قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

Katakanlah, “Malaikat maut yang ditugaskan atas kalian akan mewafatkan kalian, kemudian kepada Tuhan kalian, kalian dikembalikan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْqul yatawaffaakum malaku l-mawti lladzii wukkila bikumkatakanlah, malaikat maut yang ditugaskan atas kalian akan mewafatkan kalian
  2. ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَtsumma ilaa rabbikum turja'uunakemudian kepada Tuhan kalian, kalian dikembalikan

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. يَتَوَفَّاكُمْyatawaffaakummewafatkan kalian
  3. مَلَكُmalakumalaikat
  4. الْمَوْتِl-mawtikematian
  5. الَّذِيlladziiyang
  6. وُكِّلَwukkiladitugaskan
  7. بِكُمْbikumkepada kalian
  8. ثُمَّtsummakemudian
  9. إِلَىٰilaakepada
  10. رَبِّكُمْrabbikumTuhan kalian
  11. تُرْجَعُونَturja'uunakalian dikembalikan

Inti bacaan

Frasa (مَلَكُ الْمَوْتِ, malaku l-mawti) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:11.

Penjelasan pilihan kata

Kata (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah" berakar ق-و-ل, akar yang sama dengan (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata" di 32:10, sehingga kedua ayat memakai kata kerja ucapan yang sama akarnya: mereka berkata, lalu katakanlah. Korpus morfologi menandai (قُلْ, qul) sebagai perintah kepada satu orang, dan ayat tidak menyebut siapa orang itu. Terjemahan menuliskan "Katakanlah" tanpa nama.

Kata (يَتَوَفَّاكُمْ, yatawaffaakum) yang berarti "akan mewafatkan kalian" berakar و-ف-ي dan tersusun dari kata kerja, awalan yang menyatakan perbuatan yang akan datang, dan akhiran -kum yang berarti "kalian". Bentuk persis ini muncul empat kali di empat surah, yaitu 6:60, 10:104, 16:70, dan 32:11. Di tiga ayat pertama pelakunya Allah, seperti (ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ, tsumma yatawaffaakum) yang berarti "kemudian mewafatkan kalian" di 16:70. Di 32:11 pelakunya (مَلَكُ الْمَوْتِ, malaku l-mawti) yang berarti "malaikat maut". Akar yang sama dipakai dengan pelaku lain di ayat-ayat lain: (تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ, tawaffaahumu l-malaa'ikatu) yang berarti "malaikat mencabut nyawa mereka" di 4:97, (تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ, tawaffat-humu l-malaa'ikatu) yang berarti "para malaikat mewafatkan mereka" di 47:27, dan (تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا, tawaffat-hu rusulunaa) yang berarti "utusan-utusan Kami mewafatkannya" di 6:61, sedangkan 39:42 menyebut (اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ, allaahu yatawaffaa l-anfusa) yang berarti "Allah mewafatkan jiwa-jiwa". Terjemahan memakai "mewafatkan" di 32:11, 16:70, dan 47:27 tanpa tambahan "nyawa". Ayat lain memakai padanan sesuai kalimatnya, misalnya "menidurkan" di 6:60 yang diikuti (بِاللَّيْلِ, bi-l-layli) yang berarti "pada malam hari", dan "mencabut nyawa" di 4:97.

Frasa (مَلَكُ الْمَوْتِ, malaku l-mawti) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:11. Kata (مَلَكُ, malaku) berakar م-ل-ك dan berbentuk tunggal, berbeda dari (الْمَلَائِكَةُ, l-malaa'ikatu) yang berarti "para malaikat" yang dipakai di 4:97 dan 47:27. Kata (الْمَوْتِ, l-mawti) yang berarti "kematian" berakar م-و-ت. Terjemahan "malaikat maut" menjaga bentuk tunggal itu dan tidak menambahkan "para".

Kata (وُكِّلَ, wukkila) yang berarti "ditugaskan" berakar و-ك-ل dan merupakan kata kerja pasif, sehingga pemberi tugasnya tidak disebut. Bentuk persis ini hanya muncul satu kali, yaitu di 32:11, dan rumusan (الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ, alladzii wukkila bikum) yang berarti "yang ditugaskan atas kalian" memakai kata depan (بِ, bi-) yang berarti "atas" untuk menunjuk sasaran tugas. Kata kerja yang akarnya sama dalam bentuk aktif ada di 6:89, (وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا, wakkalnaa bihaa qawman) yang berarti "Kami telah menyerahkannya kepada kaum", dengan kata depan yang sama dan pelaku yang disebut, yaitu Kami. Di 32:11 siapa yang menugaskan tidak disebut, dan Tuhan kalian di kalimat sesudahnya disebut sebagai tujuan kembali.

Kata (تُرْجَعُونَ, turja'uuna) yang berarti "kalian dikembalikan" berakar ر-ج-ع dan berbentuk pasif, sehingga yang mengembalikan tidak disebut sementara tujuannya disebut. Bentuk ini muncul sembilan belas kali di empat belas surah, yaitu 2:28, 2:245, 2:281, 10:56, 11:34, 21:35, 23:115, 28:70, 28:88, 29:17, 29:57, 30:11, 32:11, 36:22, 36:83, 39:44, 41:21, 43:85, dan 45:15. Rangkaian (ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ, tsumma ilaa rabbikum turja'uuna) yang berarti "kemudian kepada Tuhan kalian, kalian dikembalikan" hanya muncul dua kali, yaitu di 32:11 dan 45:15. Di 2:28, (ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, tsumma ilayhi turja'uuna) yang berarti "kemudian kepada-Nya kalian dikembalikan", tujuannya memakai kata ganti -hi dan tidak memakai nama.

Tafsiran

Ayat ini dapat dibaca sebagai jawaban atas 32:10 dalam bentuk perintah untuk berkata, dan isinya tiga kata kerja yang berurutan: mewafatkan, ditugaskan, dikembalikan. Ayat 32:10 memuat ucapan tentang lenyap di dalam bumi tanpa pelaku, dan 32:11 mengganti gambaran itu dengan gambaran yang memiliki pelaku dan tujuan. Dari ketiganya, mewafatkan berbentuk aktif dengan malaikat maut sebagai pelaku, sedangkan ditugaskan berbentuk pasif dan menyebut penugasan tanpa penugasnya. Kata kerja ketiga juga berbentuk pasif, dan yang disebut hanya tujuannya, yaitu Tuhan kalian.

Sebutan Tuhan kalian di 32:11 menggantikan sebutan Tuhan mereka di 32:10. Di 32:10 para penanya disebut kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka, dan di 32:11 sapaan berpindah kepada kalian dengan nama Tuhan yang sama sebagai tujuan kembali. Dua sebutan itu memakai kata ganti yang berbeda untuk Tuhan yang sama, sehingga tujuan kembali di 32:11 adalah Tuhan yang pertemuannya diingkari di 32:10.

Dalam alur surah, ayat ini memberi jawaban tanpa membahas penciptaan yang baru yang ditanyakan di 32:10. Jawaban itu tidak memuat argumen tentang kemungkinan, dan hanya menyebut dua peristiwa: wafat lalu dikembalikan. Susunan ini sejajar dengan 45:15, yang memakai penutup yang sama sesudah kalimat tentang amal, sehingga rumusan kemudian kepada Tuhan kalian dikembalikan dipasang di dua tempat dengan kalimat pendahulu yang berbeda. Di 32:12 percakapan berlanjut ke orang-orang yang berdosa ketika menghadap Tuhan mereka dan memakai kata kembali dalam permintaan mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 32:10 menyebut lenyap tanpa pelaku, dan 32:11 menyebut mewafatkan dengan pelaku yang ditugaskan lalu dikembalikan kepada Tuhan kalian. Pergantian itu memperlihatkan dua cara membayangkan akhir hidup: sebagai sesuatu yang terjadi begitu saja atau sebagai perbuatan yang dikerjakan oleh pihak yang ditugaskan dalam rangkaian yang berujung pada pengembalian kepada Tuhan kalian. Pembaca yang membayangkan kematian sebagai hilang tanpa sebab dapat memperhatikan bahwa jawaban di ayat ini menyebut pelaku bagi perbuatan mewafatkan, yaitu malaikat maut. Ayat tidak merinci cara kerja pelaku itu, dan tidak menjelaskan lebih dari yang tertulis. Bila gambaran pembaca tentang akhir hidupnya diceritakan ulang dengan pelaku yang disebut ayat ini, bagian mana yang masih tersisa tanpa pelaku?
  • Kata ditugaskan di 32:11 berbentuk pasif, dan ayat tidak menyebut siapa yang menugaskan. Di 6:61 kata kerja yang akarnya sama untuk mewafatkan disebut dilakukan oleh utusan-utusan Kami, dalam kalimat yang pembicaranya Allah, dan 39:42 menyebut Allah sendiri yang mewafatkan jiwa. Ketiga ayat itu memakai pelaku yang berbeda, dan tak satu pun dari ketiganya menyebut hubungannya dengan dua yang lain. Pembaca yang menemukan beberapa keterangan yang tampak berbeda tentang perkara yang sama dapat memperhatikan bahwa masing-masing ayat berbicara dalam kalimatnya sendiri. Apa yang biasa pembaca lakukan ketika dua keterangan berdampingan dan teksnya tidak segera menyatukan keduanya?
  • Rumusan kemudian kepada Tuhan kalian dikembalikan muncul di 32:11 sesudah kalimat tentang wafat, dan di 45:15 sesudah kalimat tentang orang yang beramal saleh dan orang yang berbuat jahat. Penutup yang sama dipasang pada dua pendahulu yang berbeda: kematian di satu ayat dan amal di ayat lain. Di 45:15 amal disebut untuk dirinya sendiri atau atas dirinya sendiri, dan di 32:11 tidak ada kalimat tentang amal. Perbandingan itu memperlihatkan bahwa tujuan kembali tidak berubah ketika pendahulunya berganti. Jika kalimat kemudian kepada Tuhan kalian dikembalikan diletakkan di ujung catatan hidup pembaca, kalimat apa yang akan mendahuluinya?
  • Di 32:10 para penanya disebut kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka, dan di ayat berikutnya, 32:11, sapaan yang dapat dibaca ditujukan kepada mereka tetap berbunyi Tuhan kalian. Nama hubungan itu masih dipakai walaupun sikap mereka baru saja disebut. Ayat tidak menyatakan akibat bagi hubungan itu, dan tidak memutuskan apa pun tentang nasib mereka di sini. Pembaca yang pernah menjauh dari sesuatu yang disebutnya milik atau urusannya, seperti kampung, keluarga, atau keyakinan lama, dapat memperhatikan kata kalian dalam sebutan itu. Apakah ada pertemuan yang pembaca hindari sambil tetap menyebut pihak yang akan ditemuinya sebagai miliknya?
  • Ayat 32:11 hanya memuat tiga hal tentang kematian: ada yang mewafatkan, pelaksananya ditugaskan atas kalian, dan sesudahnya ada pengembalian kepada Tuhan kalian. Di ayat ini tidak ada gambaran tentang rupa pelaksananya, caranya, atau lamanya. Gambaran lain yang ditemukan di ayat berbeda, seperti para malaikat yang mewafatkan di 4:97 atau memukul di 47:27, memiliki konteks masing-masing dan tidak diteruskan ke 32:11. Pembaca yang menyimpan gambaran tentang kematian dari berbagai tempat dapat mencoba menunjuk satu kata di ayat ini untuk tiap bagian gambarannya. Dari gambaran tentang kematian yang dibawa pembaca, mana yang bisa ditunjuk ke satu kata di ayat ini?
  • Jawaban di 32:11 diperintahkan dengan kata katakanlah, dan isinya tiga kata kerja tanpa argumen tambahan tentang kemungkinan penciptaan yang baru. Dua pihak di 32:10 dan 32:11 memakai kata kerja ucapan yang sama akarnya: mereka berkata, lalu katakanlah. Ayat ini tidak membela jawabannya dan tidak menambah rincian. Pembaca yang diminta menjawab pertanyaan besar tentang hidup dan mati sering menyiapkan jawaban yang panjang, lengkap dengan dalil dan perumpamaan. Teks 32:11 memperlihatkan bentuk jawaban yang berbeda, yaitu pendek dan berurutan. Bila pembaca diminta menjawab tentang kematian dalam tiga kalimat yang masing-masing memuat satu kata kerja, kalimat mana yang akan dipilihnya sebagai yang pertama?