وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۚ بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ
Dan mereka berkata, “Apakah apabila kami telah lenyap di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?” Bahkan, mereka kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِwa-qaaluu a-idzaa dhalalnaa fii l-ardhidan mereka berkata, apakah apabila kami telah lenyap di dalam tanah
- أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍa-innaa la-fii khalqin jadiidinkami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru
- بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَbal hum bi-liqaa'i rabbihim kaafiruunabahkan mereka kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- أَإِذَاa-idzaaapakah apabila
- ضَلَلْنَاdhalalnaakami sesat
- فِيfiidi dalam
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- أَإِنَّاa-innaaapakah sesungguhnya kami
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- خَلْقٍkhalqinciptaan
- جَدِيدٍjadiidinyang baru
- بَلْbalbahkan
- هُمْhummereka
- بِلِقَاءِbi-liqaa'ipada pertemuan
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir
Inti bacaan
Keraguan yang berulang tentang kebangkitan setelah 'lenyap di dalam tanah', pola tantangan yang sama muncul lagi, mengaburkan akar masalah sesungguhnya: 'mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhan mereka'.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian dengan keberatan orang yang meragukan kebangkitan: keraguan itu sebenarnya bukan soal kemustahilan penciptaan ulang, melainkan kekufuran terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut akar keberatannya di kalimat kedua. Bukan soal mungkin atau tidak. Soal tidak mau bertemu.
- Kata lenyap dipakai mereka, bukan kata mati. Yang ditakutkan hilang jejaknya. Bukan berhentinya napas.
- Kata bahkan membalik seluruh pertanyaan. Allah memotong di tengah. Yang ditanya bukan itu masalahnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, d-l-l, a-r-d, kh-l-q, j-d-d, l-q-y, r-b-b, k-f-r): dalalnaa fii l-ard diterjemahkan 'kami lenyap di dalam tanah' (akar d-l-l putaran 78, makna 'lenyap/sirna', bukan hanya 'sesat'; cf. 6:24); khalq jadiid diterjemahkan 'ciptaan baru' (akar kh-l-q + akar j-d-d); liqaa' rabbihim diterjemahkan 'pertemuan dengan Tuhan mereka' (akar l-q-y); kaafiruun diterjemahkan 'mengingkari' (akar k-f-r). gloss '(hancur)' + footnote dibuang.