هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا
Di sana orang-orang beriman diuji dan diguncang dengan guncangan yang keras.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَhunaalika btuliya l-mu'minuunadi sana orang-orang beriman diuji
- وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًاwa-zulziluu zilzaalan syadiidandan diguncang dengan guncangan yang keras
Terjemahan per kata (6 kata)
- هُنَالِكَhunaalikadi sana
- ابْتُلِيَbtuliyadiuji
- الْمُؤْمِنُونَl-mu'minuunaorang-orang beriman
- وَزُلْزِلُواwa-zulziluudan mereka diguncang
- زِلْزَالًاzilzaalanguncangan
- شَدِيدًاsyadiidanyang keras
Inti bacaan
Frasa (زِلْزَالًا شَدِيدًا, zilzaalan syadiidan) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:11.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (هُنَالِكَ, hunaalika) yang berarti "di sana". Kata ini muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu di 3:38, 7:119, 10:30, 18:44, 25:13, 33:11, 38:11, 40:78, dan 40:85. Di 33:11 kata itu mengikuti dua ayat yang menuturkan kedatangan bala tentara beserta keadaan penglihatan, hati, dan prasangka, sehingga "di sana" dapat dibaca menunjuk keadaan itu. Terjemahan memakai "di sana" saja, tanpa menambahkan penegas, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata kerja (ابْتُلِيَ, btuliya) berakar ب-ل-و dan berbentuk pasif, yaitu pelakunya tidak dinamai. Bentuk pasif persis ini hanya muncul di 33:11. Bentuk aktif dari kata kerja yang sama menyebut pelakunya: (وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ, wa-idzi btalaa ibraahiima rabbuhu) yang berarti "dan ketika Tuhannya menguji Ibrahim" di 2:124, (وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ, wa-li-yabtaliya llaahu) yang berarti "dan agar Allah menguji" di 3:154, dan (إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ, idzaa maa btalaahu rabbuhu) yang berarti "apabila Tuhannya mengujinya" di 89:15. Kata kerja yang sama dipakai untuk dua keadaan yang berlawanan: di 89:15 ia disusul (فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ, fa-akramahu wa-na'amahu) yang berarti "lalu memuliakannya dan memberinya kenikmatan", dan di 89:16, (إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ, idzaa maa btalaahu fa-qadara 'alayhi rizqahu) yang berarti "apabila Dia mengujinya lalu membatasi rezekinya". Terjemahan memakai "menguji" dan "diuji" di semua ayat itu, termasuk 33:11.
Kata kerja (وَزُلْزِلُوا, wa-zulziluu) yang berarti "dan mereka diguncang" juga berbentuk pasif, dan bentuk persisnya muncul dua kali di dua surah, yaitu di 2:214 dan 33:11. Di 2:214 kata itu disusul (حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ, hattaa yaquula r-rasuulu wa-lladziina aamanuu ma'ahu) yang berarti "sampai Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata", sedangkan di 33:11 tidak ada kutipan ucapan sesudahnya. Kata benda (زِلْزَالًا, zilzaalan) yang berarti "guncangan" berakar sama dengan kata kerjanya, dan kata kerja bersama kata bendanya dipakai berdampingan di dua tempat, yaitu di 33:11 dan di 99:1, (إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا, idzaa zulzilati l-ardhu zilzaalahaa) yang berarti "ketika bumi diguncang dengan guncangannya". Frasa (زِلْزَالًا شَدِيدًا, zilzaalan syadiidan) yang berarti "guncangan yang keras" hanya muncul di 33:11. Terjemahan mempertahankan akar yang sama pada kata kerja dan kata bendanya, "diguncang" dan "guncangan", dan menyampaikan (شَدِيدًا, syadiidan) dengan "keras".
Kedua kata kerja di ayat ini, btuliya dan zulziluu, menurut morfologi korpus berbentuk perbuatan yang sudah selesai, berbeda dari tazhunnuuna di 33:10 yang berbentuk perbuatan yang belum selesai. Subjek keduanya adalah (الْمُؤْمِنُونَ, l-mu'minuuna) yang berarti "orang-orang beriman", yang berakar ا-م-ن dan di sini berbentuk jamak laki-laki. Kata yang sama menjadi subjek di 33:22, (وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ, wa-lammaa ra'a l-mu'minuuna l-ahzaaba) yang berarti "dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan itu", dengan kata yang sama untuk subjeknya.
Tafsiran
Ayat ini memuat induk kalimat yang ditunggu sejak 33:9, karena 33:9 dan 33:10 menumpuk keterangan waktu dengan idz, dan 33:11 menyatakan apa yang terjadi pada saat itu: orang-orang beriman diuji dan diguncang. Kata ganti kalian di 33:9 dan 33:10 berganti menjadi orang-orang beriman, sehingga pembaca yang tadi disapa kini mendengar dirinya disebut dari luar.
Ayat 33:9 menyebut peristiwa ini nikmat, dan 33:11 menyebutnya ujian. Dua sebutan itu dapat berjalan bersama, karena kata kerja ujian di 89:15 dipakai untuk keadaan dimuliakan dan diberi kenikmatan, dan di 89:16 untuk keadaan dibatasi rezekinya. Dapat dibaca bahwa nikmat di 33:9 dan ujian di 33:11 adalah satu rangkaian kejadian yang dinilai dari dua sisi.
Kedua kata kerja di ayat ini pasif, sehingga yang menguji maupun yang mengguncang tidak dinamai. Di 3:154 pelaku ujian disebut Allah dan di 2:124 pelakunya Tuhan Ibrahim, sehingga pembacaan bahwa ujian di 33:11 juga berasal dari-Nya dapat diambil dari pemakaian di ayat-ayat lain, tetapi ayat ini sendiri tidak menyatakannya.
Sesudah ayat ini, kutipan ucapan pertama berasal dari orang-orang munafik dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit di 33:12, dan ucapan orang-orang beriman baru dikutip di 33:22. Di 2:214 guncangan serupa disusul seruan Rasul dan orang-orang beriman bersamanya yang bertanya kapan pertolongan Allah, lalu jawabannya tertulis di ayat yang sama, sedangkan di 33:11 guncangan itu disusul ucapan pihak lain.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 33:11 menyebut orang-orang beriman sebagai pihak yang diuji dan diguncang, sesudah 33:9 menyapa mereka dengan seruan mengingat nikmat Allah. Pelaku ujian tidak dinamai di ayat ini, dan 3:154 menyebut Allah sebagai yang menguji apa yang ada dalam dada. Pembaca yang mengira ujian hanya datang kepada orang yang lalai dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh orang-orang beriman sebagai subjeknya. Ketika sebuah kesulitan datang tanpa kesalahan yang jelas, pertanyaan apa yang pertama kali muncul dalam dirinya?
- Ayat 33:9 menyebut peristiwa ini nikmat Allah dan 33:11 menyebutnya ujian, sedangkan kata kerja ujian di 89:15 dipakai untuk keadaan dimuliakan dan di 89:16 untuk keadaan dibatasi rezekinya. Pembaca yang membagi hidupnya menjadi hari-hari nikmat dan hari-hari ujian dapat memeriksa apakah pembagian itu cocok dengan cara ayat memakai kedua kata. Kedua kata itu dipakai untuk kejadian yang sama, sehingga nikmat dan ujian di sini tidak diletakkan pada hari yang berbeda. Hari tersulit yang pernah dialaminya, dapatkah disebut dengan kedua kata itu sekaligus?
- Di 2:214 guncangan membawa orang-orang beriman sampai bertanya kapan pertolongan Allah, dan jawabannya tertulis di ayat yang sama. Di 33:11 tidak ada ucapan sesudah guncangan, sehingga ayat ini mencatat keadaan tanpa mencatat kata-kata. Pembaca yang dalam kesulitan belum menemukan kalimat yang pas dapat melihat bahwa teks sendiri memberi ruang bagi keadaan yang belum bersuara. Kalimat apa yang diucapkannya saat terakhir terguncang, dan kepada siapa kalimat itu ditujukan?
- Ayat 33:9 dan 33:10 memakai kata kalian, sedangkan 33:11 memakai orang-orang beriman. Sebelum pergantian itu, 33:10 masih menuturkan mata, hati, dan prasangka dari dalam, dan sesudahnya yang dituturkan adalah sebuah golongan yang diuji. Sudut pandang bergeser dari orang yang merasakan ke orang yang melihat. Pembaca dapat mencoba menceritakan kesulitan terakhirnya dengan kata mereka, seperti ayat ini berganti dari kalian ke orang-orang beriman, lalu memperhatikan apa yang terlihat dari sudut itu. Apa yang baru terlihat ketika kesulitan sendiri dibaca sebagai kisah orang lain yang beriman?
- Ayat ini memberi sifat keras pada guncangan dan tidak menyebut berapa lama guncangan itu berlangsung. Akar yang sama dipakai di 99:1 untuk bumi, dan di 2:214 guncangan disusul pertanyaan tentang waktu datangnya pertolongan. Pertanyaan tentang waktu itu di 2:214 diajukan oleh orang-orang beriman sendiri. Pembaca yang menimbang kesulitan dengan pertanyaan sampai kapan dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak mencatat lamanya. Kalau ukuran yang tertulis sebatas kata keras, apa yang tersisa untuk dipegang selama menunggu?
- Sesudah 33:11, ucapan yang pertama dikutip berasal dari orang-orang munafik dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit, dan ucapan orang-orang beriman baru dikutip di 33:22. Pembaca yang menilai sebuah keadaan dari ucapan yang paling cepat terdengar dapat melihat bahwa teks mencatat ucapan pihak lain lebih dulu daripada ucapan orang beriman. Dalam sebuah krisis, ucapan siapa yang paling cepat sampai ke telinga, dan ucapan siapa yang baru terdengar kemudian?