يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian ia naik kepada-Nya pada suatu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut hitungan kalian.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِyudabbiru l-amra mina s-samaa'i ila l-ardhiDia mengatur segala urusan dari langit ke bumi
  2. ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَtsumma ya'ruju ilayhi fii yawmin kaana miqdaaruhu alfa sanatin mimmaa ta'udduunakemudian ia naik kepada-Nya pada suatu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut hitungan kalian

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. يُدَبِّرُyudabbirumengatur
  2. الْأَمْرَl-amraurusan
  3. مِنَminadari
  4. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  5. إِلَىilakepada
  6. الْأَرْضِl-ardhibumi
  7. ثُمَّtsummakemudian
  8. يَعْرُجُya'rujunaik
  9. إِلَيْهِilayhikepada-Nya
  10. فِيfiipada
  11. يَوْمٍyawminhari
  12. كَانَkaanaadalah
  13. مِقْدَارُهُmiqdaaruhukadarnya
  14. أَلْفَalfaseribu
  15. سَنَةٍsanatintahun
  16. مِمَّاmimmaadari apa yang
  17. تَعُدُّونَta'udduunakalian hitung

Inti bacaan

Susunan (فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ, fii yawmin kaana miqdaaruhu) muncul dua kali di Al-Qur'an (32:5, 70:4).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يُدَبِّرُ الْأَمْرَ, yudabbiru l-amra) yang berarti "Dia mengatur segala urusan". Kata kerja (يُدَبِّرُ, yudabbiru) berakar د-ب-ر dan menandai perbuatan yang sedang berlangsung, berbeda dari (خَلَقَ, khalaqa) di 32:4 yang menandai perbuatan selesai. Rangkaian yudabbiru l-amra muncul empat kali, yaitu di 10:3, 10:31, 13:2, dan 32:5. Di 10:3 dan 13:2 pelakunya Allah, dan di 10:31 jawaban atas pertanyaan siapa yang mengatur urusan adalah Allah. Di 32:5 kata kerjanya tidak memuat nama pelaku, dan pelakunya menyambung dari 32:4 yang menyebut Allah. Akar د-ب-ر yang sama dipakai oleh (فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا, fa-l-mudabbiraati amran) di 79:5 yang berarti "dan yang mengatur urusan", tetapi pelaku di sana tidak disebut. Kata (الْأَمْرَ, l-amra) berakar أ-م-ر dan diterjemahkan "segala urusan" di 10:3, 10:31, dan 32:5, dan "urusan" di 13:2. Pasangannya dengan penciptaan tertulis di 7:54 sebagai (الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ, l-khalqu wa-l-amru) yang berarti "penciptaan dan urusan".

Frasa (مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ, mina s-samaa'i ila l-ardhi) yang berarti "dari langit ke bumi" hanya ada di 32:5. Terjemahan memakai "langit" untuk bentuk tunggal (السَّمَاءِ, s-samaa'i) ini, dan untuk bentuk jamak (السَّمَاوَاتِ, s-samaawaati) di 32:4.

Kata (يَعْرُجُ, ya'ruju) berakar ع-ر-ج dan diterjemahkan "naik". Kata kerja ini ada di lima ayat, yaitu 15:14, 32:5, 34:2, 57:4, dan 70:4. Di 34:2 dan 57:4 kata kerja itu dipakai dengan (فِيهَا, fiihaa), yaitu (وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا, wa-maa ya'ruju fiihaa) yang berarti "dan apa yang naik ke sana", sedangkan di 32:5 dan 70:4 kata kerja itu dipakai dengan (إِلَيْهِ, ilayhi) yang berarti "kepada-Nya". Pelaku kata kerja naik di 32:5 tidak disebut namanya. Kata ganti pelakunya berjenis laki-laki tunggal, dan di antara kata benda yang disebut sebelum kata kerja naik hanya al-amr yang berjenis itu, sedangkan langit dan bumi berjenis perempuan. Terjemahan karena itu memakai "ia" untuk al-amr, dan di 70:4 pelakunya disebut terang, yaitu malaikat dan Ruh.

Frasa (فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ, fii yawmin kaana miqdaaruhu) yang berarti "pada suatu hari yang kadarnya" ada di dua ayat, 32:5 dan 70:4. Kata (مِقْدَارُهُ, miqdaaruhu) berakar ق-د-ر dan diterjemahkan "kadarnya", dan bentuk (بِمِقْدَارٍ, bi-miqdaarin) di 13:8 diterjemahkan "dengan ketentuan". Kata (يَوْمٍ, yawmin) bertanwin, dan kata itu sendiri tidak menunjuk hari tertentu di kedua ayat. Angka di 32:5 adalah (أَلْفَ سَنَةٍ, alfa sanatin) yang berarti "seribu tahun", dan di 70:4 (خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ, khamsiina alfa sanatin) yang berarti "lima puluh ribu tahun". Frasa alfa sanatin juga ada di 2:96 dan 29:14, dan bentuk (أَلْفِ سَنَةٍ, alfi sanatin) ada di 22:47.

Ayat ini ditutup dengan (مِمَّا تَعُدُّونَ, mimmaa ta'udduuna) yang berarti "menurut hitungan kalian", dari kata kerja ta'udduuna yang berarti "kalian hitung". Rangkaian mimmaa ta'udduuna hanya ada di dua ayat, yaitu 22:47 dan 32:5. Ayat 22:47 menerjemahkannya "menurut perhitungan kalian" dalam (كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ, ka-alfi sanatin mimmaa ta'udduuna) yang berarti "seperti seribu tahun menurut perhitungan kalian". Ayat 70:4 tidak memuat penutup itu.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan 32:4 dengan apa yang dikerjakan sesudah bersemayam di atas Arasy: mengatur urusan dari langit ke bumi, lalu urusan itu naik kepada-Nya. Dua arah disebut dalam satu ayat, turun dari langit ke bumi dan naik kepada-Nya, sedangkan 10:3 dan 13:2 menyebut mengatur urusan tanpa arah dan tanpa waktu. Ayat 32:5 menambahkan keduanya, dan waktunya diukur dengan tahun menurut hitungan kalian.

Ayat 32:5 menyebut seribu tahun untuk naiknya urusan, dan 70:4 dengan susunan kata yang sama menyebut lima puluh ribu tahun untuk naiknya malaikat dan Ruh. Pelaku kedua ayat berbeda, angka berbeda, dan hanya 32:5 menutup dengan hitungan kalian. Kata yawm di kedua ayat bertanwin dan tidak menunjuk hari tertentu. Teks tidak menyatakan apakah keduanya hari yang sama atau dua hari yang berlainan, sehingga hubungan angka seribu dan lima puluh ribu itu dibiarkan terbuka.

Ayat 22:47 memuat penutup yang sama dengan 32:5 dalam konteks lain, yaitu tentang azab yang diminta disegerakan, dan di sana sehari di sisi Tuhanmu disebut seperti seribu tahun. Tiga ayat itu, 22:47, 32:5, dan 70:4, memakai tahun sebagai ukuran untuk satu yawm, dan kata hitungan kalian mengikat ukuran itu pada cara manusia menghitung.

Dalam urutan surah, 32:5 menyempurnakan gambaran yang dimulai di 32:4. Ayat 32:4 menaruh penciptaan dan bersemayam di masa lampau dan menyapa kalian, dan 32:5 menaruh pengaturan di masa yang sedang berlangsung lalu menyebut kalian lagi lewat hitungan. Ayat 32:6 sesudahnya menunjuk kembali kepada pelaku yang dikenalkan oleh dua ayat itu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut urusan turun dari langit ke bumi lalu naik kepada-Nya, sehingga urusan itu bergerak dalam dua arah dan berujung pada Dia. Pembaca yang hidup di bumi, tempat urusan itu menuju sebelum naik, berdiri di bagian tengah gerak itu tanpa disebut namanya. Ayat tidak mengatakan apa isi urusan itu dan tidak menyatakan siapa yang membawanya turun dan naik, jadi pembaca tidak diberi gambar tentang pengantarnya. Teks menulis arah dan tujuan akhirnya, yaitu kepada-Nya. Apa yang berubah pada seseorang yang menyadari bahwa urusan yang turun ke bumi tempat dirinya berdiri kemudian naik kepada Dia?
  • Ukuran waktu di ayat ini ditutup dengan kata menurut hitungan kalian, yang menyebut siapa yang menghitung. Seribu tahun adalah angka dari jam dan kalender manusia, dan ayat menyebut sendiri bahwa angka itu menurut hitungan mereka yang diajak bicara. Pembaca yang membaca angka itu menyadari bahwa dirinya diberi ukuran yang cocok dengan alat hitung yang dimilikinya. Kata kalian di ujung ayat menaruh pembaca sebagai pemilik jam yang dipakai. Seberapa sering seseorang lupa bahwa jam yang dipakainya hanya salah satu cara menghitung?
  • Ayat 32:5 menyebut seribu tahun dan 70:4 menyebut lima puluh ribu tahun untuk naik kepada-Nya, dengan susunan kata yang sama. Teks tidak menyatukan kedua angka itu, dan pembaca yang ingin menghitung ulang kehilangan pegangan: pelakunya berbeda, hitungan kalian hanya di salah satu, dan kedua hari sama-sama berbentuk suatu hari. Pembaca dibiarkan memegang dua angka yang masing-masing utuh tanpa jembatan hitungan. Bagaimana seseorang menahan diri dari mengarang rumus penghubung bila teks sengaja tidak memberikannya?
  • Angka seribu tahun muncul juga di 2:96 sebagai umur yang diinginkan seseorang, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkannya dari azab menurut ayat yang sama. Di 32:5 angka yang sama menjadi kadar satu hari menurut hitungan kalian untuk perjalanan urusan kepada Dia. Dua ayat itu berbicara tentang hal berlainan dan tidak dipakai untuk menafsirkan satu sama lain, tetapi pembaca yang mengingat keduanya melihat angka yang sama diukur dari dua tempat, dari keinginan manusia dan dari ukuran sebuah hari. Bagaimana seseorang menimbang umur panjang yang didambakannya bila angkanya sama dengan kadar satu hari yang disebut 32:5?
  • Kata kerja naik di ayat ini berujung pada kepada-Nya, dan ayat tidak menyebut langit atau tempat lain sebagai ujungnya. Ayat 34:2 dan 57:4 memakai kata kerja yang sama dengan fiihaa, sedangkan 32:5 dan 70:4 menyebut ujungnya sebagai Dia. Pembaca yang membaca ayat ini sebagai daftar gerak mendapati bahwa gerak itu berhenti pada sebuah pihak yang dituju. Ayat tidak menyatakan seperti apa pertemuan di ujung gerak itu dan tidak menggambarkan tempatnya. Apa yang berubah pada seseorang yang diajak memikirkan akhir sebuah urusan sebagai kepada Dia, tanpa gambaran tentang tempatnya?
  • Penciptaan di 32:4 memakai kata kerja yang menandai perbuatan selesai, dan pengaturan di 32:5 memakai kata kerja yang menandai perbuatan yang sedang berlangsung. Pembaca yang berada di dalam rangkaian itu tidak berdiri sesudah pengaturan selesai, sebab ayat menaruh pengaturan di masa yang masih jalan. Urusan yang sedang diatur Dia dari langit ke bumi dan naik lagi kepada-Nya dapat dibaca mencakup waktu ketika ayat ini dibaca. Bagaimana seseorang membaca urusan hari ini bila ayat menyebut pengaturan yang tidak diberi akhir?