أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۚ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

Ataukah mereka berkata, “Dia mengada-adakannya”? Bahkan, ia adalah kebenaran dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi pemberi peringatan sebelum engkau, agar mereka mendapat petunjuk.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُam yaquuluuna ftaraahuataukah mereka berkata, dia mengada-adakannya
  2. بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَbal huwa l-haqqu min rabbikabahkan, ia adalah kebenaran dari Tuhanmu
  3. لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَli-tundzira qawman maa ataahum min nadziirin min qablikaagar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi pemberi peringatan sebelum engkau
  4. لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَla'allahum yahtaduunaagar mereka mendapat petunjuk

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. أَمْamataukah
  2. يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
  3. افْتَرَاهُftaraahuia mengada-adakannya
  4. بَلْbalbahkan
  5. هُوَhuwaia
  6. الْحَقُّl-haqqukebenaran
  7. مِنْmindari
  8. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  9. لِتُنْذِرَli-tundziraagar engkau memperingatkan
  10. قَوْمًاqawmankaum
  11. مَاmaatidaklah
  12. أَتَاهُمْataahumdatang kepada mereka
  13. مِنْmindari
  14. نَذِيرٍnadziirinpemberi peringatan
  15. مِنْmindari
  16. قَبْلِكَqablikasebelummu
  17. لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
  18. يَهْتَدُونَyahtaduunamendapat petunjuk

Inti bacaan

Susunan (لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ, li-tundzira qawman maa ataahum min nadziirin min qablika) muncul dua kali di Al-Qur'an (28:46, 32:3).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ, am yaquuluuna ftaraahu) yang berarti "ataukah mereka berkata, 'Dia mengada-adakannya'". Kata (أَمْ, am) diterjemahkan "ataukah" di semua kemunculannya. Susunan am yaquuluuna ftaraahu persis sama muncul di lima ayat, yaitu 10:38, 11:13, 11:35, 32:3, dan 46:8, sedangkan am yaquuluuna dengan kata kerja lain ada di lima ayat lagi, yaitu 23:70, 42:24, 52:30, 52:33, dan 54:44. Kata (افْتَرَاهُ, ftaraahu) berakar ف-ر-ي dan diterjemahkan "mengada-adakannya" di kelima ayat tadi. Akhiran -hu menunjuk benda yang sudah disebut sebelumnya, dan ayat ini tidak menamai benda itu. Benda yang dibicarakan di 32:2 adalah Kitab, sehingga tuduhan ini dapat dibaca sebagai tuduhan terhadap Kitab, tetapi pembacaan itu tidak tertulis di 32:3. Pelaku kata kerja itu pun tidak diberi nama. Jawaban di ayat yang sama memakai sapaan "engkau" pada (رَبِّكَ, rabbika) yang berarti "Tuhanmu", sehingga ada pihak yang disapa, dan ayat tidak menyebut siapa pihak itu.

Kata (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan" membuka jawaban. Terjemahan memakai "bahkan" untuk bal di 32:3, 32:10, dan 52:33. Sesudah bal ayat ini menyebut (هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ, huwa l-haqqu min rabbika) yang berarti "ia adalah kebenaran dari Tuhanmu". Kata (الْحَقُّ, l-haqqu) memakai kata sandang al- dan diterjemahkan "kebenaran". Rangkaian huwa l-haqqu muncul sembilan kali, yaitu di 2:91, 6:66, 22:6, 22:62, 24:25, 31:30, 32:3, 35:31, dan 47:2, dan gabungan bal huwa l-haqqu min rabbika hanya ada di 32:3. Frasa (الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ, al-haqqu min rabbika) muncul di enam ayat, yaitu 2:147, 3:60, 10:94, 11:17, 22:54, dan 32:3. Di empat dari keenamnya frasa itu berdekatan dengan larangan meragu, yaitu (فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ, fa-laa takuunanna mina l-mumtariina) yang berarti "maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu" di 2:147 dan 10:94, kalimat yang sama tanpa penegas di 3:60, dan (فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ, fa-laa taku fii miryatin minhu) di 11:17. Di 32:3 frasa itu tidak disusul larangan semacam itu dan disusul tujuan peringatan.

Frasa (لِتُنْذِرَ قَوْمًا, li-tundzira qawman) yang berarti "agar engkau memberi peringatan kepada kaum" ada di tiga ayat, yaitu 28:46, 32:3, dan 36:6. Sambungannya (مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ, maa ataahum min nadziirin min qablika) yang berarti "yang belum didatangi pemberi peringatan sebelum engkau" persis sama hanya di 28:46 dan 32:3. Kata (نَذِيرٍ, nadziirin) berakar ن-ذ-ر dan diterjemahkan "pemberi peringatan", yaitu pelaku yang memberi peringatan. Ayat 36:6 menggambarkan kaum yang lain keadaannya, yaitu (مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ, maa undzira aabaa'uhum) yang berarti "yang nenek moyang mereka belum diberi peringatan".

Ayat ini ditutup dengan (لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ, la'allahum yahtaduuna) yang berarti "agar mereka mendapat petunjuk". Kata (لَعَلَّ, la'alla) menandai harapan, dan (يَهْتَدُونَ, yahtaduuna) berakar ه-د-ي dengan "mereka" sebagai pihak yang menerima petunjuk. Rangkaian la'allahum yahtaduuna ada di tiga ayat, yaitu 21:31, 23:49, dan 32:3. Di 28:46, bagian yang sama dengan 32:3 berakhir pada (لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ, la'allahum yatadzakkaruuna) yang berarti "agar mereka mendapat pelajaran". Terjemahan memakai "agar" untuk dua kata yang berbeda di ayat ini, yaitu (لِتُنْذِرَ, li-tundzira) dan la'allahum. Kata pertama berpasangan dengan "engkau" dan kata kedua dengan "mereka", sehingga tujuan pertama dikerjakan engkau dan tujuan kedua dialami mereka.

Tafsiran

Ayat ini menjawab tuduhan yang diucapkan oleh pihak tanpa nama, tepat sesudah 32:2 menyatakan bahwa Kitab tidak mengandung keraguan. Tuduhan dalam bentuk am yaquuluuna ftaraahu ada di lima ayat, dan empat jawabannya dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah". Ayat 10:38 dan 11:13 menantang mereka mendatangkan surah semisalnya, dan 11:35 serta 46:8 memuat pengandaian (قُلْ إِنِ افْتَرَيْتُهُ, qul ini ftaraytuhu) yang berarti "katakanlah, 'jika aku mengada-adakannya'". Ayat 32:3 menjawab tanpa kata katakanlah, tanpa tantangan, dan tanpa pengandaian. Jawabannya langsung tiga langkah: kebenaran dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan, dan agar mereka mendapat petunjuk. Sebutan Tuhanmu di sini menyambung sebutan Tuhan seisi alam di 32:2.

Tujuan yang disebut ayat ini diperkuat ayat lain. Ayat 34:44 menyatakan bahwa Kami tidak mengutus kepada mereka pemberi peringatan sebelum engkau, dan 28:46 memakai rumusan yang sama dengan 32:3 untuk kaum yang belum didatangi pemberi peringatan, dengan harapan akhir yang berbeda. Ayat 35:24 memuat pernyataan yang tampak berlawanan, yaitu tidak ada satu umat pun kecuali telah berlalu padanya seorang pemberi peringatan. Teks tidak menghubungkan kedua ayat itu: 35:24 berbicara tentang umat, 32:3 dan 28:46 berbicara tentang kaum dan membatasi dengan kata sebelum engkau. Apakah kaum di 32:3 termasuk salah satu umat di 35:24 tidak dinyatakan oleh ayat mana pun, sehingga hubungan keduanya dibiarkan terbuka.

Dalam urutan surah, 32:3 menggeser perhatian dari Kitab ke orang-orang yang dituju oleh peringatan. Ayat 32:4 sesudahnya beralih menyebut Allah sebagai pencipta langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, lalu menutup dengan pertanyaan kepada "kalian". Ayat 32:3 sendiri berakhir pada harapan di pihak mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Di empat ayat lain tuduhan yang sama dijawab dengan perintah katakanlah lalu tantangan atau pengandaian, sedangkan di 32:3 jawabannya langsung berupa pernyataan bahwa itu kebenaran dari Tuhanmu. Pembaca melihat bahwa tuduhan yang sama dapat dihadapi dengan cara berlainan menurut tempatnya, dan tidak ada satu pola jawaban yang dipakai di semua ayat. Di sini jawabannya tidak mengajak lawan berlomba mendatangkan sesuatu dan tidak mengandaikan keadaan pembicara bila tuduhan itu benar. Bagaimana seseorang memilih antara menantang dan menyatakan ketika dirinya dituduh mengada-ada?
  • Ayat ini menyebut kaum yang belum pernah didatangi pemberi peringatan sebelum engkau, dan 35:24 menyebut bahwa tidak ada satu umat pun yang belum dilewati seorang pemberi peringatan. Teks tidak menyambungkan keduanya, sehingga pembaca menerima dua pernyataan yang masing-masing utuh dan tidak dipaksa menyatu. Orang yang ingin segera mendamaikan dua ayat melihat bahwa teks sendiri membiarkan jarak itu. Seberapa nyaman seseorang membiarkan dua pernyataan Al-Qur'an berdiri berdampingan tanpa jembatan yang disusunnya sendiri?
  • Frasa kebenaran dari Tuhanmu menyertai larangan meragu di 2:147, 3:60, 10:94, dan 11:17, dan di 32:3 menyertai tujuan peringatan. Pembaca yang akrab dengan rangkaian di empat ayat itu menjumpai satu ayat yang menaruh frasa yang sama di samping sebuah pekerjaan, yaitu memberi peringatan, tidak di samping keraguan. Kebenaran yang disandarkan kepada Tuhanmu di sini langsung dipakai untuk sesuatu yang dikerjakan di hadapan orang lain. Apa yang berbeda pada seseorang yang menerima kebenaran sebagai sesuatu untuk disampaikan, dibanding sebagai sesuatu untuk dipertahankan dari keraguan?
  • Tujuan pertama di ayat ini dikerjakan oleh engkau, yaitu memberi peringatan, dan tujuan kedua dialami oleh mereka, yaitu mendapat petunjuk, dengan kata yang menandai harapan. Pemberi peringatan tidak disebut menjadikan mereka mendapat petunjuk. Ayat menaruh hasilnya di pihak mereka dan memakai bentuk harapan. Orang yang pernah menyampaikan sesuatu yang penting kepada orang lain mengenal jarak itu: kata yang disampaikan sudah selesai di tangan penyampai, sedangkan akibatnya masih menunggu di tangan penerima. Siapa yang menanggung hasil sebuah peringatan, orang yang menyampaikannya atau orang yang menerimanya?
  • Tuduhan dalam kalimat am yaquuluuna ftaraahu dikutip dengan bunyi yang sama di lima ayat, dan di tiap ayat kutipan itu mendahului jawaban. Pembaca mendengar tuduhan dalam bentuk aslinya sebelum mendengar jawabannya, sehingga pembaca dapat menimbang jawaban itu terhadap bunyi tuduhan yang sebenarnya dan tidak terhadap ringkasan dari pihak yang menjawab. Mengutip ucapan lawan secara utuh sebelum menanggapinya memberi pendengar bahan untuk menilai sendiri. Bagaimana seseorang menyampaikan ucapan orang yang menuduhnya, kata demi kata, sebelum mulai menjawab?
  • Bagian kalimat tentang kaum yang belum didatangi pemberi peringatan sebelum engkau sama di 28:46 dan 32:3, dan ujungnya berbeda: agar mereka mendapat pelajaran di 28:46 dan agar mereka mendapat petunjuk di 32:3. Ayat 28:46 menyebut rumusan itu sesudah rahmat dari Tuhanmu, dan 32:3 menyebutnya sesudah kebenaran dari Tuhanmu. Pembaca menemukan satu rumusan yang dipasang pada dua pangkal dan dua ujung yang berlainan, sehingga rumusan itu tampak seperti kerangka yang dapat dipakai di tempat lain. Apa yang dirasakan seseorang ketika kalimat yang sudah dikenalnya ternyata berakhir di tempat yang lain dari yang diingatnya?