وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۚ بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ
Dan mereka berkata, “Apakah apabila kami telah lenyap di dalam bumi, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?” Bahkan, mereka kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِwa-qaaluu a-idzaa dhalalnaa fii l-ardhidan mereka berkata, apakah apabila kami telah lenyap di dalam bumi
- أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍa-innaa la-fii khalqin jadiidinkami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru
- بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَbal hum bi-liqaa'i rabbihim kaafiruunabahkan mereka kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- أَإِذَاa-idzaaapakah apabila
- ضَلَلْنَاdhalalnaakami lenyap
- فِيfiidi dalam
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- أَإِنَّاa-innaaapakah sesungguhnya kami
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- خَلْقٍkhalqinciptaan
- جَدِيدٍjadiidinyang baru
- بَلْbalbahkan
- هُمْhummereka
- بِلِقَاءِbi-liqaa'ipada pertemuan
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- كَافِرُونَkaafiruunaorang-orang kafir
Inti bacaan
Rangkaian (أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ, a-innaa la-fii khalqin jadiidin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 13:5 dan 32:10.
Penjelasan pilihan kata
Kata (ضَلَلْنَا, dhalalnaa) yang berarti "kami lenyap" berakar ض-ل-ل, dan bentuk persis ini hanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 32:10. Kata kerja yang sama dalam bentuk (ضَلَّ, dhalla) diterjemahkan "lenyap" ketika sesuatu yang diandalkan atau diseru menghilang, seperti (وَضَلَّ عَنْهُمْ, wa-dhalla 'anhum) yang berarti "dan lenyaplah dari mereka" di 6:24, 7:53, 11:21, 16:87, 28:75, dan 41:48, lalu (ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ, dhalla man tad'uuna) yang berarti "lenyaplah siapa yang kalian seru" di 17:67. Di 53:2, (مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ, maa dhalla shaahibukum) yang berarti "kawan kalian tidak sesat", kata kerja itu berpasangan dengan (وَمَا غَوَىٰ, wa-maa ghawaa) yang berarti "dan tidak keliru", dan diterjemahkan "sesat". Pada ayat-ayat "lenyap" itu benda atau pihak lain yang menghilang, sedangkan di 32:10 orang-orang yang berbicara itu sendiri yang menghilang, ditandai akhiran -naa yang berarti "kami". Teksnya tidak menyebut siapa "mereka" pada (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata".
Rumus (أَإِذَا, a-idzaa) yang berarti "apakah apabila" muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu 13:5, 17:49, 17:98, 19:66, 23:82, 27:67, 32:10, 37:16, 37:53, 50:3, dan 79:11. Pada sepuluh kemunculan selain 32:10, bagian sesudahnya menyebut mati, atau menjadi tanah, tulang, atau kepingan, misalnya (أَإِذَا كُنَّا تُرَابًا, a-idzaa kunnaa turaaban) yang berarti "apakah apabila kami telah menjadi tanah" di 13:5, (أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا, a-idzaa kunnaa 'izhaaman wa-rufaatan) yang berarti "apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan kepingan-kepingan" di 17:49, dan (أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا, a-idzaa mitnaa wa-kunnaa turaaban) yang berarti "apakah apabila kami telah mati serta menjadi tanah" di 23:82. Ayat 32:10 menaruh (ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ, dhalalnaa fii l-ardhi) di tempat yang sama dalam rumus itu, dan di sana ucapan mereka memakai kata lenyap tanpa kata mati. Karena letaknya sama, terjemahan membaca kata kerja ini sebagai keadaan hilang seperti keadaan di sepuluh ayat tadi, dan bacaan "kami tersesat di bumi" ditolak, sebab tak satu pun dari sepuluh ayat itu menyebut keadaan yang menyiratkan tersesat jalan. Kata (الْأَرْضِ, l-ardhi) berarti "bumi", dan terjemahan memakai "di dalam bumi". Kata "tanah" dalam terjemahan menyebut (تُرَابًا, turaaban) di 13:5, 23:82, 27:67, 37:16, 37:53, dan 50:3, sehingga di 32:10 kata itu tidak dipakai agar al-ardh dan turaab tetap terbedakan.
Kata (خَلْقٍ جَدِيدٍ, khalqin jadiidin) yang berarti "ciptaan yang baru" tersusun dari (خَلْقٍ, khalqin) yang berarti "ciptaan" berakar خ-ل-ق dan (جَدِيدٍ, jadiidin) yang berarti "yang baru" berakar ج-د-د. Dengan kata depan (فِي, fii) yang berarti "dalam", rangkaian ini muncul empat kali, yaitu di 13:5, 32:10, 34:7, dan 50:15. Bunyi 32:10 sama dengan 13:5, (أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ, a-innaa la-fii khalqin jadiidin) yang berarti "apakah kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru", dan bunyi itu hanya muncul di kedua ayat tersebut. Di 34:7 bunyinya (إِنَّكُمْ لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ, innakum la-fii khalqin jadiidin) yang berarti "sesungguhnya kalian pasti berada dalam ciptaan yang baru", sebagai kabar yang diucapkan orang-orang yang kufur. Di 17:49 pertanyaan sejenis berujung pada (لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا, la-mab'uutsuuna khalqan jadiidan) yang berarti "benar-benar akan dibangkitkan sebagai ciptaan yang baru", dan di 27:67 pada (لَمُخْرَجُونَ, la-mukhrajuuna) yang berarti "benar-benar akan dikeluarkan". Terjemahan 32:10 memakai "berada dalam" untuk (فِي, fii) karena rumus ini menyebut keadaan yang akan dialami, dan tidak menyebut perbuatan yang menimpa mereka.
Kata (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan" membuka (بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ, bal hum bi-liqaa'i rabbihim kaafiruuna) yang berarti "bahkan mereka kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka". Rangkaian (بَلْ هُمْ, bal hum) yang berarti "bahkan mereka" muncul dua belas kali di sepuluh surah, yaitu 7:179, 21:42, 25:44, 27:60, 27:66 sebanyak dua kali, 32:10, 38:8, 43:58, 44:9, 50:15, dan 51:53. Di 50:15, (بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ, bal hum fii labsin min khalqin jadiidin) yang berarti "bahkan mereka dalam kekaburan tentang penciptaan yang baru", kata bal menyusul pertanyaan tentang penciptaan yang pertama. Di 32:10 pokok yang disebut sesudah bal berganti menjadi pertemuan dengan Tuhan, dan penciptaan baru tidak disebut lagi. Kata (كَافِرُونَ, kaafiruuna) berakar ك-ف-ر dan berbentuk sebutan bagi pelaku, sehingga terjemahan memakai "mereka kufur" yang menyebut keadaan mereka.
Kata (لِقَاءِ, liqaa'i) yang berarti "pertemuan" berakar ل-ق-ي, dan rangkaian (بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ, bi-liqaa'i rabbihim) yang berarti "terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka" muncul tiga kali, yaitu di 6:154, 30:8, dan 32:10. Di 6:154, (بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ, bi-liqaa'i rabbihim yu'minuuna) yang berarti "beriman kepada pertemuan dengan Tuhan mereka", pertemuan itu menjadi sasaran iman. Di 30:8, (بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ, bi-liqaa'i rabbihim la-kaafiruuna) yang berarti "benar-benar kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka", pihak yang kufur disebut lewat (وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ, wa-inna katsiiran mina n-naasi) yang berarti "dan sesungguhnya banyak di antara manusia", sedangkan di 32:10 pihak itu disebut lewat (هُمْ, hum) yang berarti "mereka". Di 41:54 bentuk tanpa kata depan, (فِي مِرْيَةٍ مِنْ لِقَاءِ رَبِّهِمْ, fii miryatin min liqaa'i rabbihim) yang berarti "dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka", memakai pertemuan yang sama sebagai pokok keraguan.
Tafsiran
Ayat ini memuat dua gerak: pertanyaan yang dikutip, lalu tanggapan yang dibuka dengan (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan". Pertanyaan itu menyusun satu syarat, kami telah lenyap, dan satu keheranan, apakah kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru. Tanggapannya tidak memuat jawaban ya atau tidak atas keheranan itu. Tanggapan itu menyebut sikap para penanya terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka, sehingga pokok pembicaraan pindah dari kemungkinan penciptaan ke hubungan para penanya dengan pertemuan itu.
Perpindahan itu terbaca jelas bila 32:10 dibandingkan dengan 50:15. Di 50:15 kata bal juga datang sesudah pertanyaan tentang penciptaan, tetapi sesudahnya disebut kekaburan tentang penciptaan yang baru, yaitu pokok yang sama dengan pertanyaan. Di 32:10 pokok itu berganti menjadi pertemuan, dan 32:14 kemudian memakai kata pertemuan yang sama dalam (بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا, bimaa nasiitum liqaa'a yawmikum haadzaa) yang berarti "karena kalian melupakan pertemuan hari kalian ini". Dengan demikian pertemuan dengan Tuhan menjadi kata yang dibawa dari 32:10 ke 32:14.
Urutan ayat menaruh pertanyaan ini sesudah tiga ayat tentang permulaan manusia, 32:7 sampai 32:9. Penanya menyebut ciptaan yang baru, dan 32:7 menyebut penciptaan manusia yang dimulai dari tanah liat. Teks tidak memakai kata penghubung di antara keduanya, sehingga pembaca menimbang sendiri apakah ayat-ayat tentang permulaan itu dapat dibaca sebagai jawaban yang tersirat. Dua ayat sesudahnya melanjutkan percakapan itu: 32:11 menyapa para penanya dengan kata kalian, dan 32:12 menggambarkan orang-orang yang berdosa ketika mereka berbicara di hadapan Tuhan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan di 32:10 tampak seperti keberatan tentang apa yang mungkin, dan tanggapannya langsung berpindah ke pertemuan dengan Tuhan mereka. Teks tidak menjawab pertanyaan itu dengan jawaban ya atau tidak di dalam ayat ini, dan memilih menyebut sikap terhadap pertemuan. Pembaca yang menyusun pertanyaan tentang hal-hal besar dengan rapi, misalnya tentang kemungkinan hidup sesudah mati, dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh pertanyaan lain di bawahnya, yaitu bagaimana pembaca berdiri di hadapan pertemuan itu. Pembaca tidak dituduh apa pun oleh bacaan ini, karena ayat berbicara tentang para penanya. Pertanyaan mana milik pembaca sendiri yang bila ditelusuri berujung pada pertemuan dengan Tuhannya, dan tidak pada soal mungkin atau tidak?
- Orang-orang di 32:10 berkata apabila kami telah lenyap, dan tidak memakai kata mati seperti di 23:82, 37:16, 37:53, dan 50:3. Sepuluh kemunculan lain dari rumus pertanyaan itu menyebut mati, tanah, tulang, atau kepingan, sedangkan 32:10 menyebut lenyap. Kata yang dipilih orang untuk akhir hidupnya menunjukkan apa yang dibayangkannya sedang terjadi, dan di ayat ini mereka membayangkan diri hilang. Ayat tidak menyebut kenapa kata itu yang dipakai. Pembaca yang menyebut akhir hidupnya dengan kata sehari-hari, seperti pergi, habis, atau tidak ada lagi, dapat memperhatikan kata apa yang sebenarnya dibayangkannya. Bila pembaca menuliskan tiga kalimat tentang hari sesudah kematiannya, apakah ada satu kalimat yang menyebut bahwa pembaca akan bertemu Tuhannya?
- Pertemuan dengan Tuhan mereka disebut di tiga ayat dalam tiga sikap: diimani di 6:154, diingkari di 30:8 dan 32:10, dan diragukan di 41:54. Dalam kalimat-kalimat itu pertemuan tetap sama, dan yang berubah adalah sikap terhadapnya. Ayat 30:8 menyebut banyak di antara manusia, dan 32:10 menyebut mereka tanpa menyebut jumlah, sehingga keduanya tidak disamakan. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa pertemuan dengan Tuhan mereka disebut bersama sikap orang-orang yang masih berbicara, dan tidak disebut sebagai urusan yang menunggu di akhir. Pembaca yang mengira soal ini baru berlaku di akhir hayat dapat memperhatikan bahwa sikap itu sudah tampak di kalimat yang diucapkannya hari ini. Di antara tiga sikap itu, mana yang paling sering terdengar dalam obrolan pembaca?
- Para penanya di 32:10 bertanya apakah mereka akan berada dalam ciptaan yang baru, dan bunyi yang sama muncul di 13:5. Di 35:16 rumusan serupa muncul dalam kalimat tentang Dia, bahwa bila Dia menghendaki, Dia membinasakan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru. Ayat 35:16 berbicara tentang kemampuan Dia dan 32:10 tentang ucapan penanya, sehingga keduanya tidak disamakan. Susunan itu memperlihatkan bahwa kata yang sama dapat diucapkan sebagai keraguan oleh manusia dan sebagai keterangan tentang kuasa oleh Dia. Pembaca yang mendengar kabar tentang masa depan dari seseorang dapat memperhatikan di mulut siapa kalimat itu diletakkan. Ketika pembaca ragu tentang sesuatu yang belum terjadi, apakah kalimat keraguannya lebih mirip pertanyaan di 32:10 atau keterangan di 35:16?
- Ayat 32:10 mengutip pertanyaan para penanya dengan lengkap, mulai dari syarat sampai keheranan, dan tanggapannya hanya satu kalimat sesudahnya. Ayat itu tidak memotong ucapan mereka, tidak menyebut mereka bodoh, dan tidak menjawab isi pertanyaan di ayat yang sama. Pembaca yang pernah mengucapkan keraguan serupa dalam kata-kata yang hampir sama dapat memperhatikan bahwa teks memberi ruang pada ucapan itu sebelum menanggapinya. Kutipan lengkap itu juga memperlihatkan bentuk keraguan yang disebut, yaitu keraguan yang tersusun, dengan syarat dan pertanyaan, dan bukan penolakan mentah. Keraguan pembaca sendiri paling sering datang dalam bentuk apa, dan apakah bentuk itu pernah ditulisnya utuh seperti pertanyaan di ayat ini?
- Pertanyaan di 32:10 datang sesudah 32:7 yang menyebut Dia memulai penciptaan manusia dari tanah liat. Para penanya membicarakan ciptaan yang baru dan tidak membicarakan ciptaan yang pertama, dan ayat tidak menyatakan bagaimana mereka memandang yang pertama. Ayat juga tidak menyatakan bahwa keduanya dihubungkan, dan penghubungnya ada pada urutan ayat saja. Pembaca yang meragukan sesuatu yang belum terjadi dapat memeriksa apa yang ia anggap sudah pasti ada, misalnya hidupnya hari ini, tubuhnya, atau bangun pagi besok. Bila pembaca menyusun daftar hal yang dianggapnya pasti ada, berapa di antaranya yang berasal dari apa yang Dia mulai di 32:7?