ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ
kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍtsumma ja'ala naslahu min sulaalatin min maa'in mahiininkemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina
Terjemahan per kata (8 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- جَعَلَja'alamenjadikan
- نَسْلَهُnaslahuketurunannya
- مِنْmindari
- سُلَالَةٍsulaalatinsari pati
- مِنْmindari
- مَاءٍmaa'inair
- مَهِينٍmahiininyang hina
Inti bacaan
Kerendahan hati tentang asal-usul: 'sari pati air yang hina', pengingat kesederhanaan komponen dasar keberadaan manusia, sebuah dasar untuk kerendahan hati.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini melanjutkan rangkaian penciptaan dari 32:7: dari tanah menuju keturunan lewat cairan yang digambarkan hina, tanpa tambahan.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan proses penciptaan dari manusia pertama menuju keturunannya: sebuah pengingat rendah hati tentang asal-usul biologis setiap manusia.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut bahannya hina, dan itu tidak dihaluskan. Air yang remeh. Dari situ manusia berlanjut.
- Ayat sebelumnya menyebut tanah. Kini cairan. Dua bahan rendah berturut-turut.
- Kata sari pati dipakai Allah. Bukan seluruh airnya. Yang diambil bagian terpilihnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, n-s-l, s-l-l, m-w-h, m-h-n): nasl diterjemahkan 'keturunan' (akar n-s-l); sulaalah diterjemahkan 'sari pati' (akar s-l-l); maa' mahiin diterjemahkan 'air yang hina' (akar m-w-h + akar m-h-n). gloss '(air mani)' dibuang.