وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا ۚ إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan tanda-tanda Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya? Sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada para pendosa.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَاwa-man azhlamu mimman dzukkira bi-aayaati rabbihi tsumma a'radha 'anhaadan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan tanda-tanda Tuhannya, kemudian dia berpaling darinya
- إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَinnaa mina l-mujrimiina muntaqimuunasesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada para pendosa
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- أَظْلَمُazhlamulebih zalim
- مِمَّنْmimmandari orang yang
- ذُكِّرَdzukkiradiperingatkan
- بِآيَاتِbi-aayaatipada tanda-tanda
- رَبِّهِrabbihiTuhannya
- ثُمَّtsummakemudian
- أَعْرَضَa'radhaberpaling
- عَنْهَا'anhaadarinya
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- مِنَminadari
- الْمُجْرِمِينَl-mujrimiinapara pendosa
- مُنْتَقِمُونَmuntaqimuunaorang-orang yang membalas
Inti bacaan
Kata (مُنْتَقِمُونَ, muntaqimuuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an (32:22, 43:41, 44:16), dan di ketiganya didahului innaa.
Penjelasan pilihan kata
Pertanyaan pembuka (وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ, wa-man azhlamu mimman dzukkira bi-aayaati rabbihi) yang berarti "dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan tanda-tanda Tuhannya" memakai kata (أَظْلَمُ, azhlamu) yang berarti "lebih zalim". Kata itu muncul lima belas kali dalam pertanyaan serupa, yaitu 2:114, 2:140, 6:21, 6:93, 6:144, 6:157, 7:37, 10:17, 11:18, 18:15, 18:57, 29:68, 32:22, 39:32, dan 61:7. Sesudah kata (مِمَّنْ, mimman) yang berarti "daripada orang yang", sebagian besar ayat itu menyebut dusta terhadap Allah, yaitu 6:21, 6:93, 6:144, 7:37, 10:17, 11:18, 18:15, 29:68, 39:32, dan 61:7. Ayat 2:114 menyebut orang yang melarang masjid-masjid Allah, 2:140 menyebut orang yang menyembunyikan kesaksian, dan 6:157 menyebut orang yang mendustakan tanda-tanda Allah dan berpaling darinya. Orang yang telah diperingatkan, lalu berpaling, hanya muncul di 18:57 dan 32:22. Susunan (ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ, dzukkira bi-aayaati rabbihi) persis sama di dua ayat itu.
Kata kerja (ذُكِّرَ, dzukkira) yang berarti "telah diperingatkan" berakar ذ-ك-ر dan berbentuk pasif dari bentuk kedua, sehingga pemberi peringatan tidak disebut. Bentuk jamaknya (ذُكِّرُوا, dzukkiruu) muncul sesudah kata apabila di tiga ayat: 32:15, 25:73, dan 37:13. Di 32:15 (إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا, idzaa dzukkiruu bihaa) berarti "apabila diperingatkan dengannya" dan disusul orang-orang itu tersungkur dalam keadaan tunduk. Di 25:73 (وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ, wa-lladziina idzaa dzukkiruu bi-aayaati rabbihim) berarti "dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan tanda-tanda Tuhan mereka" dan disusul tidak bersikap tuli dan buta terhadapnya. Di 37:13 (وَإِذَا ذُكِّرُوا لَا يَذْكُرُونَ, wa-idzaa dzukkiruu laa yadzkuruuna) berarti "dan apabila diberi peringatan, mereka tidak mengindahkan". Pemicu yang sama, yaitu diperingatkan, menghasilkan tanggapan yang berbeda di tiap ayat. Pada 32:22 kata ganti dalam (رَبِّهِ, rabbihi) berarti "Tuhannya" dan merujuk orang yang diperingatkan, sedangkan 32:15 memakai (بِآيَاتِنَا, bi-aayaatinaa) yang berarti "dengan tanda-tanda Kami".
Kata kerja (أَعْرَضَ, a'radha) yang berarti "berpaling" berakar ع-ر-ض dan muncul dalam bentuk persis ini di delapan ayat, yaitu 17:83, 18:57, 20:100, 20:124, 32:22, 41:4, 41:51, dan 66:3. Dengan kata (عَنْ, 'an) yang berarti "dari", susunannya muncul di lima ayat: 18:57, 20:100, 20:124, 32:22, dan 66:3. Di 20:124 (وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي, wa-man a'radha 'an dzikrii) berarti "dan siapa yang berpaling dari peringatan-Ku", dan kata peringatan di sana berakar sama dengan dzukkira di ayat 32:22. Di 18:57 kata kerja berpaling didahului (فَ, fa) yang berarti "lalu", yaitu (فَأَعْرَضَ عَنْهَا, fa-a'radha 'anhaa), sedangkan 32:22 memakai (ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا, tsumma a'radha 'anhaa) yang berarti "kemudian dia berpaling darinya". Susunan dengan tsumma itu hanya ada di 32:22. Terjemahan memakai "kemudian" untuk tsumma dan "lalu" untuk fa, karena kedua kata Arab itu dibedakan di dua ayat tersebut. Akhiran -haa dalam (عَنْهَا, 'anhaa) berarti "darinya" dan merujuk tanda-tanda.
Kalimat penutup (إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ, innaa mina l-mujrimiina muntaqimuuna) yang berarti "sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada para pendosa" hanya ada di 32:22. Kata (الْمُجْرِمِينَ, l-mujrimiina) berakar ج-ر-م dan muncul dua puluh dua kali, yaitu 6:55, 6:147, 7:40, 7:84, 10:13, 12:110, 14:49, 15:12, 18:49, 19:86, 20:102, 25:31, 26:200, 27:69, 32:22, 37:34, 43:74, 46:25, 54:47, 68:35, 74:41, dan 77:18. Kata (مُنْتَقِمُونَ, muntaqimuuna) berakar ن-ق-م dan muncul tiga kali, yaitu 32:22, 43:41, dan 44:16, dan di ketiganya didahului (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya Kami". Di 43:41 (فَإِنَّا مِنْهُمْ مُنْتَقِمُونَ, fa-innaa minhum muntaqimuuna) berarti "maka sesungguhnya Kami akan membalas mereka", dan di 44:16 (إِنَّا مُنْتَقِمُونَ, innaa muntaqimuuna) berarti "sesungguhnya Kami adalah pemberi balasan". Di 32:22 kata mina berarti "dari" dan menyebut pihak yang dikenai pembalasan, yaitu para pendosa; terjemahan menuliskannya "kepada para pendosa" agar kalimat Indonesia tetap lurus. Di 6:157 (سَنَجْزِي الَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ آيَاتِنَا, sa-najzii lladziina yashdifuuna 'an aayaatinaa) berarti "kelak Kami akan membalas orang-orang yang berpaling dari tanda-tanda Kami", dan kalimat itu menyebut jenis azabnya, sedangkan 32:22 tidak menyebutnya.
Tafsiran
Pertanyaan di 32:22 memakai bentuk yang sama dengan pertanyaan di 32:18, (أَفَمَنْ, a-fa-man) di sana dan (وَمَنْ أَظْلَمُ, wa-man azhlamu) di sini, dan keduanya menanyakan perbandingan dengan sosok tunggal. Ayat 32:18 membandingkan orang beriman dengan orang fasik. Ayat 32:22 membandingkan tingkat kezaliman dan menyebut satu sosok yang pertama diperingatkan dan kemudian berpaling.
Peringatan itu sudah dikenal dari 32:15. Di sana orang yang diperingatkan dengan tanda-tanda Kami tersungkur dalam keadaan tunduk dan bertasbih memuji Tuhan mereka. Ayat 32:22 menyebut pemicu yang sama, diperingatkan, tetapi menyambungnya dengan (أَعْرَضَ, a'radha) yang berarti "berpaling". Dengan demikian surah ini memuat dua akhir dari satu pemicu, dan 32:22 adalah akhir yang kedua.
Rangkaian ayat dari 32:19 sampai 32:22 bergerak dari alamat dua kelompok, ke azab bertingkat yang dimaksudkan agar mereka kembali, lalu ke sosok yang berpaling. Kata kembali di 32:21, (يَرْجِعُونَ, yarji'uuna), dan kata berpaling di 32:22 menyebut dua gerak yang berlawanan arah. Dapat dibaca bahwa 32:22 menggambarkan apa yang berlawanan dengan harapan di 32:21, tetapi ayat itu tidak menyatakan hubungan sebab antara keduanya.
Di dalam ayat sendiri terjadi pergeseran pembicara. Sosok yang berpaling diperkenalkan dengan kata ganti ketiga, (رَبِّهِ, rabbihi) yang berarti "Tuhannya", sedangkan kalimat penutup berbicara dengan kata Kami, (إِنَّا, innaa). Ayat ini tidak menyatakan hubungan keduanya, tetapi 32:15 memuat pasangan serupa: tanda-tanda Kami dan Tuhan mereka berdampingan dalam satu kalimat. Sosok tunggal di awal juga berubah menjadi bentuk jamak di akhir, (الْمُجْرِمِينَ, l-mujrimiina), sehingga kalimat penutup menjangkau lebih dari satu orang. Kalimat penutup itu sendiri hanya menyatakan bahwa Kami akan memberikan balasan, dan jenis balasannya tidak ditulis di ayat ini. Ayat 32:23 sesudahnya beralih ke Musa dan Kitab.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 32:22 menyebut tanda-tanda Tuhannya, tidak tanda-tanda Kami seperti di 32:15. Orang yang diperingatkan di sini disebut mempunyai Tuhan, dan peringatan yang datang berupa tanda milik Tuhannya itu. Dapat dibaca bahwa peringatan di sini disebut berasal dari hubungan yang sudah ada, tetapi ayat tidak menyatakannya secara langsung. Pembaca dapat bertanya, bila peringatan yang diterima disebut tanda dari Tuhannya sendiri, apa yang berubah pada cara peringatan itu didengar, dan apakah yang diperingatkan pernah mengira bahwa peringatan itu bukan urusannya?
- Di 32:15 orang yang diperingatkan dengan tanda-tanda Kami tersungkur dalam keadaan tunduk dan bertasbih memuji Tuhan mereka, sedangkan di 32:22 pemicu yang sama disusul berpaling. Di 25:73 tanggapannya tidak bersikap tuli dan buta, dan di 37:13 tidak mengindahkan. Empat ayat itu berbeda kelompok dan konteksnya, sehingga tidak disamakan, tetapi pemicunya sama, yaitu diperingatkan, dan bentuk tanggapannya berbeda. Pembaca melihat bahwa peringatan tidak otomatis menghasilkan satu jenis tanggapan. Orang dapat bertanya, bila peringatan yang sama datang pada hari yang sama, tanggapan mana yang paling sering dikerjakan, dan apakah tanggapan itu pernah dipilih dengan sadar?
- Ayat 18:57 menyambung diperingatkan dan berpaling dengan kata lalu, sedangkan 32:22 memakai kemudian, yang menandai jarak waktu di antara keduanya. Ayat mencatat dua titik, diperingatkan lalu berpaling, tanpa mengatakan apa yang terjadi di antaranya. Pembaca dapat bertanya, jarak antara peringatan terakhir yang pernah didengarnya dan keputusan untuk berpaling atau tidak berpaling terukur dalam apa, hari, bulan, atau peristiwa, dan siapa yang tahu persis jaraknya?
- Di 32:21 azab yang dekat dimaksudkan agar mereka kembali, dan di 32:22 gerak yang disebut berpaling. Dua kata itu menunjuk dua gerak yang berlawanan arah, dan keduanya hadir dalam dua ayat yang berurutan. Di 32:11 kata kerja kembali menyebut arahnya, yaitu kepada Tuhan kalian, sedangkan 32:22 menyebut berpaling dari tanda-tanda tanpa menyebut arah ke mana. Ayat 32:22 tidak menyatakan bahwa berpaling adalah jawaban atas harapan di 32:21. Pembaca dapat bertanya, bila kembali punya arah yang disebut dan berpaling tidak, apa yang sedang dituju oleh orang yang berpaling?
- Ayat 32:22 menyebut Tuhan orang itu dengan kata ganti ketiga, lalu menutup dengan kata Kami. Ayat ini tidak menyatakan hubungan keduanya, tetapi di 32:15 tanda-tanda Kami dan Tuhan mereka juga berdampingan dalam satu kalimat tanpa penjelasan hubungannya. Bagi pembaca, pergeseran dari kata ganti ketiga ke Kami mengubah suasana: kalimat yang semula bercerita tentang orang lain kini diucapkan oleh pembicara secara langsung. Ayat tidak menyebut nama pembicara itu. Orang dapat bertanya, bila sebuah peringatan datang dalam bentuk cerita tentang orang lain lalu berubah menjadi ucapan langsung, di bagian mana pembaca merasa mulai diajak bicara?
- Kalimat penutup 32:22 menyatakan bahwa Kami akan memberikan balasan kepada para pendosa, dan tidak menyebut jenisnya. Di 6:157 kalimat sesudah pertanyaan serupa menyebut seburuk-buruk azab, sedangkan 32:22 berhenti pada pernyataan balasannya. Konteks kedua ayat berbeda, jadi rincian jenis azab di 6:157 tidak dipakai untuk mengisi 32:22. Pembaca memang sudah bertemu azab yang dekat di 32:21, tetapi 32:22 sendiri tidak menghubungkannya. Pembaca dapat bertanya, bagaimana sebuah pernyataan terbaca bila yang pasti hanya pelakunya, dan jenisnya dibiarkan tanpa rincian?