أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka taman-taman tempat tinggal, sebagai jamuan atas apa yang dahulu mereka kerjakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِammaa lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaatiadapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh
  2. فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَfa-lahum jannaatu l-ma'waa nuzulan bi-maa kaanuu ya'maluunamaka bagi mereka taman-taman tempat tinggal, sebagai jamuan atas apa yang dahulu mereka kerjakan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. أَمَّاammaaadapun
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. آمَنُواaamanuuberiman
  4. وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
  5. الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
  6. فَلَهُمْfa-lahummaka bagi mereka
  7. جَنَّاتُjannaatutaman-taman
  8. الْمَأْوَىٰl-ma'waatempat tinggal
  9. نُزُلًاnuzulanjamuan
  10. بِمَاbi-maaatas apa yang
  11. كَانُواkaanuumereka selalu
  12. يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan

Inti bacaan

Kata (نُزُلًا, nuzulan) muncul enam kali di Al-Qur'an (3:198, 18:102, 18:107, 32:19, 37:62, 41:32), dan hanya di 32:19 kata itu disusul (بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, bi-maa kaanuu ya'maluuna).

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pembuka (أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, ammaa lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh" muncul persis sama di lima ayat, yaitu 3:57, 4:173, 30:15, 32:19, dan 45:30. Keempat ayat yang lain menyambungnya dengan balasan yang berbeda-beda. Di 3:57 sambungannya (فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ, fa-yuwaffiihim ujuurahum) yang berarti "maka Dia akan memberi mereka pahala mereka dengan sempurna", di 4:173 pahala itu disusul (وَيَزِيدُهُمْ مِنْ فَضْلِهِ, wa-yaziiduhum min fadhlihi) yang berarti "dan menambah mereka sebagian dari karunia-Nya", di 30:15 sambungannya (فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ, fa-hum fii rawdhatin yuhbaruuna) yang berarti "maka mereka dibahagiakan di dalam taman", dan di 45:30 (فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ, fa-yudkhiluhum rabbuhum fii rahmatihi) yang berarti "maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya". Di 32:19 sambungannya (فَلَهُمْ جَنَّاتُ, fa-lahum jannaatu) yang berarti "maka bagi mereka taman-taman" memakai huruf yang menyatakan kepemilikan, dan susunan itu hanya muncul di ayat ini. Kata amal dalam terjemahan datang dari kata kerja (عَمِلُوا, 'amiluu) yang berarti "mengerjakan", sedangkan kata bendanya (الصَّالِحَاتِ, sh-shaalihaati) berakar ص-ل-ح dan sendirian hanya berarti "hal-hal yang saleh".

Kata (الْمَأْوَىٰ, l-ma'waa) yang berarti "tempat tinggal" berakar أ-و-ي. Kata kerja dari akar ini menyebut orang yang berlindung atau ditempatkan di dekat seseorang: (إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ, idz awaa l-fityatu ilaa l-kahfi) di 18:10 berarti "ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua", dan (آوَىٰ إِلَيْهِ أَخَاهُ, aawaa ilayhi akhaahu) di 12:69 berarti "ia merangkul saudaranya mendekat". Bentuk ma'waa muncul di dua puluh dua ayat. Tiga ayat menyebut taman, yaitu 32:19, 53:15, dan 79:41, sedangkan sembilan belas ayat lain menyebut api: 3:151, 3:162, 3:197, 4:97, 4:121, 5:72, 8:16, 9:73, 9:95, 10:8, 13:18, 17:97, 24:57, 29:25, 32:20, 45:34, 57:15, 66:9, dan 79:39. Dari dua puluh dua ayat itu, pasangan yang berurutan hanya 32:19 dan 32:20. Susunan jamak (جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ, jannaatu l-ma'waa) yang berarti "taman-taman tempat tinggal" hanya ada di 32:19. Di 53:15 bentuknya tunggal, (جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ, jannatu l-ma'waa), dan di 79:41 (فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ, fa-inna l-jannata hiya l-ma'waa) berarti "maka sesungguhnya taman menjadi tempat tinggal". Terjemahan memakai "tempat tinggal" untuk semua kemunculan, termasuk api di 32:20. Gambaran tempat kembali disimpan untuk kata lain: di 66:9 (وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ, wa-ma'waahum jahannamu) yang berarti "dan tempat tinggal mereka Jahanam" disusul (وَبِئْسَ الْمَصِيرُ, wa-bi'sa l-mashiiru) yang berarti "dan seburuk-buruk tempat kembali", sehingga kedua kata hadir berdampingan.

Kata (نُزُلًا, nuzulan) yang berarti "jamuan" berakar ن-ز-ل dan tanpa kata sandang. Kata ini muncul enam kali di lima surah, yaitu 3:198, 18:102, 18:107, 32:19, 37:62, dan 41:32. Di 3:198 (نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ, nuzulan min 'indi llaahi) berarti "sebagai jamuan dari sisi Allah", di 41:32 (نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ, nuzulan min ghafuurin rahiimin) berarti "sebagai jamuan dari yang pengampun lagi pengasih", dan di 18:107 (كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا, kaanat lahum jannaatu l-firdawsi nuzulan) berarti "bagi mereka taman Firdaus sebagai jamuan". Dua kemunculan lain terdapat dalam kalimat tentang api. Di 18:102 (إِنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلًا, innaa a'tadnaa jahannama li-l-kaafiriina nuzulan) berarti "sesungguhnya Kami sediakan Jahanam bagi orang-orang kafir sebagai jamuan", dan di 37:62 (أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ, a-dzaalika khayrun nuzulan am syajaratu z-zaqquumi) berarti "apakah itu lebih baik sebagai jamuan, ataukah pohon zaqqum". Kata ini bersama pembuka (وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, wa-'amiluu sh-shaalihaati) hanya muncul di 18:107 dan 32:19. Terjemahan memakai "jamuan" yang sama di keenam ayat itu, dan tidak memakai "balasan", karena kata Arab untuk balasan, (جَزَاءً, jazaa'an), dipakai di 32:17 dan bukan di sini.

Penutup (بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, bi-maa kaanuu ya'maluuna) yang berarti "atas apa yang dahulu mereka kerjakan" muncul sepuluh kali di delapan surah, yaitu 6:108, 6:127, 12:69, 24:24, 26:112, 32:17, 32:19, 41:20, 46:14, dan 56:24. Tiga di antaranya, yaitu 32:17, 46:14, dan 56:24, mengikuti kata (جَزَاءً, jazaa'an) yang berarti "sebagai balasan". Di 32:17 rangkaian lengkapnya (جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, jazaa'an bi-maa kaanuu ya'maluuna) berarti "sebagai balasan atas apa yang dahulu mereka kerjakan". Dua ayat yang terpisah satu ayat, yaitu 32:17 dan 32:19, ditutup dengan kata-kata yang sama, sedangkan kata sebelum penutup itu berganti dari jazaa'an ke nuzulan. Susunan nuzulan bi-maa hanya ada di 32:19. Frasa penutup itu juga tidak selalu berbicara tentang balasan. Di 12:69 (فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ, fa-laa tabta'is bi-maa kaanuu ya'maluuna) berarti "maka janganlah engkau bersedih atas apa yang mereka kerjakan", dan frasa itu berada dalam ucapan seorang saudara kepada saudaranya. Kata kerja akar ع-م-ل dalam 32:19 hadir dua kali: bentuk selesai (عَمِلُوا, 'amiluu) di awal, dan bentuk sedang berlangsung (يَعْمَلُونَ, ya'maluuna) di ujung, didahului (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka dahulu".

Tafsiran

Pertanyaan di 32:18, (أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا, a-fa-man kaana mu'minan ka-man kaana faasiqan) yang berarti "maka, apakah orang yang beriman sama dengan orang yang fasik", memakai satu orang di tiap sisi, sedangkan jawabannya (لَا يَسْتَوُونَ, laa yastawuuna) yang berarti "mereka tidaklah sama" memakai bentuk jamak. Ayat 32:19 dan 32:20 lalu memerinci jawaban itu dalam dua kalimat yang sejajar, satu dibuka (أَمَّا, ammaa) dan satu dibuka (وَأَمَّا, wa-ammaa). Pembaca menerima dua kelompok dalam dua ayat yang berurutan, dan 32:19 memegang kelompok pertama.

Orang beriman sudah dilukiskan lewat perbuatannya di ayat-ayat sebelumnya, dan kelompok di 32:19 dapat dibaca sama dengan kelompok itu. Di 32:15 mereka tersungkur dalam keadaan tunduk ketika diperingatkan dengan tanda-tanda Kami dan bertasbih memuji Tuhan mereka, dan di 32:16 lambung mereka menjauh dari tempat tidur, mereka menyeru Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap, serta menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan. Penutup 32:19 dapat dibaca merujuk pekerjaan-pekerjaan itu, tetapi ayat ini sendiri tidak merincinya.

Ayat 32:17 menyebut sesuatu yang disembunyikan bagi mereka, (قُرَّةِ أَعْيُنٍ, qurrati a'yunin) yang berarti "penyejuk mata", dan tidak menyebut wujudnya. Ayat 32:19 menyebut tempat tinggal dan jamuan. Teksnya tidak menyatakan bahwa taman-taman itu sama dengan penyejuk mata yang disembunyikan, juga tidak menyatakan keduanya berbeda, sehingga hubungan keduanya tetap terbuka.

Dua ayat pasangan itu juga memakai satu kata yang sama di dua sisi. Di 32:19 ma'waa menjadi nama taman, dan di 32:20 menjadi milik orang fasik: (فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ, fa-ma'waahumu n-naaru) yang berarti "maka tempat tinggal mereka adalah api". Dengan begitu pertanyaan tentang tempat tinggal akhir seseorang dijawab dengan dua alamat berlawanan dalam kata yang sama, dan alamat pertama disampaikan sebagai jamuan. Dengan kata jamuan, mereka yang datang tergambar sebagai tamu yang disambut, sedangkan pekerjaan mereka tetap disebut di ujung kalimat. Sesudah pasangan ini, 32:21 beralih ke peringatan dengan kata Kami, yang memulai bagian tentang azab yang lebih dekat.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 32:19 menyebut taman itu jamuan, sedangkan 32:17 memakai kata balasan untuk hal yang disembunyikan. Di 3:198 jamuan itu datang dari sisi Allah, dan di 41:32 dari yang pengampun lagi pengasih, sehingga di dua ayat itu kata jamuan punya tuan rumah yang disebut namanya. Ayat 32:19 sendiri tidak menyebut siapa yang menjamu. Dengan kata itu orang yang beriman dan beramal saleh tergambar sebagai tamu yang disambut, sementara catatan pekerjaan mereka tetap tertulis di ujung ayat. Orang yang pernah menjamu dapat bertanya, apa yang membuat seorang tamu pantas disambut di rumahnya, dan apakah daftar pekerjaan di ujung ayat ini lebih dekat pada undangan atau pada tagihan?
  • Kata tempat tinggal dipakai di 32:19 untuk taman dan di 32:20 untuk api, padahal akar kata kerjanya menyebut orang yang berlindung ke gua atau didekatkan kepada saudaranya. Dua ayat yang berurutan menjawab pertanyaan tentang tempat tinggal dengan dua nama saja, dan tidak ada tempat ketiga di antaranya. Pembaca yang menyusuri keduanya sekaligus melihat satu sebutan untuk tempat berlindung dipakai bagi dua keadaan yang berlawanan, sehingga perbedaan keduanya tidak terletak pada kata itu sendiri. Orang dapat bertanya, tempat mana dalam hidupnya yang kini dianggap sebagai tempat berlindung, dan pekerjaan apa yang sedang membangunnya?
  • Di 32:16 pekerjaan orang yang sama digambarkan lewat lambung yang menjauh dari tempat tidur, seruan kepada Tuhan mereka dengan takut dan harap, dan sebagian rezeki yang diinfakkan. Tidak satu pun diberi angka atau ukuran tertentu. Ayat 32:19 menamai semuanya dengan satu frasa, apa yang dahulu mereka kerjakan, dan kata kerjanya hadir dua kali di ayat itu, di awal dan di ujung. Bila frasa itu merujuk pekerjaan di 32:16, mereka yang dijamu mengerjakan hal-hal yang ditulis tanpa ukuran: menjauh dari tempat tidur, menyeru, dan menginfakkan. Pembaca dapat bertanya, pekerjaan mana dalam seminggu terakhir yang masuk ke daftar itu bila yang dihitung adalah menjauh dari tempat tidur untuk menyeru Tuhannya?
  • Ayat 32:17 dan 32:19 berjarak satu ayat dan menutup kalimat dengan kata-kata yang sama, atas apa yang dahulu mereka kerjakan. Kata sebelumnya berganti dari balasan menjadi jamuan, dan ayatnya tidak menyatakan ada dua pemberian, juga tidak menyatakan keduanya satu. Satu pembacaan yang bisa dicoba, tanpa dipaksakan, ialah bahwa pekerjaan yang sama disebut dengan dua kata menurut arah pandangnya: balasan bila dilihat dari yang bekerja, jamuan bila dilihat dari yang menyambut. Pembaca dapat menimbang, bila satu pekerjaan memang bisa disebut dengan dua kata, kata mana yang lebih sering dipakainya ketika memikirkan hasil kerjanya sendiri?
  • Orang-orang berdosa di 32:12 berkata di hadapan Tuhan mereka, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami, niscaya kami akan beramal saleh. Di 32:19 orang beriman dan beramal saleh disebut sudah mengerjakannya dahulu. Dua ayat itu berbeda konteksnya, yang pertama ucapan sesudah penglihatan dan yang kedua pernyataan tentang kelompok lain, sehingga keduanya tidak disamakan. Perbedaan waktunya tetap terlihat di teks: amal saleh yang pertama baru diminta sesudah melihat, yang kedua sudah ada dalam kata kerja lampau di awal ayat. Pembaca dapat bertanya, apa yang menggerakkan pekerjaan yang tidak menunggu penglihatan itu?
  • Dua ayat lain dengan pembuka yang sama menyebut pelaku pemberiannya: Dia di 3:57 dan Tuhan mereka di 45:30. Ayat 32:19 tidak memakai kata kerja untuk pemberian dan hanya menulis bagi mereka taman-taman, sehingga pembaca berhadapan dengan isi janji lebih dulu daripada dengan siapa yang menepatinya. Ayat sekitarnya menyebut Tuhan mereka sebagai pihak yang diseru di 32:16, tetapi 32:19 sendiri tidak menyatakan siapa yang memberi. Orang dapat bertanya, bagaimana sebuah janji terbaca ketika yang pertama didengar adalah tamannya, dan apakah pembaca mengingat siapa yang menjanjikannya?