لِيَسْأَلَ الصَّادِقِينَ عَنْ صِدْقِهِمْ ۚ وَأَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا أَلِيمًا

Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka, dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir azab yang pedih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لِيَسْأَلَ الصَّادِقِينَ عَنْ صِدْقِهِمْli-yas'ala sh-shaadiqiina 'an shidqihimagar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka
  2. وَأَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا أَلِيمًاwa-a'adda li-l-kaafiriina 'adzaaban aliimandan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir azab yang pedih

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. لِيَسْأَلَli-yas'alaagar Dia menanyai
  2. الصَّادِقِينَsh-shaadiqiinaorang-orang yang benar
  3. عَنْ'andari
  4. صِدْقِهِمْshidqihimkebenaran mereka
  5. وَأَعَدَّwa-a'addadan Dia menyediakan
  6. لِلْكَافِرِينَli-l-kaafiriinabagi orang-orang yang kufur
  7. عَذَابًا'adzaabanazab
  8. أَلِيمًاaliimanyang pedih

Inti bacaan

Bentuk (صِدْقِهِمْ, shidqihim) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:8 dan 33:24.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لِيَسْأَلَ, li-yas'ala) yang berarti "agar Dia menanyakan", tersusun dari huruf tujuan (لِ, li) yang berarti "agar" dan kata kerja (يَسْأَلَ, yas'ala) yang berarti "menanyakan" dari akar س-أ-ل. Bentuk persis li-yas'ala hanya muncul di 33:8. Pelakunya tidak dinamai di ayat ini. Di 33:24 kalimat yang sejajar, (لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ, li-yajziya llaahu sh-shaadiqiina bi-shidqihim) yang berarti "agar Allah membalas orang-orang yang benar karena kebenaran mereka", menyebut Allah sebagai pelaku, sehingga Dia di 33:8 dapat dibaca sebagai pihak yang sama. Kata kerja yas'ala di sini memakai dua pelengkap, yaitu pihak yang ditanyai dan hal yang ditanyakan, dan hal itu didahului huruf (عَنْ, 'an) yang berarti "tentang". Susunan hal yang ditanyakan sesudah 'an ada juga di 33:20, (يَسْأَلُونَ عَنْ أَنْبَائِكُمْ, yas'aluuna 'an anbaa'ikum) yang berarti "mereka menanyakan berita tentang kalian", dan terjemahan memakai "tentang" di keduanya.

Kata (الصَّادِقِينَ, sh-shaadiqiina) yang berarti "orang-orang yang benar" berakar ص-د-ق dan muncul sembilan belas kali di dua belas surah, yaitu di 3:17, 5:119, 7:70, 7:106, 9:119, 11:32, 12:27, 12:51, 15:7, 24:6, 24:9, 26:31, 26:154, 26:187, 29:29, 33:8, 33:24, 33:35, dan 46:22. Tiga di antaranya ada di surah ini, yaitu di 33:8, 33:24, dan 33:35. Kata (صِدْقِهِمْ, shidqihim) yang berarti "kebenaran mereka" muncul dua kali, yaitu di 33:8 dan 33:24. Di keduanya kata itu mengikuti sebutan orang-orang yang benar, tetapi huruf di depannya berbeda: (عَنْ صِدْقِهِمْ, 'an shidqihim) yang berarti "tentang kebenaran mereka" di 33:8, dan (بِصِدْقِهِمْ, bi-shidqihim) yang berarti "karena kebenaran mereka" di 33:24. Terjemahan memakai "benar" dan "kebenaran" untuk akar ini, sejajar dengan (مَقْعَدِ صِدْقٍ, maq'adi shidqin) yang berarti "tempat kedudukan yang benar" di 54:55.

Kata (وَأَعَدَّ, wa-a'adda) yang berarti "dan Dia menyediakan" berakar ع-د-د. Bentuk dengan awalan wa- ini muncul tujuh kali di empat surah, yaitu di 4:93, 9:100, 33:8, 33:44, 33:57, 33:64, dan 48:6. Kata kerja a'adda dengan atau tanpa awalan muncul empat belas kali di tujuh surah, yaitu di 4:93, 4:102, 9:89, 9:100, 33:8, 33:29, 33:35, 33:44, 33:57, 33:64, 48:6, 58:15, 65:10, dan 76:31, dan enam di antaranya ada di surah ini. Pelaku a'adda di 33:8 tidak dinamai, tetapi di 33:57, (لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا, la'anahumu llaahu fii d-dunyaa wa-l-aakhirati wa-a'adda lahum 'adzaaban muhiinan) yang berarti "Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat dan menyediakan bagi mereka azab yang menghinakan", dan di 33:64, (إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا, inna llaaha la'ana l-kaafiriina wa-a'adda lahum sa'iiran) yang berarti "sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala", pelakunya Allah. Kata kerja yang sama dipakai juga untuk ganjaran, misalnya (أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا, a'adda llaahu lahum maghfiratan wa-ajran 'azhiiman) yang berarti "Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang agung" di 33:35. Terjemahan 33:8 tidak menambahkan "di akhirat" atau "kelak" pada penyediaan itu, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang menyebut waktu.

Huruf li muncul dua kali di ayat ini dengan tugas yang berbeda. Yang pertama, pada (لِيَسْأَلَ, li-yas'ala), menyatakan tujuan, dan yang kedua, pada (لِلْكَافِرِينَ, li-l-kaafiriina) yang berarti "bagi orang-orang kafir", menyatakan penerima. Susunan (أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ, a'adda li-l-kaafiriina) muncul dua kali, yaitu di 4:102 dan 33:8. Sesudahnya, (عَذَابًا أَلِيمًا, 'adzaaban aliiman) yang berarti "azab yang pedih" muncul empat belas kali di delapan surah, yaitu di 4:18, 4:138, 4:161, 4:173, 9:39, 9:74, 17:10, 25:37, 33:8, 48:16, 48:17, 48:25, 73:13, dan 76:31. Di surah ini sifat azab itu berbeda menurut penerimanya: pedih di 33:8 bagi orang-orang kafir, dan menghinakan di 33:57 bagi orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya.

Tafsiran

Ayat ini menyatakan untuk apa perjanjian di 33:7 diambil, dan kalimatnya membagi dua pihak dengan dua kata kerja yang berbeda. Huruf tujuan di awal ayat menyambungkan 33:8 dengan 33:7, sehingga keduanya terbaca sebagai satu kalimat: Kami mengambil perjanjian dari para nabi agar orang-orang yang benar ditanya tentang kebenaran mereka.

Pihak pertama ditanyai dan pihak kedua disediakan azab. Menurut morfologi korpus, kata kerja untuk pertanyaan berbentuk perbuatan yang belum selesai, sedangkan kata kerja untuk penyediaan azab berbentuk perbuatan yang sudah selesai. Dapat dibaca bahwa azab itu digambarkan sudah tersedia sementara pertanyaannya belum diajukan, tetapi ayat ini tidak menyebut waktu untuk keduanya, tidak menyebut isi pertanyaan, dan tidak menyebut jawabannya.

Ayat 33:8 dan 33:24 mengapit rangkaian 33:9 sampai 33:23. Di dalam rangkaian itu ada ucapan orang-orang munafik dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit di 33:12, ucapan orang-orang mukmin di 33:22, dan lelaki-lelaki yang menepati janji kepada Allah di 33:23. Dapat dibaca bahwa ucapan dan perbuatan itu menjadi bahan pertanyaan yang dimaksud 33:8, tetapi ayat-ayat tersebut tidak menautkan dirinya dengan 33:8.

Ayat 33:24 mengulang tujuan yang sama dengan kata kerja membalas, dan pihak keduanya berbeda: di sana yang disebut orang-orang munafik, dan mereka diberi dua kemungkinan, diazab bila Dia menghendaki atau diterima tobatnya. Ayat 33:8 tidak memuat kemungkinan kedua itu bagi orang-orang kafir. Dua ayat yang sejajar ini memperlihatkan bahwa pihak pertama sama di kedua tempat, sedangkan pihak kedua disebut dengan sebutan yang berubah mengikuti keadaan yang dituturkan di antara keduanya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 33:8 menaruh orang-orang yang benar sebagai pihak yang ditanya tentang kebenaran mereka sendiri. Pihak yang bertanya tidak dinamai di ayat ini, dan 33:24, dengan susunan yang sejajar, menyebut Allah yang membalas orang-orang yang benar karena kebenaran mereka. Pembaca yang merasa aman karena tidak pernah berdusta dapat memperhatikan bahwa kebenaran di sini adalah hal yang ditanyakan, dan teks tidak memuat isi pertanyaannya. Kalau pertanyaan itu diajukan sekarang, bagian mana dari kebenarannya yang paling mudah dijawab, dan bagian mana yang membuatnya diam?
  • Akar kata benar di 33:8 muncul lagi di 33:23 pada lelaki-lelaki dari kalangan orang beriman yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah. Kedua ayat menaruh akar itu di dekat sebuah janji: 33:8 tepat sesudah perjanjian para nabi di 33:7, dan 33:23 bersama kata kerja berjanji. Pembaca dapat melihat kebenaran di surah ini sebagai kecocokan antara apa yang dikatakan dan apa yang terjadi kemudian. Orang yang mengukur kebenarannya dari ketulusan saat berbicara dapat menimbang ukuran lain: berapa banyak kalimatnya yang sudah diuji oleh waktu?
  • Di 33:35 orang-orang yang benar berada di antara sepuluh pasangan laki-laki dan perempuan yang bagi mereka Allah menyediakan ampunan dan pahala yang agung. Ayat 33:8 menyebut mereka sebagai pihak yang ditanya, dan 33:35 menyebut mereka sebagai pihak yang disediakan sesuatu, dengan kata kerja menyediakan yang di 33:8 dipakai untuk azab. Pembaca yang membayangkan pertanyaan di 33:8 sebagai ancaman dapat memeriksa bahwa surah yang sama menaruh pihak yang ditanya itu di dekat ampunan. Ketika mendengar kata ditanya, mana yang lebih dulu terbayang, ancaman atau persiapan?
  • Ayat ini menyebut kebenaran sebagai milik orang-orangnya, yaitu kebenaran mereka, dan menaruh pertanyaan di hadapan pemiliknya sendiri. Pembaca yang biasa dinilai benar oleh orang di sekitarnya dapat membedakan penilaian itu dari pertanyaan yang ditujukan langsung kepadanya. Penilaian orang sekitar bergantung pada apa yang terlihat, sedangkan ayat ini menjadikan kebenaran sebagai bahan pertanyaan bagi orang yang memikulnya. Siapa yang paling tahu isi kebenarannya sendiri, dan siapa yang baru melihat kulitnya?
  • Ayat ini menyebut dua pihak, orang-orang yang benar dan orang-orang kafir, dan memberi masing-masing satu kata kerja. Di dalam ayat ini tidak ada golongan ketiga yang diperlakukan netral. Ayat 33:24 mengganti pihak kedua dengan orang-orang munafik dan menambahkan dua kemungkinan bagi mereka, diazab bila Dia menghendaki atau diterima tobatnya. Pembaca yang mencari tempat di antara dua pihak itu dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menyediakannya, dan bahwa pintu tobat baru tertulis di ayat yang lain. Di pihak mana pembaca menaruh dirinya, dan atas dasar apa?
  • Orang-orang kafir di 33:8 disebut tanpa daftar perbuatan, dan azab yang pedih disebut tanpa alasan yang dirinci. Di 33:64 pun, Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan api bagi mereka tanpa daftar ciri. Pembaca yang ingin memakai ayat ini untuk mengenali golongan itu pada orang lain tidak menemukan alat di dalamnya, sebab yang tertulis hanya nama golongan dan akibatnya. Apakah ayat semacam ini lebih cepat dipakai pembaca untuk menunjuk orang lain, atau untuk memeriksa dirinya sendiri?