وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Dan sungguh, akan Kami timpakan kepada mereka sebagian dari azab yang dekat, selain azab yang lebih besar, agar mereka kembali.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰwa-la-nudziiqannahum mina l-'adzaabi l-adnaadan sungguh, akan Kami timpakan kepada mereka sebagian dari azab yang dekat
- دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَduuna l-'adzaabi l-akbari la'allahum yarji'uunaselain azab yang lebih besar, agar mereka kembali
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَلَنُذِيقَنَّهُمْwa-la-nudziiqannahumdan sungguh Kami akan menimpakan kepada mereka
- مِنَminadari
- الْعَذَابِl-'adzaabiazab
- الْأَدْنَىٰl-adnaayang lebih dekat
- دُونَduunaselain
- الْعَذَابِl-'adzaabiazab
- الْأَكْبَرِl-akbariyang terbesar
- لَعَلَّهُمْla'allahumagar mereka
- يَرْجِعُونَyarji'uunakembali
Inti bacaan
Susunan (الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ, l-'adzaabi l-adnaa) muncul satu kali di Al-Qur'an (32:21), dan kata (الْأَدْنَىٰ, l-adnaa) dengan kata sandang muncul dua kali (7:169, 32:21).
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja pembuka (وَلَنُذِيقَنَّهُمْ, wa-la-nudziiqannahum) yang berarti "dan sungguh, akan Kami timpakan kepada mereka" tersusun dari beberapa bagian: wa yang berarti "dan", huruf penegas di depan, kata kerja nudziiqa yang berarti "Kami akan membuat merasakan", huruf penegas di belakang, dan -hum yang berarti "mereka". Kata kerjanya berakar ذ-و-ق, yang dalam bentuk dasar berarti merasakan, seperti (ذُوقُوا, dzuuquu) yang berarti "rasakanlah" di 32:20. Bentuk yang dipakai di sini membuat orang lain merasakan, dan bentuk persis (وَلَنُذِيقَنَّهُمْ, wa-la-nudziiqannahum) muncul dua kali, yaitu 32:21 dan 41:50. Di 41:50 (وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ, wa-la-nudziiqannahum min 'adzaabin ghaliizhin) berarti "dan sungguh Kami akan menimpakan kepada mereka azab yang sangat berat". Bentuk yang berdekatan di 41:27 (فَلَنُذِيقَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا عَذَابًا شَدِيدًا, fa-la-nudziiqanna lladziina kafaruu 'adzaaban syadiidan) berarti "maka sungguh Kami pasti akan mencicipkan kepada orang-orang yang kufur azab yang keras". Terjemahan 32:21 memakai "menimpakan", seperti 41:50, untuk menyatakan azab yang sampai kepada mereka, sedangkan kata kerja Arabnya sendiri menyebut membuat mereka merasakan. Kata (مِنَ, mina) di depan kata azab berarti "dari" dan menjadikan azab itu sebagian saja, jadi terjemahan memakai "sebagian dari azab". Di 30:41 (لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا, li-yudziiqahum ba'dha lladzii 'amiluu) kata yang berarti "sebagian" ditulis langsung dengan (بَعْضَ, ba'dha), dan ayat itu juga berakhir dengan "agar mereka kembali".
Kata (الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ, l-'adzaabi l-adnaa) yang berarti "azab yang dekat" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 32:21. Kata (الْأَدْنَىٰ, l-adnaa) dengan kata sandang muncul dua kali, yaitu 7:169 dan 32:21. Di 7:169 (هَٰذَا الْأَدْنَىٰ, haadzaa l-adnaa) berarti "yang rendah ini" dan menyebut harta benda duniawi yang diambil sekelompok pewaris Kitab. Kata dasarnya berakar د-ن-و dan berubah arah menurut ayatnya. Di 53:9 (أَوْ أَدْنَىٰ, aw adnaa) berarti "atau lebih dekat" untuk jarak, di 58:7 (وَلَا أَدْنَىٰ, wa-laa adnaa) berarti "dan tidak kurang" untuk jumlah, dan di 2:61 (هُوَ أَدْنَىٰ, huwa adnaa) berarti "yang lebih rendah" untuk mutu makanan. Kata dunia, (الدُّنْيَا, ad-dunyaa), berakar sama, tetapi 32:21 memakai kata azab dan bukan kata dunia. Terjemahan memakai "yang dekat", arah makna yang paling sering dipakai proyek ini untuk kata dasar tersebut (4:3, 5:108, 33:51, 33:59, 53:9). Ayat ini menaruh kata itu berhadapan dengan (الْأَكْبَرِ, l-akbari) yang berarti "yang lebih besar", dan ukuran dibandingkan lewat kata kedua itu. Teksnya tidak menyebut tempat atau waktu azab yang dekat itu, dan terjemahan tidak menambahkan "di dunia" atau "di akhirat". Bentuk (الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ, l-'adzaabi l-akbari) persis hanya ada di 32:21, sedangkan 88:24 (الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ, l-'adzaaba l-akbara) berarti "azab yang terbesar" dan berdiri tanpa pembanding.
Kata (دُونَ, duuna) yang berarti "selain" muncul di luar rangkaian (مِنْ دُونِ, min duuni) di delapan ayat: 4:48, 4:116, 7:168, 21:82, 32:21, 37:86, 52:47, dan 72:11. Di tujuh ayat selain 32:21 padanan yang dipakai proyek ini ialah "selain": "selain itu" di 4:48, 4:116, 7:168, 21:82, 52:47, dan 72:11, serta "selain Allah" di 37:86. Di 52:47 (عَذَابًا دُونَ ذَٰلِكَ, 'adzaaban duuna dzaalika) berarti "azab selain itu", dan ayat itu juga menyandingkan kata ini dengan azab, seperti 32:21. Padanan "sebelum" tidak dipilih, karena menambahkan urutan waktu yang tidak ada pada kata Arabnya dan berbeda dari ketujuh ayat tadi. Terjemahan 32:21 karena itu berbunyi "selain azab yang lebih besar".
Penutup (لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ, la'allahum yarji'uuna) yang berarti "agar mereka kembali" muncul sembilan kali di Al-Qur'an, yaitu 3:72, 7:168, 7:174, 12:62, 30:41, 32:21, 43:28, 43:48, dan 46:27. Kata kerjanya berakar ر-ج-ع dan berbentuk aktif, sehingga mereka sendiri yang kembali, dan di ayat ini tidak ada kata yang menyebut tujuan kembali. Akar yang sama muncul dalam bentuk lain di surah ini: (تُرْجَعُونَ, turja'uuna) di 32:11 berarti "kalian dikembalikan" dan bentuk pasif itu menyebut tujuannya, (ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ, tsumma ilaa rabbikum turja'uuna), "kemudian kepada Tuhan kalian, kalian dikembalikan". Di 32:12 (فَارْجِعْنَا, fa-rji'naa) berarti "maka kembalikanlah kami" dan merupakan permintaan. Di 7:168 (وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ, wa-balawnaahum bi-l-hasanaati wa-s-sayyi'aati la'allahum yarji'uuna) penutup yang sama mengikuti ujian dengan kebaikan dan keburukan, dan di 43:48 (وَأَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ, wa-akhadznaahum bi-l-'adzaabi la'allahum yarji'uuna) mengikuti azab yang ditimpakan.
Tafsiran
Pernyataan di 32:21 datang dari pembicara yang kembali memakai kata Kami, (وَلَنُذِيقَنَّهُمْ, wa-la-nudziiqannahum), sesudah dua kata kerja pasif di 32:20 yang tidak menyebut pelaku. Kata ganti -hum paling dekat merujuk kelompok di 32:20, dan ayat ini tidak menamainya lagi. Kata kerja dengan Kami sebagai pelaku, yang dipasangi penegas di awal dan di ujungnya, memberi kalimat ini bentuk janji.
Isi janjinya dua tingkat azab, (الْعَذَابِ الْأَدْنَىٰ, l-'adzaabi l-adnaa) dan (الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ, l-'adzaabi l-akbari), dengan tingkat pertama disebut sebagian saja. Tingkat pertama dibiarkan tanpa tempat dan waktu, dan tingkat yang lebih besar tidak dinyatakan pasti menyusul bagi kelompok itu. Teks memuat dua hal: yang dekat akan ditimpakan sebagian, dan ada yang lebih besar di luar itu.
Pada ujung ayat, maksud dinyatakan lewat (لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ, la'allahum yarji'uuna). Dalam rangkaian 32:19 sampai 32:24, maksud lewat kata itu ada di ayat ini saja. Pembaca sudah mengenal akar kembali dari surah ini: orang-orang berdosa di 32:12 meminta dikembalikan, dan 32:11 menyebut kalian dikembalikan kepada Tuhan kalian. Di 32:21 kata kerja yang sama muncul sebagai harapan dalam kalimat yang berbicara tentang azab, dan itu mengubah suasana: sesudah dua gambaran tentang alamat akhir di 32:19 dan 32:20, kemungkinan berbalik masih disebut dalam kalimat yang sama dengan azab.
Ayat 32:22 sesudahnya mengajukan pertanyaan tentang orang yang diperingatkan lalu berpaling. Dengan begitu 32:21 dan 32:22 berurutan sebagai maksud dari azab yang dekat dan sikap yang berpaling dari peringatan, dan 32:22 menyebut kata pembalasan untuk mereka yang berpaling.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 32:21 menyebut sebagian dari azab yang dekat, selain azab yang lebih besar, sehingga azab di sini disebut dengan takaran dan tingkat. Di 88:24 Allah mengazab dengan azab yang terbesar, dan di 52:47 orang-orang yang zalim disebut mempunyai azab selain itu. Tiga ayat itu menyebut azab dengan ukuran dan jenis, dan 32:21 membiarkan waktu dan tempat masing-masing terbuka. Bagi pembaca, kata azab tidak selalu menunjuk satu peristiwa, karena ayat ini memisahkan yang lebih dekat dari yang lebih besar. Orang dapat bertanya, bila yang dekat disebut sebagian saja, apa yang dianggapnya peringatan dan apa yang dianggapnya kejadian biasa?
- Kata kembali di 32:21 muncul tanpa tujuan, tidak ada kata yang menyebut ke mana mereka kembali. Di 32:11 kata kerja berakar sama menyebut tujuannya, kepada Tuhan kalian, tetapi dalam bentuk pasif: kalian dikembalikan. Di 32:21 bentuknya aktif, mereka sendiri yang kembali. Dua bentuk itu berada dalam satu surah, dan 32:21 tidak memastikan apakah kembali yang dimaksud sama dengan yang disebut di 32:11. Ada kembali yang terjadi pada seseorang, dan ada kembali yang dikerjakan sendiri, dan ayat ini menyebut yang kedua sebagai harapan. Pembaca dapat bertanya, kembali yang manakah yang selama ini dibayangkannya ketika memikirkan kata itu, yang dikerjakan atau yang menimpa?
- Ayat 32:21 menyebut maksudnya, agar mereka kembali, dalam kalimat yang sama dengan azabnya. Di 30:41 maksud yang sama menyertai kata mencicipkan sebagian dari apa yang mereka kerjakan, dengan pelaku Dia, dan di 7:168 menyertai ujian dengan kebaikan dan keburukan, dengan pelaku Kami. Di 43:48 maksud itu mengikuti azab yang ditimpakan. Empat ayat itu berbeda konteksnya, sehingga tidak disamakan, tetapi dalam keempatnya kalimat berakhir pada harapan. Orang yang pernah menanggung kesulitan dapat bertanya, kapan terakhir kali kesulitan itu dibaca sebagai kalimat yang berakhir pada harapan, dan apakah pernah dibaca dengan cara lain?
- Di 52:47 azab selain itu disebut untuk orang-orang yang zalim, dan ayat itu menambahkan bahwa kebanyakan mereka tidak mengetahui. Ayat 32:21 menyebut dua tingkat azab tanpa menyebut siapa yang mengetahuinya. Dua ayat itu berbeda bentuknya, 52:47 berupa kabar dan 32:21 berupa janji dari Kami, sehingga 52:47 tidak dipakai menafsirkan ayat ini. Dapat dibaca bahwa pengetahuan tentang adanya tingkat berperan dalam sebuah peringatan, tetapi 32:21 tidak menyatakannya. Pembaca dapat bertanya, bagaimana sesuatu yang bertingkat dikenali sebagai bertingkat sebelum tingkat yang lebih besar terlihat, dan siapa yang akan memberi tahu lebih dulu?
- Di 32:12 orang-orang berdosa di hadapan Tuhan mereka meminta, maka kembalikanlah kami. Di 32:21 kata kerja berakar sama muncul sebagai maksud Kami, agar mereka kembali, bersama azab yang lebih dekat. Dua ayat itu menyebut dua kelompok yang berbeda dalam dua waktu yang berbeda, 32:12 sesudah penglihatan dan 32:21 sebagai rencana, sehingga keduanya tidak disamakan. Dalam kedua ayat kata kembali berpindah dari mulut yang meminta ke mulut yang menyatakan maksud. Pembaca dapat bertanya, bila kembali adalah maksud yang dinyatakan lebih dulu dan permintaan diucapkan kemudian, mana yang lebih dekat pada keadaan pembaca hari ini?
- Penegas di awal dan di ujung kata kerja memberi 32:21 bentuk penegasan: dan sungguh, akan Kami timpakan. Pola penegas yang sama ada di 32:13, tempat perkataan dari-Ku telah pasti dan Aku akan memenuhi Jahanam, dan di 41:27, tempat Kami pasti akan mencicipkan azab yang keras. Tiga ayat itu memakai pola yang sama untuk hal yang berbeda: isi Jahanam, azab yang keras, dan sebagian azab yang dekat. Kesamaannya terletak pada penegasan oleh pihak yang berbicara, dan di 32:13 pihak itu disebut lewat kata dari-Ku tanpa nama. Pembaca dapat bertanya, bagaimana sebuah peringatan terbaca bila pembicaranya menegaskannya dengan penanda yang sama di awal dan di ujung kata kerja, dan apakah penegasan itu mengubah cara peringatan itu didengar?