فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ ۖ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Maka, rasakanlah, karena kalian melupakan pertemuan hari kalian ini. Sesungguhnya Kami pun melupakan kalian. Dan rasakanlah azab yang kekal karena apa yang dahulu kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَاfa-dzuuquu bi-maa nasiitum liqaa'a yawmikum haadzaamaka, rasakanlah, karena kalian melupakan pertemuan hari kalian ini
  2. إِنَّا نَسِينَاكُمْinnaa nasiinaakumsesungguhnya Kami pun melupakan kalian
  3. وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَwa-dzuuquu 'adzaaba l-khuldi bi-maa kuntum ta'maluunadan rasakanlah azab yang kekal karena apa yang dahulu kalian kerjakan

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. فَذُوقُواfa-dzuuquumaka rasakanlah kalian
  2. بِمَاbi-maakarena apa yang
  3. نَسِيتُمْnasiitumkalian melupakan
  4. لِقَاءَliqaa'apertemuan
  5. يَوْمِكُمْyawmikumhari kalian
  6. هَٰذَاhaadzaaini
  7. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  8. نَسِينَاكُمْnasiinaakumKami melupakan kalian
  9. وَذُوقُواwa-dzuuquudan rasakanlah kalian
  10. عَذَابَ'adzaabaazab
  11. الْخُلْدِl-khuldikekekalan
  12. بِمَاbi-maakarena apa yang
  13. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  14. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan

Inti bacaan

Bentuk (نَسِيتُمْ, nasiitum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:14 dan 45:34, dan keduanya diikuti (لِقَاءَ, liqaa'a) yang berarti "pertemuan".

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَذُوقُوا, fa-dzuuquu) yang berarti "maka, rasakanlah". Kata kerja perintah dzuuquu berakar ذ-و-ق dan ditujukan kepada beberapa orang yang diajak bicara. Bentuk fa-dzuuquu muncul 11 kali di 10 surah, yaitu 3:106, 6:30, 7:39, 8:35, 9:35, 32:14, 35:37, 46:34, 54:37, 54:39, dan 78:30. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 54 memuatnya dua kali. Awalan (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambung perintah itu dengan ayat sebelumnya. Ayat lain yang memuat dzuuquu memakainya satu kali, sedangkan 32:14 memuatnya dua kali: di awal, dan di (وَذُوقُوا, wa-dzuuquu) sesudah pernyataan Allah.

Kata (بِمَا نَسِيتُمْ, bi-maa nasiitum) yang berarti "karena kalian melupakan" tersusun dari (بِ, bi-) "karena", (مَا, maa) "apa yang", dan (نَسِيتُمْ, nasiitum) "kalian melupakan". Kata kerja nasiitum berakar ن-س-ي dan muncul dua kali, yaitu di 32:14 dan 45:34. Di 45:34 bunyinya (كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا, ka-maa nasiitum liqaa'a yawmikum haadzaa) yang berarti "sebagaimana kalian melupakan pertemuan dengan hari kalian ini", dan di 7:51 (كَمَا نَسُوا, ka-maa nasuu) yang berarti "sebagaimana mereka melupakan". Di kedua ayat itu melupakan dipakai sebagai pembanding, sedangkan di 32:14 melupakan dipakai sebagai sebab lewat bi-maa. Frasa (لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا, liqaa'a yawmikum haadzaa) muncul 4 kali, yaitu di 6:130, 32:14, 39:71, dan 45:34. Di 6:130 dan 39:71 frasa itu menjadi isi peringatan, dalam (وَيُنْذِرُونَكُمْ, wa-yundziruunakum) yang berarti "dan memperingatkan kalian". Di 32:14 dan 45:34 frasa itu menjadi hal yang dilupakan. Kata (لِقَاءَ, liqaa'a) berakar ل-ق-ي dan diterjemahkan "pertemuan", dan kata (هَٰذَا, haadzaa) diterjemahkan "ini" di keempat ayat itu.

Kata (إِنَّا نَسِينَاكُمْ, innaa nasiinaakum) yang berarti "sesungguhnya Kami pun melupakan kalian" memakai kata ganti Kami dan akhiran (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Susunan ini hanya muncul di 32:14. Di 45:34 pernyataan yang sejajar memakai bentuk lain, (نَنْسَاكُمْ, nansaakum), disertai (الْيَوْمَ, al-yawma) yang berarti "pada hari ini", dan di 7:51 (نَنْسَاهُمْ, nansaahum) dengan (فَالْيَوْمَ, fa-l-yawma). Kata hari itu tidak ada di pernyataan 32:14. Di 9:67, (نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ, nasuu llaaha fa-nasiyahum) yang berarti "mereka melupakan Allah, maka Dia melupakan mereka", pelaku dan sasarannya disebut pada kedua kata kerja. Terjemahan memakai "melupakan" di semua tempat itu. Apa isi tindakan Allah melupakan itu tidak dirinci di 32:14, dan terjemahan tidak menambahkan penjelasan apa pun.

Kata (عَذَابَ, 'adzaaba) yang berarti "azab" berakar ع-ذ-ب, dan (الْخُلْدِ, l-khuldi) berakar خ-ل-د. Susunan (عَذَابَ الْخُلْدِ, 'adzaaba l-khuldi) muncul dua kali, yaitu di 10:52 dan 32:14. Kata al-khuldi sendiri muncul 5 kali, yaitu di 10:52, 20:120, 25:15, 32:14, dan 41:28. Di 25:15 bunyinya (جَنَّةُ الْخُلْدِ, jannatu l-khuldi) yang berarti "taman yang kekal", di 41:28 (دَارُ الْخُلْدِ, daaru l-khuldi) yang berarti "tempat tinggal yang kekal", dan di 20:120 (شَجَرَةِ الْخُلْدِ, syajarati l-khuldi) yang berarti "pohon keabadian", dalam ucapan setan kepada Adam. Terjemahan 32:14 memakai "kekal" untuk khuld seperti 10:52, 25:15, dan 41:28.

Penutup (بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, bi-maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "karena apa yang dahulu kalian kerjakan" berakar ع-م-ل. Penutup yang sama dipakai untuk taman di 7:43, 16:32, 43:72, 52:19, dan 77:43, dan di 32:14 untuk azab. Di 10:52, setelah susunan 'adzaaba l-khuldi yang sama, penutupnya memakai akar lain, (بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ, bi-maa kuntum taksibuuna) yang berarti "dengan apa yang kalian usahakan". Terjemahan 32:14 memakai "kerjakan" untuk ta'maluuna dan 10:52 memakai "usahakan" untuk taksibuuna, sehingga perbedaan kedua akar itu terbaca di Indonesia.

Tafsiran

Ayat ini memuat dua perintah "rasakanlah" dan satu pernyataan Allah di antaranya, dan tiap perintah membawa sebabnya sendiri. Perintah pertama bersebab perbuatan melupakan pertemuan dengan hari itu, dan perintah kedua bersebab apa yang dahulu mereka kerjakan. Pernyataan Allah di tengah tertulis tanpa sebab tambahan dan tanpa kata hari.

Awalan fa pada pembuka menyambung ayat ini dengan ayat sebelumnya. Ayat 32:12 memuat permohonan "kembalikanlah kami", 32:13 memuat kalimat Allah tentang petunjuk dan sumpah memenuhi Jahanam, dan 32:14 menyapa "kalian". Urutan itu dapat dibaca sebagai satu rangkaian, tetapi 32:14 tidak menyebut permohonan di 32:12 dan tidak menyebut kalimat di 32:13, sehingga kaitannya terbaca dari susunan ayat, bukan dari kata yang dinyatakan.

Pertemuan yang dilupakan itu terhubung dengan 32:10. Di 32:10 orang-orang itu disebut kufur terhadap (بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ, bi-liqaa'i rabbihim) yang berarti "pertemuan dengan Tuhan mereka", dan di 32:14 mereka melupakan pertemuan hari mereka. Kedua ayat memakai akar yang sama untuk dua benda yang berbeda, yaitu Tuhan di 32:10 dan hari di 32:14, dan kedua benda itu berada dalam satu surah yang membicarakan hidup sesudah mati. Ayat 32:14 tidak menyatakan bahwa keduanya sama.

Dalam urutan surah, sebab di penutup ayat ini kembali pada golongan yang lain. Ayat 32:17, (جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, jazaa'an bi-maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "sebagai balasan atas apa yang dahulu mereka kerjakan", dan 32:19, (نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, nuzulan bi-maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "sebagai jamuan atas apa yang dahulu mereka kerjakan", memakai rumus sebab yang sama dengan 32:14. Dengan demikian surah ini menutup azab dan balasan baik dengan satu sebab yang sama, yaitu apa yang dikerjakan, sedangkan isi yang mendahului rumus itu berbeda.

Renungan dan Hikmah

  • Di 32:14 kata kerja melupakan dipakai dua kali: pertama untuk apa yang dilakukan orang-orang yang diajak bicara terhadap pertemuan dengan hari itu, kedua untuk apa yang Allah nyatakan tentang diri-Nya terhadap mereka. Pernyataan kedua berdiri di antara dua perintah, tanpa sebab tambahan. Di 9:67 urutan itu tertulis lebih pendek: mereka melupakan Allah, maka Dia melupakan mereka. Isi tindakan Allah melupakan itu tidak dirinci. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata untuk kelalaian manusia dan kata untuk pernyataan Allah adalah kata yang sama, sehingga kelalaian itu tidak digambarkan dengan kata yang lebih ringan daripada akibatnya. Bagaimana pembaca membaca sebuah kalimat yang mengembalikan kepadanya kata miliknya sendiri?
  • Frasa pertemuan hari kalian ini muncul di 6:130 dan 39:71 sebagai isi peringatan para rasul, dan di 32:14 serta 45:34 sebagai sesuatu yang dilupakan. Menurut 6:130 rasul-rasul menyampaikan tanda-tanda Allah, dan menurut 39:71 mereka membacakan tanda-tanda Tuhan dan memperingatkan. Ayat 32:14 tidak menyebut siapa yang memperingatkan, tetapi isi yang dilupakan sama dengan isi yang diperingatkan di dua ayat itu. Karena itu pertemuan tersebut telah diumumkan lebih dulu sebelum dilupakan. Pembaca yang pernah menyimpan sebuah pengumuman penting di suatu tempat lalu mendapati dirinya lupa dapat membandingkan pengalaman itu dengan kalimat ini, yang menaruh pelupaan sebagai sebab padahal isi yang dilupakan sudah lebih dulu diumumkan. Pengumuman apa yang sudah sampai kepada pembaca dan belum dibuka lagi?
  • Kata kekal di 32:14 melekat pada azab, dan akar yang sama melekat pada taman di 25:15, pada tempat tinggal di 41:28, dan pada pohon di 20:120, tempat setan menawarkannya kepada Adam. Dalam ayat-ayat itu kekal menyebut lamanya, dan keadaan yang kekal itu menyenangkan atau menyakitkan menurut isi ayatnya. Tawaran setan di 20:120 menyebut kekal tanpa menyebut isinya, sedangkan 32:14 menyebut isinya. Pembaca yang menginginkan sesuatu menjadi kekal, misalnya kenyamanan, nama, atau kuasa, dapat bertanya lebih dulu apa isi kekekalan yang dibayangkannya. Bila Allah menyebut sesuatu kekal bersama isinya, apakah tawaran yang menyebut kekal tanpa isi masih terdengar sama?
  • Ayat 32:12 memuat ucapan orang-orang yang berdosa dalam empat bagian: mereka telah melihat dan mendengar, mereka meminta dikembalikan, mereka berjanji beramal saleh, dan mereka menyatakan yakin. Di 32:13 dan 32:14 tidak ada satu pun kutipan ucapan dari pihak mereka, dan semua kalimat yang tertulis berasal dari Allah. Perintah rasakanlah muncul dua kali dengan satu pernyataan Allah di tengahnya. Pembaca mendengar adegan ini dari satu sisi saja, dan sisi yang lain berhenti berbicara setelah 32:12. Ayat tidak merinci apa yang terjadi pada sisi yang diam itu. Setelah ucapan sepanjang 32:12, apa arti keheningan di 32:13 dan 32:14 bagi pembaca yang ikut mendengarkan?
  • Penutup karena apa yang dahulu kalian kerjakan di 32:14 dipakai juga untuk menutup balasan di taman, dan surah yang sama memakainya lagi di 32:17 dan 32:19. Satu rumus dipakai untuk menutup azab dan untuk menutup jamuan, sehingga rumus itu tidak memberi tahu pembaca sisi mana yang sedang dibicarakan. Kalimat yang mendahuluinya membedakan keduanya. Pembaca dapat memakai rumus itu sebagai cermin: kalimat penutup yang sama dapat dipasang di belakang daftar yang berbeda, dan Allah menyebut perbuatan sebagai sebabnya pada kedua daftar. Bila hari ini ditutup dengan kalimat karena apa yang dahulu kalian kerjakan, daftar mana yang akan mendahuluinya?
  • Perintah rasakanlah muncul lagi di 32:20 untuk golongan yang fasik, dengan sebab yang berbeda: azab api yang dahulu kalian dustakan. Dalam satu surah perintah itu dikaitkan dengan tiga sebab, yaitu melupakan pertemuan hari itu dan mengerjakan sesuatu di 32:14, lalu mendustakan di 32:20. Ayat-ayat itu tidak menyusun ketiganya menurut berat atau urutan, dan tidak menyebut bahwa salah satunya mendahului yang lain. Orang yang membaca ketiga sebab itu berdampingan melihat tiga kata kerja yang berbeda di hadapan hal yang sama, yaitu hari yang diumumkan Tuhan. Mereka yang diajak bicara tidak dikutip menjawab apa pun, dan pembaca dapat memakai kekosongan itu untuk memeriksa dirinya sendiri: di hadapan pengumuman dari Tuhan, kata kerja mana yang paling mungkin tertulis atas dirinya, melupakan, mengerjakan hal lain, atau mendustakan?