وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ
Dan sekiranya engkau melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepala mereka di hadapan Tuhan mereka, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar. Maka, kembalikanlah kami, niscaya kami akan beramal saleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْwa-law taraa idzi l-mujrimuuna naakisuu ru'uusihim 'inda rabbihimdan sekiranya engkau melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepala mereka di hadapan Tuhan mereka
- رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَاrabbanaa absharnaa wa-sami'naamereka berkata, ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar
- فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًاfa-rji'naa na'mal shaalihanmaka, kembalikanlah kami, niscaya kami akan beramal saleh
- إِنَّا مُوقِنُونَinnaa muuqinuunasesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- تَرَىٰtaraaengkau melihat
- إِذِidziketika
- الْمُجْرِمُونَl-mujrimuunapara pendosa
- نَاكِسُوnaakisuuyang menundukkan
- رُءُوسِهِمْru'uusihimkepala mereka
- عِنْدَ'indadi sisi
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
- أَبْصَرْنَاabsharnaakami melihat
- وَسَمِعْنَاwa-sami'naadan kami mendengar
- فَارْجِعْنَاfa-rji'naamaka kembalikanlah kami
- نَعْمَلْna'malkami beramal
- صَالِحًاshaalihankebajikan
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- مُوقِنُونَmuuqinuunaorang-orang yang yakin
Inti bacaan
Momen penyesalan yang mendalam: 'kami telah melihat dan mendengar. Maka kembalikanlah kami, niscaya kami akan beramal saleh', permohonan yang datang terlambat, sebuah pengingat keras untuk bertindak benar sekarang, bukan menunggu momen konfirmasi yang sudah terlambat.
Penjelasan pilihan kata
Enam tambahan kurung dari draf awal dihapus seluruhnya: '(engkau akan melihat sesuatu yang sangat luar biasa dan mereka berkata,)', '(hari Kiamat yang kami ingkari)', '(dari-Mu kebenaran ucapan rasul-rasul-Mu)', '(ke dunia)', '(sekarang)', '(akan adanya hari Kiamat)'; semuanya tafsir tambahan yang tak berdasar teks Arab. 'Mereka berkata,' dipertahankan tanpa kurung karena secara gramatikal diperlukan (teks Arab beralih langsung dari deskripsi sikap tubuh ke kutipan orang pertama jamak tanpa kata kerja pengantar eksplisit: elipsis lazim dalam retorika Arab, bukan tafsir tambahan).
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan momen pengakuan penuh dari orang-orang berdosa: melihat dan mendengar kebenaran yang dulu mereka tolak, memohon kesempatan kedua, sebuah permohonan yang menegaskan mereka sekarang yakin, tetapi terlambat.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menampilkan pola pengakuan yang datang setelah konsekuensi tak terelakkan, permohonan 'kembalikanlah kami, niscaya kami akan beramal saleh' menyingkap bahwa keyakinan sejatinya bisa muncul, hanya saja momen untuk bertindak atasnya telah berlalu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.