هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا
Di situlah orang-orang beriman diuji dan diguncang dengan guncangan yang keras.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَhunaalika btuliya l-mu'minuunadi situlah orang-orang beriman diuji
- وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًاwa-zulziluu zilzaalan syadiidandan diguncang dengan guncangan yang keras
Terjemahan per kata (6 kata)
- هُنَالِكَhunaalikadi sanalah
- ابْتُلِيَbtuliyadiuji
- الْمُؤْمِنُونَl-mu'minuunaorang-orang beriman
- وَزُلْزِلُواwa-zulziluudan mereka diguncang
- زِلْزَالًاzilzaalanguncangan
- شَدِيدًاsyadiidanyang keras
Inti bacaan
Pengujian dan 'guncangan yang keras' sebagai bagian dari proses keimanan yang nyata, kesulitan ekstrem bukan tanda ditinggalkan, melainkan bagian dari proses yang dialami bahkan oleh komunitas beriman yang tulus.
Tafsiran
Ayat ini merangkum inti dari ujian Perang Khandaq, bukan sekadar pengepungan fisik, melainkan guncangan yang menyingkap kualitas keimanan setiap orang yang mengalaminya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut yang diuji justru orang beriman. Bukan penentangnya. Yang percaya.
- Kata guncangan diulang dalam satu kalimat. Diguncang. Dengan guncangan.
- Ujian itu disebut Allah bagian dari perjalanan. Bukan tanda ditinggalkan. Tanda sedang ditimbang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-l-w, a-m-n, z-l-z-l, sh-d-d): ubtuliya diterjemahkan 'diuji' (akar b-l-w); zulziluu zilzaalan shadiidan diterjemahkan 'diguncang guncangan yang keras' (akar z-l-z-l + akar sh-d-y-d: shadiid diterjemahkan 'keras' terkunci; terjemahan lain 'dahsyat'). gloss '(hatinya)' dibuang.