وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami beri setiap jiwa petunjuknya, tetapi telah pasti perkataan dari-Ku, sungguh, Aku akan memenuhi Jahanam dengan jin dan manusia semuanya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَوْ شِئْنَا لَآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَاwa-law syi'naa la-aataynaa kulla nafsin hudaahaadan sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami beri setiap jiwa petunjuknya
- وَلَٰكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّيwa-laakin haqqa l-qawlu minniitetapi telah pasti perkataan dari-Ku
- لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَla-amla'anna jahannama mina l-jinnati wa-n-naasi ajma'iinasungguh, Aku akan memenuhi Jahanam dengan jin dan manusia semuanya
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- شِئْنَاsyi'naaKami kehendaki
- لَآتَيْنَاla-aataynaasungguh Kami akan memberi
- كُلَّkullasetiap
- نَفْسٍnafsinjiwa
- هُدَاهَاhudaahaapetunjuknya
- وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
- حَقَّhaqqabenar
- الْقَوْلُl-qawluperkataan
- مِنِّيminniidari-Ku
- لَأَمْلَأَنَّla-amla'annasungguh Aku akan memenuhi
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- مِنَminadari
- الْجِنَّةِl-jinnatijin
- وَالنَّاسِwa-n-naasidan manusia
- أَجْمَعِينَajma'iinasemuanya
Inti bacaan
Susunan (حَقَّ الْقَوْلُ, haqqa l-qawlu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:13 dan 36:7, dan hanya di 32:13 perkataan itu diberi asal dengan "dari-Ku".
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَوْ شِئْنَا, wa-law syi'naa) yang berarti "dan sekiranya Kami menghendaki". Kata kerja (شِئْنَا, syi'naa) berakar ش-ي-أ dan memakai kata ganti Kami. Susunan wa-law syi'naa muncul tiga kali, yaitu di 7:176, 25:51, dan 32:13. Di 7:176 kata kerja sesudahnya (لَرَفَعْنَاهُ, la-rafa'naahu) yang berarti "niscaya Kami tinggikan dia", di 25:51 (لَبَعَثْنَا, la-ba'atsnaa) yang berarti "niscaya Kami utus", dan di 32:13 (لَآتَيْنَا, la-aataynaa) yang berarti "niscaya Kami beri". Awalan (لَ, la-) pada ketiga kata kerja itu diterjemahkan "niscaya", dan di 4:67 awalan yang sama pada (لَآتَيْنَاهُمْ, la-aataynaahum) diterjemahkan "pasti Kami anugerahkan kepada mereka". Pada keempat tempat itu pemberi, pengutus, atau peninggi adalah pihak yang berbicara.
Kata (كُلَّ نَفْسٍ, kulla nafsin) yang berarti "setiap jiwa" muncul dua kali, yaitu di 14:51 dan 32:13. Di 14:51, (لِيَجْزِيَ اللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ, li-yajziya llaahu kulla nafsin maa kasabat) yang berarti "agar Allah membalas setiap jiwa atas apa yang diusahakannya", jiwa menjadi satuan hitungan balasan. Di 32:13 jiwa menjadi satuan hitungan petunjuk. Kata (هُدَاهَا, hudaahaa) yang berarti "petunjuknya" berakar ه-د-ي dan tersusun dari hudaa yang berarti "petunjuk" dan akhiran -haa yang berarti "-nya", yang menunjuk jiwa. Bentuk hudaahaa hanya muncul di 32:13. Terjemahan memakai "petunjuknya" tanpa tambahan "yang benar" atau "yang sesuai dengannya", karena ayat tidak menjelaskan isi petunjuk itu. Di 6:149 dan 16:9, (لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ, la-hadaakum ajma'iina) yang berarti "tentu Dia memberi petunjuk kepada kalian semua" memakai kata kerja hadaa dan sasarannya kalian semua. Di 32:13 petunjuk disebut sebagai benda, dan sasarannya jiwa satu per satu.
Kata (وَلَٰكِنْ, wa-laakin) yang berarti "tetapi" memisahkan pengandaian dari pernyataan yang menyusul. Isi sesudahnya berbeda di tiap ayat yang bentuknya mirip. Di 16:93, (وَلَٰكِنْ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ, wa-laakin yudhillu man yasyaa'u) yang berarti "tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki", dan di 42:8, (وَلَٰكِنْ يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ, wa-laakin yudkhilu man yasyaa'u fii rahmatihi) yang berarti "akan tetapi, Dia memasukkan orang yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya", kata sesudah wa-laakin memuat perbuatan Allah menurut kehendak-Nya. Di 7:176, (وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ, wa-laakinnahu akhlada ilaa l-ardhi) yang berarti "tetapi ia cenderung kepada bumi", kata sesudah wa-laakin memuat perbuatan orang yang diceritakan. Di 32:13 kata sesudahnya memuat (حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي, haqqa l-qawlu minnii) yang berarti "telah pasti perkataan dari-Ku".
Kata kerja (حَقَّ, haqqa) berakar ح-ق-ق dan bersama (الْقَوْلُ, l-qawlu) yang berarti "perkataan", berakar ق-و-ل, membentuk susunan yang muncul dua kali, yaitu di 32:13 dan 36:7. Di 36:7, (حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ, haqqa l-qawlu 'alaa aktsarihim) yang berarti "telah berlaku perkataan atas kebanyakan mereka", sesudah perkataan itu disebut sasarannya. Di 32:13 sesudahnya disebut asalnya, yaitu (مِنِّي, minnii) yang berarti "dari-Ku", dan susunan (الْقَوْلُ مِنِّي, al-qawlu minnii) hanya muncul di 32:13. Terjemahan memakai "telah pasti" untuk haqqa, sama dengan 10:33 dan 10:96, yang memuat bentuk (حَقَّتْ, haqqat) dengan (كَلِمَتُ رَبِّكَ, kalimatu rabbika) yang berarti "kalimat Tuhanmu". Di 11:119, (وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ, wa-tammat kalimatu rabbika) yang berarti "dan sempurnalah kalimat Tuhanmu" mendahului sumpah yang bunyinya sama dengan 32:13. Di 11:119 isi itu disebut kalimah dan di 32:13 disebut qawl.
Kata kerja (لَأَمْلَأَنَّ, la-amla'anna) yang berarti "sungguh, Aku akan memenuhi" berakar م-ل-أ dan muncul empat kali, yaitu di 7:18, 11:119, 32:13, dan 38:85, semuanya dengan (جَهَنَّمَ, jahannama) "Jahanam" sebagai benda yang diisi. Di 7:18 pihak pengisinya disebut (مِنْكُمْ, minkum) "dengan kalian", dan di 38:85 (مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ, minka wa-mimman tabi'aka) "denganmu dan dengan orang yang mengikutimu". Di 11:119 dan 32:13 pihak itu disebut (مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ, mina l-jinnati wa-n-naasi), dan kalimat utuh la-amla'anna jahannama mina l-jinnati wa-n-naasi ajma'iina hanya muncul dua kali, yaitu di 11:119 dan 32:13. Kata (الْجِنَّةِ, l-jinnati) muncul empat kali, yaitu di 11:119, 32:13, 37:158, dan 114:6, dan semuanya menyebut jin. Bentuk tak tentu dari akar ج-ن-ن, (جِنَّةٍ, jinnatin), berarti "kegilaan" di 7:184 dan 34:46. Bentuk lain dari akar م-ل-أ ada di 50:30, (هَلِ امْتَلَأْتِ, hali mtala'ti) yang berarti "apakah engkau sudah penuh?", yang diucapkan kepada Jahanam. Di 50:30 Jahanam ditanya apakah sudah penuh, sedangkan di 32:13 Allah menyatakan akan memenuhinya.
Kata (أَجْمَعِينَ, ajma'iina) yang berarti "semuanya" muncul 23 kali di 16 surah, yaitu 2:161, 3:87, 6:149, 7:18, 7:124, 11:119, 12:93, 15:39, 15:43, 15:59, 15:92, 16:9, 21:77, 26:49, 26:65, 26:170, 27:51, 32:13, 37:134, 38:82, 38:85, 43:55, dan 44:40. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 15 memuatnya empat kali, surah 26 tiga kali, dan surah 7 serta 38 masing-masing dua kali. Di dua puluh dua tempat terjemahannya memakai "semua", "semuanya", atau "seluruh", sedangkan 32:13 semula memakai "bersama-sama". Kata "bersama-sama" menambahkan gagasan berkumpul di satu tempat, padahal ajma'iina tidak menyebut tempat atau waktu. Karena itu terjemahan 32:13 kini memakai "semuanya", seperti 11:119 dan 38:85. Letak ajma'iina sesudah "jin dan manusia" membiarkan terbuka apakah kata itu mencakup setiap anggota kedua golongan atau seluruh pihak yang mengisi Jahanam, dan terjemahan "semuanya" mempertahankan keterbukaan itu.
Tafsiran
Ayat ini terdiri atas dua pernyataan yang dipisahkan oleh "tetapi", dan pelakunya berganti dari Kami menjadi Aku tepat pada pemisah itu. Bagian pertama memakai Kami pada (شِئْنَا, syi'naa) dan (لَآتَيْنَا, la-aataynaa), bagian kedua memakai Aku pada (مِنِّي, minnii) dan (لَأَمْلَأَنَّ, la-amla'anna). Sebab pergantian itu tidak tertulis.
Ayat 32:12 memuat permohonan orang-orang yang berdosa untuk dikembalikan, dan 32:14 memuat perintah "rasakanlah" yang ditujukan kepada "kalian". Ayat 32:13 berada di antara keduanya dan tidak memuat kata yang menyatakan bahwa ayat ini menjawab permohonan itu. Kaitan itu muncul dari urutan ayat. Ayat ini juga dapat dibaca sebagai pernyataan tentang setiap jiwa, karena kata yang dipakainya adalah "setiap jiwa", bukan "mereka".
Sumpah memenuhi Jahanam muncul di tiga tempat lain dengan pembatas yang tertulis. Di 7:18 sumpah itu berlaku bagi (لَمَنْ تَبِعَكَ, la-man tabi'aka) yang berarti "siapa saja yang mengikutimu", di 38:85 bagi Iblis dan (مِمَّنْ تَبِعَكَ, mimman tabi'aka) yang berarti "orang yang mengikutimu", dan di 11:119 didahului (إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ, illaa man rahima rabbuka) yang berarti "kecuali orang yang dirahmati oleh Tuhanmu". Di 32:13 pembatas itu tidak tertulis di dalam ayatnya. Tafsir ini tidak menambahkannya, dan tidak pula menyimpulkan bahwa pembatas di tiga ayat lain itu tidak berlaku, karena 32:13 sendiri tidak membicarakannya.
Pasangan terdekat ayat ini ada di 11:118 sampai 11:119. Ayat 11:118 dibuka (وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ, wa-law syaa'a rabbuka) yang berarti "dan seandainya Tuhanmu menghendaki", disusul perbuatan menjadikan manusia satu umat, lalu 11:119 memuat kalimat yang berakhir dengan bunyi yang sama seperti 32:13. Isi pengandaiannya berbeda: di 11:118 tentang umat yang satu, di 32:13 tentang petunjuk bagi tiap jiwa. Kedua ayat memakai urutan yang sama, yaitu apa yang akan terjadi seandainya Allah menghendaki, lalu sumpah memenuhi Jahanam.
Dalam alur surah, 32:13 berada sesudah keraguan yang dikutip di 32:10, yaitu pertanyaan tentang ciptaan yang baru dan penolakan terhadap pertemuan dengan Tuhan, dan sebelum 32:18 sampai 32:20 yang membagi manusia menjadi dua golongan dengan balasannya masing-masing. Di antara keduanya ayat ini menyebut kehendak dan perkataan Allah.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 32:13 membuka dengan pengandaian yang pelakunya Allah sendiri: sekiranya Kami menghendaki, setiap jiwa akan Kami beri petunjuknya. Pengandaian semacam itu menyatakan bahwa pemberian petunjuk berada dalam jangkauan kehendak Allah, dan kekurangan pada Allah tidak ditulis sebagai sebab petunjuk tidak diberikan. Orang yang menimbang mengapa seseorang menempuh jalan tertentu dapat mencatat bahwa ayat ini menyebut satu pihak yang tidak tampak di antara lingkungan, pergaulan, dan kesempatan, yaitu Allah yang kehendak-Nya menentukan apa yang diberikan. Alasan pengandaian itu tidak terjadi terbaca dari kalimat yang menyusulnya. Bila pemberian petunjuk bagi setiap jiwa berada dalam kehendak Allah, bagaimana pembaca menimbang kalimatnya sendiri tentang orang lain yang dianggapnya sulit diarahkan?
- Di 7:176 kata "tetapi" disusul perbuatan orang yang diceritakan, yaitu cenderung kepada bumi dan mengikuti hawa nafsunya. Di 32:13 kata yang sama disusul perkataan Allah yang telah pasti. Dua ayat itu berbicara tentang kasus yang berbeda, satu tentang seorang yang telah diberi tanda-tanda menurut 7:175 dan satu tentang setiap jiwa, sehingga keduanya tidak saling membatalkan. Keduanya menaruh titik beratnya di tempat yang berbeda dan Al-Qur'an memuat keduanya. Pembaca yang cepat menaruh sebab di satu tempat saja, entah pada pilihan manusia entah pada ketetapan Allah, dapat membaca kedua ayat itu berdampingan lalu menanyakan sebab mana yang selama ini lebih sering dipakainya untuk menjelaskan hidup sendiri. Pada kalimat yang manakah penjelasannya biasa berhenti?
- Dalam 32:13 pelaku berganti dari Kami menjadi Aku, dan perkataan yang telah pasti itu disebut berasal dari Aku. Ayat-ayat lain menyebut perkataan atau kalimat Tuhan dengan menyebut sasarannya, misalnya perkataan itu berlaku atas kebanyakan mereka. Di ayat ini asal perkataan itu yang disebut. Pembaca berhadapan dengan perkataan yang asalnya ditandai dengan kata Aku, bukan dengan sebutan orang ketiga seperti Tuhanmu. Apa yang berubah dalam cara mendengar sebuah kalimat bila pendengarnya tahu bahwa si pengucap memakai kata Aku?
- Di 50:30 Jahanam ditanya apakah sudah penuh dan Jahanam menjawab adakah tambahan. Di 32:13 Allah menyatakan akan memenuhinya dengan jin dan manusia. Dua ayat itu menunjukkan dua cara menyebut hal yang sama: sebuah wadah yang disebut penuh atau belum, dan pihak yang berjanji mengisinya. Ayat 32:13 tidak mencantumkan jumlah atau ukuran, dan tidak merinci siapa yang termasuk di dalamnya. Orang yang membaca ayat ini dapat memperhatikan bahwa ayat menyebut jin dan manusia berdampingan sebagai bahan pengisinya, sehingga manusia tidak disebut sendirian dan tidak disebut paling awal. Bagaimana pembaca menimbang kalimat Allah yang memuat kata Aku akan memenuhi, ketika ayat itu sendiri tidak memberi daftar nama dan tidak menyebut siapa yang tidak termasuk?
- Bagian pertama ayat ini menghitung per jiwa: setiap jiwa diberi petunjuknya. Bagian kedua menghitung per golongan: jin dan manusia. Ayat 14:51 memakai kata yang sama, setiap jiwa, untuk balasan atas apa yang diusahakan. Sebuah hitungan yang berjalan satu per satu lalu berakhir pada golongan menunjukkan dua cara memandang manusia: sebagai pribadi yang menerima, dan sebagai bagian dari kelompok. Ayat ini tidak menjelaskan bagaimana kedua cara itu bertemu. Pembaca dapat membayangkan sebuah daftar nama yang panjang dan sebuah kata penutup yang merangkum seluruhnya, lalu menanyakan di bagian mana dari daftar itu ia biasa menaruh dirinya, di antara jiwa yang disebut satu per satu atau di antara golongan yang disebut sekaligus.
- Ayat 32:12 memuat orang-orang yang berdosa berkata bahwa mereka telah melihat dan mendengar, meminta dikembalikan, dan menyatakan diri yakin. Ayat 32:13 tidak memuat satu pun kutipan balasan atas permintaan itu, hanya pernyataan Allah tentang petunjuk dan perkataan-Nya. Pembaca yang membaca dua ayat itu berurutan menjumpai keyakinan yang disebut setelah penglihatan dan pendengaran, lalu sebuah ayat yang tidak membahas keyakinan itu. Tidak ada teks yang menyatakan bahwa Allah menolak permintaan itu dengan kata-kata tertentu. Apa yang tersisa dari sebuah keyakinan bila baru diucapkan sesudah melihat dan mendengar, dan seperti apa keyakinan yang telah ada sebelum itu bila dibandingkan dengan yang diucapkan pada saat tersebut?