يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah atas kalian, ketika bala tentara datang kepada kalian, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin, dan bala tentara yang tidak kalian lihat. Allah melihat apa yang kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْyaa ayyuhaa lladziina aamanuu dzkuruu ni'mata llaahi 'alaykumwahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah atas kalian
  2. إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَاidz jaa'atkum junuudun fa-arsalnaa 'alayhim riihan wa-junuudan lam tarawhaaketika bala tentara datang kepada kalian, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin, dan bala tentara yang tidak kalian lihat
  3. وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًاwa-kaana llaahu bi-maa ta'maluuna bashiiranAllah melihat apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. اذْكُرُواdzkuruuingatlah kalian
  6. نِعْمَةَni'matanikmat
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  9. إِذْidzketika
  10. جَاءَتْكُمْjaa'atkumdatang kepada kalian
  11. جُنُودٌjunuudunbala tentara
  12. فَأَرْسَلْنَاfa-arsalnaamaka Kami mengirimkan
  13. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  14. رِيحًاriihanangin
  15. وَجُنُودًاwa-junuudandan bala tentara
  16. لَمْlamtidak
  17. تَرَوْهَاtarawhaakalian melihatnya
  18. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  19. اللَّهُllaahuAllah
  20. بِمَاbi-maapada apa yang
  21. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
  22. بَصِيرًاbashiiranmelihat

Inti bacaan

Bentuk (رِيحًا, riihan) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 30:51, 33:9, 41:16, dan 54:19.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan seruan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا, yaa ayyuhaa lladziina aamanuu) yang berarti "wahai orang-orang yang beriman", disusul perintah (اذْكُرُوا, dzkuruu) yang berarti "ingatlah", dari akar ذ-ك-ر, yang ditujukan kepada banyak orang. Seruan beserta perintah ini muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 5:11, 33:9, dan 33:41. Di 33:41 perintah itu menyangkut Allah sendiri, (اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا, llaaha dzikran katsiiran) yang berarti "Allah dengan ingatan yang banyak", sedangkan di 5:11 dan 33:9 perintah itu menyangkut (نِعْمَةَ اللَّهِ, ni'mata llaahi) yang berarti "nikmat Allah".

Kata ni'mata berakar ن-ع-م dan berbentuk tunggal. Ayat 16:18, (نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا, ni'mata llaahi laa tuhshuuhaa) yang berarti "nikmat Allah tidak dapat kalian hitung", menyatakan bahwa nikmat itu tidak terhitung. Susunan (اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ, dzkuruu ni'mata llaahi 'alaykum) yang berarti "ingatlah nikmat Allah atas kalian" muncul empat kali, yaitu di 5:7, 5:20, 14:6, dan 33:9. Di 5:20 susunan itu disusul (إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ, idz ja'ala fiikum anbiyaa'a) yang berarti "ketika Dia menjadikan nabi-nabi di antara kalian", dan di 14:6 disusul (إِذْ أَنْجَاكُمْ, idz anjaakum) yang berarti "ketika Dia menyelamatkan kalian". Di 33:9 kata idz disusul kedatangan, (إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ, idz jaa'atkum junuudun) yang berarti "ketika bala tentara datang kepada kalian", dan perbuatan Allah baru muncul pada kata kerja berikutnya.

Kata (جَاءَتْكُمْ, jaa'atkum) yang berarti "datang kepada kalian" muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 7:73, 7:85, 10:57, dan 33:9. Di tiga yang lain, kata kerja itu bersubjek (بَيِّنَةٌ, bayyinatun) yang berarti "bukti yang nyata" di 7:73 dan 7:85, dan (مَوْعِظَةٌ, maw'izhatun) yang berarti "nasihat" di 10:57, dan ketiganya disebut berasal dari (مِنْ رَبِّكُمْ, min rabbikum) yang berarti "dari Tuhan kalian". Di 33:9 subjeknya bala tentara, dan keterangan asal itu tidak menyertainya.

Kata (جُنُودٌ, junuudun) yang berarti "bala tentara" berakar ج-ن-د dan muncul dua kali di ayat ini dengan akhiran berbeda: junuudun yang pertama menyebut yang datang, dan (جُنُودًا, junuudan) yang kedua menyebut yang dikirim. Bentuk junuudan muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:26 dan 33:9. Kata yang sama menyebut kedua pihak, dan ayat ini tidak menyatakan apakah keduanya sejenis. Terjemahan memakai "bala tentara" di kedua tempat dan tidak menambahkan "malaikat" atau "pasukan", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya. Di 48:4 kata itu dipakai untuk milik Allah, (وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, wa-li-llaahi junuudu s-samaawaati wa-l-ardhi) yang berarti "dan milik Allah bala tentara langit dan bumi".

Kata (رِيحًا, riihan) yang berarti "angin" berakar ر-و-ح dan muncul empat kali di empat surah, yaitu di 30:51, 33:9, 41:16, dan 54:19. Kalimat (أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا, arsalnaa 'alayhim riihan) yang berarti "Kami kirimkan kepada mereka angin" muncul tiga kali, yaitu di 33:9, 41:16, dan 54:19. Di 41:16 dan 54:19 angin itu diberi sifat (صَرْصَرًا, sharsharan), dan terjemahan di dua ayat itu memakai "sangat dingin" dan "sangat kencang". Di 33:9 tidak ada kata sifat, sehingga terjemahan memakai "angin" saja.

Frasa (لَمْ تَرَوْهَا, lam tarawhaa) yang berarti "tidak kalian lihat" muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 9:26, 9:40, dan 33:9, dan di ketiganya menyifati bala tentara: (وَأَنْزَلَ جُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا, wa-anzala junuudan lam tarawhaa) di 9:26 dan (وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا, wa-ayyadahu bi-junuudin lam tarawhaa) di 9:40. Di 9:26 pelaku menurunkan adalah Allah, dan di 9:40 pelaku menguatkan adalah Allah. Di 33:9 frasa itu berada tepat sesudah junuudan, sehingga terjemahan menaruh koma di antara angin dan bala tentara dan menyambungkan "yang tidak kalian lihat" kepada bala tentara, seperti di dua ayat tadi.

Kalimat penutup (وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا, wa-kaana llaahu bi-maa ta'maluuna bashiiran) yang berarti "dan Allah melihat apa yang kalian kerjakan" muncul dua kali di dua surah, yaitu di 33:9 dan 48:24. Kata (بَصِيرًا, bashiiran) berakar ب-ص-ر dan muncul lima belas kali di sepuluh surah, yaitu di 4:58, 4:134, 12:93, 12:96, 17:17, 17:30, 17:96, 20:35, 20:125, 25:20, 33:9, 35:45, 48:24, 76:2, dan 84:15. Terjemahan memakai kata kerja "melihat" dengan Allah sebagai pelaku dan apa yang dikerjakan orang-orang yang disapa sebagai yang dilihat.

Tafsiran

Ayat ini mengalihkan surah dari perjanjian para nabi di 33:7 dan 33:8 ke peristiwa yang dialami orang-orang beriman, dan peralihan itu ditandai oleh seruan dan perintah mengingat. Kata ganti kalian muncul sejak awal ayat dan terus dipakai sampai 33:10, sehingga tiga ayat itu terbaca sebagai satu bagian yang menyapa pihak yang sama.

Ayat 5:11 membuka dengan seruan dan perintah yang sama, dan di sana pun yang diingat adalah nikmat Allah ketika sekelompok orang berniat mengulurkan tangan kepada orang-orang beriman dan tangan mereka ditahan. Dua ayat itu memakai kerangka yang sama, yaitu nikmat Allah, sekelompok orang yang datang atau berniat, dan sesuatu yang menghalangi mereka, sedangkan bentuk halangannya berbeda: tangan yang ditahan di 5:11, angin dan bala tentara yang dikirim di 33:9.

Di dalam ayat ini tiga bagian bergantian memakai tiga cara menyebut pihak. Kedatangan bala tentara ditujukan kepada kalian, pengiriman angin dan bala tentara dilakukan oleh Kami dan ditujukan kepada mereka, dan penutupnya menyebut Allah yang melihat apa yang kalian kerjakan. Jumlah bala tentara, waktu kedatangan mereka, dan cara mereka dihadapi tidak dituturkan di sini.

Surah ini kembali ke peristiwa yang sama dengan kata lain. Di 33:20 dan 33:22 muncul (الْأَحْزَابَ, l-ahzaaba) yang berarti "pasukan-pasukan sekutu", dan di 33:25 Allah menghalau orang-orang yang kufur serta mencukupi orang-orang mukmin dari peperangan. Dapat dibaca bahwa bala tentara di 33:9 dan pasukan sekutu di 33:20 dan 33:22 menunjuk peristiwa yang sama, karena surah menyambungkannya tanpa peristiwa baru di antaranya, tetapi tidak ada ayat yang menyatakan keduanya sama.

Ayat 33:10 yang menyusul memuat sebagian keadaan orang-orang yang disapa itu, yaitu penglihatan yang menyimpang, hati yang sampai ke kerongkongan, dan berbagai prasangka kepada Allah, dengan kata kerja yang berbeda dari kata kerja kerjakan di 33:9.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 33:9 memerintahkan orang-orang beriman mengingat nikmat Allah, dan sesudah perintah itu ayat langsung memerinci apa yang diingat: bala tentara datang, angin dan bala tentara dikirim, dan sebagian dari mereka tidak terlihat. Mengingat di sini dikerjakan dengan rincian, tidak dengan ringkasan seperti pernah ditolong dulu. Pembaca yang menyimpan pengalaman ditolong dalam satu kalimat pendek dapat mencoba menuliskannya sebanyak rincian ayat ini: apa yang datang, apa yang dikirim, dan apa yang tidak sempat dilihat. Pertolongan terakhir yang pernah diterimanya, berapa banyak rinciannya yang masih diingat?
  • Bala tentara yang tidak kalian lihat muncul tiga kali, di 9:26, 9:40, dan 33:9, dan di 9:26 pelaku yang menurunkannya adalah Allah. Pertolongan yang disebut dengan ciri tidak terlihat itu tetap disebut nikmat yang dapat diingat, sehingga ukuran pertolongan di ayat ini tidak bergantung pada apa yang tampak saat kejadian. Pembaca yang menghitung bantuan hanya dari orang dan benda yang kelihatan dapat bertanya apa lagi yang ikut bekerja di luar pandangannya. Pada saat terakhir ia merasa tidak ada yang menolong, adakah sesuatu yang belum sempat terlihat olehnya?
  • Dalam ayat ini bala tentara datang kepada kalian, lalu Kami kirimkan angin dan bala tentara kepada mereka. Satu peristiwa dituturkan dari dua arah, yaitu yang menimpa orang-orang yang disapa dan yang dikirim kepada pihak yang datang. Pembaca yang menceritakan masa sulitnya dari sudut apa yang datang kepadanya dapat memperhatikan bahwa ayat ini menuturkan sisi kedua, yaitu apa yang terjadi pada pihak yang datang itu. Dalam kisah kesulitan yang pernah dialaminya, sisi mana yang paling sering diceritakan, dan sisi mana yang belum pernah?
  • Kalimat penutup 33:9 menyebut Allah melihat apa yang kalian kerjakan, dan 48:24 menutup dengan kalimat yang sama sesudah sebuah peristiwa yang dilakukan Dia, yaitu menahan tangan. Di kedua tempat kalimat itu muncul sesudah pertolongan, dan keduanya memakai kata kerja kerjakan untuk orang-orang yang disapa. Pembaca yang menerima pertolongan dapat menimbang pekerjaan apa yang berlangsung di sisinya ketika pertolongan itu datang. Apa yang sedang dikerjakannya saat pertolongan terakhir sampai kepadanya?
  • Ayat ini menyebut bala tentara dua kali tanpa angka, tanpa perbandingan kekuatan, dan tanpa waktu. Keterangan tentang mereka sebatas bahwa orang-orang yang disapa tidak melihatnya. Pembaca yang biasa menimbang sebuah kesulitan dari besarnya bilangan dapat memperhatikan bahwa ayat yang memerintahkan mengingat nikmat tidak memuat bilangan apa pun. Kesulitan terakhir yang ditimbangnya, ditimbang dengan ukuran apa, dan ukuran itu ada di ayat mana?
  • Ayat 16:18 menyatakan bahwa nikmat Allah tidak terhitung, dan 33:9 menunjuk satu nikmat lewat peristiwa yang dimulai dengan kedatangan bala tentara. Nikmat yang diperintahkan untuk diingat itu dituturkan mulai dari saat yang berat, dan tidak mulai dari saat yang lapang. Pembaca yang menyusun daftar nikmatnya dapat memeriksa apakah daftar itu memuat peristiwa yang ketika berlangsung terasa berat. Dalam daftar syukurnya, di manakah tempat hari-hari yang sulit?