وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
Dan sekiranya engkau melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepala mereka di hadapan Tuhan mereka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar. Maka, kembalikanlah kami, niscaya kami akan beramal saleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْwa-law taraa idzi l-mujrimuuna naakisuu ru'uusihim 'inda rabbihimdan sekiranya engkau melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepala mereka di hadapan Tuhan mereka
- رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَاrabbanaa absharnaa wa-sami'naamereka berkata, ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar
- فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًاfa-rji'naa na'mal shaalihanmaka, kembalikanlah kami, niscaya kami akan beramal saleh
- إِنَّا مُوقِنُونَinnaa muuqinuunasesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- تَرَىٰtaraaengkau melihat
- إِذِidziketika
- الْمُجْرِمُونَl-mujrimuunapara pendosa
- نَاكِسُوnaakisuuyang menundukkan
- رُءُوسِهِمْru'uusihimkepala mereka
- عِنْدَ'indadi sisi
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- أَبْصَرْنَاabsharnaakami melihat
- وَسَمِعْنَاwa-sami'naadan kami mendengar
- فَارْجِعْنَاfa-rji'naamaka kembalikanlah kami
- نَعْمَلْna'malkami beramal
- صَالِحًاshaalihankebajikan
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- مُوقِنُونَmuuqinuunaorang-orang yang yakin
Inti bacaan
Bentuk (مُوقِنُونَ, muuqinuuna) hanya muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:12.
Penjelasan pilihan kata
Rumus (وَلَوْ تَرَىٰ, wa-law taraa) yang berarti "dan sekiranya engkau melihat" muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 6:27, 6:30, 6:93, 8:50, 32:12, 34:31, dan 34:51. Kata (لَوْ, law) berarti "sekiranya" dan (تَرَىٰ, taraa) berarti "engkau melihat", dengan akar ر-أ-ي. Kata kerja itu ditujukan kepada satu orang yang tidak disebut namanya. Pada ketujuh ayat itu kalimat berandai-andai tidak disusul kalimat yang menyatakan apa yang akan dialami si pelihat, dan ayat langsung memaparkan adegan, seperti (إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ, idz wuqifuu 'alaa n-naari) yang berarti "ketika mereka dihadapkan ke api" di 6:27 dan (إِذِ الظَّالِمُونَ, idzi zh-zhaalimuuna) yang berarti "ketika orang-orang zalim itu" di 6:93 dan 34:31. Terjemahan 32:12 mengikuti susunan itu dan tidak menambahkan kalimat jawaban.
Kata (الْمُجْرِمُونَ, l-mujrimuuna) yang berarti "orang-orang yang berdosa" berakar ج-ر-م dan muncul tiga belas kali di sembilan surah, yaitu 8:8, 10:17, 10:50, 10:82, 18:53, 26:99, 28:78, 30:12, 30:55, 32:12, 36:59, 55:41, dan 55:43. Di antara tujuh ayat yang memakai rumus tadi, 32:12 menyebut orang-orang di adegan itu dengan kata ini. Ayat 6:93 dan 34:31 memakai (الظَّالِمُونَ, zh-zhaalimuuna) yang berarti "orang-orang zalim", 8:50 memakai (الَّذِينَ كَفَرُوا, lladziina kafaruu) yang berarti "orang-orang yang kufur", sedangkan 6:27, 6:30, dan 34:51 memakai kata ganti "mereka". Kata (نَاكِسُو, naakisuu) yang berarti "yang menundukkan" berakar ن-ك-س dan hanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 32:12. Akar yang sama muncul di 21:65, (ثُمَّ نُكِسُوا عَلَىٰ رُءُوسِهِمْ, tsumma nukisuu 'alaa ru'uusihim) yang berarti "kemudian mereka menundukkan kepala", dan di 36:68, (نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ, nunakkis-hu fi l-khalqi) yang berarti "Kami balikkan dalam penciptaan".
Kata (رُءُوسِهِمْ, ru'uusihim) yang berarti "kepala mereka" berakar ر-أ-س dan muncul tiga kali, yaitu 14:43, 21:65, dan 32:12. Di 14:43, (مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ, muqni'ii ru'uusihim) yang berarti "dengan kepala terangkat", kepala itu terangkat, sedangkan di 21:65 dan 32:12 kepala itu menunduk. Kata (عِنْدَ, 'inda) berarti "di sisi" dan diterjemahkan "di hadapan" di 32:12, (عِنْدَ رَبِّهِمْ, 'inda rabbihim) yang berarti "di hadapan Tuhan mereka", dan di 34:31, (مَوْقُوفُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ, mawquufuuna 'inda rabbihim) yang berarti "dihentikan di hadapan Tuhan mereka". Di 2:62, 3:169, 39:34, dan 98:8 kata itu menyertai pahala dan rezeki, dan terjemahannya "di sisi". Pada 32:12 dan 34:31 kata itu bersanding dengan kepala yang menunduk atau orang yang dihentikan, sehingga "di hadapan" menyebut posisi orang yang menghadap.
Kata (أَبْصَرْنَا, absharnaa) yang berarti "kami telah melihat" berakar ب-ص-ر dan (وَسَمِعْنَا, wa-sami'naa) yang berarti "dan kami telah mendengar" berakar س-م-ع. Keduanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 32:12, dalam (رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا, rabbanaa absharnaa wa-sami'naa) yang berarti "ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar". Urutannya terbalik dari 32:9, (السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ, s-sam'a wa-l-abshaara) yang berarti "pendengaran dan penglihatan": di 32:9 pendengaran lebih dulu, di 32:12 penglihatan lebih dulu. Hati yang disebut sesudahnya di 32:9 tidak disebut di 32:12. Dua ayat lain menyebut ketajaman alat itu pada hari kedatangan: (أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ, asmi' bihim wa-abshir) yang berarti "alangkah tajam pendengaran dan penglihatan mereka" di 19:38, dan (فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ, fa-basharuka l-yawma hadiidun) yang berarti "sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam" di 50:22. Terjemahan 32:12 memakai "telah" untuk menandai perbuatan selesai dan tidak menambahkan objek apa yang dilihat dan didengar.
Kata (فَارْجِعْنَا, fa-rji'naa) yang berarti "maka kembalikanlah kami" berakar ر-ج-ع, akar yang sama dengan (تُرْجَعُونَ, turja'uuna) di 32:11, dan bentuk perintah ini muncul sekali, yaitu di 32:12. Di 23:99, (رَبِّ ارْجِعُونِ, rabbi rji'uuni) yang berarti "Tuhanku, kembalikanlah aku", akar yang sama dipakai untuk permintaan yang diucapkan ketika kematian datang. Di 6:27 permintaan serupa memakai akar lain, (نُرَدُّ, nuraddu) yang berarti "kami dikembalikan". Rangkaian (نَعْمَلْ صَالِحًا, na'mal shaalihan) yang berarti "kami akan beramal saleh" muncul dua kali, yaitu di 32:12 dan 35:37, (رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا, rabbanaa akhrijnaa na'mal shaalihan) yang berarti "ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan". Terjemahan 32:12 memakai "beramal saleh" seperti terjemahan 2:62 dan 5:69 untuk (وَعَمِلَ صَالِحًا, wa-'amila shaalihan), dan seperti 23:100 untuk (أَعْمَلُ صَالِحًا, a'malu shaalihan), dan "niscaya" seperti 35:37 untuk bentuk (نَعْمَلْ, na'mal) yang mengikuti perintah.
Kata (مُوقِنُونَ, muuqinuuna) yang berarti "orang-orang yang yakin" berakar ي-ق-ن dan bentuk persis ini hanya muncul sekali, yaitu di 32:12, dalam (إِنَّا مُوقِنُونَ, innaa muuqinuuna) yang berarti "sesungguhnya kami orang-orang yang yakin". Bentuk (يُوقِنُونَ, yuuqinuuna) yang berarti "mereka yakin" ada di sebelas ayat, yaitu 2:4, 2:118, 5:50, 27:3, 27:82, 30:60, 31:4, 32:24, 45:4, 45:20, dan 52:36. Di 32:24, (وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ, wa-kaanuu bi-aayaatinaa yuuqinuuna) yang berarti "dan mereka senantiasa yakin pada tanda-tanda Kami", keyakinan itu disebut berdampingan dengan (لَمَّا صَبَرُوا, lammaa shabaruu) yang berarti "karena mereka bersabar". Pernyataan di ujung ayat adalah kalimat tanpa kata kerja, (إِنَّا مُوقِنُونَ, innaa muuqinuuna), dan kata "adalah" dalam terjemahan hanya penyambung bahasa Indonesia untuk kalimat semacam itu.
Tafsiran
Ayat ini menyusun adegan dari luar ke dalam: sikap tubuh orang-orang yang berdosa, pengakuan, permintaan, janji, dan pernyataan tentang diri. Kepala yang menunduk disebut lebih dulu, lalu kutipan dibuka dengan seruan kepada Tuhan mereka dan diisi pengakuan telah melihat dan mendengar. Permintaan untuk dikembalikan menyusul, dan janji beramal saleh menempel padanya. Pernyataan bahwa mereka yakin ada di ujung, sesudah permintaan dan janji, dan kata (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya" di depannya dapat dibaca sebagai alasan bagi semuanya.
Ayat ini berpasangan dengan 32:10 dan 32:11. Di 32:10 para penanya memakai (أَإِنَّا, a-innaa) yang berarti "apakah sesungguhnya kami" untuk bertanya apakah mereka akan berada dalam ciptaan yang baru, dan di 32:12 orang-orang yang berdosa memakai (إِنَّا, innaa) tanpa huruf tanya untuk menyatakan bahwa mereka yakin. Di 32:11 mereka disebut akan dikembalikan kepada Tuhan kalian dengan kata kerja akar ر-ج-ع, dan di 32:12 mereka meminta dikembalikan dengan akar yang sama, padahal mereka sudah berada di hadapan Tuhan mereka. Ayat tidak menyebut ke mana kembali yang mereka minta.
Rumus (وَلَوْ تَرَىٰ, wa-law taraa) di awal ayat membuat pembaca menjadi saksi yang diminta membayangkan, dan tidak ada kalimat yang menyebut apa yang terjadi pada saksi itu. Ayat sesudahnya, 32:13, berisi ucapan Allah dengan kata Kami dan Aku tentang petunjuk bagi setiap jiwa, dan 32:14 menyebut mereka melupakan pertemuan hari itu, sehingga dua ayat itu dapat dibaca sebagai tanggapan atas permintaan di 32:12. Teks 32:12 sendiri berhenti pada kalimat yang diucapkan orang-orang itu, dan tanggapan ditunda ke ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Orang-orang di 32:12 berada di hadapan Tuhan mereka, dan permintaan mereka memakai akar kata yang sama dengan kata dikembalikan di 32:11. Di 32:11 kata itu menyebut tujuan, kepada Tuhan kalian, dan di 32:12 kata itu menjadi permintaan yang tidak menyebut tujuan. Ayat tidak menjelaskan arah kembali yang mereka minta, dan itu dibiarkan terbuka. Pembaca yang memikirkan kembali sebagai sesuatu yang selalu menuju tempat lain dapat memperhatikan bahwa di ayat ini kata itu dipakai oleh orang yang sudah sampai. Apa yang dimaksud pembaca dengan kata kembali, bila yang mengucapkannya sudah berada di hadapan Tuhannya?
- Pendengaran dan penglihatan di 32:9 muncul sebagai pemberian Dia kepada pembaca, dan di 32:12 keduanya muncul sebagai kata kerja pengakuan, kami telah melihat dan mendengar. Ayat tidak menyebut apa yang mereka lihat dan dengar, dan hati yang disebut di 32:9 tidak ikut disebut. Urutan keduanya juga terbalik: penglihatan lebih dulu. Pembaca yang menyimpan alat yang sama di kepalanya dapat memperhatikan bahwa kata telah dalam pengakuan ini diucapkan di hadapan Tuhan mereka. Hal apa yang sudah dilihat dan didengar pembaca, tetapi belum pernah diucapkannya dengan kata telah?
- Orang-orang di 32:12 menyebut diri mereka orang-orang yang yakin, dan di 32:24 kata yakin muncul untuk pemimpin-pemimpin yang senantiasa yakin pada tanda-tanda Kami, dalam kalimat yang menyebut mereka bersabar. Di 32:12 keyakinan itu hadir sesudah adegan, dan di 32:24 keyakinan itu menyertai kesabaran. Kedua ayat itu berbeda pelakunya, dan teks tidak membandingkan keduanya. Perbandingan itu memperlihatkan dua tempat keyakinan dalam kalimat: sebagai kesimpulan yang datang terlambat atau sebagai sesuatu yang berjalan bersama pekerjaan. Pembaca yang menyebut dirinya yakin dapat memperhatikan tempat kata itu di kalimatnya sendiri. Di bagian kalimat hidup pembaca yang mana kata yakin diletakkan, sebelum pekerjaan atau sesudah akibatnya terlihat?
- Janji akan beramal saleh di 32:12 punya padanan di 35:37, tempat orang-orang yang berteriak meminta dikeluarkan dan berjanji mengerjakan kebajikan. Ayat 35:37 langsung memuat tanggapan dalam kalimat yang pembicaranya Allah, yaitu pertanyaan apakah Kami telah memanjangkan umur kalian, cukup bagi orang yang mau berpikir, dan telah datang pemberi peringatan. Ayat 32:12 tidak memuat tanggapan itu di dalam ayatnya sendiri. Bagi pembaca, perbandingan kedua ayat memperlihatkan bahwa janji yang diucapkan di tempat itu ditimbang dengan waktu yang sudah lebih dulu dijalani. Dari janji beramal yang ditunda pembaca hari ini, berapa bagian yang sudah punya waktu cukup untuk dikerjakan sejak lama?
- Kepala disebut menunduk di 32:12 dan terangkat di 14:43. Ayat 14:43 melukiskan orang yang bergegas dengan leher terjulur dan hati kosong, dan 32:12 melukiskan orang yang berbicara di hadapan Tuhan mereka. Teks tidak menyamakan keduanya, dan masing-masing berada dalam kalimat dan kelompoknya sendiri. Pembaca yang membayangkan semua orang yang disebut berdosa atau zalim memiliki sikap yang sama dapat memperhatikan bahwa teks menyebut sikap kepala yang berlainan. Ketika pembaca ditegur oleh orang yang dihormatinya, kepala dan pandangannya bergerak ke arah mana, dan bagaimana arah itu bila dibandingkan dengan dua gambaran tadi?
- Rumus sekiranya engkau melihat di 32:12 muncul juga di 6:27, 6:30, 6:93, 8:50, 34:31, dan 34:51, dan di setiap ayat itu kalimat berandai-andai tidak disusul jawaban tentang apa yang akan dialami pelihat. Ayat-ayat itu meninggalkan pembaca di posisi saksi yang diminta memutuskan sendiri apa arti pemandangan itu. Di 32:12 pemandangannya adalah orang-orang yang menunduk di hadapan Tuhan mereka sambil berbicara. Pembaca yang biasa menerima kesimpulan dari ayat atau dari orang lain dapat memperhatikan bahwa rumus ini tidak memberi kesimpulan. Bila pembaca benar-benar melihat pemandangan itu, kalimat apa yang akan keluar dari mulutnya lebih dulu?