إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada-Nya pengetahuan tentang hari Kiamat. Dia menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui apa yang akan diusahakannya esok. Dan tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Sang Berilmu lagi Sang Teliti.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِinna llaaha indahu ilmu s-saa'ati wa-yunazzilu l-ghaytsa wa-ya'lamu maa fii l-arhaamisesungguhnya Allah, hanya pada-Nya pengetahuan tentang hari Kiamat, Dia menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim
  2. وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًاwa-maa tadrii nafsun maadzaa taksibu ghadandan tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui apa yang akan diusahakannya esok
  3. وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُwa-maa tadrii nafsun bi-ayyi ardin tamuutudan tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati
  4. إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌinna llaaha aliimun khabiirunsesungguhnya Allah Sang Berilmu lagi Sang Teliti
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…tahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun y…”. sebagian penerjemah: 'God, with Him is knowledge of the Hour; and He sends down the rain; and He knows what is in the wombs. And no soul knows what it will earn tomorrow, and no soul knows in what land it will die; God is knowing and aware.' Corpus ayat ini: «>aroHaAmi, TAKRIF». arhaam diterjemahkan 'rahim', jangkar konkret akar (organ pemberi penghidupan; KBBI rahim¹='kandungan' & rahim²='bersifat belas kasihan': Indonesia meminjam KEDUA sisi akar).

Aplikasi

Lima hal yang hanya diketahui Allah: waktu Kiamat, hujan, isi rahim, apa yang terjadi besok, dan tempat kematian, pengakuan kerendahan hati epistemik terhadap batas pengetahuan manusia dalam hal-hal paling mendasar tentang masa depan.