وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۖ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
Dan ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi, dan darimu, dan dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan Kami mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَwa-idz akhadznaa mina n-nabiyyiina miitsaaqahum wa-minkadan ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi, dan darimu
- وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَwa-min nuuhin wa-ibraahiima wa-muusaa wa-'iisaa bni maryamadan dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam
- وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًاwa-akhadznaa minhum miitsaaqan ghaliizhandan Kami mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- أَخَذْنَاakhadznaaKami mengambil
- مِنَminadari
- النَّبِيِّينَn-nabiyyiinapara nabi
- مِيثَاقَهُمْmiitsaaqahumperjanjian mereka
- وَمِنْكَwa-minkadan darimu
- وَمِنْwa-mindan dari
- نُوحٍnuuhinNuh
- وَإِبْرَاهِيمَwa-ibraahiimadan Ibrahim
- وَمُوسَىٰwa-muusaadan Musa
- وَعِيسَىwa-'iisaadan Isa
- ابْنِbniputra
- مَرْيَمَmaryamaMaryam
- وَأَخَذْنَاwa-akhadznaadan Kami mengambil
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- مِيثَاقًاmiitsaaqanperjanjian
- غَلِيظًاghaliizhanyang kukuh
Inti bacaan
Bentuk (مِيثَاقَهُمْ, miitsaaqahum) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:155, 5:13, 5:14, dan 33:7, dan hanya di 33:7 perjanjian itu diambil dari para nabi.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِذْ أَخَذْنَا, wa-idz akhadznaa) yang berarti "dan ketika Kami mengambil". Susunan ini muncul lima kali di dua surah, yaitu di 2:63, 2:83, 2:84, 2:93, dan 33:7, dan di kelimanya kata kerja itu disusul oleh kata benda perjanjian. Pelaku di 33:7 berbentuk Kami. Di 3:81 kalimat yang serupa, (وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ, wa-idz akhadza llaahu miitsaaqa n-nabiyyiina) yang berarti "dan ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi", menyebut Allah sebagai pelaku, sehingga Kami di 33:7 dapat dibaca sebagai pihak yang sama. Terjemahan memakai "mengambil" karena ayat ini menyebut (مِنَ النَّبِيِّينَ, mina n-nabiyyiina) yang berarti "dari para nabi", dan yang diambil berasal dari mereka.
Kata (مِيثَاقَهُمْ, miitsaaqahum) yang berarti "perjanjian mereka" berakar و-ث-ق. Bentuk persis ini muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 4:155, 5:13, 5:14, dan 33:7. Di 4:155 dan 5:13 kalimatnya dibuka (فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ, fa-bi-maa naqdhihim miitsaaqahum) yang berarti "maka karena mereka melanggar perjanjian mereka", sehingga perjanjian itu sudah dilanggar. Di 5:14 kata kerjanya sama dengan 33:7, yaitu (أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ, akhadznaa miitsaaqahum) yang berarti "Kami ambil perjanjian mereka", tetapi pemilik perjanjiannya di sana adalah golongan yang disebut di awal 5:14. Di 33:7 pemiliknya para nabi, karena akhiran (هُمْ, -hum) yang berarti "mereka" menunjuk (النَّبِيِّينَ, n-nabiyyiina) yang disebut tepat sebelumnya.
Daftar yang menyusul dibuka dengan (وَمِنْكَ, wa-minka) yang berarti "dan darimu", lalu (وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ, wa-min nuuhin wa-ibraahiima wa-muusaa wa-'iisaa bni maryama) yang berarti "dan dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam". Akhiran (كَ, -ka) yang berarti "engkau" menunjuk satu laki-laki yang namanya tidak disebut di ayat ini, dan bentuk wa-minka hanya muncul di 33:7. Surah ini dibuka dengan (يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ, yaa ayyuhaa n-nabiyyu) yang berarti "wahai Nabi", dan sampai 33:3 orang itu disapa dengan kata ganti engkau, misalnya (إِلَيْكَ, ilayka) di 33:2, sehingga -ka di 33:7 dapat dibaca sebagai orang yang sama. Sebutan (عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ, 'iisaa bni maryama) muncul empat kali dalam susunan ini, yaitu di 5:46, 5:78, 33:7, dan 57:27, dan terjemahan memakai "Isa putra Maryam" di keempatnya. Ayat 42:13 memuat tiga nama terakhir dengan urutan yang sama, (إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ, ibraahiima wa-muusaa wa-'iisaa), sesudah Nuh, dan menaruh "apa yang Kami wahyukan kepadamu" di antara Nuh dan Ibrahim, padahal 33:7 menaruh -ka sebelum Nuh. Kata kerja di 42:13 pun berbeda, yaitu (وَصَّىٰ, washshaa) yang berarti "mewasiatkan", sehingga kedua daftar itu mirip dalam nama dan berbeda dalam kata kerja.
Kata (غَلِيظًا, ghaliizhan) berakar غ-ل-ظ. Pasangan (مِيثَاقًا غَلِيظًا, miitsaaqan ghaliizhan) yang berarti "perjanjian yang kukuh" muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 4:21, 4:154, dan 33:7, dan seluruh kalimat (وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا, wa-akhadznaa minhum miitsaaqan ghaliizhan) ada di dua tempat, yaitu 4:154 dan 33:7. Di 4:21 perjanjian itu diambil oleh para istri dari para suami, sedangkan di 4:154 perjanjian itu menyertai perintah memasuki pintu gerbang dan larangan melanggar pada hari Sabat. Untuk benda lain kata ghaliizh dipakai dengan padanan yang berbeda: (عَذَابٍ غَلِيظٍ, 'adzaabin ghaliizhin) di 11:58 diterjemahkan "azab yang dahsyat", (عَذَابٌ غَلِيظٌ, 'adzaabun ghaliizhun) di 14:17 "azab yang berat", dan (غَلِيظَ الْقَلْبِ, ghaliizha l-qalbi) di 3:159 "berhati keras". Karena yang disifati di tiga tempat ini sama, yaitu perjanjian, terjemahan memakai satu padanan, "kukuh", dan tidak memakai "keras" atau "berat" yang sudah terpakai untuk azab dan hati.
Kata kerja akhadznaa muncul dua kali dalam satu ayat. Pengambilan pertama berkata (مِنَ النَّبِيِّينَ, mina n-nabiyyiina) yang berarti "dari para nabi", dan pengambilan kedua berkata (مِنْهُمْ, minhum) yang berarti "dari mereka", yaitu dari para nabi yang baru disebut satu per satu. Terjemahan mempertahankan pengulangan itu, "Kami mengambil ... dan Kami mengambil", dan sifat kukuh hanya terpasang pada pengambilan kedua. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat bersambung ke 33:8, yang dibuka dengan (لِيَسْأَلَ, li-yas'ala).
Tafsiran
Ayat ini memasukkan orang yang disapa surah ini ke dalam daftar nabi-nabi lain dan menyatakan bahwa dari semuanya diambil perjanjian. Isi perjanjian itu tidak ditulis di sini, dan kalimatnya memang belum selesai, karena (وَإِذْ, wa-idz) membuka keterangan waktu yang induknya baru datang di 33:8.
Ayat 33:6 menyatakan bahwa Nabi lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri. Ayat 33:7 dapat dibaca sebagai sisi lain dari kedudukan itu, sebab orang yang sama ada di antara pihak yang diambil perjanjiannya dan namanya disebut lebih dahulu daripada Nuh.
Isi perjanjian para nabi tertulis di 3:81: bila datang seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada mereka, mereka akan beriman kepadanya dan menolongnya. Ayat 33:7 tidak mengulang isi itu dan tidak menunjuk 3:81, sehingga kesamaan kedua perjanjian dapat dibaca tetapi tidak dinyatakan oleh teks.
Di surah yang sama, janji manusia kepada Allah ditulis dengan kata kerja lain. Di 33:15 muncul (عَاهَدُوا اللَّهَ, 'aahaduu llaaha) yang berarti "mereka berjanji kepada Allah", untuk orang-orang yang diceritakan sejak 33:13, dan di 33:23 kata kerja yang sama dipakai untuk apa yang dijanjikan kepada Allah oleh lelaki-lelaki dari kalangan orang beriman. Di kedua tempat itu manusia yang berjanji, sedangkan di 33:7 pihak yang mengambil perjanjian adalah Kami. Susunan surah menaruh perjanjian yang diambil dari para nabi lebih dahulu, lalu perjanjian yang diucapkan manusia dan kesetiaan atau kegagalan memenuhinya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 33:6 baru saja menyatakan bahwa Nabi lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri, dan 33:7 langsung menaruh orang yang sama di antara pihak yang diambil perjanjiannya, dengan sebutan yang berada paling depan. Di 3:81 pengambil perjanjian para nabi disebut Allah, sehingga kedudukan yang dinyatakan lebih utama berjalan bersama tanggungan di hadapan-Nya. Pembaca yang menerima kepercayaan dari orang lain, misalnya sebagai pengurus, guru, atau kepala keluarga, dapat memperhatikan bahwa kedudukan yang dihormati tidak menggugurkan janji yang diambil dari pemegangnya. Apakah kepercayaan yang diterimanya selama ini pernah dibaca sebagai janji, selain sebagai kehormatan?
- Perjanjian yang kukuh dipakai di 33:7 untuk para nabi, di 4:154 untuk perintah dan larangan yang disertai perjanjian, dan di 4:21 untuk ikatan suami dan istri. Ketiganya menyangkut perkara yang berlainan, karena itu satu ayat tidak dipakai untuk menafsirkan ayat yang lain. Meski begitu, pembaca yang pernah mengucapkan janji di depan keluarganya sendiri dapat melihat bahwa sifat yang dilekatkan Allah pada janji para nabi dilekatkan juga pada janji yang diucapkan di dalam rumah. Kalau janji pernikahan ditimbang dengan kata itu, bagian mana dari cara menepatinya yang perlu dipikirkan ulang?
- Ayat 33:7 menyebut perjanjian dua kali dan tidak menuliskan isinya. Isi perjanjian para nabi tertulis di 3:81, tetapi 33:7 tidak merujuk ke sana, dan 33:8 baru menyebut tujuannya. Pembaca dapat memperhatikan dari mana kata perjanjian mendapat isinya di kepalanya sendiri, dari ayat yang diingat atau dari cerita yang pernah didengar. Ayat ini memberi bahan yang lebih sempit: ada perjanjian, ada pihak yang diambil perjanjiannya, ada sifat kukuh, dan ada tujuan di ayat berikutnya. Dari janji itu, mana yang diketahuinya dari teks dan mana yang ditambahkannya sendiri?
- Daftar di 33:7 memuat nama nabi-nabi dan tidak memuat sebutan bagi orang beriman pada umumnya, sedangkan 33:9 menyapa orang-orang beriman dengan perintah mengingat nikmat Allah. Perintah yang sejajar ada di 5:7, yang menyebut perjanjian Allah yang diikatkan kepada orang-orang beriman ketika mereka berkata, "Kami mendengar dan kami menaati." Pembaca yang membaca daftar nabi sebagai cerita tentang orang-orang besar dapat membandingkannya dengan 5:7, yang memakai kata perjanjian untuk orang yang mengucapkan kesanggupan seperti itu. Kalimat "kami mendengar dan kami menaati" yang pernah diucapkan pembaca, kepada siapa kalimat itu diarahkan?
- Ayat ini memuat dua pengambilan dengan kata kerja yang sama. Pengambilan pertama menyebut dari siapa perjanjian itu diambil, dan pengambilan kedua menyebut seberapa kukuh perjanjian itu. Pembaca yang pernah menandatangani surat perjanjian penting dapat mengenali dua bagian itu: bagian yang menyebut siapa yang terikat, dan bagian yang menyebut seberapa kuat ikatannya. Ayat ini menaruh keduanya berdampingan dalam satu kalimat. Pada janji terakhir yang ditandatangani pembaca, bagian mana yang dibaca lebih lama?
- Perjanjian di 33:7 diambil dari para nabi, dan 3:81 memperlihatkan bahwa Allah bertanya, "Apakah kalian mengakui dan menerima perjanjian dengan-Ku atas hal itu?", lalu mereka menjawab, "Kami mengakui." Ayat 33:7 sendiri tidak mencatat tanya dan jawab itu, sehingga kesamaan kejadiannya hanya dapat dibaca, tidak dinyatakan. Di ayat yang berbeda itu perjanjian tidak berhenti pada permintaan, sebab ada pengakuan dari pihak yang diminta. Orang yang pernah diminta berjanji, misalnya oleh atasan, pasangan, atau sahabat, dapat menimbang apakah ucapan "aku mengakui" sudah diucapkannya sendiri atau dibiarkan terasa seolah sudah diucapkan. Apa yang berubah pada janji itu ketika pengakuannya terdengar dari suaranya sendiri?