فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Maka, tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka berupa penyejuk mata, sebagai balasan atas apa yang dahulu mereka kerjakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍfa-laa ta'lamu nafsun maa ukhfiya lahum min qurrati a'yuninmaka, tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka berupa penyejuk mata
  2. جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَjazaa'an bi-maa kaanuu ya'maluunasebagai balasan atas apa yang dahulu mereka kerjakan

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. فَلَاfa-laamaka tidak
  2. تَعْلَمُta'lamumengetahui
  3. نَفْسٌnafsunsatu jiwa
  4. مَاmaaapa yang
  5. أُخْفِيَukhfiyadisembunyikan
  6. لَهُمْlahumbagi mereka
  7. مِنْmindari
  8. قُرَّةِqurratipenyejuk
  9. أَعْيُنٍa'yuninmata
  10. جَزَاءًjazaa'anbalasan
  11. بِمَاbi-maaatas apa yang
  12. كَانُواkaanuumereka selalu
  13. يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan

Inti bacaan

Susunan (جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, jazaa'an bi-maa kaanuu ya'maluuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:17, 46:14, dan 56:24.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ, fa-laa ta'lamu nafsun) yang berarti "maka, tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui". Awalan (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambung ayat ini dengan 32:16. Kata kerja (تَعْلَمُ, ta'lamu) berakar ع-ل-م, dan (نَفْسٌ, nafsun) berakar ن-ف-س dan tidak memakai kata sandang, sehingga terjemahan memakai "tidak ada satu jiwa pun". Bentuk nafsun muncul 14 kali, yaitu di 2:48, 2:123, 2:233, 6:70, 11:105, 21:47, 31:34, 32:17, 36:54, 39:56, 59:18, 81:14, 82:5, dan 82:19. Bersama kata kerja yang menyebut pengetahuan, bentuk itu muncul di 4 ayat. Di 81:14 dan 82:5, (عَلِمَتْ نَفْسٌ, 'alimat nafsun) yang berarti "setiap jiwa akan mengetahui", jiwa mengetahui apa yang telah dikerjakannya sendiri. Di 31:34, (وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ, wa-maa tadrii nafsun) yang berarti "dan tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui", jiwa tidak mengetahui apa yang akan diusahakannya esok dan di bumi mana jiwa itu akan mati. Di 32:17 jiwa tidak mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka.

Kata (أُخْفِيَ, ukhfiya) yang berarti "disembunyikan" berakar خ-ف-ي dan berbentuk pasif, sehingga pelaku penyembunyiannya tidak disebut. Bentuk pasif ini hanya muncul di 32:17. Di 20:15, (أَكَادُ أُخْفِيهَا, akaadu ukhfiihaa) yang berarti "hampir Aku menyembunyikannya", kata kerja dari akar yang sama berbentuk aktif dengan kata ganti Aku, dan sasaran penyembunyiannya (السَّاعَةَ, s-saa'ata) yang berarti "Saat". Terjemahan 32:17 memakai "disembunyikan" tanpa menambahkan "oleh Kami" atau "oleh Allah", karena pelakunya tidak tertulis di ayat ini.

Kata (قُرَّةِ أَعْيُنٍ, qurrati a'yunin) yang berarti "penyejuk mata" tersusun dari (قُرَّةِ, qurrati) berakar ق-ر-ر dan (أَعْيُنٍ, a'yunin) yang berarti "mata-mata". Tiga bentuk dari susunan ini masing-masing muncul satu kali. Bentuk qurrati a'yunin ada di 32:17. Bentuk (قُرَّةَ أَعْيُنٍ, qurrata a'yunin) ada di 25:74, dalam doa (هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ, hab lanaa min azwaajinaa wa-dzurriyyaatinaa qurrata a'yunin) yang berarti "anugerahkanlah kepada kami dari istri-istri dan keturunan kami penyejuk mata". Bentuk (قُرَّتُ عَيْنٍ, qurratu 'aynin) ada di 28:9, diucapkan istri Firaun tentang seorang anak yang akan dipungut. Terjemahan memakai "penyejuk mata" di ketiganya. Di 32:17 isi penyejuk mata itu tidak dirinci, dan terjemahan tidak menambahkan "kenikmatan" atau "macam-macam".

Kata (جَزَاءً, jazaa'an) yang berarti "balasan" berakar ج-ز-ي. Susunan (جَزَاءً بِمَا كَانُوا, jazaa'an bi-maa kaanuu) muncul 6 kali, yaitu di 9:82, 9:95, 32:17, 41:28, 46:14, dan 56:24. Bunyi lengkapnya (جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, jazaa'an bi-maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "sebagai balasan atas apa yang dahulu mereka kerjakan" muncul 3 kali, yaitu di 32:17, 46:14, dan 56:24. Di 46:14 kalimat itu menyusul (أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا, ulaa'ika ash-haabu l-jannati khaalidiina fiihaa) yang berarti "mereka itu para penghuni taman, kekal di dalamnya". Kata jazaa'an dipakai juga untuk api di 41:28, (ذَٰلِكَ جَزَاءُ أَعْدَاءِ اللَّهِ النَّارُ, dzaalika jazaa'u a'daa'i llaahi n-naaru) yang berarti "itu balasan musuh-musuh Allah, api", sehingga kata jazaa'an dipakai untuk kedua sisi. Terjemahan memakai "balasan" di semua tempat itu.

Tafsiran

Ayat ini menjawab gambaran di 32:15 dan 32:16 dengan kalimat tentang ketidaktahuan. Sesudah tersungkur, bertasbih, lambung yang menjauh, seruan, dan infak mereka disebut, ayat ini menyebut sesuatu yang tidak diketahui satu jiwa pun. Awalan fa menyambung kedua bagian itu, sehingga ketidaktahuan terbaca sebagai sambungan dari perbuatan mereka. Kalimatnya tidak memuat isi balasan. Yang tertulis hanya bahwa isinya disembunyikan dan jenisnya penyejuk mata.

Kata jiwa di ayat ini terhubung dengan 32:13. Di sana (كُلَّ نَفْسٍ, kulla nafsin) yang berarti "setiap jiwa" menjadi satuan hitungan petunjuk bila Allah menghendaki, dan di 32:17 jiwa menjadi satuan ketidaktahuan. Jarak keduanya empat ayat. Hubungan antara petunjuk di 32:13 dan penyejuk mata di 32:17 tidak dijelaskan oleh kedua ayat itu.

Ayat 32:19 memakai penutup yang sama dengan 32:17. Penutup (بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, bi-maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "atas apa yang dahulu mereka kerjakan" tertulis di kedua ayat, tetapi 32:17 memakai (جَزَاءً, jazaa'an) yang berarti "sebagai balasan" dan 32:19 memakai (نُزُلًا, nuzulan) yang berarti "sebagai jamuan". Ayat 32:19 menyebut balasan itu taman-taman tempat tinggal, sedangkan 32:17 tidak menyebut taman. Hubungan antara penyejuk mata dan taman tidak dinyatakan oleh kedua ayat itu.

Susunan ayat ini bergerak dari yang tidak diketahui menuju yang diketahui. Ayat ini dibuka dengan sesuatu yang disembunyikan dan ditutup dengan perbuatan mereka, yang sudah tertulis di dua ayat sebelumnya. Perbuatan itu dapat dibaca langsung dari rangkaian ayat, sedangkan isi balasannya tetap tertutup.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 32:17 memakai bentuk pasif: apa yang disembunyikan bagi mereka, tanpa menyebut siapa yang menyembunyikan. Di 20:15 kata kerja dari akar yang sama dipakai dengan pelaku yang disebut, yaitu pembicara yang menyatakan bahwa Dia hampir menyembunyikan Saat, sesudah ayat sebelumnya menyebut bahwa Dialah Allah. Di 32:17 pelakunya dibiarkan tanpa nama, dan pembaca menerima kabar bahwa ada sesuatu yang disembunyikan beserta satu ungkapan tentang jenisnya. Apa yang dilakukan keingintahuan pembaca terhadap sebuah isi yang sengaja tidak diberitahukan, dan seberapa lama keingintahuan itu sanggup berhenti pada kalimat yang tidak memuat isi itu?
  • Kata jiwa yang sama dipakai di tiga ayat lain bersama kata pengetahuan: di 81:14 dan 82:5 jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya, dan di 31:34 jiwa tidak mengetahui apa yang akan diusahakannya esok. Di 32:17 jiwa tidak mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka. Dari empat ayat itu terbaca pembagian: yang sudah dikerjakan akan diketahui jiwa, sedangkan yang akan datang tidak diketahui jiwa. Hal apa yang pembaca anggap diketahuinya sendiri dengan pasti, lalu pembaca dapati termasuk dalam hal yang tidak diketahui satu jiwa pun?
  • Susunan penyejuk mata muncul di tiga tempat dengan kedudukan yang berbeda. Di 25:74 penyejuk mata dimohonkan kepada Tuhan oleh orang-orang yang berdoa, dan permohonan itu menyebut istri-istri dan keturunan. Di 28:9 istri Firaun mengucapkan susunan itu tentang seorang anak. Di 32:17 penyejuk mata disebut sebagai sesuatu yang disembunyikan bagi mereka. Dalam dua tempat pertama penyejuk mata berupa orang yang dekat dengan pembicara, dan di tempat ketiga isinya tidak dirinci. Doa di 25:74 diajukan kepada Allah sebagai permintaan, sedangkan di 32:17 Allah menyebutnya sebagai sesuatu yang tersimpan. Bila pembaca diminta menyebut apa yang menyejukkan matanya, apakah jawabannya sesuatu yang diminta, atau sesuatu yang sudah dimiliki tanpa pernah dihitung?
  • Perbuatan di 32:15 dan 32:16 dapat disebut satu per satu: tersungkur, bertasbih, lambung menjauh, menyeru, menginfakkan. Balasan di 32:17 tidak dapat disebut isinya, dan ayat itu hanya menyebut jenisnya, penyejuk mata. Perbuatan yang tertulis jelas disandingkan dengan balasan yang tertutup, dan keduanya dihubungkan dengan kata atas apa yang dahulu mereka kerjakan. Allah menyebut kerja mereka sebagai alasan, dan tidak menyebut ukuran. Pembaca dapat melihat jarak antara daftar yang jelas dan hasil yang tersembunyi itu, lalu bertanya dengan apa ia mengukur perbuatannya sendiri bila ukuran hasilnya tidak diberitahukan.
  • Ayat 32:17 menyampaikan dua hal: bahwa ada sesuatu yang disembunyikan bagi mereka, dan bahwa jenisnya penyejuk mata. Isinya tidak diberikan, dan ayat menyatakan bahwa tidak ada satu jiwa pun yang mengetahuinya. Kabar semacam itu meminta kepercayaan kepada pihak yang menyampaikannya, karena pembaca tidak dapat memeriksa isinya lebih dulu. Dalam ayat ini pihak yang berbicara adalah Allah, dan kata ganti Kami muncul di ayat-ayat sekitarnya. Apakah kabar tentang adanya sesuatu, tanpa isi, cukup untuk menggerakkan pembaca, dan apa yang menentukan cukup atau tidaknya?
  • Kata balasan di 32:17 dipakai juga untuk taman di 46:14 dan 25:15, dan untuk api di 41:28. Kata yang sama menutup uraian tentang hal yang menyenangkan dan hal yang menyakitkan, sehingga kata itu sendiri tidak memberi tahu pembaca sisi mana yang sedang dibicarakan. Isi yang mendahuluinya yang menentukan. Di 32:17 isi itu penyejuk mata yang disembunyikan, di 46:14 para penghuni taman yang kekal, dan di 41:28 api. Allah memakai satu kata untuk ketiganya. Ketika pembaca mendengar kata balasan, gambaran mana yang datang lebih dulu dalam pikirannya, taman atau api, dan apa yang membuat gambaran itu muncul lebih dulu?