ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Kemudian, Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya sebagian roh-Nya. Dan Dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati. Sedikit sekali kalian bersyukur.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِtsumma sawwaahu wa-nafakha fiihi min ruuhihikemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya sebagian roh-Nya
  2. وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَwa-ja'ala lakumu s-sam'a wa-l-abshaara wa-l-af'idatadan Dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati
  3. قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَqaliilan maa tasykuruunasedikit sekali kalian bersyukur

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. سَوَّاهُsawwaahumenyempurnakannya
  3. وَنَفَخَwa-nafakhadan Dia meniupkan
  4. فِيهِfiihidi dalamnya
  5. مِنْmindari
  6. رُوحِهِruuhihiruh-Nya
  7. وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
  8. لَكُمُlakumubagi kalian
  9. السَّمْعَs-sam'apendengaran
  10. وَالْأَبْصَارَwa-l-abshaaradan penglihatan
  11. وَالْأَفْئِدَةَwa-l-af'idatadan hati
  12. قَلِيلًاqaliilansedikit
  13. مَاmaasedikit sekali
  14. تَشْكُرُونَtasykuruunabersyukur

Inti bacaan

Transformasi menakjubkan: dari materi sederhana menjadi makhluk yang diberi 'pendengaran, penglihatan, dan hati nurani', kapasitas kognitif yang luar biasa ditutup pengakuan: 'Sedikit sekali kalian bersyukur', pengingat untuk menghargai anugerah yang sering dianggap biasa.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(ciptaan)' dan '(tubuh)' dihapus: 'fiihi' ('ke dalamnya') dan 'ruuhihi' ('roh-Nya') sudah jelas tanpa kualifikasi tambahan. 'Al-af'idata' diterjemahkan 'hati', bukan 'hati nurani': konsisten dengan 16:78, 17:36, dan 23:78 yang memuat frasa hampir identik.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian penciptaan manusia dengan pemberian tiga alat persepsi utama (pendengaran, penglihatan, dan hati), namun ditutup dengan teguran bahwa syukur atas anugerah ini jarang terwujud.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyandingkan kerumitan proses penciptaan manusia, dari tanah, cairan hina, penyempurnaan bentuk, hingga peniupan roh dan pemberian pendengaran, penglihatan, serta hati; dengan kenyataan pahit bahwa rasa syukur atas semua itu jarang muncul, sebuah jurang antara anugerah dan respons manusia terhadapnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).