ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Kemudian, Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya sebagian roh-Nya. Dan Dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati. Sedikit sekali kalian bersyukur.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِtsumma sawwaahu wa-nafakha fiihi min ruuhihikemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya sebagian roh-Nya
  2. وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَwa-ja'ala lakumu s-sam'a wa-l-abshaara wa-l-af'idatadan Dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati
  3. قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَqaliilan maa tasykuruunasedikit sekali kalian bersyukur

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. سَوَّاهُsawwaahumenyempurnakannya
  3. وَنَفَخَwa-nafakhadan Dia meniupkan
  4. فِيهِfiihidi dalamnya
  5. مِنْmindari
  6. رُوحِهِruuhihiruh-Nya
  7. وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
  8. لَكُمُlakumubagi kalian
  9. السَّمْعَs-sam'apendengaran
  10. وَالْأَبْصَارَwa-l-abshaaradan penglihatan
  11. وَالْأَفْئِدَةَwa-l-af'idatadan hati
  12. قَلِيلًاqaliilansedikit
  13. مَاmaasedikit sekali
  14. تَشْكُرُونَtasykuruunabersyukur

Inti bacaan

Rumusan (قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ, qaliilan maa tasykuruuna) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:10, 23:78, 32:9, dan 67:23.

Penjelasan pilihan kata

Kata (سَوَّاهُ, sawwaahu) yang berarti "menyempurnakannya" tersusun dari (سَوَّى, sawwaa) yang berarti "menyempurnakan" dan akhiran -hu yang berarti "-nya". Kata kerja ini berakar س-و-ي dan huruf tengahnya digandakan. Terjemahan memakai "menyempurnakan" untuknya di tujuh ayat, yaitu 15:29, 38:72, 75:38, 79:28, 82:7, 87:2, dan 91:7. Urutannya di 32:9 sama dengan 15:29 dan 38:72: (فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي, fa-idzaa sawwaytuhu wa-nafakhtu fiihi min ruuhii) yang berarti "maka apabila Aku telah menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya dari roh-Ku", yaitu menyempurnakan lebih dulu, lalu meniupkan roh. Pada kedua ayat itu yang berbicara adalah Allah kepada para malaikat, sedangkan 32:9 menuturkannya dengan orang ketiga. Di 82:7, (خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ, khalaqaka fa-sawwaaka) yang berarti "menciptakanmu lalu menyempurnakanmu", penyempurnaan juga menyusul penciptaan. Kata ganti -hu pada sawwaahu dapat menunjuk ke manusia di 32:7 atau ke keturunan di 32:8, dan ayat tidak memutuskan yang mana. Terjemahan memakai "-nya" tanpa menyebut salah satunya.

Kata (نَفَخَ, nafakha) yang berarti "meniupkan" berakar ن-ف-خ dan muncul dalam (وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ, wa-nafakha fiihi min ruuhihi) yang berarti "dan meniupkan ke dalamnya sebagian roh-Nya". Bentuk ini hanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 32:9. Peniupan roh oleh Allah ada di lima ayat: 15:29 dan 38:72 dengan (مِنْ رُوحِي, min ruuhii) yang berarti "dari roh-Ku", 21:91 dengan (فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا, fa-nafakhnaa fiihaa min ruuhinaa) yang berarti "lalu Kami tiupkan ke dalamnya dari roh Kami", 66:12 dengan (فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا, fa-nafakhnaa fiihi min ruuhinaa) yang berarti "lalu Kami tiupkan ke dalamnya sebagian dari roh Kami", dan 32:9. Kata (رُوحِهِ, ruuhihi) berakar ر-و-ح dan akhiran -hi menunjuk ke Allah, karena di 15:29 dan 38:72 padanannya adalah "roh-Ku" yang diucapkan Allah. Terjemahan 32:9 memakai "sebagian" untuk (مِنْ, min) seperti 66:12, sedangkan 15:29 dan 38:72 memakai "dari". Teksnya tidak menyebut seberapa besar bagian itu, sehingga "sebagian" tidak boleh dibaca sebagai takaran.

Kata (السَّمْعَ, s-sam'a) yang berarti "pendengaran" berakar س-م-ع, kata (الْأَبْصَارَ, l-abshaara) yang berarti "penglihatan" berakar ب-ص-ر, dan kata (الْأَفْئِدَةَ, l-af'idata) yang berarti "hati" berakar ف-أ-د. Ketiganya muncul berurutan dalam (وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ, wa-ja'ala lakumu s-sam'a wa-l-abshaara wa-l-af'idata) yang berarti "dan Dia menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati". Rangkaian tiga kata dengan bunyi yang sama muncul empat kali, yaitu di 16:78, 23:78, 32:9, dan 67:23. Di 16:78, 32:9, dan 67:23 kata kerjanya (جَعَلَ, ja'ala) yang berarti "menjadikan", sedangkan di 23:78 (أَنْشَأَ, ansya'a) yang berarti "menumbuhkan". Ketiga hal yang sama muncul dalam bentuk lain di 17:36, (السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ, s-sam'a wa-l-bashara wa-l-fu'aada) yang berarti "pendengaran, penglihatan, dan hati", dan di 46:26, (سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً, sam'an wa-abshaaran wa-af'idatan) yang berarti "pendengaran, penglihatan, dan hati". Di keenam ayat itu urutannya sama: pendengaran lebih dulu, hati paling akhir. Terjemahan 32:9 memakai "hati" tanpa tambahan "nurani", seperti terjemahan 16:78, 17:36, 23:78, dan 46:26 untuk kata (فُؤَادَ, fu'aada) dan (أَفْئِدَةَ, af'idata).

Rumusan (قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ, qaliilan maa tasykuruuna) yang berarti "sedikit sekali kalian bersyukur" muncul empat kali di empat surah, yaitu 7:10, 23:78, 32:9, dan 67:23. Kata (قَلِيلًا, qaliilan) yang berarti "sedikit" berakar ق-ل-ل, dan (مَا, maa) sesudahnya menguatkan, sehingga terjemahan memakai "sedikit sekali". Kata (تَشْكُرُونَ, tasykuruuna) berakar ش-ك-ر dan berarti "kalian bersyukur". Tiga dari empat ayat itu menaruh rumusan ini sesudah penyebutan pendengaran, penglihatan, dan hati, yaitu 23:78, 32:9, dan 67:23, sedangkan 7:10 menaruhnya sesudah penyebutan tempat tinggal di bumi dan penghidupan. Di 16:78, sesudah ketiga hal yang sama, kata yang mengikutinya (لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ, la'allakum tasykuruuna) yang berarti "agar kalian bersyukur". Rumusan "sedikit sekali" berbeda dari (لَا يَشْكُرُونَ, laa yasykuruuna) yang berarti "tidak bersyukur" di 2:243, 10:60, 12:38, 27:73, dan 40:61, karena yang pertama menyisakan sebagian kecil yang bersyukur dan yang kedua tidak.

Tafsiran

Ayat ini menutup kalimat panjang yang mulai di 32:7 dan mengubah arah bicaranya di tengah jalan. Dua bagian pertama berbicara tentang manusia dengan orang ketiga: Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya sebagian roh-Nya. Bagian ketiga memakai (لَكُمُ, lakumu) yang berarti "bagi kalian" dan (تَشْكُرُونَ, tasykuruuna) yang berarti "kalian bersyukur", sehingga pembicaraan beralih menjadi sapaan langsung kepada pendengar. Peralihan itu terjadi tanpa kata penanda baru: kalimat yang tadi menceritakan asal-usul langsung menyebut apa yang diberikan kepada orang yang mendengarnya.

Tiga alat yang disebut di bagian ketiga memakai urutan yang sama di enam ayat, tetapi kalimat di sekitarnya berbeda. Di 16:78 alat itu diberikan kepada orang yang dikeluarkan dari perut ibunya dalam keadaan tidak mengetahui apa pun, dan penutupnya adalah harapan agar mereka bersyukur. Di 46:26 alat itu ada, tetapi tidak mencukupkan orang yang selalu mengingkari tanda-tanda Allah. Di 32:9 penutupnya adalah penilaian, sedikit sekali yang bersyukur, yang sama dengan penutup 23:78 dan 67:23. Ayat 32:9 menyebut ketiga alat itu tanpa memuat harapan dan tanpa memuat alasan mengapa syukur itu sedikit.

Dalam alur surah, 32:9 menyelesaikan tiga tahap yang dibuka 32:7: dari tanah liat, ke air yang hina, lalu ke penyempurnaan, roh, dan tiga alat. Ayat sesudahnya, 32:10, memuat ucapan orang yang menanyakan apakah mereka akan berada dalam ciptaan yang baru. Pertanyaan itu muncul tepat sesudah ayat yang menyebut apa yang telah diberikan kepada manusia, dan 32:12 akan memuat orang yang berkata bahwa mereka telah melihat dan mendengar. Dengan susunan itu 32:9 menjadi titik tempat urutan penciptaan berhenti dan urusan jawaban manusia dimulai.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 32:9 menyebut pendengaran, penglihatan, dan hati sebagai hal yang Dia jadikan bagi pembaca, dalam kalimat yang menaruh pembaca pada posisi penerima. Di 17:36 ketiga alat yang sama disebut dalam kalimat yang menyatakan semuanya akan diminta pertanggungjawabannya, dan di 46:26 ketiganya ada pada orang yang tetap mengingkari, sehingga tidak mencukupkan mereka. Ketiga ayat itu berbicara dalam kalimat yang berlainan, tetapi tentang tiga alat yang sama. Pembaca yang terbiasa menyebut matanya, telinganya, dan hatinya sebagai miliknya dapat menimbang bahwa teks memakai kata jadikan bagi, bukan milik. Dari apa yang masuk lewat ketiganya kemarin, mana yang akan ia ceritakan bila ditanya?
  • Kalimat penutup 32:9 berbunyi sedikit sekali kalian bersyukur, dan itu tidak sama dengan tidak bersyukur. Di 2:243 dan 40:61 teks memakai kata tidak, dan di sini memakai sedikit, sehingga ada sebagian yang bersyukur. Ayat tidak memerinci bentuk syukur yang sedikit itu, dan tidak menyebut siapa yang termasuk di dalamnya. Pembaca yang membaca kalimat itu sebagai penilaian terhadap orang lain dapat memperhatikan bahwa kata kalian dipakai, dan sapaan itu mencakup yang membaca. Seberapa sering pembaca menghitung dirinya di antara yang sedikit tanpa pernah memeriksa apa yang ia lakukan dengan ketiga alat tadi?
  • Di 16:78 ketiga alat disebut sesudah kalimat bahwa Allah mengeluarkan pembaca dari perut ibu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan ditutup dengan harapan agar mereka bersyukur. Urutan itu memperlihatkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati diberikan pada saat pengetahuan belum ada, lalu syukur menjadi harapan sesudahnya. Di 32:9 harapan itu diganti penilaian, dan alasannya tidak diberikan. Pembaca dapat membaca kedua penutup itu berdampingan, dengan kesadaran bahwa 16:78 dan 32:9 berbicara dalam kalimat yang berlainan. Dari semua yang kini diketahui pembaca, berapa bagian yang bisa ditelusuri sampai ke pendengaran, penglihatan, dan hati yang diberikan sebelum pembaca tahu apa-apa?
  • Roh yang ditiupkan di 32:9 disebut milik Dia, dan peniupannya perbuatan Dia, sedangkan manusia disebut sebagai tempat tiupan itu, ke dalamnya. Frasa yang sama dipakai di 21:91 dan 66:12 untuk seorang perempuan, sehingga peniupan roh tidak terbatas pada satu peristiwa di awal. Pembaca yang menilai hidupnya sebagai miliknya sepenuhnya dapat memperhatikan kata milik yang dipakai ayat ini untuk roh itu. Ayat tidak memuat perintah apa pun yang bertalian dengan itu, dan tidak menyebut seberapa besar bagiannya. Apa yang berubah pada kalimat "hidup ini milikku" bila di dalamnya ada sesuatu yang disebut ayat ini sebagai bagian dari milik-Nya?
  • Di tengah 32:9 kalimat berpindah dari menceritakan manusia dengan kata ganti orang ketiga ke menyapa pendengar dengan kata kalian, dan perpindahan itu terjadi pada bagian yang menyebut pendengaran, penglihatan, dan hati. Pembaca yang membaca kisah asal-usul sebagai cerita tentang orang lain dapat memperhatikan titik ketika kisah itu menyentuhnya. Dia yang menjadikan bagi kalian adalah pihak yang sama dengan yang menyempurnakan di kalimat sebelumnya, tetapi alamat kalimatnya berganti. Bagi pembaca, pergantian itu berarti tidak ada tempat menonton yang tersisa di dalam ayat. Pada kata yang mana pembaca merasa ayat ini mulai menunjuknya?
  • Di 76:2 kalimat tentang Kami menguji manusia disusul kalimat bahwa Kami menjadikannya dapat mendengar dan melihat. Ayat 76:2 menyebut mendengar dan melihat, tanpa hati, dan 32:9 menyebut ketiganya tanpa kata ujian, sehingga keduanya tidak disamakan. Perbandingan itu membuat pembaca dapat melihat bahwa ayat lain menaruh pendengaran dan penglihatan dekat dengan pengujian, dan ayat ini menaruhnya dekat dengan syukur. Pembaca yang mengira ujian terjadi jauh dari kegiatan sehari-hari dapat memperhatikan bahwa 76:2 menaruh telinga dan mata dalam kalimat yang sama dengan ujian itu. Jika susunan 76:2 diikuti, kejadian apa dalam sehari yang masuk lewat telinga dan mata pembaca akan terbaca sebagai bagian dari ujian yang Dia sebut?