ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَٰكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Panggillah mereka dengan nama bapak mereka, itu lebih adil di sisi Allah. Jika kalian tidak mengetahui bapak mereka, maka mereka saudara-saudara kalian dalam pertanggungjawaban dan pelindung-pelindung kalian. Dan tidak ada dosa atas kalian tentang apa yang kalian khilaf padanya, tetapi apa yang disengaja oleh hati kalian. Dan Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِud'uuhum li-aabaa'ihim huwa aqsathu 'inda llaahipanggillah mereka dengan nama bapak mereka, itu lebih adil di sisi Allah
  2. فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْfa-in lam ta'lamuu aabaa'ahum fa-ikhwaanukum fii d-diini wa-mawaaliikumjika kalian tidak mengetahui bapak mereka, maka mereka saudara-saudara kalian dalam pertanggungjawaban dan pelindung-pelindung kalian
  3. وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِwa-laysa 'alaykum junaahun fiimaa akhtha'tum bihidan tidak ada dosa atas kalian tentang apa yang kalian khilaf padanya
  4. وَلَٰكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْwa-laakin maa ta'ammadat quluubukumtetapi apa yang disengaja oleh hati kalian
  5. وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاwa-kaana llaahu ghafuuran rahiimandan Allah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (28 kata)

  1. ادْعُوهُمْud'uuhumserulah mereka
  2. لِآبَائِهِمْli-aabaa'ihimkepada bapak-bapak mereka
  3. هُوَhuwaitu
  4. أَقْسَطُaqsathulebih adil
  5. عِنْدَ'indadi sisi
  6. اللَّهِllaahiAllah
  7. فَإِنْfa-inmaka jika
  8. لَمْlamtidak
  9. تَعْلَمُواta'lamuukalian mengetahui
  10. آبَاءَهُمْaabaa'ahumbapak-bapak mereka
  11. فَإِخْوَانُكُمْfa-ikhwaanukummaka saudara-saudara kalian
  12. فِيfiidalam
  13. الدِّينِd-diiniPertanggungjawaban
  14. وَمَوَالِيكُمْwa-mawaaliikumdan sahaya kalian
  15. وَلَيْسَwa-laysadan bukanlah
  16. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  17. جُنَاحٌjunaahundosa
  18. فِيمَاfiimaapada apa yang
  19. أَخْطَأْتُمْakhtha'tumkalian keliru
  20. بِهِbihipadanya
  21. وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
  22. مَاmaaapa yang
  23. تَعَمَّدَتْta'ammadatdisengaja
  24. قُلُوبُكُمْquluubukumhati kalian
  25. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  26. اللَّهُllaahuAllah
  27. غَفُورًاghafuuranpengampun
  28. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Frasa (أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ, aqsathu 'inda llaahi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:282 dan 33:5.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ, ud'uuhum li-aabaa'ihim) yang berarti "panggillah mereka dengan nama bapak mereka". Frasa ini tersusun dari kata kerja perintah (ادْعُوهُمْ, ud'uuhum), yaitu "panggillah" dan akhiran "mereka", lalu (لِآبَائِهِمْ, li-aabaa'ihim) yang berarti "bagi bapak-bapak mereka". Kata kerja berakar د-ع-و, akar yang sama dengan (أَدْعِيَاءَكُمْ, ad'iyaa'akum) di 33:4. Bentuk (ادْعُوهُمْ, ud'uuhum) muncul dua kali, yaitu di 7:194 dan 33:5. Kata "nama" dalam terjemahan tidak mewakili kata Arab tersendiri. Kata itu membaca (لِ, li) yang berarti "bagi" bersama kata kerja memanggil sebagai memanggil seseorang atas nama keluarga tertentu. Susunan yang sejajar ada di 19:91, (دَعَوْا لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدًا, da'aw li-r-rahmaani waladan), yang diterjemahkan "menganggap Ar-Rahman mempunyai anak": kata kerja memanggil mengambil si anak sebagai objek dan li menunjuk bapaknya, walaupun pokok kedua ayat berbeda jauh. Kata (آبَائِهِمْ, aabaa'ihim) berbentuk jamak dan berakar أ-ب-و, dan bentuk (لِآبَائِهِمْ, li-aabaa'ihim) ada di dua ayat, yaitu 18:5 dan 33:5. Di 18:5 kata itu diterjemahkan "leluhur mereka", dan di 33:5 diterjemahkan "bapak mereka" karena anak-anak yang dipanggil masing-masing mempunyai bapak.

Kata (أَقْسَطُ, aqsathu) yang berarti "lebih adil" berakar ق-س-ط. Frasa (أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ, aqsathu 'inda llaahi) muncul dua kali, yaitu di 2:282 dan 33:5. Di 2:282 bunyinya (ذَٰلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ, dzaalikum aqsathu 'inda llaahi), dan sesudahnya ada (وَأَقْوَمُ, wa-aqwamu) dan (وَأَدْنَىٰ, wa-adnaa) yang diterjemahkan "lebih menguatkan" dan "lebih mendekatkan". Karena ketiganya sama-sama berarti "lebih", terjemahan memakai "lebih adil" di 33:5. Kata (هُوَ, huwa) di 33:5 menunjuk tindakan memanggil mereka dengan bapak mereka, dan terjemahan memakai "itu". Kata (عِنْدَ, 'inda) diterjemahkan "di sisi".

Frasa (فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ, fa-ikhwaanukum fii d-diini) yang berarti "maka mereka saudara-saudara kalian dalam pertanggungjawaban" muncul dua kali, yaitu di 9:11 dan 33:5. Kata (إِخْوَانُكُمْ, ikhwaanukum) berakar أ-خ-و dalam bentuk jamak. Kata (الدِّينِ, d-diini) diterjemahkan "pertanggungjawaban", padanan yang dipakai untuk akar د-ي-ن di seluruh korpus untuk makna ini, termasuk di 8:72 dan 22:78. Di 9:11 frasa itu menyusul syarat bertobat, menegakkan salat, dan memberikan zakat, sedangkan di 33:5 menyusul syarat tidak mengetahui bapak mereka. Kedua syarat itu berbeda, dan sebutan yang menyusul sama.

Kata (مَوَالِيكُمْ, mawaaliikum) yang berarti "pelindung-pelindung kalian" berakar و-ل-ي dan merupakan bentuk jamak dari kata yang di ayat lain berbentuk (مَوْلَىٰ, mawlaa). Bentuk persis mawaaliikum hanya ada di 33:5. Kata (مَوْلَىٰ, mawlaa) diterjemahkan "pelindung" di 8:40, 22:13, 22:78, 44:41, dan 47:11. Bentuk jamak (مَوَالِيَ, mawaaliya) diterjemahkan "para pewaris" di 4:33 dan "ahli waris" di 19:5, dan di kedua ayat itu konteksnya menyebut harta yang ditinggalkan. Di 33:5 tidak ada penyebutan harta atau warisan, sehingga terjemahan memakai padanan dasar "pelindung".

Kata (جُنَاحٌ, junaahun) yang berarti "dosa" tampil dalam (جُنَاحٌ فِيمَا, junaahun fiimaa) di dua ayat, yaitu 5:93 dan 33:5, dan di 33:5 bunyinya (وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ, wa-laysa 'alaykum junaahun) yang berarti "dan tidak ada dosa atas kalian". Kata (أَخْطَأْتُمْ, akhtha'tum) yang berarti "kalian khilaf" berakar خ-ط-أ dan hanya muncul di 33:5. Bentuk sejenis untuk "kami", (أَخْطَأْنَا, akhtha'naa), ada di 2:286 dan diterjemahkan "keliru", dan kata sekerabat di 4:92 diterjemahkan "tersalah". Terjemahan memilih "khilaf" di 33:5 karena kata itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti salah yang tidak disengaja, dan ayat ini langsung mengontraskannya dengan (تَعَمَّدَتْ, ta'ammadat) yang berarti "disengaja".

Frasa (مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ, maa ta'ammadat quluubukum) yang berarti "apa yang disengaja oleh hati kalian" memuat kata kerja (تَعَمَّدَتْ, ta'ammadat) dengan akar ع-م-د, dan kata kerja ini hanya muncul di 33:5. Frasa itu juga memuat (قُلُوبُكُمْ, quluubukum) yang berarti "hati kalian", yang merupakan jamak dari (قَلْبٍ, qalbin). Bentuk (قُلُوبُكُمْ, quluubukum) muncul lima kali, yaitu di 2:74, 2:225, 3:126, 8:10, dan 33:5. Di 2:225 hati kalian menjadi subjek kata kerja yang diterjemahkan "diusahakan", dalam (بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ, bi-maa kasabat quluubukum) yang berarti "karena apa yang diusahakan hati kalian", sesudah (وَلَٰكِنْ, wa-laakin) yang berarti "tetapi". Susunan di 2:225 mirip dengan 33:5 karena keduanya memakai "tetapi", "apa yang", sebuah kata kerja, dan hati kalian. Di 2:225 susunan itu disusul kata kerja yang menyebut tindakan Allah, (يُؤَاخِذُكُمْ, yu'aakhidzukum) yang berarti "Dia menghukum kalian", sedangkan di 33:5 kata kerja itu tidak ada, sehingga ayat ini tidak menyebut akibat dari apa yang disengaja hati.

Penutup (وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا, wa-kaana llaahu ghafuuran rahiiman) yang berarti "dan Allah pengampun lagi pengasih" muncul sembilan kali di empat surah, yaitu 4:96, 4:100, 4:152, 25:70, 33:5, 33:50, 33:59, 33:73, dan 48:14. Kata (غَفُورًا, ghafuuran) berakar غ-ف-ر dan (رَحِيمًا, rahiiman) berakar ر-ح-م. Keduanya tanpa kata sandang, sehingga terjemahan memakai huruf kecil dan tanpa "Maha", seperti pada rumus yang sama di ayat lain. Kata kerja (كَانَ, kaana) tidak diberi penanda waktu.

Tafsiran

Ayat ini menanggapi penyangkalan ketiga di 33:4, yaitu anak-anak angkat yang tidak dijadikan anak-anak kalian. Isinya berupa satu perintah, satu alasan, satu jalan keluar bagi keadaan yang tidak diketahui, satu batas tanggung jawab, dan satu penutup. Perintahnya memanggil mereka dengan bapak mereka. Alasannya, hal itu lebih adil di sisi Allah. Jalan keluarnya, bila bapak mereka tidak diketahui, mereka tetap disebut saudara-saudara dalam pertanggungjawaban dan pelindung-pelindung kalian. Batas tanggung jawabnya, tidak ada dosa atas apa yang dikhilafi, dan apa yang disengaja hati disebut sebagai kontrasnya.

Ayat ini tidak menyuruh menebak atau mengarang bapak seseorang. Bila bapak tidak diketahui, ayat menyebut dua sebutan lain, dan ayat tidak menyebut cara mengetahui bapak, siapa yang bertugas mencarinya, atau apa yang dilakukan sesudah mengetahuinya. Kalimat tentang khilaf berdiri tepat sesudah kalimat tentang memanggil, sehingga dapat dibaca berkaitan dengan cara memanggil, tetapi objek kekhilafan itu tidak disebut, dan kata ganti pada (بِهِ, bihi) tidak menunjuk benda tertentu.

Pasangan ayat ini dengan 33:4 menaruh dua tempat yang diperiksa. Ayat 33:4 menyebut perkataan kalian dengan mulut kalian, dan 33:5 menyebut apa yang disengaja oleh hati kalian. Mulut dan hati memang disandingkan di tempat lain, yaitu di 3:167 dan 5:41, tetapi di sana yang tampak adalah jarak di antara keduanya, sedangkan di 33:5 yang ditetapkan adalah batas dosa menurut apa yang disengaja.

Kalimat tentang batas tanggung jawab tidak menyebut akibatnya. Teks memuat kontras antara khilaf dan sengaja tanpa akibat, dan 2:225 menunjukkan susunan yang mirip dengan kata kerja yang menyebut tindakan Allah. Pembacaan bahwa 33:5 menyiratkan akibat yang serupa bersandar pada kemiripan susunan itu dan tidak pada teks 33:5 sendiri.

Penutup ayat, pengampun lagi pengasih, menutup juga 33:50, 33:59, dan 33:73 dengan bunyi yang sama. Di 33:5 penutup itu mengikuti kalimat tentang khilaf dan sengaja. Sesudah ayat ini, 33:6 mengalihkan pokok ke keutamaan Nabi dan istri-istrinya, dan kembali memakai kata ibu yang di 33:4 disangkal untuk sebutan lain.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat menyebut ukuran bagi memanggil seseorang dengan nama bapaknya, yaitu lebih adil di sisi Allah, dan tidak menyebut ukuran seperti kebiasaan, kenyamanan, atau perasaan pemanggil. Di 2:282 frasa yang sama dipakai untuk mencatat utang, pokok yang sangat berbeda, dan keduanya meletakkan ukuran keadilan di sisi Allah. Pembaca dapat bertanya ukuran apa yang dipakainya ketika menyebut orang lain dengan sebutan tertentu, dan apakah ukuran itu pernah ditimbangnya terhadap ukuran di sisi Allah?
  • Ayat tidak membiarkan orang yang tidak diketahui bapaknya tanpa sebutan. Ayat menyebut dua hubungan yang tersedia, saudara dalam pertanggungjawaban dan pelindung, dan tidak memerintahkan menebak. Di 9:11 sebutan saudara dalam pertanggungjawaban juga muncul, sesudah syarat bertobat, menegakkan salat, dan memberikan zakat, jadi dua ayat memasang syarat yang berbeda untuk sebutan yang sama. Pembaca dapat bertanya sebutan apa yang dipakainya bagi orang yang asal-usulnya tidak diketahuinya, dan apakah sebutan itu memilih dari hubungan yang tersedia atau mengarang hubungan yang tidak ada di hadapan Allah?
  • Ayat membagi dua keadaan, apa yang dikhilafi tidak dikenai dosa, dan apa yang disengaja hati disebut terpisah tanpa akibat yang tertulis. Di 2:225 susunan yang mirip disusul kata kerja yang menyebut Allah menghukum karena apa yang diusahakan hati. Pembaca yang pernah keliru menyebut sesuatu dapat melihat bahwa garis antara keliru dan sengaja ditarik pada hati dan tidak pada ucapan. Apa yang sebenarnya diketahuinya tentang niatnya pada saat berucap, dan siapa yang mengetahuinya lebih jelas daripada dirinya?
  • Ayat menyapa orang yang memanggil, dan menyebut anak-anak yang dipanggil hanya lewat kata ganti mereka, tanpa merekam apa yang mereka rasakan atau katakan. Dengan begitu pembaca ditempatkan pada posisi pemanggil, yang menentukan sebutan bagi orang lain. Posisi itu membawa tanggung jawab yang dinyatakan ayat dengan ukuran di sisi Allah. Orang yang sering menyebut orang lain dengan sebutan yang dipilihnya sendiri dapat bertanya bagaimana sebutan itu terdengar bagi yang disebut, dan apakah ayat ini memberi tempat bagi suara mereka?
  • Kata bapak muncul dua kali dalam kalimat berurutan, pertama sebagai tempat anak dihubungkan, kedua sebagai sesuatu yang dapat tidak diketahui. Ayat tidak menyebut cara mengetahuinya dan tidak menyebut siapa yang bertugas mencarinya. Ketika syarat itu tidak terpenuhi, ayat menyebut dua sebutan lain tanpa penebakan. Pembaca dapat bertanya sejauh mana mengetahui bapak seseorang dianggap syarat sebelum menyebutnya, dan apa yang tersisa untuk dikatakan kepada Allah bila syarat itu tidak diketahuinya?
  • Ayat ditutup dengan Allah pengampun lagi pengasih, dan tidak dengan berilmu atau menghitung. Di 33:50, 33:59, dan 33:73 penutup yang sama menyusul hal yang sangat berbeda dari ayat ini. Di 33:5 penutup itu mengikuti kalimat tentang khilaf dan sengaja. Pembaca yang membaca kalimat tentang batas dosa dapat bertanya apa yang berubah bila batas itu dibaca di bawah penutup tentang pengampunan dan kasih Allah, dan apakah penutup itu mengubah cara ia menimbang kekeliruannya sendiri?
  • Ayat menyebut pelindung-pelindung kalian tanpa menjelaskan siapa mereka. Di 4:33 dan 19:5 kata yang sama berurusan dengan harta yang ditinggalkan, sedangkan di 8:40 dan 22:78 bentuk tunggalnya menyebut Allah. Satu kata dengan beberapa arah itu membuat pembaca perlu bertanya arah mana yang dipakai teks ini, dan teks hanya menyebut nama hubungan tanpa isinya. Pembaca dapat bertanya apa yang ia harapkan dari orang yang disebutnya pelindung, dan apa yang Allah sebutkan tentang hubungan itu?