وَاتَّبِعْ مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu. Sesungguhnya Allah Sang Teliti terhadap apa yang kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَاتَّبِعْ مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَwa-ttabi' maa yuuhaa ilayka min rabbikadan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu
  2. إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًاinna llaaha kaana bi-maa ta'maluuna khabiiransesungguhnya Allah Sang Teliti terhadap apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَاتَّبِعْwa-ttabi'dan ikutilah
  2. مَاmaaapa yang
  3. يُوحَىٰyuuhaadiwahyukan
  4. إِلَيْكَilaykakepadamu
  5. مِنْmindari
  6. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  7. إِنَّinnasesungguhnya
  8. اللَّهَllaahaAllah
  9. كَانَkaanaadalah
  10. بِمَاbi-maaterhadap apa yang
  11. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
  12. خَبِيرًاkhabiiranwaskita

Inti bacaan

Kerangka (بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا, bi-maa ta'maluuna khabiiran) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:94, 4:128, 4:135, 33:2, dan 48:11.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَاتَّبِعْ, wa-ttabi') yang berarti "dan ikutilah". Awalan (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambungnya dengan perintah dan larangan di 33:1. Kata kerja (اتَّبِعْ, ttabi') berakar ت-ب-ع dan berbentuk perintah untuk satu orang. Bentuk persis (وَاتَّبِعْ, wa-ttabi') muncul empat kali di empat surah, yaitu 10:109, 15:65, 31:15, dan 33:2. Susunan (اتَّبِعْ مَا, ittabi' maa) yang berarti "ikutilah apa yang" muncul tiga kali, yaitu di 6:106, 10:109, dan 33:2, dan di ketiganya objek kata kerjanya apa yang diwahyukan. Di 31:15 kata kerja yang sama bersambung ke jalan, dalam (وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ, wa-ttabi' sabiila man anaaba ilayya) yang berarti "dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku". Larangan di 33:1 memakai kata kerja berakar lain, ط-و-ع, dan sasarannya dua golongan orang. Karena itu terjemahan memakai "menaati" untuk 33:1 dan "mengikuti" untuk 33:2, sehingga dua kata kerja Arab yang berlainan tidak menjadi satu kata Indonesia.

Frasa (مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ, maa yuuhaa ilayka) yang berarti "apa yang diwahyukan kepadamu" tersusun dari (مَا, maa) yang berarti "apa yang", kata kerja pasif (يُوحَىٰ, yuuhaa) yang berarti "diwahyukan", dan (إِلَيْكَ, ilayka) yang berarti "kepadamu". Kata kerja (يُوحَىٰ, yuuhaa) berakar و-ح-ي dan berbentuk pasif, sehingga pelaku pewahyuan tidak disebut di dalam kata kerjanya; sumbernya baru ditunjuk oleh frasa sesudahnya. Frasa (مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ, maa yuuhaa ilayka) muncul tiga kali, yaitu di 10:109, 11:12, dan 33:2. Kata kerja (يُوحَىٰ, yuuhaa) sendiri muncul di empat belas ayat pada dua belas surah, yaitu 6:50, 7:203, 10:15, 10:109, 11:12, 18:110, 20:13, 20:38, 21:108, 33:2, 38:70, 41:6, 46:9, dan 53:4. Rangkaian (يُوحَىٰ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ, yuuhaa ilayka min rabbika) hanya ada di 33:2. Di 6:106 kata kerjanya berbentuk lampau, (أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ, uuhiya ilayka min rabbika), dan terjemahannya sama, "diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu".

Frasa (مِنْ رَبِّكَ, min rabbika) yang berarti "dari Tuhanmu" memuat (رَبِّ, rabbi), kata berakar ر-ب-ب yang diterjemahkan "Tuhan", dan akhiran (كَ, -ka) yang berarti "-mu". Akhiran -ka yang sama ada pada (إِلَيْكَ, ilayka), sehingga satu orang menerima wahyu sekaligus dihubungkan dengan Tuhan itu, yaitu orang yang disapa sejak awal ayat. Ayat ini tidak menyebut isi wahyu itu, dan tidak menyebut bagaimana wahyu itu sampai kepadanya.

Kalimat penutup memakai (بِمَا تَعْمَلُونَ, bi-maa ta'maluuna) yang berarti "terhadap apa yang kalian kerjakan". Kata kerja (تَعْمَلُونَ, ta'maluuna) berakar ع-م-ل dan menunjuk banyak orang yang diajak bicara, sehingga terjemahan memakai "kalian". Sebelum kata ini, ayat memakai satu orang sebagai lawan bicara, yaitu pada (وَاتَّبِعْ, wa-ttabi'), (إِلَيْكَ, ilayka), dan (رَبِّكَ, rabbika), yang diterjemahkan "ikutilah", "kepadamu", dan "Tuhanmu". Perpindahan dari satu orang ke banyak orang terjadi di dalam satu ayat, dan ayat tidak menyebut siapa saja yang termasuk dalam "kalian".

Kata terakhir adalah (خَبِيرًا, khabiiran) yang berarti "Sang Teliti". Kata ini berakar خ-ب-ر dan muncul dalam bentuk khabiiran di dua belas ayat pada lima surah, yaitu 4:35, 4:94, 4:128, 4:135, 17:17, 17:30, 17:96, 25:58, 25:59, 33:2, 33:34, dan 48:11. Terjemahan "Sang Teliti" dipakai juga di 31:29, yang memuat (بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ, bi-maa ta'maluuna khabiirun), dan di 33:34, yang memuat (لَطِيفًا خَبِيرًا, lathiifan khabiiran). Kerangka (بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا, bi-maa ta'maluuna khabiiran) muncul lima kali, yaitu di 4:94, 4:128, 4:135, 33:2, dan 48:11. Di 33:9 dan 48:24 kerangka yang sama berakhir dengan kata lain, (بَصِيرًا, bashiiran), dalam (بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا, bi-maa ta'maluuna bashiiran), dan terjemahannya "melihat". Terjemahan menjaga kontras dua kata penutup itu dengan dua padanan berbeda, sebab Arabnya memakai dua kata yang berbeda. Ayat ini tidak merinci perbuatan apa yang dimaksud dengan "apa yang kalian kerjakan".

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan 33:1 dengan menaruh sesuatu untuk diikuti di tempat yang di 33:1 ditempati larangan. Di 33:1 sasaran perintahnya pihak, yaitu dua golongan yang tidak ditaati. Di 33:2 sasarannya isi, yaitu apa yang diwahyukan dari Tuhan orang yang disapa. Ayat tidak menyebut isi wahyu itu, dan tidak menyebut siapa yang menyampaikannya. Ayat hanya memberi dua keterangan tentang apa yang diikuti, yaitu bahwa hal itu diwahyukan dan bahwa hal itu datang dari Tuhan orang yang disapa.

Perintah mengikuti di dua ayat lain juga dipasangkan dengan perintah kedua. Di 6:106 perintah itu disusul (وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ, wa-a'ridh 'ani l-musyrikiina) yang berarti "dan berpalinglah dari orang-orang musyrik", dan di 10:109 disusul (وَاصْبِرْ, wa-shbir) yang berarti "dan bersabarlah" sampai Allah memberi keputusan. Di 33:2 perintah kedua tidak berada di ayat yang sama. Perintah itu berada di 33:3, yang memerintahkan bertawakal, sehingga 33:2 terbaca sebagai bagian tengah dari rangkaian perintah yang baru selesai di ayat berikutnya.

Penutup ayat memindahkan sapaan dari satu orang ke banyak orang. Keterangan bahwa Allah Sang Teliti terhadap apa yang kalian kerjakan mengaitkan perbuatan banyak orang dengan perintah yang ditujukan kepada satu orang, tetapi ayat tidak menyebut kaitan itu secara terang. Di 33:9 kerangka kalimat yang sama ditujukan kepada orang-orang yang beriman, sehingga kata "kalian" di sana disebut jelas, sedangkan di 33:2 kata itu dibiarkan terbuka. Ayat 33:4 memakai "kalian" lagi untuk pokok yang lain, yaitu istri-istri dan anak-anak angkat kalian. Ayat 33:2 sendiri tidak merinci siapa yang termasuk "kalian".

Ayat ini juga menggeser ukuran dari keadaan pihak lain ke asal sebuah perintah. Larangan di 33:1 tidak menyebut apa yang dilakukan dua golongan itu, sedangkan perintah di 33:2 menyebut asalnya, yaitu Tuhan orang yang disapa. Dengan begitu rangkaian dari 33:1 ke 33:2 bergerak dari siapa yang tidak ditaati menuju dari siapa yang diikuti.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini memberi dua keterangan tentang apa yang diminta untuk diikuti, yaitu bahwa hal itu diwahyukan dan bahwa hal itu datang dari Tuhanmu, dan tidak merinci isinya. Di 10:109 perintah mengikuti memakai kata yang sama tanpa keterangan dari mana datangnya, sedangkan di 33:2 asalnya disebut dalam kalimat yang sama. Dengan susunan itu pembaca lebih dulu berhadapan dengan asal sebuah perintah, dan isinya menyusul. Pembaca dapat bertanya dalam urutan apa sebuah permintaan biasanya dinilainya, isinya lebih dulu atau asalnya, dan ke arah mana ayat ini menggeser urutan itu?
  • Di 33:1 larangan menaati dua golongan disusul langsung, di 33:2, oleh perintah mengikuti apa yang datang dari Tuhan, tanpa ayat lain di antara keduanya. Susunan itu dapat dibaca sebagai teks yang tidak membiarkan tempat sebuah suara yang ditinggalkan menjadi kosong. Pembaca yang pernah berhenti mengikuti sebuah suara dapat melihat bahwa pertanyaan berikutnya menyangkut apa yang kini diikuti, dan ayat ini menyebut satu jawaban, yaitu apa yang diwahyukan dari Tuhan. Bila belum ada jawaban, suara apa yang masuk mengisi tempat itu?
  • Ayat 33:1 memakai kata menaati dengan sasaran golongan orang, dan ayat 33:2 memakai kata mengikuti dengan sasaran apa yang diwahyukan. Di 6:106 dan 10:109 kata mengikuti juga bersasaran apa yang diwahyukan, dan di 31:15 bersasaran jalan orang yang kembali kepada Allah. Dalam ayat-ayat ini orang yang menaati menghadapi sebuah pihak, sedangkan orang yang mengikuti menghadapi isi atau jalan. Pembaca dapat memeriksa hubungannya sendiri: kepada pihak mana ketaatannya diberikan, isi atau jalan mana yang diikutinya, dan apakah keduanya selalu sejalan?
  • Ayat dimulai dengan sapaan untuk satu orang dan berakhir dengan sapaan untuk banyak orang, tanpa menyebut siapa saja yang masuk dalam kata kalian. Pembaca dapat menemukan dirinya di dalam kata itu tanpa ayat menyebut namanya. Di 33:9 kerangka kalimat yang sama ditujukan kepada orang-orang beriman, sehingga kata kalian di sana disebut jelas, sedangkan di 33:2 kata itu dibiarkan terbuka. Bila perbuatan pembaca dihitung di dalam kata itu, pertanyaan yang tersisa menyangkut ketelitian Allah: apa saja dalam pekerjaannya yang belum pernah diperiksanya seteliti itu?
  • Di 33:9 kerangka kalimat tentang apa yang kalian kerjakan berakhir dengan Allah melihat, dan di 33:2 berakhir dengan Allah Sang Teliti. Dua kata itu menutup frasa yang sama, dan pergantiannya memperlihatkan dua pertanyaan yang berbeda tentang sebuah pekerjaan: apakah ia terlihat, dan apakah rinciannya diperiksa. Ayat ini memakai bahasa yang kedua. Pekerjaan mana dalam hidup pembaca yang lolos dari pandangan orang lain, dan apakah pekerjaan itu lolos juga dari ketelitian yang disebut ayat ini?
  • Penutup ayat menyebut apa yang kalian kerjakan, dan tidak menyebut apa yang kalian ucapkan atau niatkan. Ayat sesudahnya, 33:4, memakai kata perkataan dengan mulut kalian untuk tiga anggapan, dan 33:5 menyebut apa yang disengaja oleh hati kalian. Surah ini memberi tempat bagi pekerjaan, ucapan, dan niat dalam tiga ayat yang berurutan, dan Allah yang Sang Teliti disebut di ayat pertama dari ketiganya. Pembaca dapat bertanya, dari ketiga hal itu, mana yang paling jarang diperiksanya pada diri sendiri?