مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ ۚ وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللَّائِي تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ ۚ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ ۖ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ

Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya, dan Dia tidak menjadikan istri-istri kalian yang kalian zihar sebagai ibu kalian, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkat kalian sebagai anak-anak kandung kalian. Yang demikian itu hanyalah perkataan mulut kalian. Dan Allah mengatakan kebenaran, dan Dia menunjukkan jalan.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِmaa ja'ala llaahu li-rajulin min qalbayni fii jawfihiAllah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya
  2. وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللَّائِي تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْwa-maa ja'ala azwaajakumu llaa'ii tuzhaahiruuna minhunna ummahaatikumdan Dia tidak menjadikan istri-istri kalian yang kalian zihar sebagai ibu kalian
  3. وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْwa-maa ja'ala ad'iyaa'akum abnaa'akumdan Dia tidak menjadikan anak-anak angkat kalian sebagai anak-anak kandung kalian
  4. ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْdzaalikum qawlukum bi-afwaahikumyang demikian itu hanyalah perkataan mulut kalian
  5. وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَwa-llaahu yaquulu l-haqqa wa-huwa yahdi s-sabiiladan Allah mengatakan kebenaran, dan Dia menunjukkan jalan

Terjemahan per kata (28 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. جَعَلَja'alamenjadikan
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. لِرَجُلٍli-rajulinbagi seorang lelaki
  5. مِنْmindari
  6. قَلْبَيْنِqalbaynidua hati
  7. فِيfiidalam
  8. جَوْفِهِjawfihirongganya
  9. وَمَاwa-maadan tidaklah
  10. جَعَلَja'alamenjadikan
  11. أَزْوَاجَكُمُazwaajakumuistri-istri kalian
  12. اللَّائِيllaa'iiperempuan-perempuan yang
  13. تُظَاهِرُونَtuzhaahiruunakalian saling membantu
  14. مِنْهُنَّminhunnadari mereka
  15. أُمَّهَاتِكُمْummahaatikumibu-ibu kalian
  16. وَمَاwa-maadan tidaklah
  17. جَعَلَja'alamenjadikan
  18. أَدْعِيَاءَكُمْad'iyaa'akumanak-anak angkat kalian
  19. أَبْنَاءَكُمْabnaa'akumanak-anak lelaki kalian
  20. ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
  21. قَوْلُكُمْqawlukumperkataan kalian
  22. بِأَفْوَاهِكُمْbi-afwaahikumdengan mulut kalian
  23. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  24. يَقُولُyaquuluberkata
  25. الْحَقَّl-haqqakebenaran
  26. وَهُوَwa-huwadan Dia
  27. يَهْدِيyahdimemberi petunjuk
  28. السَّبِيلَs-sabiilajalan

Inti bacaan

Tiga penegasan realitas melawan bentuk sosial-linguistik: satu hati fisik per orang, istri yang di-zihar bukan otomatis jadi ibu, anak angkat bukan otomatis jadi anak kandung, 'itu hanyalah perkataan mulut kalian' menegaskan label sosial tidak mengubah realitas biologis/relasional yang sesungguhnya. Konkretnya: kesadaran bahwa istilah kekerabatan yang dilekatkan secara sosial tidak menghapus fakta identitas biologis adalah dasar bagi aturan nasab yang dijelaskan ayat berikutnya.

Penjelasan pilihan kata

'Dzaalikum' (demonstrativa jauh) benar diterjemahkan 'yang demikian itu'.

Tafsiran

Ayat ini membongkar tiga kebiasaan masa itu yang menyamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain lewat ucapan semata (dua hati, zihar, dan pengangkatan anak sebagai anak kandung), semuanya ditegaskan hanya perkataan, bukan realitas yang diciptakan Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menegaskan batas kekuatan kata-kata, menyebut sesuatu dengan sebutan tertentu tidak mengubah hakikatnya di sisi Allah, sebuah prinsip yang mendasari koreksi hukum tentang zihar dan status anak angkat yang menyusul di ayat berikutnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, a-l-h, r-j-l, q-l-b, j-w-f, z-w-j, zh-h-r, a-m-m, d-'-w, b-n-y, q-w-l, f-w-h, h-q-q, h-d-y, s-b-l): maa ja'ala ad'iyaa'akum abnaa'akum diterjemahkan 'tak menjadikan anak angkat sbg anak kandung' (akar d-'-w + akar b-n-y, penamaan ≠ realitas: adopsi tak menciptakan kekerabatan biologis); dhaalikum qawlukum bi-afwaahikum diterjemahkan 'hanyalah perkataan mulut kalian' (akar q-w-l + akar f-w-h); wa llaah yaquulu l-haqq wa huwa yahdii s-sabiil diterjemahkan 'Allah mengatakan kebenaran & menunjukkan jalan' (akar h-q-q + akar h-d-y HDY). gloss '(sendiri)/(yang benar)' dibuang.