وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا

Dan ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit berkata, “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami kecuali tipuan.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌwa-idz yaquulu l-munaafiquuna wa-lladziina fii quluubihim maradhundan ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit berkata
  2. مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًاmaa wa'adanaa llaahu wa-rasuuluhu illaa ghuruuranAllah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami kecuali tipuan

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. وَإِذْwa-idzdan ketika
  2. يَقُولُyaquuluberkata
  3. الْمُنَافِقُونَl-munaafiquunaorang-orang munafik
  4. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  5. فِيfiidi
  6. قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
  7. مَرَضٌmaradhunpenyakit
  8. مَاmaatidaklah
  9. وَعَدَنَاwa'adanaamenjanjikan kami
  10. اللَّهُllaahuAllah
  11. وَرَسُولُهُwa-rasuuluhudan Rasul-Nya
  12. إِلَّاillaakecuali
  13. غُرُورًاghuruurantipuan

Inti bacaan

Frasa (فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ, fii quluubihim maradhun) muncul sebelas kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:10, 5:52, 8:49, 9:125, 22:53, 24:50, 33:12, 33:60, 47:20, 47:29, dan 74:31.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ, wa-idz yaquulu l-munaafiquuna) yang berarti "dan ketika orang-orang munafik berkata". Kata (الْمُنَافِقُونَ, l-munaafiquuna) berakar ن-ف-ق dan dalam bentuk ini muncul tujuh kali di lima surah, yaitu di 8:49, 9:64, 9:67, 33:12, 33:60, 57:13, dan 63:1. Susunan (يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ, yaquulu l-munaafiquuna wa-lladziina fii quluubihim maradhun) yang berarti "orang-orang munafik dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit berkata" muncul dua kali, yaitu di 8:49 dan 33:12. Dua sebutan itu, (الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ, l-munaafiquuna wa-lladziina fii quluubihim maradhun), muncul bersama tiga kali, yaitu di 8:49, 33:12, dan 33:60. Keduanya dihubungkan dengan wa- yang berarti "dan", dan ayat ini tidak menyatakan apakah keduanya satu kelompok atau dua, sehingga terjemahan menuliskan keduanya apa adanya. Frasa (فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ, fii quluubihim maradhun) yang berarti "di hati mereka ada penyakit" muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu di 2:10, 5:52, 8:49, 9:125, 22:53, 24:50, 33:12, 33:60, 47:20, 47:29, dan 74:31.

Ucapan yang dikutip dibuka dengan (مَا وَعَدَنَا, maa wa'adanaa). Menurut morfologi korpus, kata (مَا, maa) di sini berfungsi sebagai penolak, sehingga kalimatnya berarti "tidak menjanjikan kepada kami", dan terjemahan tidak memakai "apa yang dijanjikan". Susunan maa wa'adanaa muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 7:44, 33:12, dan 33:22. Di 7:44 dan 33:22 kata maa berfungsi sebagai kata penghubung yang berarti "apa yang", sedangkan di 33:12 kalimatnya disusul (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", dan susunan itu menjadikannya penolakan. Kata kerja (وَعَدَنَا, wa'adanaa) berakar و-ع-د, dan pelakunya di 33:12 adalah (اللَّهُ وَرَسُولُهُ, llaahu wa-rasuuluhu) yang berarti "Allah dan Rasul-Nya". Susunan (وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ, wa'adanaa llaahu wa-rasuuluhu) muncul dua kali, yaitu di 33:12 dan 33:22, diucapkan oleh dua pihak yang berbeda.

Kata (غُرُورًا, ghuruuran) yang berarti "tipuan" berakar غ-ر-ر dan muncul lima kali di lima surah, yaitu di 4:120, 6:112, 17:64, 33:12, dan 35:40. Susunan (إِلَّا غُرُورًا, illaa ghuruuran) muncul empat kali di empat surah, yaitu di 4:120, 17:64, 33:12, dan 35:40, dan di keempatnya didahului kata kerja menjanjikan dari akar و-ع-د. Di 4:120 bunyinya (وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا, wa-maa ya'iduhumu sy-syaythaanu illaa ghuruuran) yang berarti "dan setan tidak menjanjikan mereka kecuali tipuan", dan kalimat yang sama ada di 17:64. Di 35:40 orang-orang zalim saling menjanjikan tipuan itu kepada sesamanya. Di 33:12 kata itu dipakai oleh para penutur untuk janji Allah dan Rasul-Nya, dan ayat ini mengutipnya tanpa membenarkannya. Terjemahan memakai "tipuan" di keempat tempat itu.

Terjemahan 33:12 memakai kata kerja "menjanjikan" dengan "kepada kami" sebagai penerima, sesuai (وَعَدَنَا, wa'adanaa) yang berarti "menjanjikan kami".

Tafsiran

Ayat ini mengutip ucapan orang-orang yang menamai janji Allah dan Rasul-Nya sebagai tipuan, dan kutipan itu muncul sesudah 33:11 menyebut orang-orang beriman diuji dan diguncang. Ayat 33:12 tidak menyebut siapa yang mendengar ucapan itu, dan 33:13 melanjutkan dengan ucapan lain dari sebagian mereka.

Kata-kata yang sama, wa'adanaa llaahu wa-rasuuluhu, diucapkan oleh orang-orang mukmin di 33:22 dalam kalimat (هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ, haadzaa maa wa'adanaa llaahu wa-rasuuluhu wa-shadaqa llaahu wa-rasuuluhu) yang berarti "ini yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, dan Allah dan Rasul-Nya benar". Dua kutipan itu memakai bunyi yang sama untuk peristiwa yang sama, tetapi kalimat pertama menamai janji itu tipuan dan kalimat kedua menambahkan bahwa Allah dan Rasul-Nya benar. Dua ucapan itu berjarak sepuluh ayat, sehingga pembaca dapat membandingkan penuturnya, selain bunyi kalimatnya.

Surah ini sudah menyebut dua pihak di 33:8, orang-orang yang benar dan orang-orang kafir, lalu di 33:24 orang-orang yang benar dan orang-orang munafik dengan dua kemungkinan bagi yang terakhir, diazab bila Dia menghendaki atau diterima tobatnya. Ayat 33:12 adalah tempat pertama pihak kedua di 33:24 itu tampil berbicara. Ucapan mereka dikutip lebih dulu daripada ucapan orang-orang beriman, dan ayat ini tidak menambahkan penilaian di dalamnya.

Di 8:49 ucapan yang dibuka dengan rumusan yang sama disusul pernyataan tentang orang yang bertawakal kepada Allah, bahwa Allah digdaya lagi penuh hikmah. Ayat 33:12 tidak menyertakan pernyataan penutup seperti itu, dan jawaban atas ucapan di 33:12 baru tertulis di ayat yang lebih jauh.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 33:12 mengutip penutur yang menamai janji Allah dan Rasul-Nya sebagai tipuan, tepat sesudah 33:11 menyebut orang-orang beriman diuji dan diguncang. Kutipan itu muncul sebagai ucapan, dan sasarannya janji itu sendiri. Pembaca yang mendengar keraguan di sekitarnya pada saat sulit dapat memperhatikan ke mana kekecewaan dialamatkan: ke janji, ke yang berjanji, atau ke orang yang terdekat. Ketika sebuah janji terasa belum ditepati, kepada siapa kekecewaan itu biasanya dialamatkan?
  • Ayat ini menyebut orang-orang munafik dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit dengan penghubung dan, dan tidak menyatakan apakah keduanya satu kelompok atau dua. Di 33:60 kedua sebutan itu muncul berdampingan lagi, dan keduanya tetap tanpa garis pemisah yang tertulis. Pembaca yang ingin menggolongkan orang-orang di sekitarnya dapat melihat bahwa teks sendiri tidak memberi garis tegas di antara dua sebutan itu. Apa yang dapat diketahui seseorang tentang hati orang lain, dan dari ucapan yang mana?
  • Kata-kata wa'adanaa llaahu wa-rasuuluhu diucapkan dua pihak, di 33:12 sebagai tuduhan tipuan dan di 33:22 disusul pernyataan bahwa Allah dan Rasul-Nya benar. Peristiwa yang sama dibaca dengan kata yang sama, dan hasil bacaannya berlawanan. Pembaca yang menimbang janji-janji dalam hidupnya dapat memperhatikan bahwa bunyi sebuah kalimat belum menentukan isinya, dan perbedaannya terletak pada apa yang ditambahkan sesudah kalimat itu. Kalimat apa yang biasa ditambahkannya sesudah kata janji?
  • Kata tipuan dipakai di 4:120 dan 17:64 untuk janji setan, dan di 35:40 untuk janji orang-orang zalim kepada sesamanya. Di 33:12 kata itu keluar dari mulut para penutur dan dialamatkan kepada janji Allah dan Rasul-Nya, dan ayat ini mengutipnya tanpa membenarkannya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa nama yang diberikan penutur belum menunjukkan jenis janjinya. Penilaian atas janji itu tertulis di ayat lain, seperti 33:22. Dengan kata apa pembaca pernah menamai janji yang kemudian terbukti benar?
  • Ayat 33:12 mencatat apa yang keluar dari mulut pada saat ujian, dan 3:154 memuat urutan serupa: ucapan orang-orang yang dikutip lebih dulu, lalu pernyataan bahwa Allah menguji apa yang ada dalam dada. Dalam kedua ayat, ucapan dan isi dada berada di dekat satu sama lain. Pembaca dapat memandang kalimat yang ia ucapkan saat terdesak sebagai bahan yang bisa dibaca tentang isi dadanya sendiri. Kalimat apa yang paling mudah keluar dari mulutnya ketika terdesak, dan apa yang dikatakannya tentang isi dadanya?
  • Ayat 33:12 mengutip tuduhan tanpa jawaban di ayat yang sama. Jawabannya baru terbaca di 33:22, sepuluh ayat kemudian, ketika orang-orang mukmin berkata bahwa Allah dan Rasul-Nya benar. Pembaca yang mendengar tuduhan terhadap sesuatu yang diyakininya dapat memperhatikan bahwa teks membiarkan tuduhan itu berdiri selama beberapa ayat sebelum jawabannya hadir. Berapa lama sebuah tuduhan sanggup dibiarkan tanpa dijawab, dan apa yang dikerjakan selama menunggu?