تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Lambung mereka menjauh dari tempat tidur, mereka menyeru Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap, dan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka, mereka infakkan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِtatajaafaa junuubuhum 'ani l-madhaaji'ilambung mereka menjauh dari tempat tidur
- يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًاyad'uuna rabbahum khawfan wa-thama'anmereka menyeru Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap
- وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَwa-mimmaa razaqnaahum yunfiquunadan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka, mereka infakkan
Terjemahan per kata (11 kata)
- تَتَجَافَىٰtatajaafaamenjauh
- جُنُوبُهُمْjunuubuhumlambung mereka
- عَنِ'anidari
- الْمَضَاجِعِl-madhaaji'itempat tidur
- يَدْعُونَyad'uunamereka menyeru
- رَبَّهُمْrabbahumTuhan mereka
- خَوْفًاkhawfandengan rasa takut
- وَطَمَعًاwa-thama'andan penuh harap
- وَمِمَّاwa-mimmaadan dari apa yang
- رَزَقْنَاهُمْrazaqnaahumKami rezekikan kepada mereka
- يُنْفِقُونَyunfiquunamenginfakkan
Inti bacaan
Bentuk (تَتَجَافَىٰ, tatajaafaa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:16, dan pelakunya (جُنُوبُهُمْ, junuubuhum), "lambung mereka".
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ, tatajaafaa junuubuhum) yang berarti "lambung mereka menjauh". Bentuk (تَتَجَافَىٰ, tatajaafaa) hanya muncul di 32:16, dan pelakunya bagian tubuh, yaitu (جُنُوبُهُمْ, junuubuhum) yang berarti "lambung mereka", bukan orangnya. Kata junuub berakar ج-ن-ب dan diterjemahkan "lambung". Bentuk junuubuhum muncul 2 kali, yaitu di 9:35 dan 32:16. Di 9:35, (جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ, jibaahuhum wa-junuubuhum wa-zhuhuuruhum) yang berarti "dahi, lambung, dan punggung mereka" disetrika dengan emas dan perak yang disebut di 9:34 setelah dipanaskan dalam api Jahanam, sedangkan di 32:16 lambung itu menjauh dari alasnya. Di 3:191, (وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ, wa-'alaa junuubihim) yang berarti "dan berbaring", dan di 4:103, (وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ, wa-'alaa junuubikum) yang berarti "dan berbaring", kata junuub dipakai untuk orang yang mengingat Allah sambil berbaring. Kata junuub di 32:16 memakai arah sebaliknya: lambung tidak berada di atas alasnya.
Kata (الْمَضَاجِعِ, l-madhaaji'i) yang berarti "tempat tidur" berakar ض-ج-ع dan muncul dalam bentuk itu 2 kali, yaitu di 4:34 dan 32:16. Terjemahan memakai "tempat tidur" untuk al-madhaaji'i, dan kata (عَنِ, 'ani) yang berarti "dari" menandai asal gerak menjauh. Penanda waktu tidak ada di ayat ini. Di tempat lain, (يَدْعُونَ رَبَّهُمْ, yad'uuna rabbahum) yang berarti "mereka menyeru Tuhan mereka" muncul 3 kali, yaitu di 6:52, 18:28, dan 32:16, dan di dua ayat pertama disertai (بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ, bi-l-ghadaati wa-l-'asyiyyi) yang berarti "pada pagi dan petang", sedangkan di 32:16 penanda waktu itu tidak ada. Terjemahan karena itu tidak menambahkan "malam".
Kata (خَوْفًا وَطَمَعًا, khawfan wa-thama'an) yang berarti "dengan rasa takut dan harap" muncul 4 kali, yaitu di 7:56, 13:12, 30:24, dan 32:16. Di 7:56, (وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا, wa-d'uuhu khawfan wa-thama'an) yang berarti "dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap", pasangan itu menyertai seruan kepada Allah, seperti di 32:16. Di 13:12 dan 30:24, (يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا, yuriikumu l-barqa khawfan wa-thama'an) yang berarti "memperlihatkan kepada kalian kilat untuk ketakutan dan harapan", pasangan yang sama menyertai kilat. Kata (خَوْفًا, khawfan) berakar خ-و-ف dan (طَمَعًا, thama'an) berakar ط-م-ع.
Kata (وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ, wa-mimmaa razaqnaahum yunfiquuna) yang berarti "dan sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada mereka, mereka infakkan" muncul 6 kali, yaitu di 2:3, 8:3, 22:35, 28:54, 32:16, dan 42:38. Kata (مِمَّا, mimmaa) tersusun dari (مِنْ, min) yang berarti "dari" dan (مَا, maa) yang berarti "apa yang", dan terjemahan 32:16 memakai "sebagian dari apa yang", sama dengan 2:3 dan 42:38. Kata kerja (رَزَقْنَاهُمْ, razaqnaahum) berakar ر-ز-ق dan memakai Kami sebagai pemberi, sedangkan (يُنْفِقُونَ, yunfiquuna) berakar ن-ف-ق dan menyebut pelakunya mereka. Rumus yang sama di 2:3, 8:3, 22:35, dan 42:38 didahului penegakan salat, di 28:54 didahului menolak keburukan dengan kebaikan, dan di 32:16 didahului menyeru Tuhan.
Tafsiran
Ayat ini menyusun tiga gerak dalam satu kalimat: lambung menjauh dari alasnya, mereka menyeru Tuhan, dan mereka menginfakkan sebagian rezeki. Gerak pertama menyangkut tubuh, gerak kedua suara, dan gerak ketiga harta. Urutan itu bergerak dari yang paling dekat dengan diri menuju yang berpindah ke tangan orang lain. Ketiganya dirangkai tanpa kata sambung di antara dua yang pertama, sehingga terbaca sebagai satu gambaran, bukan tiga tugas yang diselesaikan satu per satu.
Ayat ini melanjutkan gambaran di 32:15. Di sana orang yang diperingatkan tersungkur, bertasbih, dan tidak menyombongkan diri, dan di 32:16 pelaku yang sama, yang disebut "mereka", kini tampak melalui lambung, seruan, dan infak. Ayat 32:15 membicarakan tanggapan terhadap peringatan, dan 32:16 membicarakan keadaan yang tampak dari tubuh, suara, dan harta mereka. Waktu, jumlah yang diinfakkan, dan penerima infak tidak dicantumkan.
Kalimat ayat ini berhenti pada perbuatan, tanpa kata balasan, dan gambaran tentang apa yang disediakan bagi mereka baru tertulis di ayat berikutnya.
Ada tiga sebutan dalam ayat ini. Pelaku perbuatan disebut "mereka", pihak yang diseru disebut "Tuhan mereka" dalam bentuk orang ketiga, dan pemberi rezeki memakai "Kami" dalam bentuk orang pertama. Di 32:15 pola yang sama muncul: "tanda-tanda Kami" dan "Tuhan mereka" berada dalam satu kalimat. Pergantian dari orang ketiga ke orang pertama di tengah satu kalimat tidak dijelaskan alasannya, dan tafsir ini tidak menambahkannya. Susunan itu memperlihatkan rezeki sebagai sesuatu yang berasal dari pembicara sendiri, sebelum mereka menginfakkannya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 32:16 tidak menyebut kapan lambung menjauh dari tempat tidur dan kapan seruan itu diucapkan. Di 6:52 dan 18:28 orang yang menyeru Tuhan mereka disebut pada pagi dan petang, dan di 32:16 penanda semacam itu tidak ada. Pembaca yang membayangkan seruan ini terjadi pada satu jam tertentu menambahkan sesuatu yang tidak tertulis, sedangkan yang tertulis hanya bahwa tubuh meninggalkan tempat berbaringnya dan suara menuju Tuhan. Batas waktu semacam itu tidak dicantumkan. Pada saat apa dalam sehari pembaca mendapati tempat berbaringnya terasa terlalu nyaman untuk ditinggalkan, dan seruan apa yang tertahan di sana?
- Pasangan rasa takut dan harap di 32:16 disebut juga di 7:56 untuk seruan kepada Allah, dan di 13:12 serta 30:24 untuk kilat yang diperlihatkan kepada manusia. Kedua kata itu ditulis berdampingan tanpa kata yang mengurutkan salah satunya lebih dulu, sehingga seruan di ayat ini membawa keduanya sekaligus. Takut tanpa harap dan harap tanpa takut tidak tertulis di ayat ini. Kilat memperlihatkan dua rasa yang sama kepada orang yang melihatnya, dan seruan kepada Tuhan memperlihatkan dua rasa yang sama kepada orang yang menyeru. Dalam seruannya sendiri kepada Tuhan, rasa mana yang lebih dulu hadir pada pembaca, dan apakah rasa yang satunya ikut menyertai atau menunggu giliran?
- Ayat 32:16 memakai Kami sebagai pemberi rezeki dan mereka sebagai pelaku infak, dan yang diinfakkan disebut sebagian dari rezeki itu. Allah menyebut rezeki sebagai sesuatu yang diberikan lebih dulu, lalu infak sebagai gerak mereka atas sebagian darinya. Susunan ini menaruh asal rezeki di luar tangan yang menginfakkannya. Ayat tidak menyebut berapa bagian yang diinfakkan dan berapa yang tinggal. Pembaca yang menghitung hartanya dapat memperhatikan bahwa kata sebagian menyisakan dua bagian, yang berpindah dan yang tetap, dan bahwa yang tetap pun berasal dari pemberi yang sama. Bila yang diinfakkan hanya disebut sebagian dari yang Allah rezekikan, bagaimana pembaca menyebut bagian yang tinggal padanya?
- Bentuk lambung mereka muncul di dua ayat, yaitu 9:35 dan 32:16, dan keduanya dekat dengan harta. Di 9:34 sampai 9:35 orang yang menimbun emas dan perak serta tidak menginfakkannya di jalan Allah disebut akan disetrika dahi, lambung, dan punggungnya. Di 32:16 lambung mereka menjauh dari tempat tidur dan mereka menginfakkan sebagian rezeki. Kedua ayat berbicara tentang golongan yang berbeda dan tidak saling membandingkan. Tubuh dan harta bertemu di kedua ayat, dan bagian tubuh yang sama disebut dalam hukuman bagi yang menimbun dan dalam gambaran mereka yang menginfakkan. Harta yang tidak dikeluarkan di 9:35 kembali mengenai tubuh pemiliknya, sedangkan harta yang dikeluarkan di 32:16 tidak disebut mengenai tubuh sama sekali. Ke arah mana harta pembaca bergerak, menuju orang lain atau berkumpul di satu tempat?
- Kata lambung di 3:191 dan 4:103 dipakai untuk orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, sedangkan di 32:16 lambung itu menjauh dari tempat berbaring. Dua gambaran itu berbeda arah, dan tidak ada ayat yang menyatakan salah satunya lebih tepat. Ayat-ayat itu menyebut Allah diingat sambil berbaring dan diseru sesudah lambung menjauh dari tempat berbaring, tanpa menetapkan keadaan tubuh tertentu sebagai syarat. Pembaca dapat bertanya posisi tubuh apa yang paling sering menemaninya ketika menyebut nama Tuhan, dan apakah posisi itu pernah terasa memutuskan sesuatu.
- Kalimat 32:16 berhenti pada perbuatan: lambung menjauh, seruan kepada Tuhan, dan infak. Ayat sesudahnya baru menyebut bahwa tidak ada jiwa yang mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka. Dalam kalimat ini Allah menyebut rezeki sebagai sesuatu yang telah diberikan-Nya lebih dulu, dan perbuatan mereka muncul sesudah pemberian itu. Pembaca yang membaca ayat ini sendirian menjumpai potret tanpa hasil, dan perbuatan yang dilukiskannya tidak ditemani janji apa pun di dalam kalimatnya. Apa yang tersisa dari sebuah perbuatan baik bila kalimat yang memuatnya tidak menyebut apa yang akan datang sesudahnya?