وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا ۚ وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ ۖ إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا
Dan ketika segolongan dari mereka berkata, “Wahai penduduk Yatsrib, tidak ada tempat bertahan bagi kalian, maka kembalilah!” Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi, mereka berkata, “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka,” padahal ia tidak terbuka. Mereka hanya hendak lari.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُواwa-idz qaalat thaa'ifatun minhum yaa ahla yatsriba laa muqaama lakum fa-rji'uudan ketika segolongan dari mereka berkata, wahai penduduk Yatsrib, tidak ada tempat bertahan bagi kalian, maka kembalilah
- وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍwa-yasta'dzinu fariiqun minhumu n-nabiyya yaquuluuna inna buyuutanaa 'awratun wa-maa hiya bi-'awratindan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi, mereka berkata, sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka, padahal ia tidak terbuka
- إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًاin yuriiduuna illaa firaaranmereka hanya hendak lari
Terjemahan per kata (26 kata)
- وَإِذْwa-idzdan ketika
- قَالَتْqaalatia berkata
- طَائِفَةٌthaa'ifatunsegolongan
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- يَاyaawahai
- أَهْلَahlaahli
- يَثْرِبَyatsribaYasrib
- لَاlaatidak ada
- مُقَامَmuqaamatempat
- لَكُمْlakumbagi kalian
- فَارْجِعُواfa-rji'uumaka kembalilah kalian
- وَيَسْتَأْذِنُwa-yasta'dzinudan meminta izin
- فَرِيقٌfariiqunsegolongan
- مِنْهُمُminhumudi antara mereka
- النَّبِيَّn-nabiyyaNabi
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- إِنَّinnasesungguhnya
- بُيُوتَنَاbuyuutanaarumah-rumah kami
- عَوْرَةٌ'awratunterbuka
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- هِيَhiyaia
- بِعَوْرَةٍbi-'awratinterbuka
- إِنْinjika
- يُرِيدُونَyuriiduunamereka menghendaki
- إِلَّاillaakecuali
- فِرَارًاfiraaranlari
Inti bacaan
Dua bentuk pengunduran diri dari komitmen saat krisis memuncak: seruan terang-terangan untuk mundur, dan alasan bohong ('rumah kami terbuka') untuk menghindar, kejujuran teks mengungkap taktik menghindar tanggung jawab dengan dalih yang dibuat-buat, pola yang tetap relevan dalam mengenali motif tersembunyi di balik alasan yang tampak masuk akal.
Penjelasan pilihan kata
'Muqaama' diterjemahkan 'tempat bertahan', lebih presisi daripada sekadar 'tempat': akar qwm mengandung nuansa berdiri/bertahan, sesuai konteks ajakan mundur dari pertempuran. 'Yatsrib' dipertahankan sebagai nama tempat yang disebut langsung oleh teks Arab sendiri, bukan tambahan.
Tafsiran
Ayat ini merinci dua bentuk pengkhianatan dari dalam: ajakan terbuka untuk mundur, dan alasan palsu tentang keamanan rumah yang sebenarnya hanya kedok untuk melarikan diri dari pertempuran.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini membongkar pola yang berulang dalam menghadapi tekanan, alasan yang tampak masuk akal di permukaan ('rumah-rumah kami terbuka') ternyata hanya kedok bagi niat sebenarnya yang tidak berani diucapkan secara terus terang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, t-w-f, a-h-l, q-w-m, r-j-', a-dz-n, f-r-q, n-b-a, b-y-t, '-w-r, r-w-d, f-r-r): taa'ifah diterjemahkan 'segolongan' (akar t-w-f); laa muqaama diterjemahkan 'tak ada tempat' (akar q-w-m); yasta'dhinu diterjemahkan 'minta izin' (akar '-dz-n); awrah diterjemahkan 'terbuka (rawan)' (akar '-w-r); firaar diterjemahkan 'lari' (akar f-r-r). gloss '(Madinah)/(untuk kembali pulang)/(tidak ada penjaga)/(dari peperangan)' dibuang.