تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Turunnya Kitab, tidak ada keraguan padanya, dari Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِtanziilu l-kitaabi laa rayba fiihiturunnya Kitab, tidak ada keraguan padanya
- مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَmin rabbi l-'aalamiinadari Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (8 kata)
- تَنْزِيلُtanziiluturunnya
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- لَاlaatidak
- رَيْبَraybakeraguan
- فِيهِfiihidi dalamnya
- مِنْmindari
- رَبِّrabbiTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Klaim kepastian: 'tidak ada keraguan di dalamnya', jaminan keotentikan sumber yang menegaskan kredibilitas sejak pembukaan surah.
Penjelasan pilihan kata
'Al-kitaabi' (akar ktb) diterjemahkan 'Kitab', bukan 'Al-Qur'an': draf awal menyisipkan istilah yang tidak ada dalam teks Arab ayat ini (akar berbeda dari qr'). 'Tidak ada keraguan padanya' konsisten dengan 18:21 dan 22:7.
Tafsiran
Ayat ini membuka penegasan tentang keaslian Kitab: turun tanpa keraguan, dari sumber yang mencakup seluruh alam, bukan dari otoritas terbatas mana pun.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut asalnya, bukan isinya, di ayat pembuka. Dari Tuhan seisi alam. Sumbernya diumumkan lebih dahulu.
- Keraguan disangkal sebelum ada yang meragukan. Tidak ada keraguan padanya. Sangkalan itu mendahului bantahan.
- Tuhan seisi alam dipakai Allah, bukan Tuhan satu kaum. Cakupannya seluas ciptaan. Kitabnya tidak dinisbahkan pada satu bangsa.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.