الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ

yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan, dan memulai penciptaan manusia dari tanah liat,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُalladzii ahsana kulla syay'in khalaqahuyang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan
  2. وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍwa-bada'a khalqa l-insaani min thiinindan memulai penciptaan manusia dari tanah liat

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. الَّذِيalladziiyang
  2. أَحْسَنَahsanalebih baik
  3. كُلَّkullasetiap
  4. شَيْءٍsyay'insesuatu
  5. خَلَقَهُkhalaqahumenciptakannya
  6. وَبَدَأَwa-bada'adan Dia memulai
  7. خَلْقَkhalqaciptaan
  8. الْإِنْسَانِl-insaanimanusia
  9. مِنْmindari
  10. طِينٍthiinintanah liat

Inti bacaan

Rumusan (أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ, ahsana kulla syay'in) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:7.

Penjelasan pilihan kata

Kata (أَحْسَنَ, ahsana) yang berarti "memperindah" berakar ح-س-ن dan membuka rumusan (أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ, ahsana kulla syay'in khalaqahu) yang berarti "memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan". Pelakunya Allah, karena (الَّذِي, alladzii) yang berarti "yang" menyambung ayat ini ke 32:6, dan 32:6 meneruskan 32:4 tempat nama Allah disebut. Sembilan ayat memuat ahsana sebagai kata kerja yang menyatakan perbuatan selesai, yaitu 6:154, 12:23, 12:100, 18:30, 28:77, 32:7, 40:64, 64:3, dan 65:11. Tiga dari sembilan itu diterjemahkan "memperindah", yaitu 32:7 dan dua ayat yang menyebut Allah memperindah bentuk manusia, (فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ, fa-ahsana shuwarakum) yang berarti "lalu memperindah bentuk kalian" di 40:64 dan 64:3. Di 12:100 kata kerja yang sama diikuti kata depan, (وَقَدْ أَحْسَنَ بِي, wa-qad ahsana bii) yang berarti "dan sungguh Dia telah berbuat baik kepadaku", dan di 28:77 (كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ, ka-maa ahsana llaahu ilayka) yang berarti "sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu". Pada kedua ayat itu penerima perbuatannya orang, sehingga terjemahannya "berbuat baik".

Bacaan "yang terbaik dari segala sesuatu yang Dia ciptakan" ditolak karena korpus morfologi menandai ahsana di 32:7 sebagai kata kerja dan kata (كُلَّ, kulla) sesudahnya sebagai objek. Di 9:121 kata yang tertulis sama ditandai kata benda yang berarti "yang terbaik", seperti dalam (أَحْسَنَ مَا, ahsana maa) yang berarti "yang terbaik dari apa yang". Rumusan (أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ, ahsana kulla syay'in) hanya muncul di 32:7. Kata (كُلَّ شَيْءٍ, kulla syay'in) yang berarti "segala sesuatu" di tempat lain menjadi objek kata kerja yang lain: (وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ, wa-khalaqa kulla syay'in) yang berarti "dan Dia menciptakan segala sesuatu" di 6:101 dan 25:2, serta (أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ, atqana kulla syay'in) yang berarti "menyempurnakan segala sesuatu" di 27:88. Susunan 32:7 menaruh kata kerja memperindah di depan dan kata kerja menciptakan di belakang, dengan "segala sesuatu" di tengah.

Kata (خَلَقَهُ, khalaqahu) yang berarti "Dia menciptakannya" tersusun dari (خَلَقَ, khalaqa) yang berarti "menciptakan" dan akhiran -hu yang berarti "-nya". Akhiran itu menunjuk ke (شَيْءٍ, syay'in) yang berarti "sesuatu". Susunan yang sama, benda lebih dulu lalu kata kerja menciptakan dengan akhiran penunjuknya, ada di 54:49, (إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ, innaa kulla syay'in khalaqnaahu bi-qadarin) yang berarti "sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran". Terjemahan 32:7 membacanya sebagai keterangan bagi "segala sesuatu": segala sesuatu yang Dia ciptakan. Huruf yang sama membentuk (خَلْقَهُ, khalqahu) di 20:50 yang berarti "bentuk penciptaannya", tetapi korpus morfologi menandainya kata benda di sana dan kata kerja di 32:7.

Kata (بَدَأَ, bada'a) yang berarti "memulai" berakar ب-د-أ dan muncul dalam (وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ, wa-bada'a khalqa l-insaani) yang berarti "dan memulai penciptaan manusia". Tulisan (بَدَأَ, bada'a), baik berdiri sendiri maupun dengan awalan atau akhiran yang menempel, muncul empat kali di empat surah, yaitu 7:29, 12:76, 29:20, dan 32:7. Di 12:76 pelakunya manusia yang memulai pemeriksaan dari karung tertentu. Di 7:29, (كَمَا بَدَأَكُمْ, ka-maa bada'akum) yang berarti "sebagaimana Dia memulai kalian", dan di 29:20, (فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ, fa-nzhuruu kayfa bada'a l-khalqa) yang berarti "maka perhatikanlah bagaimana Dia memulai penciptaan", pelakunya Allah. Di antara keempat ayat itu, objek berupa penciptaan satu jenis makhluk, yaitu manusia, ada di 32:7 saja.

Bahan yang disebut bagi manusia berbeda dari ayat ke ayat: (مِنْ نُطْفَةٍ, min nuthfatin) yang berarti "dari setetes mani" di 16:4 dan 76:2, (مِنْ صَلْصَالٍ, min shalshaalin) yang berarti "dari tanah liat kering" di 15:26 dan 55:14, (مِنْ عَلَقٍ, min 'alaqin) yang berarti "dari sesuatu yang melekat" di 96:2, dan (مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ, min sulaalatin min thiinin) yang berarti "dari sari pati dari tanah liat" di 23:12. Ayat 32:7 menyebut satu bahan saja, (مِنْ طِينٍ, min thiinin) yang berarti "dari tanah liat". Bentuk (طِينٍ, thiinin) berakar ط-ي-ن dan muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 6:2, 7:12, 23:12, 32:7, 37:11, 38:71, 38:76, dan 51:33. Tujuh di antaranya menyebut bahan makhluk yang dicipta, dan 51:33 menyebut bahan batu. Kata (تُرَابٍ, turaabin) yang berarti "tanah" menyebut bahan yang berbeda di 3:59, 18:37, 22:5, 30:20, 35:11, dan 40:67, sehingga terjemahan menjaga bedanya: thiin menjadi "tanah liat", turaab menjadi "tanah". Teksnya tidak menyebutkan apakah "manusia" di 32:7 satu orang atau suatu jenis, dan terjemahan memakai "manusia" tanpa tambahan "pertama".

Tafsiran

Rangkaian 32:7 sampai 32:9 berlanjut dari 32:6 dalam satu kalimat panjang yang disambung oleh (الَّذِي, alladzii) di 32:7, lalu (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" di 32:8 dan sekali lagi di 32:9. Ayat 32:6 menyebut Allah sebagai Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Sang Digdaya lagi Sang Pengasih, dan 32:7 menambahkan dua perbuatan pada daftar itu: memperindah segala sesuatu dan memulai penciptaan manusia. Kedua perbuatan itu dihubungkan oleh (وَ, wa) yang berarti "dan", sehingga keduanya tampil sebagai pekerjaan yang sederajat dari pelaku yang sama.

Cakupannya menyempit di dalam satu ayat. Bagian pertama berbicara tentang segala sesuatu yang diciptakan, dan bagian kedua berbicara tentang satu jenis makhluk, manusia, dengan bahan yang disebut terang-terangan sesudah keindahan disebut. Susunan itu menempatkan pembaca di kedua bagian sekaligus: pembaca termasuk segala sesuatu yang diperindah, dan pembaca juga makhluk yang awalnya dari tanah liat. Ayat ini tidak memberi alasan atau tujuan bagi kedua perbuatan itu, dan tidak ada kalimat yang memuat "karena" atau "agar" di dalamnya.

Bagi alur surah, 32:7 membawa pembicaraan dari urusan langit dan bumi di 32:4 dan 32:5 ke makhluk yang mendengar surah ini. Kata (خَلْقَ, khalqa) yang berarti "penciptaan" yang dipakai di sini untuk permulaan manusia dipakai lagi di 32:10, dalam pertanyaan orang-orang yang bertanya apakah mereka akan berada dalam (خَلْقٍ جَدِيدٍ, khalqin jadiidin) yang berarti "ciptaan yang baru". Dengan demikian 32:7 menyediakan titik awal yang dibandingkan oleh pertanyaan di 32:10, sedangkan 32:8 dan 32:9 menyambung kisah permulaan itu sampai ke pendengaran, penglihatan, dan hati.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 32:7 memakai rumusan segala sesuatu tanpa daftar pengecualian, dan yang diperindah adalah segala sesuatu yang Dia ciptakan. Pembaca yang memperhatikan sekelilingnya dapat melihat bahwa penilaiannya sendiri biasanya memilah: ada yang disebutnya indah, ada yang disebutnya tidak berguna atau mengganggu. Bagi pembaca, ini mengubah cara memandang benda yang selama ini dilewati begitu saja, seperti lumpur di tepi jalan, hewan kecil di sudut rumah, atau bagian tubuh sendiri yang dikeluhkan. Apa yang akan tampak bila benda yang paling sering dilewati itu dipandang sebagai sesuatu yang Dia perindah?
  • Dalam ayat ini keindahan disebut lebih dulu dan bahan manusia disebut sesudahnya, dalam kalimat yang sama dan tanpa kata penghubung yang melawankan keduanya. Ayat ini tidak menyembunyikan bahan itu dan tidak membelanya. Pembaca yang menceritakan asal-usulnya sendiri sering memilih salah satu: menonjolkan yang tinggi atau menyembunyikan yang rendah. Kalimat 32:7 menyebut keduanya berdampingan sebagai satu kabar tentang Dia. Orang yang malu pada asal keluarganya, kampungnya, atau masa lalunya dapat menimbang bagaimana kalimat itu mengatur urutannya sendiri. Bagian mana dari asalnya yang selama ini diceritakan dengan suara lebih pelan daripada bagian lainnya?
  • Semua kata kerja di 32:7 dikerjakan oleh Dia, yaitu memperindah, menciptakan, dan memulai, sedangkan manusia hanya muncul sebagai objek dari penciptaan. Ayat ini tidak mencatat satu pun perbuatan manusia pada awalnya, tidak pilihan, tidak usaha, dan tidak persetujuan. Pembaca yang terbiasa menghitung dirinya dari hasil kerjanya dapat melihat bahwa titik mulainya sendiri ada di luar hitungan itu: bahan dan awalnya bukan pilihannya, dan Dia yang memulai. Rasa berutang yang timbul dari bacaan ini tidak menuntut pembaca membayar apa pun, karena ayat tidak menyebut tagihan. Sejauh mana pembaca masih menaruh nama dirinya pada sesuatu yang awalnya dimulai Dia?
  • Kata yang dipakai untuk permulaan di 32:7 dipakai juga di 29:20, dalam kalimat yang menyuruh orang berjalan di bumi dan memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan. Ayat 29:20 berbicara tentang penciptaan secara umum dan 32:7 tentang manusia, sehingga keduanya tidak disamakan. Ayat 29:20 memberi bentuk undangan pada kata kerja yang sama: melihat sendiri dari mana sesuatu dimulai. Pembaca yang jarang menengok awal dari apa yang dipakainya setiap hari, seperti sepotong roti, sebatang pohon di halaman, atau tubuhnya sendiri, dapat mencoba menelusuri satu benda sampai ke titik mulanya. Ke tempat mana pembaca akan berjalan lebih dulu bila diajak melihat bagaimana Dia memulai?
  • Kata kerja yang di 32:7 dikerjakan Allah atas segala sesuatu muncul juga di 28:77 sebagai perintah kepada manusia, "berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu". Ayat 28:77 berbicara tentang harta dan bagian dunia, dan tidak menyebut penciptaan, sehingga kedua ayat dibaca berdampingan tanpa disamakan. Perbandingan itu memperlihatkan bahwa akar kata yang sama menghubungkan apa yang Allah kerjakan dengan apa yang diminta dari manusia, dengan Dia sebagai pihak yang lebih dulu berbuat. Pembaca yang membuat sesuatu yang tidak akan dilihat siapa pun, misalnya sambungan kabel di balik dinding atau halaman terakhir dokumen, dapat menimbang bagaimana bagian yang tidak diperiksa orang lain diperlakukannya. Apakah bagian itu dikerjakan dengan ukuran yang sama dengan bagian yang dipajang?
  • Bahan yang sama, tanah liat, dipakai di 7:12 dan 38:76 oleh pihak yang ditanya mengapa tidak tunduk, yang memakainya sebagai alasan untuk menyebut dirinya lebih baik, karena dirinya diciptakan dari api dan yang lain dari tanah liat. Ayat 32:7 menyebut bahan itu dalam kalimat yang sama dengan memperindah, sehingga dua ayat itu memperlihatkan dua cara memakai kata yang sama: sebagai dasar merendahkan atau sebagai bagian dari sesuatu yang diperindah. Kedua ayat itu berbeda konteksnya, yang satu ucapan pembangkang dan yang lain pernyataan tentang Allah. Pembaca yang menilai orang lain dari asal daerah, keluarga, atau pekerjaan orang tuanya dapat memeriksa ayat mana yang sedang dipakai ukurannya. Ketika pembaca menyebut asal seseorang, kalimat itu terdengar seperti yang mana?