بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

Wahai Nabi, bertakwalah kepada Allah, dan janganlah engkau menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah berilmu lagi penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَyaa ayyuhaa n-nabiyyu ttaqi llaahawahai Nabi, bertakwalah kepada Allah
  2. وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَwa-laa tuthi'i l-kaafiriina wa-l-munaafiqiinadan janganlah engkau menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik
  3. إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًاinna llaaha kaana 'aliiman hakiimansesungguhnya Allah berilmu lagi penuh hikmah

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. النَّبِيُّn-nabiyyuNabi
  4. اتَّقِttaqibertakwalah
  5. اللَّهَllaahaAllah
  6. وَلَاwa-laadan janganlah
  7. تُطِعِtuthi'iengkau menaati
  8. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
  9. وَالْمُنَافِقِينَwa-l-munaafiqiinadan orang-orang munafik
  10. إِنَّinnasesungguhnya
  11. اللَّهَllaahaAllah
  12. كَانَkaanaadalah
  13. عَلِيمًا'aliimanberilmu
  14. حَكِيمًاhakiimanbijaksana

Inti bacaan

Pembukaan Al-Ahzab dengan instruksi personal kepada Nabi: bertakwa dan jangan menuruti orang kafir dan munafik, bahkan pemimpin dengan otoritas tertinggi tetap diperintahkan menjaga batas prinsip dari tekanan pihak yang memusuhi atau berpura-pura.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(keinginan)' dihapus: 'tuti'i' (akar tw', menaati) memiliki objek langsung 'al-kaafiriina wa-l-munaafiqiina' (orang-orangnya sendiri), teks Arab tidak merinci 'keinginan' mereka secara terpisah. Bismillah dipertahankan di field arab tanpa disegmentasi terpisah, konsisten konvensi surah lain.

Tafsiran

Ayat ini membuka Surah Al-Ahzab dengan perintah dasar bagi Nabi: bertakwa dan tidak tunduk pada tekanan dari dua arah berbeda, orang kafir yang terbuka menolak dan orang munafik yang berpura-pura.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memerintahkan Nabi bertakwa kepada-Nya. Perintah itu ditujukan kepada orang yang paling menjalankannya. Ketakwaan bukan tingkat yang sekali dicapai lalu tidak perlu diperintahkan lagi.
  • Yang disebut dua: orang kafir dan orang munafik. Yang menolak terang-terangan dan yang menolak diam-diam. Keduanya disebut sekaligus, sebab yang kedua lebih mudah tanpa sadar diikuti.
  • Allah menutup dengan menyebut diri-Nya berilmu lagi penuh hikmah. Pengetahuan dan pertimbangan. Larangan menaati pihak lain berdiri di atas keterangan bahwa ada Yang lebih tahu dan lebih bijak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).