فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانْتَظِرْ إِنَّهُمْ مُنْتَظِرُونَ
Maka, berpalinglah dari mereka dan tunggulah. Sesungguhnya mereka pun menunggu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَانْتَظِرْfa-a'ridh 'anhum wa-ntazhirmaka, berpalinglah dari mereka dan tunggulah
- إِنَّهُمْ مُنْتَظِرُونَinnahum muntazhiruunasesungguhnya mereka pun menunggu
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَأَعْرِضْfa-a'ridhmaka berpalinglah
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- وَانْتَظِرْwa-ntazhirdan tunggulah
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- مُنْتَظِرُونَmuntazhiruunaorang-orang yang menunggu
Inti bacaan
Frasa (إِنَّهُمْ مُنْتَظِرُونَ, innahum muntazhiruuna) hanya ada di 32:30, sedangkan (إِنَّا مُنْتَظِرُونَ, innaa muntazhiruuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:158 dan 11:122.
Penjelasan pilihan kata
Perintah pertama, (فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ, fa-a'ridh 'anhum) yang berarti "maka berpalinglah dari mereka", berakar ع-ر-ض. Bentuk persis ini muncul empat kali di tiga surah, yaitu 4:63, 4:81, 6:68, dan 32:30. Surah 4 memuatnya dua kali. Di tiga ayat, yaitu 4:63, 4:81, dan 32:30, perintah itu langsung disusul perintah kedua yang berbeda: (وَعِظْهُمْ, wa-'izhhum) yang berarti "dan nasihatilah mereka" di 4:63, (وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ, wa-tawakkal 'alaa llaahi) yang berarti "dan bertawakallah kepada Allah" di 4:81, dan (وَانْتَظِرْ, wa-ntazhir) yang berarti "dan tunggulah" di 32:30. Di 6:68 berpaling itu dibatasi oleh (حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ, hattaa yakhuudhuu fii hadiitsin ghayrihi) yang berarti "hingga mereka beralih ke pembicaraan lain", dan ayat itu disusul (فَلَا تَقْعُدْ, fa-laa taq'ud) yang berarti "maka janganlah engkau duduk". Terjemahan memakai "berpalinglah" di 32:30 seperti di 4:63 dan 4:81, sedangkan 6:68 memakai "tinggalkanlah". Kata kerja dari akar yang sama di 32:22, (أَعْرَضَ عَنْهَا, a'radha 'anhaa) yang berarti "berpaling darinya", diterjemahkan dengan kata "berpaling" juga.
Kata (وَانْتَظِرْ, wa-ntazhir) yang berarti "dan tunggulah" berakar ن-ظ-ر, dan bentuk persis ini hanya ada di 32:30. Bentuk jamaknya, (انْتَظِرُوا, ntazhiruu) yang berarti "tunggulah" untuk beberapa orang, muncul lima kali di empat surah, yaitu 6:158, 7:71, 10:20, 10:102, dan 11:122. Surah 10 memuatnya dua kali. Di kelima ayat itu perintahnya ditujukan kepada beberapa orang dan disusul pernyataan pembicara tentang dirinya sendiri. Di 6:158 dan 11:122 pernyataan itu berbunyi (إِنَّا مُنْتَظِرُونَ, innaa muntazhiruuna) yang berarti "sesungguhnya Kami pun menunggu", dan di 7:71, 10:20, serta 10:102 berbunyi (إِنِّي مَعَكُمْ مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ, innii ma'akum mina l-muntazhiriina) yang berarti "sesungguhnya aku bersama kalian termasuk yang menunggu". Di 32:30 perintahnya untuk satu orang, dan pernyataan sesudahnya menyangkut pihak lain, yaitu (إِنَّهُمْ مُنْتَظِرُونَ, innahum muntazhiruuna) yang berarti "sesungguhnya mereka pun menunggu". Bentuk innahum muntazhiruuna hanya ada di 32:30.
Kata "pun" pada "mereka pun menunggu" tidak lahir dari kata Arab tersendiri. Kata itu menandai bahwa penantian pihak kedua sejajar dengan penantian yang diperintahkan, dan dipakai juga dalam terjemahan innaa muntazhiruuna di 6:158 dan 11:122. Akar ن-ظ-ر muncul tiga kali di dua ayat berurutan, yaitu (يُنْظَرُونَ, yunzharuuna) di 32:29, serta wa-ntazhir dan muntazhiruuna di 32:30. Terjemahan memakai "diberi penangguhan" untuk yang pertama dan "menunggu" untuk dua yang lain, karena morfologi menandai yang pertama sebagai bentuk pasif dari kata kerja menangguhkan dan dua yang lain sebagai bentuk menunggu.
Kata kerja menunggu dengan pelaku "mereka" juga muncul dalam pertanyaan (هَلْ يَنْظُرُونَ, hal yanzhuruuna) yang berarti "tidakkah mereka menunggu" di 2:210, 6:158, 7:53, 16:33, 35:43, 43:66, dan 47:18, serta (فَهَلْ يَنْتَظِرُونَ, fa-hal yantazhiruuna) di 10:102. Di kedelapan ayat itu apa yang ditunggu disebut sesudah kata (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", misalnya kedatangan para malaikat di 16:33 dan hari kiamat di 43:66. Di 32:30 pernyataan "mereka pun menunggu" tidak disusul sebutan apa yang ditunggu.
Tafsiran
Ayat ini menutup Surah 32 dengan dua perintah kepada satu orang dan satu pernyataan tentang pihak lain, dan ayat ini tidak memuat sebutan Allah atau Tuhan. Morfologi menandai delapan kata kerja perintah di surah ini, tetapi yang ditujukan kepada orang yang diajak bicara hanya empat, yaitu (قُلْ, qul) di 32:11 dan 32:29 serta berpaling dan menunggu di 32:30. Satu larangan melengkapinya di 32:23. Daftar itu tidak memuat perintah untuk memaksa atau mengejar.
Berpaling di 32:30 memakai akar yang sama dengan berpaling di 32:22, ketika orang yang diperingatkan dengan tanda-tanda Tuhannya lalu (أَعْرَضَ عَنْهَا, a'radha 'anhaa). Perbuatan yang sama disebut dua kali dalam surah ini, pertama sebagai perbuatan orang yang diperingatkan dan kedua sebagai perintah kepada orang yang diajak bicara. Ayat tidak menyatakan bahwa "mereka" di 32:30 adalah orang yang sama dengan yang disebut di 32:22.
Ayat 6:158 memuat dalam satu ayat dua hal yang di sini tersebar di dua ayat, yaitu hari ketika iman tidak lagi bermanfaat dan perintah (قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ, quli ntazhiruu innaa muntazhiruuna) yang berarti "katakanlah, tunggulah, sesungguhnya kami pun menunggu". Di 6:158 pembicara dan orang yang diperintah sama-sama menunggu, sedangkan 32:30 menyebut pihak lain sebagai yang menunggu. Pernyataan penutup ayat ini tidak disusul sebutan apa yang ditunggu. Karena itu sambungannya ke 32:28, tempat mereka bertanya kapan hari al-fath, adalah pembacaan yang bersandar pada urutan ayat dan tidak dinyatakan oleh teks.
Renungan dan Hikmah
- Perintah berpaling di 4:63 disusul menasihati, dan di 4:81 disusul bertawakal kepada Allah, sedangkan di 32:30 disusul menunggu. Ayat 4:63 dan 4:81 membicarakan golongan lain dan tidak disamakan dengan 32:30. Dibaca berdampingan, berpaling tidak berdiri sendiri sebagai akhir, dan apa yang menyusulnya berbeda menurut keadaan. Sesudah berhenti berdebat dengan orang lain, apa yang dikerjakan pembaca selanjutnya, apakah menasihati lagi, bertawakal, atau menunggu?
- Di 53:29 perintah berpaling ditujukan kepada orang yang berpaling dari peringatan dan tidak menghendaki kecuali kehidupan dunia, sehingga sifat orang yang ditinggalkan disebut lebih dulu. Di 32:30 orang yang ditinggalkan, yaitu mereka, tidak diberi sifat di ayat itu sendiri. Ayat 53:29 membicarakan pihak yang berbeda dan tidak disamakan dengan 32:30. Dibaca berdampingan, keduanya menunjukkan bahwa menjauh dari orang lain dapat disertai alasan tertulis atau tidak. Sifat apa yang dipakai pembaca sebagai alasan untuk menjauh dari orang lain, dan siapa yang menetapkan sifat itu?
- Di 15:94 perintah berpaling dari orang-orang yang menyekutukan didahului perintah menyampaikan secara terang apa yang diperintahkan, dan di 6:106 didahului perintah mengikuti apa yang diwahyukan dari Tuhanmu serta pernyataan bahwa tidak ada tuhan kecuali Dia. Di 32:30 perintah berpaling didahului perintah Katakanlah di 32:29. Ketiga ayat berbicara tentang pihak yang berbeda dan tidak disamakan. Dibaca berdampingan, berpaling datang sesudah ada sesuatu yang disampaikan atau diikuti. Sebelum berpaling dari sebuah perdebatan, apakah semua yang hendak disampaikan sudah disampaikan, atau berpaling dipakai untuk menghindari penyampaian itu?
- Di 11:121 perintah berbuat menurut kedudukan masing-masing berpasangan dengan pernyataan bahwa Kami pun berbuat, dan 11:122 melanjutkannya dengan perintah menunggu. Ayat 11:123 menyebut bahwa yang gaib di langit dan bumi milik Allah dan kepada-Nya dikembalikan segala urusan, lalu memerintahkan mengabdi dan bertawakal. Ayat 32:30 memuat perintah menunggu tanpa perintah berbuat, dan ayat 11:121 sampai 11:123 membicarakan kaum lain sehingga tidak disamakan. Dibaca berdampingan, menunggu di 11:122 berada di antara berbuat dan mengabdi. Selama menunggu sesuatu yang belum tiba, apa yang sedang dikerjakan pembaca?
- Di 6:158 apa yang ditunggu pihak seberang disebut, yaitu kedatangan para malaikat, kedatangan Tuhanmu, atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Di enam ayat lain yang memuat pertanyaan tidakkah mereka menunggu, yaitu 2:210, 7:53, 16:33, 35:43, 43:66, dan 47:18, apa yang ditunggu juga disebut. Di 32:30 ayat hanya menyatakan bahwa mereka pun menunggu, dan isi penantian itu dibiarkan kosong. Pembaca yang membayangkan apa yang ditunggu pihak yang ditinggalkannya sedang mengisi kekosongan yang tidak diisi teks. Apa yang sebenarnya ditunggu pihak itu, dan dari mana pembaca mengetahuinya?
- Ayat 32:23 melarang orang yang diajak bicara untuk ragu tentang pertemuan dengannya, dan ayat 32:30, di ujung surah, memerintahkan menunggu kepada sapaan tunggal yang sama. Larangan ragu menyangkut keadaan batin sebelum sesuatu terjadi, dan perintah menunggu menyangkut sikap sebelum sesuatu terjadi pula. Ayat 32:30 tidak menyebut kaitan keduanya, sehingga kaitan itu hanya letak dua ayat dalam satu surah. Pembaca dapat membandingkan keduanya dalam hal yang sedang ditunggunya, yaitu apa yang membuat menunggu terasa sebagai keyakinan, dan apa yang membuatnya terasa sebagai keraguan yang diam?