إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا
Ketika mereka datang kepada kalian dari arah atas dan dari arah bawah kalian, dan ketika penglihatan menyimpang, dan hati sampai ke kerongkongan, dan kalian berprasangka bermacam-macam terhadap Allah,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْidz jaa'uukum min fawqikum wa-min asfala minkumketika mereka datang kepada kalian dari arah atas dan dari arah bawah kalian
- وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَwa-idz zaaghati l-abshaaru wa-balaghati l-quluubu l-hanaajiradan ketika penglihatan menyimpang, dan hati sampai ke kerongkongan
- وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَاwa-tazhunnuuna bi-llaahi zh-zhunuunaadan kalian berprasangka bermacam-macam terhadap Allah
Terjemahan per kata (16 kata)
- إِذْidzketika
- جَاءُوكُمْjaa'uukummereka datang kepada kalian
- مِنْmindari
- فَوْقِكُمْfawqikumatas kalian
- وَمِنْwa-mindan dari
- أَسْفَلَasfalapaling bawah
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- زَاغَتِzaaghatimenyimpang
- الْأَبْصَارُl-abshaarupenglihatan
- وَبَلَغَتِwa-balaghatidan sampailah
- الْقُلُوبُl-quluubuhati
- الْحَنَاجِرَl-hanaajirakerongkongan
- وَتَظُنُّونَwa-tazhunnuunadan kalian berprasangka
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- الظُّنُونَاzh-zhunuunaabermacam-macam prasangka
Inti bacaan
Bentuk (الظُّنُونَا, zh-zhunuunaa) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:10.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِذْ جَاءُوكُمْ, idz jaa'uukum) yang berarti "ketika mereka datang kepada kalian". Bentuk jaa'uukum muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 4:90, 5:61, dan 33:10. Di 4:90, (أَوْ جَاءُوكُمْ, aw jaa'uukum) disusul keadaan para pendatang, dan di 5:61, (وَإِذَا جَاءُوكُمْ, wa-idzaa jaa'uukum) disusul ucapan mereka, sedangkan di 33:10 kata kerja itu disusul arah kedatangan. Pelaku jaa'uukum tidak dinamai di 33:10. Ayat 33:9 menyebut bala tentara yang datang kepada kalian, sehingga terjemahan memakai "mereka" dan tidak menambahkan nama.
Arah kedatangan disebut dengan (مِنْ فَوْقِكُمْ, min fawqikum) yang berarti "dari atas kalian" dan (مِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ, min asfala minkum) yang berarti "dari arah bawah kalian". Bentuk min fawqikum muncul dua kali, yaitu di 6:65 dan 33:10, dan di 6:65 pasangannya adalah (مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ, min tahti arjulikum) yang berarti "dari bawah kaki kalian". Susunan (أَسْفَلَ مِنْكُمْ, asfala minkum) muncul dua kali, yaitu di 8:42 dan 33:10. Di 8:42 susunan itu menyebut tempat, (وَالرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنْكُمْ, wa-r-rakbu asfala minkum) yang berarti "dan kafilah berada lebih rendah daripada kalian", sedangkan di 33:10 susunan itu didahului min dan menyebut arah datang. Terjemahan memakai "dari arah atas" dan "dari arah bawah" supaya kedatangan dari kedua sisi terbaca.
Kata kerja (زَاغَتِ, zaaghati) berakar ز-ي-غ, dan bentuk persis zaaghati hanya muncul di 33:10. Penglihatan menjadi subjek kata kerja ini di tiga tempat: (وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ, wa-idz zaaghati l-abshaaru) yang berarti "dan ketika penglihatan menyimpang" di 33:10, (أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْأَبْصَارُ, am zaaghat 'anhumu l-abshaaru) yang berarti "ataukah penglihatan menyimpang dari mereka" di 38:63, dan (مَا زَاغَ الْبَصَرُ, maa zaagha l-basharu) yang berarti "penglihatannya tidak menyimpang" di 53:17. Hati menjadi subjeknya di 9:117, (كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ, kaada yaziighu quluubu fariiqin) yang berarti "hati sekelompok hampir menyimpang". Terjemahan memakai "menyimpang" di keempat ayat itu.
Kata kerja (بَلَغَتِ, balaghati) yang berarti "sampai" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu di 33:10, 56:83, dan 75:26. Di 56:83 objeknya (الْحُلْقُومَ, l-hulquuma), dan di 75:26 objeknya (التَّرَاقِيَ, t-taraaqiya), keduanya kata lain. Di 33:10 objeknya (الْحَنَاجِرَ, l-hanaajira), kata dari akar ح-ن-ج-ر yang muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:10 dan 40:18. Di 40:18, (إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ, idzi l-quluubu ladaa l-hanaajiri) yang berarti "ketika hati berada di kerongkongan", kata yang menyusul adalah (كَاظِمِينَ, kaazhimiina) yang berarti "menahan", dan kata itu tidak ada di 33:10. Karena itu terjemahan 33:10 memakai "sampai ke kerongkongan" tanpa menambahkan "menyesak", dan memakai "kerongkongan" seperti di 40:18.
Kata kerja (تَظُنُّونَ, tazhunnuuna) berakar ظ-ن-ن dan ditujukan kepada banyak orang. Menurut morfologi korpus, tiga kata kerja sebelumnya di ayat ini berbentuk perbuatan yang sudah selesai, sedangkan tazhunnuuna berbentuk perbuatan yang belum selesai. Kata (الظُّنُونَا, zh-zhunuunaa) berbentuk jamak, dan bentuk persis itu hanya muncul di 33:10. Prasangka terhadap Allah disebut juga di 3:154, (يَظُنُّونَ بِاللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ, yazhunnuuna bi-llaahi ghayra l-haqqi) yang berarti "mereka berprasangka terhadap Allah dengan yang tidak benar", dan di 48:6 prasangka terhadap Allah disebut dengan sifat yang diterjemahkan "buruk". Di kedua ayat itu prasangka diberi sifat, sedangkan di 33:10 hanya ada bentuk jamak tanpa sifat. Karena itu terjemahan memakai "berprasangka bermacam-macam" dan tidak menambahkan "buruk" atau "yang bukan-bukan".
Tafsiran
Ayat ini menyambung keterangan waktu dari 33:9 dengan tiga keadaan berturut-turut, lalu menutupnya dengan satu keadaan yang belum selesai pada orang-orang yang disapa. Kalimatnya tidak memiliki induk, dan 33:11 yang dibuka dengan kata penunjuk tempat atau keadaan menyambungkannya.
Urutan isi ayat bergerak dari luar ke dalam: arah kedatangan, lalu penglihatan, lalu hati, lalu prasangka kepada Allah. Dapat dibaca bahwa pandangan dalam ayat ini turun dari apa yang tampak di sekeliling ke apa yang terjadi di dalam diri, dan bahwa prasangka disebut sesudah gambaran tubuh. Ayat ini sendiri tidak menyatakan hubungan sebab di antara keempatnya.
Kata kalian di 33:10 melanjutkan kalian di 33:9, yang menyapa orang-orang beriman. Dapat dibaca bahwa prasangka kepada Allah di sini ditujukan kepada orang-orang yang tadi diseru sebagai orang beriman, tanpa pembagian. Di 3:154 pembagian itu ada: sesudah kantuk yang meliputi (طَائِفَةً, thaa'ifatan) yang berarti "segolongan" dari kalian, disebut (وَطَائِفَةٌ, wa-thaa'ifatun) yang berarti "dan segolongan lagi", dan golongan kedua yang berprasangka terhadap Allah. Ayat 33:10 tidak membagi kalian menjadi dua golongan.
Isi prasangka itu tidak dirinci di 33:10. Ayat 33:12 menuturkan ucapan orang-orang munafik dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit tentang janji Allah dan Rasul-Nya, tetapi pembicaranya disebut sebagai pihak lain, sehingga ucapan itu tidak dapat dipastikan sebagai isi prasangka yang dimaksud 33:10. Setelah 33:10, kalimat pindah ke orang ketiga, orang-orang beriman, di 33:11, sehingga pembaca yang tadi disapa sebagai kalian kini melihat keadaan itu dari luar.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 33:10 menyebut dua arah kedatangan, dari atas kalian dan dari arah bawah kalian, dan kedua arah itu bersama-sama tidak menyisakan sisi yang disebut aman di dalam ayat ini. Pembaca yang pernah merasa terkepung oleh urusan dari banyak arah dapat mengenali gambaran itu. Jalan keluarnya tidak disebut di kalimat yang sama: nikmat Allah dan apa yang dikirim sudah dituturkan di 33:9, dan keadaan orang beriman sesudahnya baru dituturkan di 33:11. Ketika semua arah terasa tertutup, apa yang pertama kali dibaca seseorang, arah yang tertutup atau yang sudah dikirimkan lebih dulu?
- Penglihatan yang menyimpang dan hati yang sampai ke kerongkongan disebut sebelum prasangka kepada Allah, sehingga tubuh dilukiskan lebih dahulu daripada pikiran. Pembaca dapat mengamati urutan itu pada dirinya sendiri: ketakutan datang sebagai keadaan tubuh, lalu pikiran terhadap Tuhan menyusul. Ayat ini tidak menyebut jarak waktu di antara keduanya. Pada tahap mana sebuah pikiran buruk tentang Allah masih dapat ditahan sebelum menjadi prasangka yang dibiarkan tinggal?
- Di 3:154 prasangka terhadap Allah dikaitkan dengan segolongan dari kalian, sedangkan di 33:10 kata kalian dipakai tanpa pembagian dan menyapa orang-orang yang tadi diseru sebagai orang beriman di 33:9. Pembaca yang membaca ayat tentang prasangka sebagai teguran bagi orang lain dapat memperhatikan bahwa kalimat ini tidak menyisihkan siapa pun dari kata kalian. Saat membaca ayat ini, siapa yang dikeluarkan dari kata itu oleh pembacanya sendiri tanpa disadari, dan atas alasan apa?
- Ayat ini menyebut prasangka terhadap Allah dalam bentuk jamak tanpa merinci isinya, bersama mata dan hati sebagai bagian dari keadaan yang sama. Pembaca yang dalam tekanan menyimpan pikiran tentang Allah yang tidak pernah diucapkannya dapat melihat bahwa pikiran seperti itu disebut di dalam ayat, sejajar dengan keadaan tubuh. Ucapan orang lain di 33:12 tidak dapat dipakai untuk mengisi prasangka ini, sehingga isinya tinggal kosong bagi pembaca. Pikiran apa tentang Allah yang paling sering muncul pada saat paling sempit, dan siapa yang pernah mendengarnya?
- Tiga keadaan pertama dalam ayat ini dituturkan dalam bentuk yang sudah selesai, sedangkan berprasangka dituturkan dalam bentuk yang belum selesai. Dapat dibaca bahwa kedatangan, penglihatan, dan hati adalah hal yang berlalu, sedangkan prasangka masih berjalan ketika kalimat ini dituturkan. Pembaca yang menganggap sebuah masa sulit sudah menjadi kisah lama dapat memeriksa apakah ada pikiran dari masa itu yang masih berjalan sampai sekarang. Pikiran dari saat tersulit yang pernah dialaminya, sudahkah selesai?
- Gambaran hati di kerongkongan dipakai di 33:10 untuk orang-orang yang disapa sebagai orang beriman, dan di 40:18 untuk hari yang disebut mendekat, yang di sana diikuti pernyataan bahwa orang-orang zalim tidak memiliki teman akrab. Dua ayat itu membicarakan keadaan yang berbeda, tetapi memakai gambaran tubuh yang sama. Pembaca yang pernah merasakan hati terasa naik ke kerongkongan dapat melihat bahwa gambaran itu dipakai untuk orang beriman yang ketakutan dan untuk hari yang mendekat, sehingga rasa seperti itu tidak dapat dipakai untuk menilai siapa orangnya. Dari keadaan tubuhnya saat takut, apa yang sebenarnya dapat diketahui seseorang tentang dirinya?