النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَنْ تَفْعَلُوا إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُمْ مَعْرُوفًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا
Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat, sebagian mereka lebih berhak atas sebagian yang lain di dalam Kitab Allah, daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali jika kalian berbuat baik kepada wali-wali kalian. Itu telah tertulis dalam Kitab.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْan-nabiyyu awlaa bi-l-mu'miniina min anfusihimNabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri
- وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْwa-azwaajuhu ummahaatuhumdan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka
- وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَwa-uluu l-arhaami ba'dhuhum awlaa bi-ba'dhin fii kitaabi llaahi mina l-mu'miniina wa-l-muhaajiriinadan orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat, sebagian mereka lebih berhak atas sebagian yang lain di dalam Kitab Allah, daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin
- إِلَّا أَنْ تَفْعَلُوا إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُمْ مَعْرُوفًاillaa an taf'aluu ilaa awliyaa'ikum ma'ruufankecuali jika kalian berbuat baik kepada wali-wali kalian
- كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًاkaana dzaalika fii l-kitaabi masthuuranitu telah tertulis dalam Kitab
Terjemahan per kata (29 kata)
- النَّبِيُّan-nabiyyuNabi
- أَوْلَىٰawlaalebih berhak
- بِالْمُؤْمِنِينَbi-l-mu'miniinapada orang-orang beriman
- مِنْmindari
- أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
- وَأَزْوَاجُهُwa-azwaajuhudan istri-istrinya
- أُمَّهَاتُهُمْummahaatuhumibu-ibu mereka
- وَأُولُوwa-uluudan orang-orang yang memiliki
- الْأَرْحَامِl-arhaamirahim
- بَعْضُهُمْba'dhuhumsebagian mereka
- أَوْلَىٰawlaalebih berhak
- بِبَعْضٍbi-ba'dhindengan sebagian
- فِيfiidalam
- كِتَابِkitaabikitab
- اللَّهِllaahiAllah
- مِنَminadari
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
- وَالْمُهَاجِرِينَwa-l-muhaajiriinadan orang-orang yang berhijrah
- إِلَّاillaakecuali
- أَنْanbahwa
- تَفْعَلُواtaf'aluukalian melakukan
- إِلَىٰilaakepada
- أَوْلِيَائِكُمْawliyaa'ikumpara pelindung kalian
- مَعْرُوفًاma'ruufanyang baik
- كَانَkaanaadalah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- فِيfiidalam
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- مَسْطُورًاmasthuuranyang tertulis
Inti bacaan
Frasa (وَأُولُو الْأَرْحَامِ, wa-uluu l-arhaami) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:75 dan 33:6.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ, an-nabiyyu awlaa bi-l-mu'miniina min anfusihim) yang berarti "Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri". Kata (أَوْلَىٰ, awlaa) berakar و-ل-ي dan muncul dua kali di ayat ini, di kalimat pertama dan di (بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ, ba'dhuhum awlaa bi-ba'dhin) yang berarti "sebagian mereka lebih berhak atas sebagian yang lain". Kata awlaa ada di tujuh ayat, yaitu 4:135, 8:75, 19:70, 33:6, 47:20, 75:34, dan 75:35, dan dengan bi- sesudahnya, (أَوْلَىٰ بِ, awlaa bi), ada di empat ayat, yaitu 4:135, 8:75, 19:70, dan 33:6. Rangkaian (بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ, ba'dhuhum awlaa) hanya ada di 8:75 dan 33:6. Terjemahan memakai dua padanan untuk kata Arab yang sama di ayat ini. "Lebih berhak" dipakai di kalimat kedua sebagaimana di 8:75, dan "lebih utama" dipakai di kalimat pertama karena kalimat itu membandingkan Nabi dengan (أَنْفُسِهِمْ, anfusihim) yang berarti "diri mereka", sedangkan kalimat kedua membandingkan dua pihak yang masing-masing berhubungan dengan pihak lain. Akar و-ل-ي muncul tiga kali dalam kata yang berbeda di ayat ini, yaitu (أَوْلَىٰ, awlaa) dua kali dan (أَوْلِيَائِكُمْ, awliyaa'ikum) satu kali. Di 8:72 kata (بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ, ba'dhuhum awliyaa'u ba'dhin) berarti "sebagiannya merupakan pelindung bagi sebagian yang lain", dan 8:75 dengan awlaa berdiri tiga ayat sesudahnya.
Kalimat (وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ, wa-azwaajuhu ummahaatuhum) yang berarti "dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka" tidak memuat kata kerja. Kata "adalah" dalam terjemahan hadir demi bahasa Indonesia dan tidak mewakili kata Arab tersendiri. Kata (أَزْوَاجُهُ, azwaajuhu) berakar ز-و-ج dan (أُمَّهَاتُهُمْ, ummahaatuhum) berakar أ-م-م dalam bentuk jamak. Kata ibu-ibu dengan akhiran -hum yang sama muncul di 33:6 dan 58:2, sedangkan bentuk (أُمَّهَاتِكُمْ, ummahaatikum) di 33:4 dipakai dalam penyangkalan. Kalimat di 33:6 tidak memakai kata seperti atau kata perumpamaan lain dan tidak memakai kata kerja menjadikan.
Frasa (وَأُولُو الْأَرْحَامِ, wa-uluu l-arhaami) muncul dua kali, yaitu di 8:75 dan 33:6. Kata (أُولُو, uluu) berarti "yang mempunyai", dan (الْأَرْحَامِ, l-arhaami) adalah jamak dari kata berakar ر-ح-م yang diterjemahkan "rahim" di 3:6, 13:8, 22:5, dan 31:34, serta "hubungan kekeluargaan" di 4:1 dan 47:22. Terjemahan frasa ini adalah "orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat", sama dengan terjemahan 8:75, karena frasa Arab yang identik menuntut padanan yang sama. Kata "kerabat" membaca ikatan lewat rahim sebagai ikatan keluarga, dan tidak menambahkan kata Arab lain.
Frasa (فِي كِتَابِ اللَّهِ, fii kitaabi llaahi) yang berarti "di dalam Kitab Allah" muncul empat kali, yaitu di 8:75, 9:36, 30:56, dan 33:6. Kata (الْكِتَابِ, l-kitaabi) di akhir ayat memakai kata sandang tanpa kata Allah, dan ayat tidak menyatakan apakah kata itu menunjuk Kitab yang sama dengan yang disebut sebelumnya. Kalimat penutup (كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا, kaana dzaalika fii l-kitaabi masthuuran) yang berarti "itu telah tertulis dalam Kitab" muncul dua kali, yaitu di 17:58 dan 33:6. Kata (مَسْطُورًا, masthuuran) berakar س-ط-ر dan menyebut sesuatu yang telah dituliskan. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 17:58 dan 33:6, dan akar yang sama ada pada (مَسْطُورٍ, masthuurin) di 52:2. Kata (ذَٰلِكَ, dzaalika) diterjemahkan "itu", dan ayat tidak merinci apakah kata itu menunjuk seluruh ayat atau kalimat terakhirnya.
Kata (الْمُهَاجِرِينَ, l-muhaajiriina) yang berarti "orang-orang Muhajirin" berakar ه-ج-ر dan menyebut pelaku hijrah dalam bentuk jamak. Kata ini muncul lima kali di empat surah, yaitu 9:100, 9:117, 24:22, 33:6, dan 59:8. Terjemahan menulisnya dengan huruf kapital sebagai sebutan golongan. Di 59:8 ayat itu sendiri menggambarkan mereka dalam (الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ, l-muhaajiriina lladziina ukhrijuu min diyaarihim wa-amwaalihim) yang berarti "orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halaman dan harta benda mereka". Di 33:6 kata itu disebut bersama (الْمُؤْمِنِينَ, l-mu'miniina) yang berarti "orang-orang mukmin" dengan penghubung "dan".
Kata (أَوْلِيَائِكُمْ, awliyaa'ikum) yang berarti "wali-wali kalian" berakar و-ل-ي dan hanya muncul di 33:6. Terjemahan memakai "wali-wali" seperti di 17:97 dan 18:102. Kata (مَعْرُوفًا, ma'ruufan) yang berarti "baik" berakar ع-ر-ف dan muncul enam kali di empat surah, yaitu 2:235, 4:5, 4:8, 31:15, 33:6, dan 33:32. Di 4:5, 4:8, dan 33:32 kata itu menyifati perkataan, dalam (قَوْلًا مَعْرُوفًا, qawlan ma'ruufan), di 31:15 menyifati pergaulan, dan di 33:6 menyifati perbuatan, dalam (تَفْعَلُوا إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُمْ مَعْرُوفًا, taf'aluu ilaa awliyaa'ikum ma'ruufan). Kata kerja (تَفْعَلُوا, taf'aluu) berakar ف-ع-ل dan didahului (إِلَّا أَنْ, illaa an) yang berarti "kecuali jika". Terjemahan tidak menambahkan "hendak", sebab susunan itu tidak memuat kata kehendak, sama dengan (إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا, illaa an yashshaddaquu) di 4:92 yang diterjemahkan "kecuali jika mereka membebaskan pembayaran".
Tafsiran
Ayat ini terdiri dari tiga pernyataan, satu pengecualian, dan satu penutup yang menyatakan bahwa semuanya tertulis. Pernyataan pertama menaruh Nabi di depan diri para mukmin sendiri. Pernyataan kedua menyebut istri-istri Nabi sebagai ibu-ibu para mukmin. Pernyataan ketiga menyebut orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat sebagai pihak yang lebih berhak atas satu sama lain di dalam Kitab Allah daripada para mukmin dan Muhajirin. Pengecualiannya memberi ruang bagi kebaikan kepada wali-wali kalian.
Kata ibu-ibu di ayat ini berpasangan dengan kata yang sama di 33:4. Di 33:4 kata itu disangkal bagi istri-istri yang dizihar dengan kata kerja menjadikan. Di 33:6 kata itu dikenakan pada istri-istri Nabi tanpa kata kerja menjadikan dan tanpa penyangkalan. Ayat tidak menghubungkan keduanya, dan tidak menjelaskan dalam hal apa istri-istri Nabi disebut ibu. Di 58:2 kata ibu-ibu dengan akhiran yang sama didefinisikan sebagai perempuan-perempuan yang melahirkan. Dari tiga ayat itu dapat dicatat bahwa satu kata dipakai dalam tiga susunan yang berbeda, dan hubungan antar-susunan itu tidak dinyatakan oleh teks.
Pernyataan ketiga memiliki padanan di 8:75, yang memuat frasa yang identik. Di 8:75 ikatan karena iman, hijrah, dan jihad disebut lebih dulu, dan di 8:72 ikatan serupa dinyatakan sebagai dasar saling melindungi. Sesudahnya, di 8:75, kerabat disebut lebih berhak atas satu sama lain di dalam Kitab Allah. Di 33:6 susunan itu tampak lagi dalam ayat yang lebih ringkas: Muhajirin dan mukmin disebut sebagai pembanding, dan kerabat sebagai pihak yang didahulukan. Ayat tidak menyebut objek hak itu. Kata harta, warisan, dan wasiat tidak muncul di 33:6, sehingga pembacaan hak itu sebagai urusan harta bersandar pada ayat lain dan tidak pada teks ayat ini.
Pengecualian di akhir pernyataan ketiga memakai kata kerja berbuat dan sasaran wali-wali kalian. Ayat tidak merinci bentuk kebaikan itu, dan tidak memerintahkannya. Kata ma'ruuf di tempat lain menyifati perkataan dan pergaulan, dan di ayat ini menyifati perbuatan. Dengan begitu ayat menyisakan satu pintu bagi pihak di luar kerabat tanpa mengubah urutan hak yang baru disebut.
Penutup menyatakan bahwa semua itu telah tertulis dalam Kitab. Rumus yang sama menutup 17:58, ayat tentang negeri-negeri yang akan dibinasakan, sehingga rumus itu tidak khusus untuk satu pokok. Sesudah 33:6, ayat 33:7 beralih ke perjanjian yang diambil dari para nabi.
Renungan dan Hikmah
- Ayat menaruh Nabi lebih utama bagi para mukmin daripada diri mereka sendiri, dan pembandingnya adalah tempat orang menimbang hidupnya sendiri. Ayat tidak menyebut perkara apa yang dimaksud, sehingga tidak ada daftar yang dapat dicocokkan satu per satu. Penutup ayat menyebut bahwa semua itu tertulis di dalam Kitab Allah. Pembaca dapat bertanya apa yang dipegangnya sebagai miliknya sendiri, dan bagaimana kalimat ini terdengar bagi pegangan itu tanpa daftar yang menentukan batasnya?
- Kata ibu-ibu di 33:4 disangkal bagi istri yang dizihar, di 33:6 dikenakan pada istri-istri Nabi, dan di 58:2 disebut sebagai perempuan yang melahirkan. Ayat tidak menghubungkan ketiganya, dan 33:6 tidak memuat kata kerja menjadikan. Pembaca dapat melihat bahwa satu kata kekerabatan tidak selalu membawa satu hubungan yang sama di setiap susunan. Sebutan keluarga mana dalam hidupnya yang diterimanya tanpa bertanya siapa yang menetapkannya, dan apakah ketiga ayat itu menyebut Allah sebagai penetapnya?
- Ayat menyebut dua ikatan yang diberi nama, iman dan hijrah, lalu menyatakan bahwa kerabat lebih berhak atas satu sama lain di dalam Kitab Allah. Di 8:72 ikatan iman dan hijrah dijadikan dasar bahwa sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain. Dua ayat itu memberi tempat bagi ketiga ikatan tanpa meniadakan satu pun. Ayat 33:6 tidak menyebut objek hak itu. Pembaca dapat bertanya bagaimana dirinya membagi kedekatan di antara kerabat, sesama beriman, dan orang yang berhijrah, dan apa yang dikatakan Allah tentang urutannya di ayat ini?
- Sesudah menyatakan siapa yang lebih berhak atas siapa, ayat menyisakan satu pengecualian, kecuali jika kalian berbuat baik kepada wali-wali kalian. Ayat tidak menyebut bentuk kebaikan itu, tidak menyebut harta, dan tidak mewajibkannya. Susunan itu menaruh kebaikan kepada pihak di luar kerabat sebagai kemungkinan yang terbuka. Ayat yang menyebut Kitab Allah sebagai tempat aturan itu tertulis juga yang menyisakan pintu ini. Pembaca dapat bertanya kebaikan apa yang pernah diulurkannya kepada orang yang bukan kerabatnya, dan bagaimana kebaikan itu terbaca bila pintunya disebut terbuka di dalam Kitab?
- Ayat menutup dengan itu telah tertulis dalam Kitab, rumus yang di 17:58 menutup pernyataan tentang negeri-negeri yang akan dibinasakan, pokok yang jauh berbeda. Rumus itu menandai bahwa isi ayat sudah berada di dalam Kitab sebelum pembaca menimbangnya. Pembaca dapat bertanya apa yang berubah pada caranya menanggapi sebuah pengaturan bila pengaturan itu dibaca sebagai sesuatu yang sudah tertulis di dalam Kitab Allah, dan apa yang tetap menjadi urusannya sendiri sesudah membaca?
- Ayat memakai wali-wali kalian tanpa merinci. Di 8:72 akar yang sama menyebut orang-orang beriman yang saling melindungi, sehingga kata ini dapat menunjuk hubungan di antara sesama. Ayat 33:6 tidak menyebut siapa saja yang termasuk, dan penentuan siapa yang dapat diberi kebaikan dibiarkan terbuka bagi pembaca dan bagi ayat lain. Pembaca dapat bertanya siapa yang dihitungnya sebagai wali-walinya, dan bagaimana Allah menyebut hubungan semacam itu di ayat lain?
- Di 59:8 orang-orang yang berhijrah digambarkan sebagai orang yang diusir dari kampung halaman dan harta benda mereka, sedangkan di 33:6 mereka hanya disebut namanya bersama para mukmin. Dua ayat itu memberi dua keadaan bagi golongan yang sama, satu dengan gambaran dan satu tanpa gambaran. Ayat 33:6 menaruh kerabat di depan mereka dalam urusan tertentu dan tidak menyebut urusan itu. Pembaca dapat bertanya apa yang berubah pada cara ia membaca sebuah sebutan golongan bila gambaran dari ayat lain ikut hadir, dan apa yang Allah sebutkan tentang mereka di sana?