أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَسُوقُ الْمَاءَ إِلَى الْأَرْضِ الْجُرُزِ فَنُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَامُهُمْ وَأَنْفُسُهُمْ ۖ أَفَلَا يُبْصِرُونَ

Tidakkah mereka memperhatikan bahwa Kami menggiring air ke bumi yang tandus, lalu Kami mengeluarkan dengannya tanam-tanaman, hewan ternak mereka dan mereka sendiri makan darinya? Maka, tidakkah mereka melihat?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَسُوقُ الْمَاءَ إِلَى الْأَرْضِ الْجُرُزِa-wa-lam yaraw annaa nasuuqu l-maa'a ila l-ardhi l-juruzitidakkah mereka memperhatikan bahwa Kami menggiring air ke bumi yang tandus
  2. فَنُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَامُهُمْ وَأَنْفُسُهُمْfa-nukhriju bihi zar'an ta'kulu minhu an'aamuhum wa-anfusuhumlalu Kami mengeluarkan dengannya tanam-tanaman, hewan ternak mereka dan mereka sendiri makan darinya
  3. أَفَلَا يُبْصِرُونَa-fa-laa yubshiruunamaka, tidakkah mereka melihat

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  2. يَرَوْاyarawmereka melihat
  3. أَنَّاannaabahwa Kami
  4. نَسُوقُnasuuquKami menghalau
  5. الْمَاءَl-maa'aair
  6. إِلَىilakepada
  7. الْأَرْضِl-ardhibumi
  8. الْجُرُزِl-juruzitandus
  9. فَنُخْرِجُfa-nukhrijumaka Kami keluarkan
  10. بِهِbihidengannya
  11. زَرْعًاzar'antanaman
  12. تَأْكُلُta'kulumemakan
  13. مِنْهُminhudarinya
  14. أَنْعَامُهُمْan'aamuhumhewan ternak mereka
  15. وَأَنْفُسُهُمْwa-anfusuhumdan diri mereka
  16. أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
  17. يُبْصِرُونَyubshiruunamelihat

Inti bacaan

Kata (الْجُرُزِ, l-juruzi) berakar ج-ر-ز, dan akar itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:8 dan 32:27.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَوَلَمْ يَرَوْا, a-wa-lam yaraw) yang berarti "tidakkah mereka memperhatikan". Kata kerjanya, (يَرَوْا, yaraw), berakar ر-أ-ي. Bentuk persis a-wa-lam yaraw muncul tiga belas kali di dua belas surah, yaitu 13:41, 16:48, 17:99, 26:7, 27:86, 29:19, 29:67, 30:37, 32:27, 36:71, 41:15, 46:33, dan 67:19. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 29 memuatnya dua kali. Ayat 32:27 memuat dua kata kerja penglihatan yang berbeda, yaitu yaraw di awal dan (يُبْصِرُونَ, yubshiruuna) di akhir. Terjemahan memakai "memperhatikan" untuk yang pertama dan "melihat" untuk yang kedua, supaya dua kata kerja yang berlainan di satu ayat tidak jatuh pada satu kata Indonesia.

Kata (نَسُوقُ, nasuuqu) yang berarti "Kami menggiring" berakar س-و-ق. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 19:86, (وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ, wa-nasuuqu l-mujrimiina ilaa jahannama) yang berarti "dan Kami giring para pendurhaka ke Jahanam", dan di 32:27. Bentuk lain dari akar yang sama, (سُقْنَاهُ, suqnaahu), muncul dua kali, yaitu di 7:57 dan 35:9, dan keduanya menyangkut awan yang digerakkan ke sebuah negeri. Di 19:86, 32:27, dan 35:9 kata kerja itu bersambung ke tujuannya dengan (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "ke", sehingga terjemahan "menggiring" membawa arah dan tujuan bersama-sama. Yang digiring di 32:27 adalah (الْمَاءَ, l-maa'a) yang berarti "air", dan tujuannya (الْأَرْضِ الْجُرُزِ, l-ardhi l-juruzi) yang berarti "bumi yang tandus".

Kata (الْجُرُزِ, l-juruzi) berakar ج-ر-ز, dan akar itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 18:8, (صَعِيدًا جُرُزًا, sha'iidan juruzan) yang berarti "tanah yang tandus", dan di 32:27. Sifat ini menempel pada bumi dan tidak diikuti kata (مَيِّتٍ, mayyitin) yang berarti "mati". Kata mayyitin dipakai di 35:9, (بَلَدٍ مَيِّتٍ, baladin mayyitin) yang berarti "negeri yang mati", dan di 7:57, (لِبَلَدٍ مَيِّتٍ, li-baladin mayyitin). Terjemahan 32:27 memakai "tandus" dan tidak menambahkan "mati", karena kata Arab untuk mati tidak ada di ayat ini.

Frasa (فَنُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا, fa-nukhriju bihi zar'an) yang berarti "lalu Kami mengeluarkan dengannya tanam-tanaman" hanya ada di 32:27. Kata (زَرْعًا, zar'an) berakar ز-ر-ع dan muncul dengan bentuk itu tiga kali, yaitu di 18:32, 32:27, dan 39:21. Di 39:21, (يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا, yukhriju bihi zar'an) yang berarti "mengeluarkan dengannya tanaman" disusul tanaman yang beraneka warna, lalu (ثُمَّ يَهِيجُ, tsumma yahiiju) yang berarti "kemudian mengering", sehingga tanaman itu diikuti sampai rusak. Di 32:27 tanaman diikuti sampai dimakan: (تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَامُهُمْ وَأَنْفُسُهُمْ, ta'kulu minhu an'aamuhum wa-anfusuhum) yang berarti "dimakan darinya oleh hewan ternak mereka dan diri mereka".

Kata (أَنْعَامُهُمْ, an'aamuhum) yang berarti "hewan ternak mereka" berakar ن-ع-م, dan bentuk persis ini ada di 32:27 saja. Urutannya, ternak lebih dulu lalu manusia, tidak seragam di korpus. Di 25:49, (أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًا, an'aaman wa-anaasiyya katsiiran) yang berarti "hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak", ternak juga disebut lebih dulu. Sebaliknya, 10:24, (يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ, ya'kulu n-naasu wa-l-an'aamu) yang berarti "dimakan oleh manusia dan hewan ternak", menyebut manusia lebih dulu, dan begitu pula (مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ, mataa'an lakum wa-li-an'aamikum) yang berarti "sebagai kesenangan bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian" di 79:33 dan 80:32. Alasan urutan itu tidak tertulis di keempat ayat tadi.

Pertanyaan penutup (أَفَلَا يُبْصِرُونَ, a-fa-laa yubshiruuna) yang berarti "maka tidakkah mereka melihat" hanya ada di 32:27. Padanan untuk "kalian", (أَفَلَا تُبْصِرُونَ, a-fa-laa tubshiruuna), muncul tiga kali, yaitu di 28:72, 43:51, dan 51:21. Terjemahan memakai "melihat" untuk akar ب-ص-ر pada bentuk ini, seperti di 43:51.

Tafsiran

Ayat ini menaruh air dan tanaman di sebelah tempat tinggal generasi yang dibinasakan di 32:26. Dua ayat itu memuat dua gambar yang berlawanan arah, yang pertama tentang sesuatu yang berakhir dan yang kedua tentang sesuatu yang tumbuh dari tanah yang kering. Ayat tidak menyatakan hubungan di antara keduanya, sehingga keduanya dapat dibaca sebagai dua tanda yang berdiri sendiri-sendiri dan sebagai pasangan yang saling menerangi. Pelaku pada 32:27 adalah "Kami", yang menggiring air dan mengeluarkan tanaman, sedangkan para pemakan makanan itu disebut dengan kata ganti "mereka", yaitu pihak yang ditanya sejak 32:26.

Kebangkitan tidak disebut di ayat ini. Di 35:9 gambaran awan yang digiring ke negeri yang mati disusul (كَذَٰلِكَ النُّشُورُ, ka-dzaalika n-nusyuuru) yang berarti "demikianlah kebangkitan itu", dan di 7:57 disusul pernyataan tentang Kami mengeluarkan orang-orang yang mati. Ayat 32:10 dalam surah yang sama memuat pertanyaan para penentang tentang ciptaan yang baru setelah mereka lenyap di tanah. Ayat 32:27 tidak menghubungkan gambaran airnya dengan pertanyaan itu, dan yang tertulis di sana berhenti pada makanan yang dimakan.

Pasangan penglihatan dan pendengaran yang menutup 32:26 dan 32:27 muncul beberapa kali dalam surah ini. Di 32:9, (السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ, s-sam'a wa-l-abshaara) yang berarti "pendengaran dan penglihatan" disebut sebagai yang dijadikan bagi mereka yang diajak bicara. Di 32:12, (أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا, absharnaa wa-sami'naa) yang berarti "kami telah melihat dan mendengar" diucapkan para pendosa setelah semuanya terjadi. Urutan di 32:26 dan 32:27 adalah mendengar lalu melihat, dan urutan di 32:12 adalah melihat lalu mendengar. Pertanyaan di dua ayat ini diajukan sebelum waktunya, dan pengakuan di 32:12 datang sesudahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 32:27 memakai kata menggiring untuk air, kata yang di 19:86 dipakai untuk para pendurhaka yang digiring ke Jahanam. Kedua ayat berbicara tentang hal yang berlainan dan tidak disamakan. Meski begitu, air yang mengalir ke ladang dalam ayat ini bergerak ke tujuan yang ditentukan pihak lain, dan pihak itu disebut Kami. Di 25:48 yang mengirimkan angin disebut Dia, lalu 25:49 melanjutkan dengan Kami menghidupkan negeri yang mati dan memberi minum hewan ternak serta manusia. Air yang diminum pagi tadi, ke mana air itu digiring sebelum sampai ke gelas, dan siapa lagi yang minum darinya?
  • Dalam kalimat 32:27, hewan ternak disebut sebelum manusia, yaitu hewan ternak mereka dan diri mereka. Susunan itu berbeda di ayat lain, dan alasannya tidak dituliskan. Pembaca yang membayangkan diri sendiri sebagai penerima tunggal hasil sebuah ladang dapat memperhatikan bahwa kalimat ini menuliskan ladang yang sama menghidupi makhluk lain, dan dalam urutan kata, manusia datang sesudahnya. Bila daftar semua yang makan dari ladang yang sama ditulis, di bagian mana pembaca akan menaruh dirinya?
  • Ayat 32:27 menyebut bumi yang tandus dan tidak menyebut bumi yang mati, padahal kata mati dipakai di 35:9 dan 7:57 untuk gambaran yang serupa. Tandus menggambarkan tanah yang kering, dan dalam ayat ini tanah itu menumbuhkan tanaman setelah air sampai kepadanya. Pembaca dapat meminjam gambaran itu untuk bagian hidupnya yang sudah lama dianggapnya kering, seperti sebuah hubungan, sebuah rencana, atau sebuah kebiasaan. Bagian mana yang disebutnya tandus, dan pernahkah diperiksanya apakah air sedang bergerak ke arah sana tanpa diperhatikan?
  • Ayat 39:21 mengikuti sebuah tanaman sampai mengering, menguning, dan hancur, lalu menyebut bahwa pada yang demikian itu terdapat peringatan bagi orang-orang berpikiran sehat, setelah menyebut bahwa Allah yang menurunkan air dari langit. Ayat 32:27 mengikuti tanaman yang serupa sampai ke saat dimakan, dan berhenti di sana. Dua ayat itu memotong satu gambar pada titik yang berbeda dan tidak saling menafsirkan. Pembaca yang menimbang hasil kerjanya dapat memperhatikan di titik mana biasanya berhenti menghitung, ketika hasil itu dimakan atau ketika hasil itu layu?
  • Para pendosa di 32:12 berkata, Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, lalu meminta dikembalikan agar dapat beramal saleh. Di 32:27 pertanyaan tentang melihat diajukan sebelum itu, ketika air dan tanaman masih menjadi hal sehari-hari. Dua ayat itu menaruh pengakuan yang sama di dua waktu yang berbeda, dan ayat 32:27 tidak mengatakan bahwa jawaban atas pertanyaannya sudah diberikan. Apa yang baru akan diakuinya telah dilihat bila menunggu sampai keadaan memaksa pengakuan itu, dan apakah sebagian dari itu sudah ada di depan matanya hari ini?
  • Ayat 32:27 menyebut makanan yang dimakan dan tidak menyebut syukur. Di 32:9 Dia menjadikan bagi mereka pendengaran, penglihatan, dan hati, lalu ayat itu menutup dengan sedikitnya syukur mereka. Ayat 32:9 membicarakan indra dan hati, tidak makanan, sehingga keduanya tidak disamakan. Dibaca berdampingan, 32:9 mencatat sedikitnya syukur, dan 32:27 menyebut makanan tanpa ucapan syukur di dalamnya. Sebelum makan tadi, kapan terakhir kali pembaca memperhatikan dari mana makanan itu datang?