ذَٰلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Itu Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Sang Digdaya lagi Sang Pengasih,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. ذَٰلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِdzaalika 'aalimu l-ghaybi wa-sy-syahaadatiitu Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata
  2. الْعَزِيزُ الرَّحِيمُal-'aziizu r-rahiimuSang Digdaya lagi Sang Pengasih

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  2. عَالِمُ'aalimuyang mengetahui
  3. الْغَيْبِl-ghaybiyang gaib
  4. وَالشَّهَادَةِwa-sy-syahaadatidan yang tampak
  5. الْعَزِيزُal-'aziizuSang Digdaya
  6. الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih

Inti bacaan

Kombinasi pengetahuan menyeluruh dan sifat pengasih: 'mengetahui yang gaib dan yang nyata, Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', cakupan yang komprehensif dipadukan dengan kelembutan kasih sayang.

Penjelasan pilihan kata

'Dzaalika' (demonstrativa jauh) benar 'itu', sesuai disiplin dzalika/tilka. Tambahan '(Tuhan)' dihapus: 'aalimu' berdiri sendiri sebagai kalimat utuh, tidak memerlukan kata benda tambahan. Ayat ini menyambung langsung ke 32:7 lewat kata ganti relatif 'alladzii', satu kalimat panjang yang berlanjut.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan cakupan pengetahuan Allah atas yang tersembunyi maupun yang tampak, menyambung dari otoritas tunggal-Nya di 32:4-5 menuju rangkaian sifat yang menyertainya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dua-duanya. Tak ada bagian dari kenyataan yang berada di luar salah satunya.
  • Dua nama yang disandingkan: Sang Digdaya lagi Sang Pengasih. Berlawanan rasanya. Yang berkuasa penuh disebut juga yang paling menyayangi.
  • Ayat dibuka dengan kata itu, menunjuk yang jauh. Bukan ini. Yang baru saja diterangkan diberi jarak, seolah pembacanya diajak memandang-Nya dari kejauhan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').