إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩
Sesungguhnya yang beriman dengan tanda-tanda Kami hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya, mereka tersungkur sujud, dan bertasbih memuji Tuhan mereka, dan mereka tidak menyombongkan diri.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًاinnamaa yu'minu bi-aayaatinaa lladziina idzaa dzukkiruu bihaa kharruu sujjadansesungguhnya yang beriman dengan tanda-tanda Kami hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya, mereka tersungkur sujud
- وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَwa-sabbahuu bi-hamdi rabbihim wa-hum laa yastakbiruunadan bertasbih memuji Tuhan mereka, dan mereka tidak menyombongkan diri
Terjemahan per kata (15 kata)
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
- يُؤْمِنُyu'minuberiman
- بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- إِذَاidzaaapabila
- ذُكِّرُواdzukkiruudiperingatkan
- بِهَاbihaapadanya
- خَرُّواkharruumereka tersungkur
- سُجَّدًاsujjadansambil bersujud
- وَسَبَّحُواwa-sabbahuudan mereka bertasbih
- بِحَمْدِbi-hamdidengan memuji
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يَسْتَكْبِرُونَyastakbiruunamereka menyombongkan diri
Inti bacaan
Karakteristik keimanan yang tulus: 'apabila diperingatkan. mereka menyungkur sujud dan bertasbih. tidak menyombongkan diri', respons genuine terhadap kebenaran ditandai kerendahan hati, bukan sekadar pengakuan intelektual.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(tanda-tanda Kami)' dan '(dalam keadaan)' dihapus: 'dengannya' sudah cukup jelas merujuk pada tanda-tanda Kami dari bagian sebelumnya, dan 'sujjadan' (bentuk hal/keterangan keadaan) sudah tersampaikan lewat 'tersungkur sujud' tanpa perlu kualifikasi tambahan. Tanda waqaf sajdah (۩) pada akhir ayat dipertahankan persis sebagaimana ada pada field arab sumber, tidak difabrikasi maupun dihapus.
Tafsiran
Ayat ini mendefinisikan iman sejati bukan lewat pengakuan verbal, melainkan lewat respons fisik dan batin yang konsisten terhadap peringatan: sujud, tasbih, dan ketiadaan kesombongan sebagai satu kesatuan tanda.
Renungan dan Hikmah
- Yang disebut Allah sebagai tanda iman perbuatan: tersungkur sujud, bertasbih, tidak menyombongkan diri. Tak satu pun berupa kalimat yang diucapkan. Iman diperiksa lewat apa yang terjadi pada tubuh dan sikap, bukan lewat apa yang dinyatakan.
- Dua yang pertama perbuatan, yang ketiga justru ketiadaan: mereka tidak menyombongkan diri. Yang terakhir tak bisa diperagakan. Sujud bisa dikerjakan siapa saja hari itu juga; tidak menyombongkan diri menuntut sesuatu yang tak terlihat orang lain.
- Kalimat ini dibuka dengan kata yang membatasi: sesungguhnya yang beriman hanyalah. Allah menutup kemungkinan lain. Batasan sekeras itu berarti daftar yang menyusul bukan anjuran, melainkan penanda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.