إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari Kiamat. Dia menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui apa yang akan diusahakannya esok. Dan tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Sang Berilmu lagi Sang Teliti.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِinna llaaha 'indahu 'ilmu s-saa'ati wa-yunazzilu l-ghaytsa wa-ya'lamu maa fii l-arhaamisesungguhnya Allah, di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari Kiamat, Dia menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim
  2. وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًاwa-maa tadrii nafsun maadzaa taksibu ghadandan tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui apa yang akan diusahakannya esok
  3. وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُwa-maa tadrii nafsun bi-ayyi ardhin tamuutudan tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati
  4. إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌinna llaaha 'aliimun khabiirunsesungguhnya Allah Sang Berilmu lagi Sang Teliti

Terjemahan per kata (27 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. اللَّهَllaahaAllah
  3. عِنْدَهُ'indahudi sisi-Nya
  4. عِلْمُ'ilmupengetahuan
  5. السَّاعَةِs-saa'atihari Kiamat
  6. وَيُنَزِّلُwa-yunazziludan Dia menurunkan
  7. الْغَيْثَl-ghaytsahujan
  8. وَيَعْلَمُwa-ya'lamudan Dia mengetahui
  9. مَاmaaapa yang
  10. فِيfiidalam
  11. الْأَرْحَامِl-arhaamirahim
  12. وَمَاwa-maadan tidaklah
  13. تَدْرِيtadriiengkau mengetahui
  14. نَفْسٌnafsunsatu jiwa
  15. مَاذَاmaadzaaapa
  16. تَكْسِبُtaksibuusahakan
  17. غَدًاghadanesok
  18. وَمَاwa-maadan tidaklah
  19. تَدْرِيtadriiengkau mengetahui
  20. نَفْسٌnafsunsatu jiwa
  21. بِأَيِّbi-ayyidengan apa
  22. أَرْضٍardhinbumi
  23. تَمُوتُtamuutumati
  24. إِنَّinnasesungguhnya
  25. اللَّهَllaahaAllah
  26. عَلِيمٌ'aliimunberilmu
  27. خَبِيرٌkhabiirunmengetahui

Inti bacaan

Kata kerja (تَدْرِي, tadrii) muncul di tiga ayat Al-Qur'an, yaitu 31:34, 42:52, dan 65:1, dan hanya di 31:34 pelakunya (نَفْسٌ, nafsun), sedangkan di dua ayat yang lain pelakunya engkau.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ, inna llaaha 'indahu) yang berarti "sesungguhnya Allah, di sisi-Nya". Kata (عِنْدَهُ, 'indahu) berakar ع-ن-د. Susunan (عِنْدَهُ عِلْمُ, 'indahu 'ilmu) yang berarti "di sisi-Nya pengetahuan" muncul di empat ayat, yaitu 13:43, 31:34, 43:85, dan 53:35. Di 43:85 yang berada di sisi-Nya adalah (عِلْمُ السَّاعَةِ, 'ilmu s-saa'ati) yang berarti "pengetahuan tentang hari Kiamat", sama dengan 31:34. Di 53:35 bunyinya (أَعِنْدَهُ عِلْمُ الْغَيْبِ, a-'indahu 'ilmu l-ghaybi) yang berarti "apakah di sisinya ada pengetahuan tentang yang gaib", dan di 13:43 yang disebut adalah pengetahuan tentang Kitab. Rangkaian 'ilmu s-saa'ati muncul tiga kali, yaitu di 31:34, 41:47, dan 43:85, dan di 41:47 bunyinya (إِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَةِ, ilayhi yuraddu 'ilmu s-saa'ati) yang berarti "kepada-Nya dikembalikan pengetahuan tentang hari Kiamat". Terjemahan 31:34 memakai "di sisi-Nyalah" dan tidak memakai "hanya", karena Arab ayat ini tidak memuat kata yang berarti "hanya". Kata itu ada di tempat lain, yaitu (إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ, innamaa 'ilmuhaa 'inda llaahi) yang berarti "pengetahuan tentangnya hanya ada pada Allah" di 7:187 dan 33:63, tempat orang-orang bertanya tentang saat itu.

Kata kerja (يُنَزِّلُ, yunazzilu) yang berarti "menurunkan" berakar ن-ز-ل, dan (الْغَيْثَ, l-ghaytsa) yang berarti "hujan" berakar غ-ي-ث. Susunan (يُنَزِّلُ الْغَيْثَ, yunazzilu l-ghaytsa) muncul dua kali, yaitu di 31:34 dan 42:28, dan di 42:28 hujan itu turun (مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا, min ba'di maa qanathuu) yang berarti "sesudah mereka berputus asa". Akar غ-ي-ث ada di empat ayat, yaitu 12:49, 31:34, 42:28, dan 57:20. Akar lain untuk hujan, م-ط-ر, ada di sembilan ayat, yaitu 4:102, 7:84, 8:32, 11:82, 15:74, 25:40, 26:173, 27:58, dan 46:24, dan di tujuh dari sembilan ayat itu, yaitu 7:84, 8:32, 11:82, 15:74, 25:40, 26:173, dan 27:58, hujan menyertai azab atau keburukan, misalnya (وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا, wa-amtharnaa 'alayhim matharan) yang berarti "dan Kami menghujani mereka dengan hujan" di 7:84, 26:173, dan 27:58. Kata Indonesia "hujan" dipakai untuk kedua akar, sehingga pembedaan itu hanya terlihat pada Arabnya. Di 31:34 hujan yang disebut memakai akar yang pertama.

Kata (الْأَرْحَامِ, l-arhaami) yang berarti "rahim" berakar ر-ح-م. Susunan (فِي الْأَرْحَامِ, fii l-arhaami) yang berarti "dalam rahim" muncul tiga kali, yaitu di 3:6, 22:5, dan 31:34, dan di ketiganya kata kerja untuk rahim berbeda. Di 3:6 bunyinya (يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ, yushawwirukum fii l-arhaami) yang berarti "Dia membentuk kalian dalam rahim", di 22:5 (وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ, wa-nuqirru fii l-arhaami) yang berarti "dan Kami tetapkan dalam rahim", dan di 31:34 (وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ, wa-ya'lamu maa fii l-arhaami) yang berarti "dan Dia mengetahui apa yang ada dalam rahim". Bentuk jamak yang sama dipakai juga di 8:75 dan 33:6 pada (أُولُو الْأَرْحَامِ, uluu l-arhaami) untuk hubungan kerabat, sehingga arti rahim di 31:34 ditentukan oleh kata (فِي, fii) yang berarti "dalam". Kata (مَا, maa) yang berarti "apa yang" tidak menamai isinya, dan terjemahan tidak menambahkan "janin" atau "jenis kelamin".

Kata kerja (تَدْرِي, tadrii) yang berarti "mengetahui" berakar د-ر-ي dan muncul di tiga ayat, yaitu 31:34, 42:52, dan 65:1. Di 42:52 dan 65:1 pelakunya satu orang yang diajak bicara, "engkau", sedangkan di 31:34 pelakunya (نَفْسٌ, nafsun) yang berarti "satu jiwa", dengan kata kerja berbentuk perempuan tunggal, sehingga terjemahannya "tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui". Kata (تَكْسِبُ, taksibu) yang berarti "mengusahakan" berakar ك-س-ب dan muncul bersama kata jiwa di tiga ayat, yaitu 6:164, 13:42, dan 31:34. Di 13:42 bunyinya (يَعْلَمُ مَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ, ya'lamu maa taksibu kullu nafsin) yang berarti "Dia mengetahui apa yang diusahakan setiap jiwa", sedangkan di 31:34 jiwa itu sendiri tidak mengetahui (مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا, maadzaa taksibu ghadan) yang berarti "apa yang akan diusahakannya esok". Akar غ-د-و dengan arti hari sesudah ini muncul di lima ayat, yaitu 12:12, 18:23, 31:34, 54:26, dan 59:18. Di 59:18 bunyinya (وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ, wa-l-tanzhur nafsun maa qaddamat li-ghadin) yang berarti "hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok", sehingga kata jiwa dan kata esok berada bersama di 31:34 dan 59:18.

Kata (أَرْضٍ, ardhin) tanpa kata sandang hanya muncul di ayat ini, begitu pula rangkaian (بِأَيِّ أَرْضٍ, bi-ayyi ardhin) yang berarti "di bumi mana". Karena tidak memakai kata sandang, ia tidak menunjuk bumi tertentu, dan terjemahan tidak menambahkan nama atau jenis tempat.

Penutup ayat, (عَلِيمٌ خَبِيرٌ, 'aliimun khabiirun) yang berarti "Sang Berilmu lagi Sang Teliti", muncul dua kali, yaitu di 31:34 dan 49:13. Kata (خَبِيرٌ, khabiirun) berakar خ-ب-ر dan muncul di tiga ayat surah ini, yaitu 31:16, 31:29, dan 31:34, dan diterjemahkan "Sang Teliti" di ketiganya. Di 31:16 kata itu berpasangan dengan (لَطِيفٌ, lathiifun) yang berarti "Sang Lembut", di 31:29 berdiri sendiri, dan di 31:34 berpasangan dengan (عَلِيمٌ, 'aliimun) yang berarti "Sang Berilmu".

Tafsiran

Ayat ini menutup surah 31 dengan dua kelompok pernyataan. Tiga pernyataan pertama menyebut Allah: pengetahuan tentang hari Kiamat berada di sisi-Nya, Dia menurunkan hujan, dan Dia mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dua pernyataan berikutnya menyebut satu jiwa yang tidak mengetahui apa yang akan diusahakannya esok dan di bumi mana jiwa itu mati. Pelaku kalimat berpindah dari Allah ke jiwa, dan penutupnya kembali kepada Allah dengan dua sebutan.

Batas yang tertulis perlu dibaca persis. Tentang hari Kiamat, ayat ini menempatkan pengetahuan di sisi Allah, dan 7:187 serta 33:63 menyatakan dengan innamaa bahwa pengetahuan itu hanya ada pada-Nya. Tentang hujan dan rahim, ayat ini menyebut apa yang Dia lakukan dan ketahui, dan tidak mengatakan bahwa manusia tidak dapat mengetahui kapan hujan turun atau apa yang ada dalam rahim. Tentang esok dan tempat mati, ayat menyatakan bahwa jiwa tidak mengetahui. Karena itu pembacaan ayat ini sebagai daftar lima hal yang hanya diketahui Allah melampaui bunyinya, dan lima hal itu terbagi menjadi tiga yang bersumber pada Allah dan dua yang menyangkut batas pengetahuan jiwa.

Ayat 31:33 menyebut sebuah hari ketika ayah dan anak tidak dapat saling menolong, dan 31:34 menyebut hari Kiamat dan esok. Kedua ayat dapat dibaca berdampingan, dan tidak ada kata yang menyatakan bahwa hari di 31:33 sama dengan hari Kiamat di 31:34.

Penutup ayat ini mengulang sebutan yang sudah dua kali menutup bagian surah. Di 31:16 sebutan Sang Teliti datang sesudah sebutir biji sawi yang berada di batu, di langit, atau di bumi, lalu Allah mendatangkannya, bunyinya (يَأْتِ بِهَا اللَّهُ, ya'ti bihaa llaahu). Di 31:29 sebutan itu datang sesudah malam, siang, matahari, dan bulan. Di 31:34 sebutan itu datang sesudah pernyataan tentang hari Kiamat sampai tempat mati. Tiga penutup itu menaungi ukuran yang berjauhan, dari sebutir biji sampai peredaran benda langit dan hari-hari satu jiwa, dengan sebutan yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 31:34 menaruh pengetahuan tentang hari Kiamat di sisi Allah, dan di 7:187 serta 33:63 orang-orang bertanya tentang saat itu lalu dijawab bahwa pengetahuan tentangnya ada pada Allah. Pertanyaan tentang kapan dapat dipakai untuk menunda pertanyaan lain, misalnya apa yang sudah dikerjakan hari ini. Seseorang yang pernah menanyakan atau mendengar pertanyaan tentang saat itu dapat memeriksa ke mana percakapan berlanjut sesudah jawaban itu diberikan. Apakah percakapan itu berhenti di sana, atau berpindah ke hal yang masih dapat dikerjakan sebelum malam tiba?
  • Di 42:28 Dia menurunkan hujan sesudah orang-orang berputus asa, dan di 31:34 kata kerja menurunkan hujan dipakai tanpa keterangan waktu. Kedua ayat tidak disamakan, tetapi keduanya menaruh turunnya hujan pada Dia. Seseorang yang menunggu sesuatu yang lama tak kunjung datang, misalnya jawaban, pekerjaan, atau kesembuhan, dapat memperhatikan bahwa hujan di 42:28 datang sesudah kata putus asa, bukan sebelumnya. Apakah penantiannya sudah memakai kata putus asa, dan kalimat apa yang disiapkannya untuk menyambut sesuatu yang datang sesudah kata itu?
  • Untuk rahim, 3:6 memakai kata membentuk, 22:5 memakai kata menetapkan, dan 31:34 memakai kata mengetahui, dan ketiganya menempatkan Allah sebagai pelaku. Seseorang yang menunggu kelahiran seorang anak, atau yang mengingat kelahirannya sendiri, dapat bertanya kata kerja mana dari ketiganya yang paling sering dipakainya untuk menceritakan kejadian itu. Ketiga ayat memberi tiga kata yang berbeda untuk satu tempat yang sama, dan tidak ada yang memakai kata merencanakan. Apakah salah satu dari tiga kata itu pernah muncul dalam ceritanya?
  • Di 13:42 Dia mengetahui apa yang diusahakan setiap jiwa, dan di 31:34 jiwa itu sendiri tidak mengetahui apa yang akan diusahakannya esok. Dua ayat itu memakai kata kerja yang sama, tetapi menaruh pengetahuan di dua tempat yang berbeda. Seseorang yang menyusun rencana untuk esok dapat memeriksa kalimat-kalimat rencananya, mana yang ditulis dengan nada sudah pasti dan mana yang ditulis dengan nada akan dicoba. Kalimat rencana mana yang akan terbaca berbeda bila ditaruh di samping 13:42?
  • Ayat ini menyatakan bahwa jiwa tidak mengetahui di bumi mana jiwa itu akan mati, dan kata bumi di sini tidak memakai kata sandang, sehingga tidak menunjuk bumi tertentu. Seseorang yang menyusun rencana hari tua di sebuah kota dapat memperhatikan bahwa nama kota itu tertulis di rencananya dan tidak tertulis di ayat. Rencana semacam itu biasanya memuat rumah, kebun, dan orang-orang yang dikenal di satu tempat. Bagian mana dari rencana itu yang tetap berlaku di tempat mana pun, dan siapa yang tercantum di dalamnya selain tempat itu sendiri?
  • Surah ini menutup tiga bagian dengan sebutan Sang Teliti, yaitu 31:16 sesudah biji sawi yang tersembunyi, 31:29 sesudah malam, siang, matahari, dan bulan, dan 31:34 sesudah pernyataan tentang hari Kiamat sampai tempat mati. Ukuran yang disentuh berbeda jauh, dari sebutir biji sampai peredaran benda langit dan hari-hari satu jiwa, dan sebutan yang menutupnya sama. Seseorang yang menganggap sebuah urusan terlalu kecil untuk dilihat Allah, atau terlalu besar untuk diketahui-Nya, dapat menimbang urusan itu di antara tiga ukuran tadi. Di manakah urusan itu diletakkan?
  • Ayat ini dibuka dengan Allah sebagai pelaku dalam tiga pernyataan, berpindah ke jiwa yang tidak mengetahui dalam dua pernyataan, lalu kembali kepada Allah di penutup. Seseorang yang menyusun cerita hidupnya dapat memeriksa siapa yang menjadi pelaku di kalimat-kalimat awal, tengah, dan akhir. Bila pelaku di hampir semua kalimat itu adalah dirinya sendiri, apa yang berubah ketika sebagian kalimat diberi pelaku yang lain, misalnya Dia yang menurunkan hujan atau Dia yang mengetahui apa yang ada dalam rahim?