بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.
الم
Alif Laam Miim.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- المalif laam miimAlif Lam Mim
Terjemahan per kata (1 kata)
- المalif laam miimAlif Laam Miim
Inti bacaan
Rangkaian (الم, alif laam miim) muncul delapan kali di Al-Qur'an, dua di antaranya sebagai awal rangkaian lebih panjang di 7:1 dan 13:1.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berisi satu rangkaian, (الم, alif laam miim), yang tersusun dari tiga huruf, yaitu alif, laam, dan miim. Tulisan Arabnya tidak memuat tanda baris, sehingga yang tertera hanya kerangka ketiga huruf itu. Terjemahan menuliskan nama ketiganya apa adanya, Alif Laam Miim, dengan huruf awal besar dan vokal panjang digandakan seperti ejaan di seluruh terjemahan ini. Titik di ujung terjemahan ada karena 32:2 membuka kalimat baru.
Data morfologi korpus memperlakukan (الم, alif laam miim) lain dari kata biasa. Kata-kata di 32:2 diberi akar dan bentuk dasar, misalnya (تَنْزِيلُ, tanziilu) berakar ن-ز-ل, (الْكِتَابِ, l-kitaabi) berakar ك-ت-ب, dan (رَيْبَ, rayba) berakar ر-ي-ب, sehingga tiap kata itu bisa dilacak ke pemakaian akarnya di tempat lain. Rangkaian di 32:1 hanya diberi satu tanda, yaitu tanda huruf pembuka, tanpa akar dan tanpa bentuk dasar. Karena akarnya tidak ada, padanan Indonesia tidak dapat dipilih dengan membandingkan pemakaian akar yang sama di ayat lain, cara yang dipakai untuk kata-kata di ayat sesudahnya. Tanda huruf pembuka yang sama menempel di 30 ayat pada 29 surah, dan 42 memuat dua ayat bertanda itu, yaitu 42:1 dan 42:2. Pembanding yang tersedia untuk 32:1 karena itu hanya ayat-ayat huruf pembuka lain.
Rangkaian (الم, alif laam miim) berdiri sebagai ayat utuh di enam tempat, yaitu 2:1, 3:1, 29:1, 30:1, 31:1, dan 32:1, dan terjemahan di keenamnya sama. Dua ayat lain dibuka dengan ketiga huruf itu lalu satu huruf tambahan, yaitu 7:1 dengan Saad dan 13:1 dengan Raa. Ayat 7:1 berisi empat huruf itu saja, sedangkan 13:1 memuat empat huruf lalu kalimat tentang tanda-tanda Kitab. Dua huruf pertama, alif dan laam, juga membuka lima ayat yang diterjemahkan Alif Laam Raa, salah satunya (الر, alif laam raa) di 10:1, dan empat lainnya di 11:1, 12:1, 14:1, dan 15:1. Seluruhnya ada 13 ayat di 13 surah yang dibuka alif dan laam berurutan. Di antara semua huruf pembuka, alif dan laam tidak pernah muncul terpisah; keduanya selalu berdampingan sebagai dua huruf pertama.
Huruf miim ada di 17 dari 30 ayat huruf pembuka: enam ayat alif laam miim, 7:1, 13:1, dua ayat Taa Siin Miim di 26:1 dan 28:1, serta tujuh ayat (حم, haa miim) di 40:1, 41:1, 42:1, 43:1, 44:1, 45:1, dan 46:1. Terjemahan memperlakukan miim di semua tempat itu dengan ejaan yang sama.
Maksud ketiga huruf ini tidak diterangkan di 32:1, dan 32:2 langsung beralih ke Kitab tanpa menengok kembali ke huruf. Terjemahan karena itu tidak menambahkan keterangan di dalam atau di samping nama huruf, misalnya kata "huruf", "tanda", atau "singkatan".
Tafsiran
Ayat ini membuka surah dengan tiga huruf tanpa kalimat, sehingga arah bacaan baru terlihat dari ayat sesudahnya. Ayat 32:2 menyusul dengan (تَنْزِيلُ الْكِتَابِ, tanziilu l-kitaabi) yang berarti "diturunkannya Kitab". Susunan itu ada di lima ayat, yaitu 32:2, 39:1, 40:2, 45:2, dan 46:2. Di empat ayat di antaranya susunan itu menyusul huruf pembuka, yaitu alif laam miim di 32:1 dan (حم, haa miim) di 40:1, 45:1, dan 46:1, sedangkan 39:1 membuka surahnya sendiri tanpa huruf.
Lima surah lain yang dibuka alif laam miim memilih jalan lain sesudah hurufnya. Ayat 2:2 menunjuk Kitab dengan (ذَٰلِكَ الْكِتَابُ, dzaalika l-kitaabu) dan 31:2 memakai (تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ, tilka aayaatu l-kitaabi). Ayat 3:2 menyebut nama lebih dulu lewat (اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ, allaahu laa ilaaha illaa huwa), ayat 29:2 membuka dengan pertanyaan tentang manusia lewat (أَحَسِبَ النَّاسُ, a-hasiba n-naasu), dan ayat 30:2 memberitakan (غُلِبَتِ الرُّومُ, ghulibati r-ruumu). Tiga huruf yang sama dengan demikian diikuti isi yang berbeda di tiap surah.
Surah 29 sampai 32 berurutan memakai pembuka yang sama. Surah 31 dan 32 menaruh kata Kitab di ayat keduanya, 31:2 lewat tanda-tandanya dan 32:2 lewat diturunkannya, sedangkan 29:2 dan 30:2 tidak menyebut Kitab. Surah 32 juga menutup deretan itu: sesudahnya tidak ada lagi surah yang dibuka dengan alif dan laam, dan pembuka berganti menjadi (يس, yaa siin) di 36:1, (ص, shaad) di 38:1, lalu haa miim mulai 40:1.
Hubungan antara huruf dan ayat sesudahnya tidak dinyatakan di surah ini. Ayat 32:2 tidak mengulang atau menerangkan huruf, dan bacaan terus berjalan dari 32:2 sampai 32:6 tanpa menengok kembali kepadanya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 32:1 memberi pembaca sebuah bunyi yang tidak diterangkan oleh teks sendiri, dan 32:2 langsung meneruskan ke Kitab tanpa menoleh kembali. Pembaca yang terbiasa memahami dulu baru melangkah mendapati satu tempat bacaan berjalan lebih cepat daripada pemahamannya. Bacaan itu tidak berhenti menunggu pembaca mengerti, dan 32:2 tidak menguraikan huruf demi huruf agar pembaca menyusul. Ayat itu terus berjalan sampai menyebut Tuhan seisi alam sebagai asal Kitab. Dua cara menanggapi tampak di sini: mengisi bunyi itu dengan dugaan sendiri, atau membiarkannya sebagai bunyi sampai teks berbicara. Seberapa lama seseorang sanggup membaca terus tanpa menambal bagian yang belum dipahaminya dengan tebakan?
- Tiga huruf yang sama berdiri sebagai ayat sendiri di enam surah, dan tiap kali isi sesudahnya berlainan: Kitab yang ditunjuk di 2:2, pernyataan bahwa tidak ada tuhan selain Dia di 3:2, ujian bagi manusia di 29:2, kekalahan bangsa Romawi di 30:2, tanda-tanda Kitab di 31:2, dan diturunkannya Kitab di 32:2. Pembaca yang sampai di 32:1 sudah melewati huruf itu lima kali sebagai ayat utuh, dan tiap kali huruf itu sendiri tidak memberi petunjuk isi. Pengalaman membaca seperti ini mengajarkan bahwa pembuka yang akrab dapat mengantar ke isi yang baru, dan isi itu baru diketahui sesudah ayat berikutnya dibaca. Apa yang berubah pada seseorang yang tahu bahwa bunyi yang paling dikenalnya tidak pernah menjanjikan apa yang menyusul?
- Urutan di surah ini adalah huruf lebih dulu, lalu pernyataan bahwa Kitab diturunkan dari Tuhan seisi alam di 32:2. Ayat 32:1 tidak menyebut siapa pun, dan sumber baru muncul di ayat sesudahnya lewat sebutan Tuhan seisi alam. Pembaca yang berpindah dari satu ayat ke ayat berikutnya mengalami jarak sependek satu ayat antara bunyi yang belum dipahami dan nama sumber bacaan. Ayat tidak menyatakan bahwa huruf itu berasal dari sumber yang sama dengan Kitab, sehingga pembaca tidak diminta menyimpulkannya. Urutan yang tertulis adalah huruf dulu, lalu Tuhan seisi alam. Bagaimana seseorang memperlakukan sebuah bunyi yang datang lebih dulu daripada keterangan tentang siapa yang mengirimnya?
- Pembaca Indonesia yang melafalkan Alif Laam Miim mengucapkan nama tiga huruf, dan terjemahan di ayat ini hanya mengeja nama itu tanpa menambah arti. Pembaca teks Arab dan pembaca terjemahan karena itu mengucapkan bunyi yang sangat dekat, dan rasa mengerti yang mungkin timbul saat melafalkannya datang dari kebiasaan membaca dan dari ayat-ayat di sekitarnya, tidak dari kata mana pun di ayat ini. Seseorang yang jujur pada dirinya dapat membedakan rasa akrab dengan bunyi dari rasa paham akan isinya. Dari mana datangnya perasaan mengerti yang muncul sewaktu mulut mengucapkan nama tiga huruf yang tidak dijelaskan siapa pun?
- Surah 32 adalah surah terakhir dalam urutan mushaf yang dibuka alif dan laam. Sebelumnya dua belas surah lain memakai pasangan itu, yaitu 2, 3, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 29, 30, dan 31, lalu sesudah 32:1 pembuka berganti dan pasangan itu tidak terulang. Pembaca yang membaca mushaf berurutan tidak diberi tanda bahwa pembukaan ini yang terakhir dari jenisnya, karena ayat 32:1 sama dengan lima pembukaan sebelumnya yang berdiri sebagai ayat sendiri. Akhir sebuah kebiasaan baru terlihat ketika kebiasaan itu tidak terulang lagi. Bagaimana seseorang mengenali bahwa sebuah bunyi yang akrab sudah dibacanya untuk terakhir kali?
- Dari enam ayat yang berisi tiga huruf ini, ayat keduanya di 2:2, 31:2, dan 32:2 sama-sama menyebut Kitab dari sudut yang berlainan: ditunjuk dengan kata itu di 2:2, disebut tanda-tandanya di 31:2, dan disebut diturunkannya di 32:2 dengan asal dari Tuhan seisi alam. Pembaca yang membaca ketiganya berurutan melihat satu benda yang sama dari tiga sisi, dan masing-masing sisi baru tampak setelah bunyi tiga huruf yang tidak diterangkan. Teks tidak menyatakan bahwa huruf itu mengantar ke Kitab, tetapi urutan yang berulang tiga kali di surah yang berbeda dapat dibaca sebagai pola. Apa yang dilihat seseorang dari Kitab bila yang dihadapinya di tiap pintu adalah bunyi yang sama?