أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا ۚ لَا يَسْتَوُونَ
Maka, apakah orang yang beriman sama dengan orang yang fasik? Mereka tidaklah sama.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًاa-fa-man kaana mu'minan ka-man kaana faasiqanmaka, apakah orang yang beriman sama dengan orang yang fasik
- لَا يَسْتَوُونَlaa yastawuunamereka tidaklah sama
Terjemahan per kata (8 kata)
- أَفَمَنْa-fa-manmaka apakah orang yang
- كَانَkaanaadalah
- مُؤْمِنًاmu'minanorang beriman
- كَمَنْka-manseperti orang yang
- كَانَkaanaadalah
- فَاسِقًاfaasiqanorang fasik
- لَاlaatidak
- يَسْتَوُونَyastawuunamereka sama
Inti bacaan
Kata (فَاسِقًا, faasiqan) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:18, sedangkan bentuk kata kerjanya (فَسَقُوا, fasaquu) muncul tiga kali, yaitu di 10:33, 17:16, dan 32:20.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَفَمَنْ, a-fa-man) yang berarti "maka, apakah orang yang". Kata ini tersusun dari (أَ, a), huruf tanya, (فَ, fa) yang berarti "maka", dan (مَنْ, man) yang berarti "orang yang". Bentuk a-fa-man muncul 15 kali di 12 surah, yaitu 9:109, 10:35, 11:17, 13:19, 13:33, 16:17, 28:61, 32:18, 35:8, 39:19, 39:22, 39:24, 41:40, 47:14, dan 67:22. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 13 dan 39 memuatnya lebih dari sekali. Kata (كَمَنْ, ka-man) yang berarti "sama dengan orang yang" muncul 9 kali di 8 surah, yaitu 3:162, 6:122, 9:19, 13:19, 16:17, 28:61, 32:18, 47:14, dan 47:15. Kedua kata itu berada dalam satu ayat di lima tempat, yaitu 13:19, 16:17, 28:61, 32:18, dan 47:14, dan tiap kali ayatnya membandingkan dua pihak. Di 47:14 pihak kedua diuraikan panjang: (كَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ, ka-man zuyyina lahu suu'u 'amalihi wa-ttaba'uu ahwaa'ahum) yang berarti "sama dengan orang yang keburukan amalnya dijadikan terasa indah baginya, dan mereka mengikuti hawa nafsu mereka". Di 32:18 tiap pihak disebut dengan satu kata.
Kata (كَانَ, kaana) muncul dua kali di ayat ini, sesudah a-fa-man dan sesudah ka-man. Di 6:122, (أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ, a-wa-man kaana maytan fa-ahyaynaahu) yang berarti "apakah orang yang tadinya mati lalu Kami hidupkan", kaana diterjemahkan "tadinya" karena kata kerja sesudahnya menyebut menghidupkan. Di 47:14, (أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ, a-fa-man kaana 'alaa bayyinatin min rabbihi) yang berarti "apakah orang yang berada di atas bukti nyata dari Tuhannya", kaana diterjemahkan "berada". Di 32:18 tidak ada kata kerja atau penanda waktu semacam yang ada di 6:122, sehingga kaana tidak diterjemahkan "dahulu" atau "tadinya" dan hanya menyambung orang itu dengan keadaannya.
Kata (مُؤْمِنًا, mu'minan) yang berarti "orang yang beriman" berakar ا-م-ن dan muncul 6 kali, yaitu di 4:92, 4:93, 4:94, 20:75, 32:18, dan 71:28. Di 20:75, (وَمَنْ يَأْتِهِ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ, wa-man ya'tihi mu'minan qad 'amila sh-shaalihaati) yang berarti "siapa yang datang kepada-Nya dalam keadaan beriman dan telah beramal saleh", kata mu'minan disertai amal saleh di kalimat yang sama. Di 32:18 kata itu berdiri sendiri, dan gambaran amalnya ada di 32:15 sampai 32:17.
Kata (فَاسِقًا, faasiqan) yang berarti "orang yang fasik" berakar ف-س-ق dan hanya muncul di 32:18. Kata kerja dari akar yang sama, (فَسَقُوا, fasaquu) yang berarti "mereka berbuat fasik", muncul 3 kali, yaitu di 10:33, 17:16, dan 32:20. Di 10:33, (حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوا أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ, haqqat kalimatu rabbika 'alaa lladziina fasaquu annahum laa yu'minuuna) yang berarti "telah pasti kalimat Tuhanmu atas orang-orang yang berbuat fasik, bahwa sesungguhnya mereka tidak beriman", orang yang berbuat fasik disebut sebagai orang yang tidak beriman. Di 17:16, (فَفَسَقُوا فِيهَا, fa-fasaquu fiihaa) yang berarti "lalu mereka berbuat fasik di dalamnya", perbuatan itu terjadi sesudah mereka diperintah. Terjemahan memakai "fasik" di semua tempat itu.
Kata (لَا يَسْتَوُونَ, laa yastawuuna) yang berarti "mereka tidaklah sama" tersusun dari (لَا, laa) yang berarti "tidak" dan (يَسْتَوُونَ, yastawuuna), kata kerja bentuk jamak dari akar س-و-ي. Bentuk yastawuuna muncul 3 kali, yaitu di 9:19, 16:75, dan 32:18. Di 9:19 bunyinya (لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ, laa yastawuuna 'inda llaahi) yang berarti "mereka tidak sama di hadapan Allah", dan di 16:75 (هَلْ يَسْتَوُونَ, hal yastawuuna) yang berarti "apakah mereka itu sama?". Pada ketiganya yang dibandingkan dua pihak sedangkan kata kerjanya berbentuk jamak. Di 32:18 tidak ada keterangan tempat seperti di 9:19, sehingga penolakan kesamaan itu berdiri tanpa tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menyatukan gambaran di 32:15 sampai 32:17 dalam satu pertanyaan, lalu menjawabnya di kalimat yang sama. Pertanyaannya memakai dua sebutan, yaitu orang yang beriman dan orang yang fasik, dan jawabannya menolak kesamaan keduanya. Di antara lima ayat yang memuat a-fa-man dan ka-man bersama, kalimat jawab di dalam ayat tertulis di 32:18 saja. Ayat 47:14 berakhir pada pertanyaan, 28:61 berakhir pada pertanyaan, 16:17 disusul pertanyaan lain, dan 13:19 disusul kalimat tentang orang yang mengambil pelajaran.
Ayat ini berada di tengah satu rangkaian. Sebelum ayat ini, 32:15 sampai 32:17 memuat gambaran orang yang beriman: tersungkur, bertasbih, tidak menyombongkan diri, lambung menjauh, menyeru, menginfakkan, dan apa yang disembunyikan bagi mereka. Sesudah ayat ini, 32:19 dan 32:20 memuat dua golongan dengan kata (أَمَّا, ammaa) yang berarti "adapun", yaitu mereka yang beriman dan beramal saleh serta mereka yang fasik. Ayat 32:18 menyambung kedua bagian itu dengan pengumuman bahwa kedua golongan tidak sama sebelum balasan masing-masing diuraikan.
Kriteria kedua sebutan itu tidak ditulis di ayat ini. Sebutan orang yang beriman terisi oleh gambaran di 32:15 sampai 32:17 dan oleh (آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "beriman dan mengerjakan amal-amal saleh" di 32:19. Sebutan orang yang fasik terisi oleh (فَسَقُوا, fasaquu) di 32:20, bersama azab yang dahulu mereka dustakan. Jarak antara pertanyaan dan pengisian kriteria itu pendek, hanya dua ayat, sehingga pembaca tidak menunggu lama untuk mengetahui arti kedua sebutan.
Bagi alur surah, 32:18 dapat dibaca menutup rangkaian yang dimulai pada 32:13, yaitu kehendak dan perkataan Allah, perintah rasakanlah, dan gambaran orang yang beriman. Ayat 32:21 sesudahnya beralih ke azab yang dekat.
Renungan dan Hikmah
- Di antara lima ayat yang membandingkan dua pihak dengan kata sama, jawabannya tertulis di dalam ayat pada 32:18 saja: mereka tidaklah sama. Di 47:14 dan 28:61 pertanyaan dibiarkan terbuka, dan di 16:17 serta 13:19 pembaca diajak mengambil pelajaran sesudah pertanyaan. Allah menutup pertanyaan di 32:18 tanpa menunggu pembaca menjawab, sehingga pembaca tidak dititipi pekerjaan untuk menyimpulkan. Yang tersisa bagi pembaca adalah memeriksa di sisi mana gambaran 32:15 sampai 32:17 menemuinya. Bila jawabannya sudah diberikan sebelum pembaca sempat menebak, apa yang tersisa dari kebiasaan menimbang dua jalan seakan-akan keduanya masih sama?
- Ayat 32:18 menyebut dua golongan dengan satu kata masing-masing, dan isi kata itu ada di ayat-ayat sekitarnya. Orang yang beriman terisi oleh tersungkur, bertasbih, dan menginfakkan di 32:15 dan 32:16, dan oleh beriman serta mengerjakan amal saleh di 32:19. Di 20:75 kata orang yang beriman juga disertai amal saleh dalam satu kalimat. Orang yang fasik terisi oleh perbuatan fasik di 32:20. Sebutan yang pendek dengan demikian membawa gambaran yang panjang, dan pembaca yang memakai kata beriman untuk dirinya meminjam seluruh gambaran itu sekaligus. Bila sebutan itu harus diisi dengan daftar seperti di 32:15 sampai 32:17, apa yang tertulis di daftar milik pembaca sendiri?
- Kata kerja yang menyambung orang dengan keadaannya di 32:18 tidak membawa kata waktu. Di 6:122 kata kerja yang sama menyebut orang yang tadinya mati lalu dihidupkan, dan penanda perubahan itu tertulis. Di 32:18 penanda perubahan tidak ada, sehingga kedua sebutan itu terbaca sebagai keadaan tanpa gambaran perjalanan. Ayat ini juga tidak menyebut seorang pun dengan nama. Sebutan beriman dan fasik diberikan kepada jenis orang, dan ayat tidak menempelkannya pada orang tertentu yang dikenal pembaca. Orang yang membaca ayat ini dapat menahan diri dari menunjuk seseorang dengan salah satu sebutan itu, karena yang dibicarakan Tuhan di sini dua golongan. Apa yang terjadi pada cara pembaca memandang orang di sekitarnya bila kedua sebutan itu hanya dipakainya untuk jenis, tidak untuk orang?
- Kata kerja tidak sama dalam bentuk jamak muncul di tiga ayat: 9:19, 16:75, dan 32:18. Di 9:19 yang dibandingkan pemberian minuman dan peramaian Masjidilharam dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, lalu penolakan kesamaan itu ditutup keterangan di hadapan Allah. Di 16:75 yang dibandingkan seorang hamba yang dimiliki dengan orang yang diberi rezeki lalu menginfakkannya, dan kalimatnya berbentuk pertanyaan. Di 32:18 yang dibandingkan orang yang beriman dengan orang yang fasik, dan kalimatnya langsung menolak kesamaan. Tiga perbandingan itu membicarakan hal yang berbeda, dan tidak ada ayat yang menyamakannya satu sama lain. Pembaca dapat membaca ketiganya berdampingan sebagai tiga cara Al-Qur'an menyatakan perbedaan: dengan keterangan, dengan pertanyaan, dan dengan penolakan langsung. Perbandingan mana di antara ketiganya yang paling dekat dengan sesuatu yang sedang dipilih pembaca saat ini?
- Di 10:33 orang yang berbuat fasik disebut sebagai orang yang tidak beriman, dalam satu kalimat dengan kalimat Tuhanmu yang telah pasti. Di 32:18 dua sebutan itu diletakkan berhadapan, orang yang beriman dan orang yang fasik, tanpa kata yang menengahi keduanya. Kolom ketiga untuk keadaan di antara keduanya tidak tertulis di ayat ini. Pembaca yang terbiasa membayangkan keadaan di tengah, misalnya setengah beriman atau belum memutuskan, tidak menemukan kolom itu dalam ayat. Ayat tidak menyatakan bahwa keadaan semacam itu tidak ada, dan hanya tidak memuatnya dalam pertanyaan ini. Dalam sebuah ayat yang menyediakan dua kolom, di kolom mana pembaca menaruh dirinya, dan apa yang mengisi kolom itu?
- Ayat 32:18 menyatakan perbedaan dua golongan lebih dulu, sedangkan balasan masing-masing baru diuraikan di 32:19 dan 32:20. Perbedaan itu dinyatakan sebagai kenyataan sebelum akibatnya dirinci. Bila urutannya dibalik, pembaca akan menerima daftar balasan lebih dulu lalu menyimpulkan perbedaannya sendiri. Urutan di ayat ini menaruh pernyataan di depan rincian, dan pembaca membaca balasan sebagai penjelasan atas perbedaan yang sudah diumumkan. Allah juga tidak menyebut balasan di dalam ayat ini sama sekali. Apa yang berubah pada cara pembaca membaca sebuah janji bila perbedaan antara dua jalan diumumkan lebih dulu daripada akibatnya?