إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩

Sesungguhnya yang beriman dengan tanda-tanda Kami tidak lain adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya, mereka tersungkur dalam keadaan tunduk, dan bertasbih memuji Tuhan mereka, dan mereka tidak menyombongkan diri.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًاinnamaa yu'minu bi-aayaatinaa lladziina idzaa dzukkiruu bihaa kharruu sujjadansesungguhnya yang beriman dengan tanda-tanda Kami tidak lain adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya, mereka tersungkur dalam keadaan tunduk
  2. وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَwa-sabbahuu bi-hamdi rabbihim wa-hum laa yastakbiruunadan bertasbih memuji Tuhan mereka, dan mereka tidak menyombongkan diri

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanya
  2. يُؤْمِنُyu'minuberiman
  3. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  4. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  5. إِذَاidzaaapabila
  6. ذُكِّرُواdzukkiruudiperingatkan
  7. بِهَاbihaapadanya
  8. خَرُّواkharruumereka tersungkur
  9. سُجَّدًاsujjadandalam keadaan tunduk
  10. وَسَبَّحُواwa-sabbahuudan mereka bertasbih
  11. بِحَمْدِbi-hamdidengan memuji
  12. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  13. وَهُمْwa-humdan mereka
  14. لَاlaatidak
  15. يَسْتَكْبِرُونَyastakbiruunamereka menyombongkan diri

Inti bacaan

Susunan (بِحَمْدِ رَبِّهِمْ, bi-hamdi rabbihim) yang berarti "dengan memuji Tuhan mereka" muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:15, 39:75, 40:7, dan 42:5.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا, innamaa yu'minu bi-aayaatinaa) yang berarti "sesungguhnya yang beriman dengan tanda-tanda Kami". Kata (آيَاتِنَا, aayaatinaa) berakar أ-ي-ي dan berarti "tanda-tanda Kami", dan susunan (يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا, yu'minu bi-aayaatinaa) muncul 3 kali, yaitu di 27:81, 30:53, dan 32:15. Di 27:81 dan 30:53 bunyinya (مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ, man yu'minu bi-aayaatinaa fa-hum muslimuuna) yang berarti "orang yang beriman pada tanda-tanda Kami, lalu mereka berserah diri", dan di kedua ayat itu mereka adalah pihak yang masih dapat diperdengarkan sesuatu. Terjemahan memakai kata pembatas "hanya" di tengah kalimat 32:15, sehingga daftar yang menyusul menjadi ukuran siapa yang beriman dengan tanda-tanda itu.

Kata (ذُكِّرُوا, dzukkiruu) yang berarti "mereka diperingatkan" berakar ذ-ك-ر dan muncul 7 kali, yaitu di 5:13, 5:14, 6:44, 7:165, 25:73, 32:15, dan 37:13. Pada empat ayat pertama bunyinya (نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ, nasuu maa dzukkiruu bihi) di 6:44 dan 7:165 yang berarti "mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka", dan di 5:13 dan 5:14 mereka melupakan sebagian dari yang diperingatkan. Pada tiga ayat terakhir kata itu masuk ke bentuk (إِذَا ذُكِّرُوا, idzaa dzukkiruu) yang berarti "apabila diperingatkan", dan tanggapannya berbeda: di 37:13 (لَا يَذْكُرُونَ, laa yadzkuruuna) yang berarti "mereka tidak mengindahkan", di 25:73 (لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا, lam yakhirruu 'alayhaa shumman wa-'umyaanan) yang berarti "mereka tidak bersikap tuli dan buta terhadapnya", dan di 32:15 (خَرُّوا سُجَّدًا, kharruu sujjadan). Kata (بِهَا, bihaa) di 32:15 berarti "dengannya" dan menunjuk tanda-tanda Kami.

Kata kerja (خَرُّوا, kharruu) yang berarti "mereka tersungkur" berakar خ-ر-ر. Akar ini ada di 12 ayat, yaitu 7:143, 12:100, 16:26, 17:107, 17:109, 19:58, 19:90, 22:31, 25:73, 32:15, 34:14, dan 38:24. Bentuk kharruu sendiri muncul 3 kali, di 12:100, 19:58, dan 32:15. Kata kerja ini dipakai untuk atap yang runtuh di 16:26, gunung-gunung di 19:90, orang yang diumpamakan jatuh dari langit di 22:31, dan Musa yang jatuh pingsan di 7:143, sehingga kata kerja itu menyebut jatuhnya sesuatu dan tidak khusus untuk satu tindakan ibadah. Di 12:100, (وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا, wa-kharruu lahu sujjadan) yang berarti "dan mereka jatuh tersungkur kepadanya dalam keadaan tunduk", tujuan tersungkur itu Yusuf, dan di 19:58 pelakunya orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah. Susunan kharruu sujjadan muncul 2 kali, yaitu di 19:58 dan 32:15.

Kata (سُجَّدًا, sujjadan) berakar س-ج-د dan muncul 11 kali, yaitu di 2:58, 4:154, 7:161, 12:100, 16:48, 17:107, 19:58, 20:70, 25:64, 32:15, dan 48:29. Terjemahan memakai kata tunduk pada 10 dari 11 ayat itu, dan 48:29 memakai "sujud". Di 16:48 pelakunya bayang-bayang, (يَتَفَيَّأُ ظِلَالُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِ سُجَّدًا لِلَّهِ, yatafayya'u zhilaaluhu 'ani l-yamiini wa-sy-syamaa'ili sujjadan li-llaahi) yang berarti "bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, tunduk kepada Allah". Di 2:58, 4:154, dan 7:161 kata itu menyertai perintah memasuki pintu gerbang, (وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا, wa-dkhuluu l-baaba sujjadan) yang berarti "dan masukilah pintu gerbangnya dalam keadaan tunduk". Di 25:64 kata itu berpasangan dengan (قِيَامًا, qiyaaman) yang berarti "berdiri". Karena itu sujjadan di 32:15 diterjemahkan "dalam keadaan tunduk", dan gerak jatuhnya dibawa oleh kata kerja kharruu.

Kata (وَسَبَّحُوا, wa-sabbahuu) yang berarti "dan bertasbih" berakar س-ب-ح dan hanya muncul di 32:15. Susunan (بِحَمْدِ رَبِّهِمْ, bi-hamdi rabbihim) yang berarti "dengan memuji Tuhan mereka" muncul 4 kali, yaitu di 32:15, 39:75, 40:7, dan 42:5. Di 39:75 dan 42:5 pelakunya malaikat, dan di 40:7 orang yang memikul Arasy beserta yang di sekelilingnya.

Kata (يَسْتَكْبِرُونَ, yastakbiruuna) yang berarti "mereka menyombongkan diri" berakar ك-ب-ر dan muncul 7 kali, yaitu di 5:82, 7:206, 16:49, 21:19, 32:15, 37:35, dan 40:60. Di lima ayat pertama kata itu didahului (لَا, laa) yang berarti "tidak", dan di 37:35 serta 40:60 kata itu tanpa penyangkalan: di 37:35 sebagai tanggapan atas ucapan "Tidak ada tuhan selain Allah", dan di 40:60 (يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي, yastakbiruuna 'an 'ibaadatii) yang berarti "mereka menyombongkan diri dari pengabdian kepada-Ku". Susunan (وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ, wa-hum laa yastakbiruuna) muncul 2 kali, yaitu di 16:49 dan 32:15. Di 16:49 pelakunya segala yang di langit dan makhluk bergerak di bumi serta para malaikat.

Tafsiran

Ayat ini menjawab ayat sebelumnya dengan gambaran yang berlawanan. Di 32:14 orang-orang yang diajak bicara melupakan pertemuan dengan hari itu, dan di 32:15 digambarkan orang-orang yang apabila diperingatkan menanggapinya dengan tubuh dan lisan mereka. Hubungan kedua ayat dapat dilihat dari 6:44 dan 7:165, tempat peringatan disusul perbuatan melupakan, sedangkan di 32:15 peringatan disusul jatuh tersungkur.

Daftar di ayat ini tersusun dalam tiga bagian. Dua yang pertama adalah perbuatan yang sudah terjadi, yaitu tersungkur dan bertasbih. Bagian ketiga memakai (وَهُمْ, wa-hum) yang berarti "dan mereka" dengan kata kerja yang berlangsung, sehingga ketiadaan menyombongkan diri terbaca sebagai keadaan yang menyertai dua perbuatan itu dan tidak sebagai peristiwa ketiga. Urutan waktu di antara ketiganya tidak ditulis.

Ayat ini membuka gambaran tentang satu golongan yang berlanjut sampai dua ayat berikutnya tanpa pergantian pelaku yang tertulis. Di 32:16 mereka disebut lagi lewat (جُنُوبُهُمْ, junuubuhum) yang berarti "lambung mereka", dan di 32:17 lewat (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka", sehingga ketiga ayat dapat dibaca sebagai satu gambaran. Ayat 32:18 kemudian meletakkan gambaran itu dalam satu perbandingan antara orang yang beriman dan orang yang fasik.

Ukuran iman di ayat ini ditulis sebagai tanggapan terhadap peringatan, dan tidak ditulis sebagai rumusan yang diucapkan. Pembatasan di pembuka, yaitu iman dengan tanda-tanda Kami, dijawab oleh daftar tanggapan itu, dan ayat ini tidak menambahkan syarat lain.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 32:15 menyebut peringatan lebih dulu, lalu tanggapan berupa jatuh tersungkur, bukan perdebatan atau penundaan. Di 37:13 peringatan yang sama disusul tidak mengindahkan, dan di 6:44 serta 7:165 disusul melupakan. Kata peringatan yang sama membuka tiga tanggapan yang berbeda, yaitu tersungkur, tidak mengindahkan, dan melupakan. Allah menyebut yang diperingatkan itu dengan tanda-tanda Kami. Pembaca yang pernah menerima peringatan lalu mengamati gerakan pertama dalam dirinya dapat memeriksa gerakan itu: apakah condong ke bawah, ke samping, atau menjauh? Gerakan manakah yang lebih dulu muncul sebelum pikiran sempat memberinya alasan?
  • Kata kerja jatuh yang dipakai di 32:15 dipakai juga untuk atap, gunung, dan orang yang diumpamakan jatuh dari langit, yaitu sesuatu yang jatuh karena tidak tertahan lagi. Dengan kata kerja itu iman dilukiskan dengan gerak tubuh yang mendahului penjelasan, dan lisan baru muncul pada bagian kedua ayat lewat bertasbih. Urutan ini menempatkan tubuh sebelum kalimat, dan di antara peringatan dan tersungkur tidak tertulis alasan atau pertimbangan apa pun. Pembaca dapat membayangkan dirinya mendengar sebuah ayat dibacakan, lalu bertanya apakah kata-kata yang disusunnya tentang ayat itu datang sebelum atau sesudah tubuhnya bereaksi. Bila tubuh bereaksi lebih dulu, apa yang dikatakan reaksi itu tentang pembaca sendiri sebelum sempat membela diri?
  • Dari tiga ciri di 32:15, dua adalah perbuatan, yaitu tersungkur dan bertasbih, dan yang ketiga adalah ketiadaan: mereka tidak menyombongkan diri. Di 7:206 dan 21:19 ketiadaan yang sama dipakai untuk mereka yang berada di sisi Tuhan, dan di 40:60 kata yang sama tanpa penyangkalan disusul masuk Jahanam dalam keadaan hina. Ayat tidak menulis alat ukur untuk ketiadaan itu. Bagaimana pembaca memeriksa sesuatu yang oleh ayat dinyatakan sebagai ketiadaan, dan kapan ia tahu bahwa kesombongan tidak ikut hadir ketika tubuhnya tersungkur?
  • Surah yang sama menyebut tanggapan lain terhadap peringatan di 32:22, yaitu orang yang telah diperingatkan dengan tanda-tanda Tuhannya lalu berpaling darinya. Ayat 32:15 menyebut tanggapan tersungkur, dan 32:22 menyebut berpaling, sehingga satu surah memuat dua arah gerak dari titik awal yang sama. Dua ayat itu menerangkan golongan yang berbeda, dan tidak ada ayat yang menyatakan bahwa seorang pembaca tertentu akan berada di salah satunya. Kata Tuhannya pada 32:22 dan Tuhan mereka pada 32:15 menunjuk pemilik yang sama bagi kedua golongan. Pembaca dapat membayangkan peringatan sebagai sebuah titik di tengah jalan lalu bertanya, ke arah mana kakinya biasa bergerak sesudah titik itu: ke bawah, ke samping, atau pergi?
  • Di 16:48 bayang-bayang disebut tunduk kepada Allah, dan di 16:49 segala yang di langit, makhluk bergerak di bumi, serta para malaikat disebut tunduk, lalu ayat itu ditutup dengan kalimat bahwa mereka tidak menyombongkan diri. Dua hal itu, tunduk dan tidak menyombongkan diri, juga disebut di 32:15 bagi orang-orang yang beriman. Dua ciri itu dengan demikian juga dikaitkan dengan bayang-bayang dan makhluk lain di ayat-ayat tadi. Ayat 32:15 tidak menyatakan bahwa orang beriman setara dengan malaikat, dan hubungan di antara keduanya tidak dijelaskan. Dapat dibayangkan sebuah barisan yang telah bergerak sebelum pembaca tiba, dan pembaca bertanya apakah tersungkur baginya berarti memasuki barisan itu atau menyendiri di luarnya.
  • Di 27:81 dan 30:53 orang yang beriman pada tanda-tanda Kami disusul kata mereka berserah diri, dan di 32:15 disusul tersungkur, bertasbih, dan tidak menyombongkan diri. Di kedua tempat kata beriman tidak berhenti pada pengakuan, karena yang menyusul berupa keadaan atau gerak. Allah menyebut mereka lewat apa yang terjadi sesudah iman, bukan lewat rumusan yang mereka ucapkan. Pembaca yang menyebut dirinya beriman dapat membaca ketiga ayat itu sebagai daftar gerak yang menyusul kata itu, lalu menanyakan gerak mana dari daftar tersebut yang sudah ada pada dirinya. Bila kata aku beriman ditaruh di depan daftar itu, gerak apa saja yang sudah menyusulnya, dan gerak apa yang masih menunggu?