أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا ۚ لَا يَسْتَوُونَ

Maka, apakah orang yang beriman sama dengan orang yang fasik? Mereka tidaklah sama.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًاa-fa-man kaana mu'minan ka-man kaana faasiqanmaka, apakah orang yang beriman sama dengan orang yang fasik
  2. لَا يَسْتَوُونَlaa yastawuunamereka tidaklah sama

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
  2. كَانَkaanaadalah
  3. مُؤْمِنًاmu'minanorang beriman
  4. كَمَنْka-manseperti orang yang
  5. كَانَkaanaadalah
  6. فَاسِقًاfaasiqanorang fasik
  7. لَاlaatidak
  8. يَسْتَوُونَyastawuunamereka sama

Inti bacaan

Perbandingan yang jelas: 'apakah orang yang beriman sama dengan orang yang fasik? Mereka tidaklah sama', perbedaan mendasar yang tidak bisa disamakan, menegaskan konsekuensi dari pilihan hidup yang berbeda.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan pemisahan mutlak antara dua jalan yang sudah digambarkan sebelumnya, bukan pertanyaan retoris tanpa jawaban, melainkan langsung ditegaskan dengan jawabannya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya lalu menjawab sendiri. Tidak dibiarkan menggantung. Dijawab di kalimat yang sama.
  • Jawabannya sependek itu: mereka tidaklah sama. Tanpa penjelasan. Tanpa perbandingan.
  • Pertanyaannya menutup dua gambaran sebelumnya. Allah meringkasnya menjadi satu tanya. Sesudah dua jalan, satu perbandingan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, a-m-n, f-s-q, s-w-y): mu'min diterjemahkan 'orang beriman' (akar '-m-n); faasiq diterjemahkan 'orang fasik' (akar f-s-q); laa yastawuun diterjemahkan 'tidak sama' (akar s-w-y). gloss '(kafir)/(Pastilah)' dibuang.