. Pembaca dapat membaca perbedaan itu sebagai dua keadaan yang berbeda, yaitu orang yang sudah tertipu dan orang yang masih diberi larangan. Seseorang dapat bertanya hal apa dalam hidupnya yang kini dianggapnya penopang, dan apakah hal itu di empat ayat tadi akan terdengar sebagai pelaku penipuan.