إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang memutuskan di antara mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِinna rabbaka huwa yafshilu baynahum yawma l-qiyaamatisesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang memutuskan di antara mereka pada hari Kiamat
- فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَfiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuunatentang apa yang dahulu mereka perselisihkan
Terjemahan per kata (11 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- رَبَّكَrabbakaTuhanmu
- هُوَhuwaDia
- يَفْصِلُyafshilumemutuskan
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- يَوْمَyawmahari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- فِيمَاfiimaapada apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- فِيهِfiihidi dalamnya
- يَخْتَلِفُونَyakhtalifuunamereka berselisih
Inti bacaan
Perselisihan yang tak terselesaikan di dunia akan diputuskan Tuhan pada hari Kiamat, pengingat bahwa tidak semua konflik perlu dipaksa selesai sekarang; ada otoritas akhir yang akan memutuskan dengan adil.
Tafsiran
Ayat ini menutup penyebutan Musa dan Bani Israil dengan penegasan bahwa keputusan akhir atas segala perselisihan bukan urusan manusia, melainkan sepenuhnya wewenang Tuhan pada hari Kiamat.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut perselisihan itu diputuskan nanti, bukan sekarang. Yang berselisih tidak menutupnya. Ada hakim yang menunggu.
- Yang ditunda keputusannya, bukan kebenarannya. Benarnya sudah ada. Putusannya yang belum.
- Kalimat ini menutup penyebutan Musa dan kaumnya. Allah mengakhiri dengan hakim, bukan dengan vonis. Yang berselisih diserahkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-b-b, f-s-l, b-y-n, y-w-m, q-w-m, k-w-n, kh-l-f): yafsilu baynahum diterjemahkan 'memutuskan di antara mereka' (akar f-s-l, Allah SATU-satunya pemutus perselisihan, cf. 22:17, 10:93; tema hanya-Allah-yang-memutus); yakhtalifuun diterjemahkan 'memperselisihkan' (akar kh-l-f). Selaras.