قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِيمَانُهُمْ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ
Katakanlah, “Pada hari kemenangan itu, iman mereka tidak berguna bagi orang-orang yang kufur, dan mereka tidak diberi penangguhan.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ يَوْمَ الْفَتْحِ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِيمَانُهُمْqul yawma l-fathi laa yanfa'u lladziina kafaruu iimaanuhumkatakanlah, pada hari kemenangan itu, iman mereka tidak berguna bagi orang-orang yang kufur
- وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَwa-laa hum yunzharuunadan mereka tidak diberi penangguhan
Terjemahan per kata (11 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- يَوْمَyawmahari
- الْفَتْحِl-fathikemenangan
- لَاlaatidak
- يَنْفَعُyanfa'uberguna bagi
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- إِيمَانُهُمْiimaanuhumiman mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- هُمْhummereka
- يُنْظَرُونَyunzharuunadiberi penangguhan
Inti bacaan
Susunan (وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ, wa-laa hum yunzharuuna) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:162, 3:88, 16:85, 21:40, dan 32:29, dan hanya di 32:29 susunan itu menyusul pernyataan tentang iman.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", kata kerja perintah untuk satu orang. Di Surah 32 kata itu muncul dua kali, yaitu di 32:11 dan 32:29. Di 32:11 kata itu mendahului jawaban atas pertanyaan para penentang tentang ciptaan yang baru, dan di 32:29 mendahului jawaban atas pertanyaan tentang waktu di 32:28. Frasa (يَوْمَ الْفَتْحِ, yawma l-fathi) yang berarti "pada hari kemenangan" hanya ada di 32:29. Kata (الْفَتْحِ, l-fathi) di sini adalah kata yang sama dengan (الْفَتْحُ, l-fathu) di 32:28, dan memakai kata sandang al- yang menandai sesuatu yang sudah disebut, sehingga terjemahan menyebutnya "kemenangan itu" setelah "kemenangan ini" di ayat sebelumnya.
Susunan (لَا يَنْفَعُ, laa yanfa'u) yang berarti "tidak berguna" muncul tiga belas kali di sebelas surah, yaitu 2:102, 6:71, 6:158, 10:18, 10:106, 11:34, 21:66, 22:12, 25:55, 26:88, 30:57, 32:29, dan 40:52. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 6 dan surah 10 memuatnya dua kali. Terjemahan memakai "berguna" di 32:29, 26:88, 30:57, dan 40:52, sedangkan 6:158 memakai "bermanfaat" untuk kata kerja yang sama. Kata kerja itu bersambung ke pihak yang dituju, (الَّذِينَ كَفَرُوا, lladziina kafaruu) yang berarti "orang-orang yang kufur", dan benda yang tidak berguna disebut paling akhir, yaitu (إِيمَانُهُمْ, iimaanuhum) yang berarti "iman mereka". Urutan itu, kelompok yang dituju lebih dulu lalu bendanya, ada juga di 30:57 dan 40:52, ketika (مَعْذِرَتُهُمْ, ma'dziratuhum) yang berarti "dalih mereka" disebut paling akhir. Terjemahan 32:29 menaruh "iman mereka" di depan "tidak berguna", seperti terjemahan 40:52 dan 40:85, karena iimaanuhum berkedudukan sebagai yang tidak berguna menurut morfologi. Bila dibiarkan di ujung seperti urutan Arabnya, kalimat Indonesia terbaca "orang-orang yang kufur iman mereka", seakan-akan iman itu yang dikufuri. Kata "iman" dan tidak "keimanan" dipakai seperti di 40:85, (فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ, fa-lam yaku yanfa'uhum iimaanuhum) yang berarti "maka, iman mereka tidak berguna bagi mereka". Bentuk persis iimaanuhum hanya ada di 32:29 dan 40:85.
Kebalikannya ada di 10:98, (فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا, fa-nafa'ahaa iimaanuhaa) yang berarti "lalu imannya bermanfaat baginya", yaitu iman sebuah negeri yang bermanfaat bagi negeri itu. Di 6:158, (لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا, laa yanfa'u nafsan iimaanuhaa) yang berarti "tidak bermanfaat lagi bagi suatu jiwa imannya", ketidakbergunaan itu terkait dengan (يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ, yawma ya'tii ba'dhu aayaati rabbika) yang berarti "pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu". Di 32:29 kaitannya adalah hari al-fath.
Frasa (الَّذِينَ كَفَرُوا, lladziina kafaruu) diterjemahkan "orang-orang yang kufur" karena bentuknya kata kerja lampau dengan kata penghubung, sedangkan "orang-orang kafir" dipakai untuk (الْكَافِرُونَ, l-kaafiruuna) yang berbentuk pelaku, seperti di 40:85.
Frasa (وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ, wa-laa hum yunzharuuna) yang berarti "dan mereka tidak diberi penangguhan" muncul lima kali di lima surah, yaitu 2:162, 3:88, 16:85, 21:40, dan 32:29. Di empat ayat lainnya frasa ini menyusul penyebutan azab atau sesuatu yang menimpa tanpa dapat ditolak, misalnya (لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ, laa yukhaffafu 'anhumu l-'adzaabu) yang berarti "azab tidak diringankan bagi mereka" di 2:162 dan 3:88. Di 32:29 frasa itu menyusul pernyataan tentang iman. Kata kerjanya, (يُنْظَرُونَ, yunzharuuna), berbentuk pasif, dan terjemahan memakai "diberi penangguhan" seperti untuk (مُنْظَرُونَ, munzharuuna) di 26:203. Kata kerja perintah dari akar yang sama, (فَأَنْظِرْنِي, fa-anzhirnii) yang berarti "maka tangguhkanlah aku", muncul di 15:36, dan permintaan penangguhan itu dijawab di 15:37 dan 15:38 dengan penangguhan sampai hari yang waktunya telah ditentukan.
Tafsiran
Ayat ini menjawab pertanyaan waktu di 32:28 dengan keadaan pada hari itu, dan tidak dengan tanggal. Pertanyaan yang sama dengan kata janji di enam ayat lain dijawab dengan cara yang berbeda-beda. Ayat 10:49 menyebut ajal setiap umat yang tak dapat dimajukan atau ditunda sesaat pun. Ayat 27:72 menyebut sebagian dari yang mereka minta disegerakan boleh jadi telah dekat. Ayat 34:30 menyebut hari yang dijanjikan yang tidak dapat ditunda atau dimajukan sesaat pun. Ayat 67:26 menyebut bahwa ilmu hanya ada pada Allah. Dua ayat lain, 21:39 dan 36:49, tidak memuat perintah "Katakanlah" dan langsung menggambarkan keadaan, yaitu pengandaian saat api tak dapat dielakkan dan satu teriakan yang menyambar. Ayat 32:29 termasuk kelompok yang menggambarkan keadaan, dan isinya menyebut iman dan penangguhan, tidak api atau teriakan.
Ayat ini dapat dibaca bersama 32:24 dan 32:12 dalam surah yang sama. Di 32:24 para pemimpin disebut senantiasa (يُوقِنُونَ, yuuqinuuna) yang berarti "mereka yakin" pada tanda-tanda. Di 32:12 para pendosa berkata (إِنَّا مُوقِنُونَ, innaa muuqinuuna) yang berarti "sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin", sesudah mereka melihat dan mendengar. Ayat 32:29 menyatakan bahwa iman pada hari itu tidak berguna bagi yang kufur. Ayat 32:12 memakai kata yakin dan 32:29 memakai kata iman, dua kata berbeda yang tidak dinyatakan sama oleh salah satu ayat itu.
Ayat ini menyebut dua hal yang tidak ada pada hari itu, yaitu manfaat iman dan penangguhan, dan keduanya dihubungkan hanya dengan kata dan. Ayat tidak menyatakan bahwa hilangnya penangguhan membuat iman tak berguna, atau sebaliknya. Ayat sesudahnya, 32:30, menutup rangkaian ini dengan perintah menunggu.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan di 32:28 menanyakan kapan, dan jawaban di 32:29 menggambarkan keadaan pada hari itu tanpa menyebut tanggal. Pertanyaan semacam itu diajukan di tujuh ayat, dan jawaban yang diberikan berbeda-beda, tetapi tidak satu pun yang menyebut tanggal. Pembaca yang terbiasa menuntut jadwal sebelum mau mempertimbangkan sebuah kabar dapat memperhatikan bahwa jawaban ayat ini memberi bahan yang lain, yaitu apa yang tidak lagi berguna pada hari itu. Bila pertanyaan kapan yang diajukannya dijawab dengan keadaan, keadaan apa yang paling perlu diketahuinya sekarang?
- Di 40:84 mereka berkata, Kami beriman kepada Allah semata, ketika melihat azab Kami, dan 40:85 menyebut bahwa iman mereka tidak berguna bagi mereka ketika itu. Di 32:28 bukti yang diminta adalah hari yang jelas, dan di 32:29 hari itu dilukiskan sebagai hari ketika iman tidak lagi berguna bagi yang kufur. Ayat 40:85 membicarakan peristiwa lain dan tidak menafsirkan 32:29. Dibaca berdampingan, keduanya memperlihatkan bahwa bukti yang sudah tak terbantahkan dan manfaat sebuah pengakuan tidak datang bersamaan. Hal apa yang baru akan dipercayanya ketika buktinya sudah tak bisa ditolak, dan apakah bukti yang tersedia hari ini sebenarnya sudah cukup?
- Di 15:36 permintaan kepada Tuhan, Tuhanku, maka tangguhkanlah aku, dijawab di 15:38 dengan penangguhan sampai hari yang waktunya telah ditentukan. Ayat 32:29 menyebut bahwa pada hari al-fath orang-orang yang kufur tidak diberi penangguhan. Ayat 15:36 menyangkut pihak yang meminta dan konteksnya berbeda sehingga tidak disamakan dengan 32:29. Dibaca berdampingan, keduanya menempatkan penangguhan sebagai sesuatu yang ada batasnya dan bernama hari. Bila tidak ada penangguhan pada hari itu, apa yang masih dapat ditata sebelum hari itu menurut ukuran pembaca sendiri?
- Jawaban di 32:29 dibuka dengan perintah Katakanlah, lalu langsung menyebut keadaan pada hari al-fath tanpa kalimat pembelaan, tanpa membalas tuduhan atau menjelaskan siapa yang berkata. Perintah itu ditujukan kepada satu orang, dan isi jawabannya tidak memuat pembelaan diri bagi orang tersebut. Pembaca yang diminta menjawab tantangan dapat memperhatikan bahwa jawaban yang diperintahkan di sini berisi keadaan yang akan datang dan tidak berisi pembelaan atas pembawa kabar. Apa yang tersisa dari sebuah tantangan bila jawabannya hanya memuat keadaan, tanpa pembelaan?
- Ayat 6:158 menyebut bahwa pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, iman tidak lagi bermanfaat bagi suatu jiwa yang belum beriman sebelumnya atau belum mengusahakan kebaikan dalam imannya. Ayat 6:158 menyebut dua kemungkinan itu, dan 32:29 hanya menyebut iman. Ayat 6:158 dan 32:29 membicarakan hari yang disebut dengan nama berbeda dan tidak disamakan. Dibaca berdampingan, 6:158 memperlihatkan bahwa kebaikan dalam iman ikut dihitung sebagai hal yang ada sebelum hari itu. Apa yang sudah diusahakan pembaca di dalam imannya sebelum hari itu, dan apakah hal itu terhitung sebagai usaha yang bisa disebutkan satu per satu?
- Di 32:28 para penanya meminta hari itu segera, dan di 32:29 pihak yang kufur disebut tidak diberi penangguhan. Ayat 34:30 menyebut hari yang dijanjikan yang tidak dapat ditunda sesaat pun dan tidak dapat dimajukan. Dibaca berdampingan, permintaan agar dipercepat dan keinginan agar ditunda sama-sama tidak mengubah waktunya. Pembaca dapat menimbang urusan yang didesaknya atau yang ditundanya sendiri. Adakah urusan yang waktunya tetap sama, sekeras apa pun ia mendesak atau menunda?