إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang memutuskan di antara mereka pada hari Kiamat, tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِinna rabbaka huwa yafshilu baynahum yawma l-qiyaamatisesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang memutuskan di antara mereka pada hari Kiamat
- فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَfiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuunatentang apa yang dahulu mereka perselisihkan
Terjemahan per kata (11 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- رَبَّكَrabbakaTuhanmu
- هُوَhuwaDia
- يَفْصِلُyafshilumemutuskan
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- يَوْمَyawmahari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- فِيمَاfiimaapada apa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- فِيهِfiihidi dalamnya
- يَخْتَلِفُونَyakhtalifuunamereka berselisih
Inti bacaan
Susunan (يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ, yafshilu baynahum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 22:17 dan 32:25.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (يَفْصِلُ, yafshilu) yang berarti "memutuskan" berakar ف-ص-ل. Bentuk persis ini muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 22:17, 32:25, dan 60:3. Susunan (يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ, yafshilu baynahum) yang berarti "memutuskan di antara mereka" ada dua, yaitu di 22:17 dan 32:25. Di 22:17 susunan itu mengikuti daftar kelompok yang berbeda keyakinan, dan di 32:25 susunan itu mengikuti penyebutan perselisihan di ujung ayat. Di 60:3 kata kerja yang sama bersambung ke (بَيْنَكُمْ, baynakum) yang berarti "di antara kalian", dan ayat itu tidak menyebut perkara yang diperselisihkan.
Terjemahan memakai "memutuskan" karena ujung ayat menyebut perkara yang menjadi pokok keputusan, yaitu (فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ, fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuuna) yang berarti "tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan". Yang diputuskan adalah sebuah perkara, dan kata "memisahkan" akan membawa gambaran orang yang dijauhkan satu dari yang lain, padahal ayat ini tidak menyebut jarak di antara mereka. Ujung kalimat yang sama muncul di lima ayat, yaitu 2:113, 10:93, 16:124, 32:25, dan 45:17, dan kata kerja sebelumnya berbeda di tiap ayat: (يَحْكُمُ, yahkumu) di 2:113, (يَقْضِي, yaqdhii) di 10:93 dan 45:17, (لَيَحْكُمُ, la-yahkumu) di 16:124, dan (يَفْصِلُ, yafshilu) di 32:25. Dari kelima ayat itu, akar ف-ص-ل hanya dipakai di 32:25, sedangkan ح-ك-م dan ق-ض-ي dipakai di empat ayat sisanya.
Kata ganti (هُوَ, huwa) yang berarti "Dia" berdiri di antara (رَبَّكَ, rabbaka) yang berarti "Tuhanmu" dan kata kerjanya. Susunan (إِنَّ رَبَّكَ هُوَ, inna rabbaka huwa) yang berarti "sesungguhnya Tuhanmu, Dialah" muncul sembilan kali di tujuh surah, yaitu 6:117, 6:119, 11:66, 15:25, 15:86, 16:125, 32:25, 53:30, dan 68:7. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 6 dan surah 15 memuatnya dua kali. Di tujuh dari sembilan ayat itu, yang menyusul huwa adalah sebutan sifat, yaitu (أَعْلَمُ, a'lamu) yang berarti "lebih mengetahui" di 6:117, 6:119, 16:125, 53:30, dan 68:7, serta sifat lain di 11:66 dan 15:86. Kata kerja yang menyusul huwa hanya ada di dua ayat, yaitu (يَحْشُرُهُمْ, yahsyuruhum) yang berarti "mengumpulkan mereka" di 15:25 dan yafshilu di 32:25. Terjemahan "Dialah yang memutuskan" mengikuti urutan itu, tanpa menambahkan kata "hanya" karena ayat ini tidak memuat kata Arab yang melahirkannya.
Frasa (يَوْمَ الْقِيَامَةِ, yawma l-qiyaamati) yang berarti "pada hari Kiamat" memuat kata (الْقِيَامَةِ, l-qiyaamati) yang berakar ق-و-م. Di Surah 32 frasa ini ada di 32:25 saja, sedangkan ayat-ayat sebelumnya menyebut hari itu dengan sebutan lain, misalnya (يَوْمِكُمْ هَٰذَا, yawmikum haadzaa) yang berarti "hari kalian ini" di 32:14. Terjemahan mempertahankan "Kiamat" dan tidak menambahkan "kebangkitan" atau "pembalasan", karena ayat ini tidak memuat kata Arab untuk keduanya.
Kata kerja (يَخْتَلِفُونَ, yakhtalifuuna) yang berarti "mereka berselisih" berakar خ-ل-ف. Bentuk persisnya muncul sepuluh kali di tujuh surah, yaitu 2:113, 10:19, 10:93, 16:39, 16:124, 27:76, 32:25, 39:3, 39:46, dan 45:17. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 10, 16, dan 39 memuatnya dua kali. Terjemahan memakai "memperselisihkan" dengan akhiran -kan karena (فِيهِ, fiihi) yang berarti "padanya" menunjuk perkara yang diperselisihkan, dan tanpa akhiran itu kata "padanya" tidak punya tempat dalam kalimat Indonesia. Kata (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka dahulu" memakai bentuk lampau, dan terjemahan memakai "dahulu" di 16:124 dan 32:25, sedangkan 10:93 dan 45:17 memakai "selalu".
Tafsiran
Ayat ini menyerahkan perselisihan kepada Tuhan pada hari Kiamat, sesudah dua ayat yang menyebut Kitab bagi Bani Israil dan pemimpin-pemimpin yang bersabar. Ayat 32:24 menyebut para pemimpin itu dengan (مِنْهُمْ, minhum) yang berarti "di antara mereka", sehingga (بَيْنَهُمْ, baynahum) di 32:25 dapat dibaca menunjuk kelompok yang sama. Pembacaan ini bersandar pada letak ayat, sebab 32:25 sendiri tidak menamai siapa yang berselisih. Ujung kalimat yang sama ada di 10:93 dan 45:17 sesudah penyebutan Bani Israil, dan di kedua ayat itu perselisihan disebut terjadi setelah pengetahuan datang kepada mereka. Ayat 32:25 tidak memuat sebab semacam itu.
Suara ayat berganti dari "Kami" di 32:23 dan 32:24 ke "Tuhanmu" di 32:25. Kata ganti -ka menunjuk satu orang yang diajak bicara, orang yang sama dengan "engkau" pada (فَلَا تَكُنْ, fa-laa takun) yang berarti "maka janganlah engkau" di 32:23. Ayat ini tidak meminta orang itu memutuskan apa pun, dan pemutusnya disebut dengan kata ganti Dia.
Sesudahnya 32:26 dan 32:27 menunjuk hal yang dapat didengar dan dilihat, yaitu tempat tinggal generasi yang dibinasakan dan air yang sampai ke tanah tandus, lalu 32:28 memuat pertanyaan tentang kapan hari penentuan datang, dan 32:29 menyebut hari itu dengan nama lain, yaitu hari al-fath. Teks tidak menyatakan bahwa hari Kiamat di 32:25 dan hari al-fath di 32:29 adalah hari yang sama. Keduanya dapat dibaca sebagai satu hari yang disebut dua kali, tetapi pembacaan itu bersandar pada urutan ayat dan tidak dinyatakan oleh salah satu ayat.
Renungan dan Hikmah
- Putusan di 32:25 jatuh atas perkara, yaitu apa yang dahulu mereka perselisihkan. Perselisihan dapat bergeser dari perkara ke pribadi, sampai pihak-pihak yang berselisih lupa apa yang semula dipersoalkan, dan kemarahan yang mula-mula tertuju pada sebuah soal berpindah ke orang yang membawanya. Ayat ini menaruh perkara itu kembali di tengah. Pembaca yang sedang berselisih dengan kerabat, rekan kerja, atau sesama pemeluk satu keyakinan dapat mencoba menuliskan satu kalimat tentang pokok perkaranya, lalu melihat berapa banyak kemarahannya yang tertuju pada perkara itu dan berapa banyak yang tertuju pada orangnya. Jika Tuhan yang memutuskan perkara itu pada harinya, apa yang masih perlu dimenangkan hari ini?
- Susunan yang sama dengan 32:25, yaitu Tuhanmu, Dialah, dipakai di 6:117, 16:125, 53:30, dan 68:7 untuk menyatakan bahwa Dia lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan siapa yang mendapat petunjuk. Pemakaian itu berada di ayat yang berbeda dan tidak saling menafsirkan dengan 32:25. Bila dibaca berdampingan, penilaian atas orang lain dan putusan atas perkara disandarkan kepada pihak yang sama. Pembaca yang terbiasa menimbang siapa yang benar dan siapa yang keliru di sekelilingnya dapat bertanya, penilaian mana yang selama ini dijalankannya seakan-akan putusannya ada di tangannya sendiri?
- Ayat 10:19 memuat ujung kalimat yang serupa, dan sebelumnya mengandaikan sebuah keadaan: andaikan tidak ada kalimat dari Tuhanmu yang telah mendahului, perkara itu sudah diputuskan di antara mereka. Ayat 10:19 membicarakan manusia yang dahulu satu umat lalu berselisih, dan tidak disamakan dengan 32:25. Dibaca berdampingan, kedua ayat menaruh waktu putusan di luar kendali orang yang berselisih. Perselisihan yang belum selesai hari ini tidak berarti belum ada putusan. Orang yang lelah menunggu sebuah persoalan beres dapat bertanya apakah yang ditunggunya itu berakhirnya perselisihan, atau putusan dari pihak yang memegang waktunya?
- Ayat 10:93 dan 45:17 memuat ujung kalimat yang sama dengan 32:25, dan keduanya menyebut bahwa mereka berselisih setelah pengetahuan datang kepada mereka. Ayat 45:17 menambahkan sebabnya, yaitu kedengkian di antara mereka. Ayat 32:25 tidak memuat sebab, sehingga sebab itu tidak dapat dipindahkan begitu saja ke sini. Meskipun demikian, kedua ayat itu menunjukkan bahwa perselisihan dapat lahir sesudah pihak-pihak itu memiliki pengetahuan, dan bahwa sumbernya dapat berupa kedengkian. Pembaca dapat memeriksa perselisihan yang sedang dijalaninya dengan dua pertanyaan: apakah pembaca berbeda pendapat karena mengetahui hal yang berbeda, atau karena tidak rela melihat pihak lain berada di pihak yang benar?
- Ayat 32:24 menyebut pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar dan yakin pada tanda-tanda Kami, lalu 32:25 menyebut putusan atas perselisihan. Ayat 32:24 tidak mengaitkan kesabaran itu dengan penantian putusan, sehingga hubungan keduanya hanya letak ayat. Dengan batas itu, urutannya dapat dibaca sebagai dua keadaan yang berdampingan, yaitu pihak yang bersabar sambil yakin dan pihak yang berselisih menanti putusan. Orang yang memegang keyakinan di tengah perselisihan dapat memeriksa apa yang menopang kesabarannya, yakin pada tanda-tanda seperti di 32:24, atau keinginan agar putusan datang sekarang?
- Ayat ini menuliskan perselisihan dengan kata dahulu, yaitu apa yang dahulu mereka perselisihkan, seakan-akan sudut pandangnya berada di hari putusan dan menoleh ke belakang. Perselisihan terasa besar ketika sedang dijalani, dan hari itu tidak menyebutnya sebagai sesuatu yang sedang berlangsung. Pembaca dapat membayangkan perselisihannya sendiri ditulis dengan kata dahulu di depan Tuhan yang memutuskan, lalu memilih kalimat mana dari perselisihan itu yang masih ingin dipertahankannya dan mana yang sudah terasa kecil. Apa yang tersisa dari sebuah perselisihan bila hari putusan sudah menjadi tempat berdirinya?