وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْفَتْحُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Dan mereka berkata, “Kapankah kemenangan ini, jika kalian orang-orang yang benar?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْفَتْحُwa-yaquuluuna mataa haadzaa l-fathudan mereka berkata, kapankah kemenangan ini
- إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَin kuntum shaadiqiinajika kalian orang-orang yang benar
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَيَقُولُونَwa-yaquuluunadan mereka berkata
- مَتَىٰmataakapan
- هَٰذَاhaadzaaini
- الْفَتْحُl-fathukemenangan
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- صَادِقِينَshaadiqiinaorang-orang yang benar
Inti bacaan
Frasa (مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ, mataa haadzaa l-wa'du) muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:48, 21:38, 27:71, 34:29, 36:48, dan 67:25, dan di 32:28 kata l-wa'du diganti l-fathu.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا, wa-yaquuluuna mataa haadzaa) yang berarti "dan mereka berkata, kapankah ini". Susunan itu muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 10:48, 21:38, 27:71, 32:28, 34:29, 36:48, dan 67:25. Di enam ayat di antaranya pertanyaan itu berlanjut dengan (الْوَعْدُ, l-wa'du), seperti (هَٰذَا الْوَعْدُ, haadzaa l-wa'du) yang berarti "janji ini" di 10:48, 21:38, 27:71, 34:29, 36:48, dan 67:25. Hanya di 32:28 pertanyaan itu berlanjut dengan (الْفَتْحُ, l-fathu), yaitu (هَٰذَا الْفَتْحُ, haadzaa l-fathu) yang berarti "kemenangan ini". Ketujuh ayat itu ditutup dengan (إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, in kuntum shaadiqiina) yang berarti "jika kalian orang-orang yang benar". Kata (مَتَىٰ, mataa) yang berarti "kapan" diberi akhiran -kah dalam terjemahan supaya terbaca sebagai pertanyaan, dan (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" dipertahankan sebagai penunjuk dekat seperti di keenam ayat tadi. Kata mataa sendiri muncul sembilan kali di sembilan surah, yaitu 2:214, 10:48, 17:51, 21:38, 27:71, 32:28, 34:29, 36:48, dan 67:25, dengan dua di antaranya berada di luar susunan tadi, yaitu di 2:214, (مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ, mataa nashru llaahi) yang berarti "kapankah pertolongan Allah", yang diucapkan oleh rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, dan di 17:51, (مَتَىٰ هُوَ, mataa huwa) yang berarti "kapan itu" diucapkan oleh mereka yang menggeleng-gelengkan kepala. Di 32:28 pembicaranya adalah "mereka" yang ucapannya dikutip di surah ini, dan ayat ini tidak memberi nama kepada mereka.
Kata kerja (يَقُولُونَ, yaquuluuna) berbentuk belum selesai menurut morfologi, sedangkan di 32:10 pembukanya (وَقَالُوا, wa-qaaluu) berbentuk selesai. Terjemahan memakai "mereka berkata" untuk keduanya, karena kata kerja Indonesia tidak menandai perbedaan itu.
Kata (الْفَتْحُ, l-fathu) berakar ف-ت-ح. Bentuk dengan kata sandang ini muncul enam kali di enam surah dalam dua akhiran, yaitu (الْفَتْحُ, l-fathu) di 8:19, 32:28, dan 110:1, serta (الْفَتْحِ, l-fathi) di 5:52, 32:29, dan 57:10. Terjemahan memakai "kemenangan" di 32:28, 32:29, 110:1, dan 5:52, "keputusan" di 8:19, dan "penaklukan" di 57:10, sehingga satu kata Arab belum punya satu padanan di korpus. Ayat 32:28 dan 32:29 memakai kata yang sama dalam dua ayat berurutan, jadi keduanya diberi padanan yang sama, yaitu "kemenangan". Padanan "keputusan" tidak dipakai di sini karena di 32:25 akar lain, ف-ص-ل, sudah diterjemahkan "memutuskan", dan menyamakan keduanya akan menutup perbedaan dua akar itu. Ayat ini tidak menyebut siapa yang menang atau siapa yang memutuskan.
Kata (صَادِقِينَ, shaadiqiina) yang berarti "orang-orang yang benar" berakar ص-د-ق. Susunan (إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, in kuntum shaadiqiina) muncul dua puluh delapan kali di dua puluh surah, yaitu 2:23, 2:31, 2:94, 2:111, 3:93, 3:168, 3:183, 6:40, 6:143, 7:194, 10:38, 10:48, 11:13, 21:38, 27:64, 27:71, 28:49, 32:28, 34:29, 36:48, 37:157, 44:36, 45:25, 46:4, 49:17, 56:87, 62:6, dan 67:25. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 2 memuatnya empat kali, surah 3 tiga kali, dan surah 6, 10, serta 27 masing-masing dua kali. Terjemahan memakai "benar" dan tidak "jujur", sejalan dengan akar yang sama di (مَقْعَدِ صِدْقٍ, maq'adi shidqin) yang berarti "tempat kedudukan yang benar" di 54:55.
Tafsiran
Ayat ini memuat ucapan para penentang di dunia untuk ketiga kalinya dalam surah ini, dan untuk kedua kalinya ucapan itu dijawab dengan perintah "Katakanlah". Ucapan mereka dikutip di 32:3, 32:10, dan 32:28. Ayat 32:3, (أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ, am yaquuluuna ftaraahu) yang berarti "ataukah mereka berkata, Dia mengada-adakannya", dijawab dengan (بَلْ هُوَ الْحَقُّ, bal huwa l-haqqu) yang berarti "bahkan, ia adalah kebenaran". Pertanyaan di 32:10 tentang ciptaan yang baru dijawab 32:11 dengan perintah "Katakanlah", dan pertanyaan di 32:28 tentang waktu dijawab 32:29 dengan perintah yang sama. Kedua jawaban itu diperintahkan kepada satu orang dan tidak mengulang bentuk pertanyaannya.
Pertanyaan ini memakai al-fath pada tempat kata janji di enam ayat lain, sehingga pertanyaan yang lazim itu terarah pada kata yang akan dipakai jawabannya, karena 32:29 menyebut hari al-fath. Ayat tidak menyatakan siapa yang pertama memakai kata itu, para penanya atau pembicara surah. Di awal surah, 32:3 memuat tuduhan bahwa kabar itu diada-adakan, dan menjelang ujungnya ada permintaan agar kabar itu dibuktikan benar lewat waktu. Dua ayat itu sama-sama menyangkut benar atau tidaknya kabar, tetapi tidak dinyatakan bahwa penanya di keduanya adalah orang yang sama.
Pertanyaan ini ditujukan kepada (كُنْتُمْ, kuntum) yang berarti "kalian adalah", yaitu bentuk jamak, sedangkan 32:23 dan 32:25 menyapa satu orang dengan "engkau" dan -ka. Dapat dibaca bahwa para penanya menantang beberapa orang yang menyampaikan kabar itu, sementara jawabannya diperintahkan kepada satu orang.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan di 32:28 membawa syarat di ujungnya: jika kalian orang-orang yang benar. Syarat itu menggantungkan benar atau tidaknya sebuah kabar pada jadwal yang diminta, yaitu waktunya, dan ayat tidak menilai syarat itu. Pembaca dapat menghitung pertanyaannya sendiri kepada orang lain yang ditutup dengan syarat seperti "jika kalian benar", lalu memeriksa apakah jawaban yang diterima menyebut jadwal yang diminta. Apa yang berubah pada sebuah pertanyaan bila syarat di ujungnya dibuang?
- Di 21:37, tepat sebelum pertanyaan kapan tentang janji di 21:38, tertulis bahwa manusia diciptakan tergesa-gesa dan diminta tidak menyegerakan. Ayat 32:28 tidak memuat kalimat semacam itu di dekatnya, dan kedua ayat berada di surah yang berbeda sehingga tidak disamakan. Pembaca dapat membaca kata kapan sebagai bagian dari ketergesaan yang disebut di 21:37. Pada pertanyaan kapan yang diajukannya hari ini, berapa bagian yang sebenarnya permintaan agar segera, dan berapa bagian yang benar-benar ingin tahu waktu?
- Ayat 32:28 mengutip pertanyaan itu tanpa kata penilai di sekitarnya, tanpa sebutan seperti mengejek atau menantang, dan jawabannya di 32:29 dibuka dengan perintah Katakanlah. Dengan susunan itu, pertanyaan para penentang dihadapkan pada sebuah jawaban dan tidak pada penilaian atas penanyanya. Pembaca yang menghadapi pertanyaan bernada menantang dapat memperhatikan bahwa teks tidak memberi nama pada nada itu. Bila pertanyaan semacam itu dijawab dengan isi tanpa menebak niat penanyanya, apa yang tersisa dari pertengkaran?
- Ayat 32:25 menyebut Tuhanmu sebagai pihak yang memutuskan di antara mereka, dan 32:28 memakai kata kemenangan dalam pertanyaan para penanya. Ayat tidak menyatakan bahwa dua kata itu menunjuk hal yang sama. Kata kemenangan membawa gambaran ada pihak yang menang, sedangkan 32:25 menaruh putusan di tangan Tuhan. Pembaca yang sedang mengikuti sebuah perselisihan dapat bertanya, kemenangan seperti apa yang ditunggunya, dan apakah itu sama dengan putusan yang menurut 32:25 berada di tangan Tuhanmu?
- Di 10:20, ketika para penentang berkata mengapa tidak diturunkan suatu tanda, jawabannya adalah bahwa yang gaib hanya milik Allah, lalu diminta menunggu. Ayat itu menjawab permintaan lain, yaitu tanda, dan tidak disamakan dengan pertanyaan waktu di 32:28. Dibaca berdampingan, kedua ayat memperlihatkan bahwa permintaan akan sesuatu yang belum tampak dapat berubah menjadi permintaan akan kepastian, dan jawabannya mengarahkan perhatian kepada pihak yang memegang pengetahuan itu. Pembaca yang menginginkan kepastian tentang hal yang belum terlihat dapat bertanya, kepastian apa yang sebenarnya dibutuhkan agar langkah hari ini dapat diambil?
- Di 32:10 pertanyaan para penentang berbunyi apakah kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru, yaitu pertanyaan tentang mungkin atau tidaknya, dan ayat itu menutupnya dengan kufur terhadap pertemuan dengan Tuhan mereka. Di 32:28 pertanyaannya sudah berganti menjadi kapan. Ayat tidak menyatakan bahwa penanya di kedua tempat itu sama. Dibaca berurutan, pertanyaan apakah dan pertanyaan kapan memperlihatkan dua sikap yang berbeda terhadap sesuatu yang belum terjadi. Dalam hal yang sedang diragukan pembaca, pertanyaannya masih apakah hal itu mungkin, atau sudah berubah menjadi kapan hal itu terjadi?