وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۖ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ
Dan adapun orang-orang yang fasik, maka tempat tinggal mereka adalah api. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan ke dalamnya, dan dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah azab api yang dahulu kalian dustakan.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُwa-ammaa lladziina fasaquu fa-ma'waahumu n-naarudan adapun orang-orang yang fasik, maka tempat tinggal mereka adalah api
- كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَاkullamaa araaduu an yakhrujuu minhaa u'iiduu fiihaasetiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan ke dalamnya
- وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَwa-qiila lahum dzuuquu 'adzaaba n-naari lladzii kuntum bihi tukadzdzibuunadan dikatakan kepada mereka, rasakanlah azab api yang dahulu kalian dustakan
Terjemahan per kata (21 kata)
- وَأَمَّاwa-ammaadan adapun
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- فَسَقُواfasaquuberbuat fasik
- فَمَأْوَاهُمُfa-ma'waahumumaka tempat tinggal mereka
- النَّارُn-naaruapi
- كُلَّمَاkullamaasetiap kali
- أَرَادُواaraaduumereka menghendaki
- أَنْanuntuk
- يَخْرُجُواyakhrujuumereka keluar
- مِنْهَاminhaadarinya
- أُعِيدُواu'iiduumereka dikembalikan
- فِيهَاfiihaake dalamnya
- وَقِيلَwa-qiiladan dikatakan
- لَهُمْlahumkepada mereka
- ذُوقُواdzuuquurasakanlah kalian
- عَذَابَ'adzaabaazab
- النَّارِn-naariapi
- الَّذِيlladziiyang
- كُنْتُمْkuntumkalian dahulu
- بِهِbihipadanya
- تُكَذِّبُونَtukadzdzibuunakalian mendustakan
Inti bacaan
Bentuk pasif (أُعِيدُوا, u'iiduu) muncul dua kali di Al-Qur'an (22:22, 32:20), dan hanya di 32:20 ia tidak didahului sebab apa pun.
Penjelasan pilihan kata
Kalimat (وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا, wa-ammaa lladziina fasaquu) yang berarti "dan adapun orang-orang yang fasik" memakai kata kerja bentuk selesai, sama seperti (آمَنُوا, aamanuu) di 32:19. Bentuk persis (فَسَقُوا, fasaquu) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 10:33, 17:16, dan 32:20. Di 10:33 (عَلَى الَّذِينَ فَسَقُوا, 'alaa lladziina fasaquu) berarti "atas orang-orang yang berbuat fasik", dan di 17:16 (فَفَسَقُوا فِيهَا, fa-fasaquu fiihaa) berarti "lalu mereka berbuat fasik di dalamnya". Dalam surah yang sama, 32:18 memuat bentuk kata benda (فَاسِقًا, faasiqan) yang berarti "orang yang fasik", dan bentuk itu tidak muncul di ayat lain mana pun. Ayat 32:18 menamai kelompok itu dengan kata benda, sedangkan 32:20 menamainya dengan kata kerja yang menyatakan apa yang sudah mereka lakukan.
Kalimat (فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ, fa-ma'waahumu n-naaru) yang berarti "maka tempat tinggal mereka adalah api" memakai kata yang sama dengan (الْمَأْوَىٰ, l-ma'waa) di 32:19, tetapi di sini kata itu menjadi milik mereka, dengan akhiran -hum yang berarti "mereka". Susunan (مَأْوَاهُمُ النَّارُ, ma'waahumu n-naaru) muncul empat kali di empat surah, yaitu 3:151, 10:8, 24:57, dan 32:20. Di 10:8 (أُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمُ النَّارُ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ, ulaa'ika ma'waahumu n-naaru bi-maa kaanuu yaksibuuna) kalimat itu ditutup dengan "karena apa yang mereka usahakan", dan di 3:151 serta 24:57 ditutup dengan penilaian atas tempat itu. Di 32:20 kalimat yang sama tidak berhenti, sebab disusul (كُلَّمَا, kullamaa) yang berarti "setiap kali". Terjemahan memakai "tempat tinggal" di semua kemunculan itu, sesuai pilihan untuk 32:19.
Rangkaian (كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا, kullamaa araaduu an yakhrujuu minhaa) yang berarti "setiap kali mereka hendak keluar darinya" muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu 22:22 dan 32:20. Di 22:22 antara kata keluar dan kata dikembalikan terselip (مِنْ غَمٍّ, min ghammin) yang berarti "karena derita", dan di 32:20 selipan itu tidak ada. Di 5:37 (يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا, yuriiduuna an yakhrujuu mina n-naari wa-maa hum bi-khaarijiina minhaa) keinginan yang sama dinyatakan datar, berarti "mereka ingin keluar dari api, tetapi mereka tidak akan keluar darinya". Kata kerja (أَرَادُوا, araaduu) yang berarti "mereka hendak" berakar ر-و-د, dan terjemahan memakai "hendak" untuk keinginan yang mendahului gerak keluar itu.
Kata (أُعِيدُوا, u'iiduu) yang berarti "mereka dikembalikan" berakar ع-و-د dan berbentuk pasif, sehingga pelakunya tidak disebut. Bentuk pasif ini hanya muncul di 22:22 dan 32:20. Bentuk aktifnya menyebut pelaku: di 20:55 (وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ, wa-fiihaa nu'iidukum) berarti "dan kepadanya Kami mengembalikan kalian", dan di 71:18 (ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا, tsumma yu'iidukum fiihaa) berarti "kemudian Dia mengembalikan kalian ke dalamnya". Kedua ayat itu berbicara tentang bumi, jadi pelaku di dalamnya tidak dipindahkan ke 32:20. Terjemahan 32:20 memakai "dikembalikan ke dalamnya" tanpa menambahkan pelaku.
Kata kerja pasif kedua di ayat ini ialah (وَقِيلَ لَهُمْ, wa-qiila lahum) yang berarti "dan dikatakan kepada mereka". Susunan itu muncul tiga kali, yaitu 3:167, 26:92, dan 32:20, dan tidak satu pun menyebut pembicaranya. Isi ucapannya (ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ, dzuuquu 'adzaaba n-naari) yang berarti "rasakanlah azab api" juga ada di 34:42, tetapi di sana (وَنَقُولُ, wa-naquulu) yang berarti "dan Kami berkata" menyebut pembicaranya. Penutupnya (الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ, lladzii kuntum bihi tukadzdzibuuna) yang berarti "yang dahulu kalian dustakan" muncul tiga kali, yaitu 32:20, 37:21, dan 83:17. Di 37:21 ucapan itu menunjuk (يَوْمُ الْفَصْلِ, yawmu l-fashli) yang berarti "hari keputusan", di 83:17 menunjuk (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" tanpa nama, dan di 32:20 menunjuk azab api. Kata kerja (تُكَذِّبُونَ, tukadzdzibuuna) berbentuk kedua dan berarti "mendustakan", yaitu menolak kebenaran yang datang dari pihak lain. Bentuk yang sama muncul sembilan kali, yaitu 23:105, 32:20, 34:42, 37:21, 52:14, 56:82, 77:29, 82:9, dan 83:17. Ujung 32:19 dan ujung 32:20 memakai kata kerja yang berbeda: (يَعْمَلُونَ, ya'maluuna) yang berarti "mereka kerjakan" di ayat pertama, dan tukadzdzibuuna di ayat kedua.
Tafsiran
Gambaran di 32:20 berjalan dalam tiga langkah. Langkah pertama menyebut alamat, (فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ, fa-ma'waahumu n-naaru), yang menjawab pertanyaan 32:18 untuk kelompok kedua. Langkah kedua menyebut gerak yang berulang, (كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا, kullamaa araaduu an yakhrujuu minhaa u'iiduu fiihaa) yang berarti "setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan ke dalamnya", dan langkah ketiga menyebut ucapan yang menutup ayat. Ketiganya disusun berurutan tanpa jeda penjelasan.
Sudut pandang ayat bergeser di ujungnya. Ayat 32:19 seluruhnya berbicara tentang mereka. Ayat 32:20 mulai dengan cara yang sama, tetapi ucapan terakhirnya ditujukan langsung kepada pihak kedua, (كُنْتُمْ, kuntum) yang berarti "kalian dahulu". Pembaca yang semula mendengar tentang mereka kini mendengar kata-kata yang diarahkan kepada mereka.
Dua kata kerja pasif, dikembalikan dan dikatakan, ada dalam satu ayat tanpa menyebut pelaku. Di 34:42 pembicara ucapan yang sama disebut Kami, dan 32:21 sesudah ayat ini kembali memakai kata Kami untuk pelaku, (وَلَنُذِيقَنَّهُمْ, wa-la-nudziiqannahum). Rangkaian ayat dengan demikian bergantian antara bentuk yang menyebut pelaku dan bentuk yang hanya menyebut apa yang dialami. Ayat 32:20 berada di sisi yang kedua.
Gerak yang digambarkan hanya dua, hendak keluar lalu dikembalikan, dan ayat tidak menyebut berapa kali pengulangan itu atau apakah ada akhirnya. Di 32:14 azab disebut dengan kata (الْخُلْدِ, l-khuldi) yang berarti "yang kekal", sehingga pembaca 32:20 dapat membaca pengulangan itu bersama keterangan di ayat sebelumnya. Keinginan keluar di 22:22 diberi sebab dan di 5:37 disusul pernyataan tidak akan keluar. Ayat 32:20 mengambil bentuk yang paling ringkas dari ketiganya: ada keinginan, ada pengembalian, dan sebabnya tidak dicatat.
Ucapan itu ditutup dengan tukadzdzibuuna, dasar yang berbeda dari 32:19. Ayat 32:19 menutup dengan apa yang dahulu mereka kerjakan, sedangkan 32:20 menutup dengan apa yang dahulu mereka dustakan. Di 32:14 azab juga dikaitkan dengan apa yang dahulu mereka kerjakan, jadi dua penutup yang berbeda itu tidak dibaca sebagai dua aturan yang terpisah.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja dikembalikan dan dikatakan hadir di 32:20 tanpa pelaku, sehingga orang-orang itu tergambar menerima gerak dan ucapan tanpa disebut siapa yang menggerakkan dan siapa yang berbicara. Di 71:18 kata kerja yang sama dalam bentuk aktif memakai kata Dia, yang di ayat sebelumnya ditulis sebagai Allah, dan di 34:42 pembicara ucapan serupa disebut Kami. Ayat 32:20 sendiri tidak menamai pelakunya, dan ayat-ayat itu berbicara tentang bumi dan tentang kaum yang lain, sehingga keduanya tidak dipindahkan ke sini. Pembaca mendapati keadaan pihak yang menerima: hendak keluar, dikembalikan, lalu diajak bicara. Orang dapat bertanya, bagaimana sebuah ucapan terdengar bila yang tertulis hanya ucapannya, dan bagaimana bila pembicaranya ikut disebut seperti di 34:42?
- Di 22:22 keinginan untuk keluar diberi sebab, yaitu derita, sedangkan 32:20 mencatat keinginan itu dengan kata kerja hendak dan berhenti di situ. Di 5:37 keinginan yang sama disusul pernyataan bahwa mereka tidak akan keluar. Tiga ayat itu memperlihatkan tiga potongan dari keadaan yang serupa, dan tak satu pun menyebut apakah keinginan itu berubah menjadi penyesalan atau menjadi permintaan. Bagi pembaca, 32:20 menyisakan jarak antara menginginkan sesuatu dan menjelaskan mengapa menginginkannya, karena yang tertulis hanya bentuk keinginannya. Pembaca dapat bertanya, keinginan mana dalam diri sendiri yang selama ini dijelaskan dengan alasan, dan keinginan mana yang hanya terus diulang tanpa alasan?
- Kata setiap kali menandai gerak yang berulang, dan 32:20 tidak menyebut berapa kali, berapa lama, atau apa yang terjadi di antara satu gerak dengan gerak berikutnya. Di 32:14 azab disebut azab yang kekal, tetapi 32:20 sendiri tidak memakai kata itu, sehingga pembaca yang ingin menghitung tidak mendapat bahan dari ayat ini. Bentuk geraknya saja yang tersisa: hendak, lalu dikembalikan. Gerak yang berulang terbaca sebagai pola. Orang dapat bertanya, kebiasaan mana dalam hari-hari pembaca yang berjalan dengan bentuk serupa, hendak lalu kembali ke tempat semula, dan apakah sudah pernah dihitung berapa kali itu terjadi?
- Ujung 32:19 menyebut apa yang dahulu mereka kerjakan, sedangkan ujung 32:20 menyebut apa yang dahulu mereka dustakan. Dua dasar itu tidak saling meniadakan, karena 32:14 mengaitkan azab dengan apa yang dahulu mereka kerjakan dan 10:8 menyebut api sebagai tempat tinggal karena apa yang mereka usahakan. Dapat dibaca bahwa mendustakan termasuk pekerjaan mereka, tetapi 32:20 tidak menyatakannya. Di 32:10 sikap kufur tertuju pada pertemuan dengan Tuhan mereka, sedangkan sasaran dusta di 32:20 hanya disebut sebagai azab itu sendiri. Pembaca dapat bertanya, bila sesuatu yang didustakan akhirnya hadir dan ditunjuk, apa yang membedakan mendustakan dari tidak memikirkannya sama sekali?
- Ayat 32:18 menamai dua kelompok dengan kata benda, orang yang beriman dan orang yang fasik, sedangkan 32:19 dan 32:20 menamainya dengan kata kerja bentuk selesai: beriman dan mengerjakan di ayat pertama, berbuat fasik di ayat kedua. Di 32:15 orang beriman digambarkan lewat tindakan yang tertulis, tersungkur dalam keadaan tunduk dan bertasbih memuji Tuhan mereka. Susunan ini dapat dibaca sebagai cara ayat menyebut kelompok lewat apa yang sudah mereka lakukan, bukan lewat sebutan yang melekat. Pembaca dapat bertanya, kata kerja mana yang kini tertulis tentang diri sendiri, dan bagaimana bila sebuah nama disusun dari kata kerja itu dan tidak dari sebutan yang dipakai orang lain?
- Di 32:12 orang-orang berdosa berkata di hadapan Tuhan mereka, kembalikanlah kami, niscaya kami akan beramal saleh. Di 32:20 kata kerja kembali yang lain, dari akar berbeda, dipakai dalam bentuk pasif untuk gerak ke dalam api. Dua ayat itu berbeda kelompok dan suasananya, yang pertama menyebut orang berdosa dan yang kedua orang fasik, sehingga keduanya tidak dianggap saling menjawab. Di kedua ayat kata kembali hadir pada pihak yang berbeda: permintaan datang dari yang berbicara di 32:12, sedangkan pengembalian di 32:20 terjadi pada mereka tanpa disebut siapa pelakunya. Pembaca dapat bertanya, ke arah mana ingin dikembalikan bila diberi pilihan, dan apakah arah yang diminta di satu ayat sama dengan arah yang terjadi di ayat lain?