وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا ۚ وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ ۖ إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا

Dan ketika segolongan dari mereka berkata, “Wahai penduduk Yatsrib, tidak ada tempat bertahan bagi kalian, maka kembalilah!” Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi, mereka berkata, “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka,” padahal ia tidak terbuka. Mereka hanya hendak lari.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُواwa-idz qaalat thaa'ifatun minhum yaa ahla yatsriba laa muqaama lakum fa-rji'uudan ketika segolongan dari mereka berkata, wahai penduduk Yatsrib, tidak ada tempat bertahan bagi kalian, maka kembalilah
  2. وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍwa-yasta'dzinu fariiqun minhumu n-nabiyya yaquuluuna inna buyuutanaa 'awratun wa-maa hiya bi-'awratindan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi, mereka berkata, sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka, padahal ia tidak terbuka
  3. إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًاin yuriiduuna illaa firaaranmereka hanya hendak lari

Terjemahan per kata (26 kata)

  1. وَإِذْwa-idzdan ketika
  2. قَالَتْqaalatia berkata
  3. طَائِفَةٌthaa'ifatunsegolongan
  4. مِنْهُمْminhumdari mereka
  5. يَاyaawahai
  6. أَهْلَahlaahli
  7. يَثْرِبَyatsribaYasrib
  8. لَاlaatidak ada
  9. مُقَامَmuqaamatempat
  10. لَكُمْlakumbagi kalian
  11. فَارْجِعُواfa-rji'uumaka kembalilah kalian
  12. وَيَسْتَأْذِنُwa-yasta'dzinudan meminta izin
  13. فَرِيقٌfariiqunsegolongan
  14. مِنْهُمُminhumudi antara mereka
  15. النَّبِيَّn-nabiyyaNabi
  16. يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
  17. إِنَّinnasesungguhnya
  18. بُيُوتَنَاbuyuutanaarumah-rumah kami
  19. عَوْرَةٌ'awratunterbuka
  20. وَمَاwa-maadan tidaklah
  21. هِيَhiyaia
  22. بِعَوْرَةٍbi-'awratinterbuka
  23. إِنْinjika
  24. يُرِيدُونَyuriiduunamereka menghendaki
  25. إِلَّاillaakecuali
  26. فِرَارًاfiraaranlari

Inti bacaan

Susunan (طَائِفَةٌ مِنْهُمْ, thaa'ifatun minhum) muncul empat kali di Al-Qur'an (4:81, 4:102, 4:113, 33:13), dan hanya di 33:13 susunan ini disusul kelompok kedua yang disebut (فَرِيقٌ, fariiqun).

Penjelasan pilihan kata

Kata (مُقَامَ, muqaama) dalam (لَا مُقَامَ لَكُمْ, laa muqaama lakum) yang berarti "tidak ada tempat bertahan bagi kalian" berakar ق-و-م. Dengan bentuk yang sama kata ini muncul sebagai (مُقَامًا, muqaaman) di 25:66 dan 25:76, dalam pasangan (مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا, mustaqarran wa-muqaaman) yang berarti "tempat menetap dan kediaman", dan sebagai (الْمُقَامَةِ, al-muqaamati) di 35:35, dalam (دَارَ الْمُقَامَةِ, daara l-muqaamati) yang berarti "tempat kediaman yang kekal". Di tiga ayat itu kata tersebut menyebut tempat orang berdiam. Akar yang sama dengan bentuk lain, (مَقَامَ رَبِّهِ, maqaama rabbihi) di 55:46 dan 79:40, menyebut kedudukan. Di 33:13 yang disapa adalah orang yang sudah tinggal di tempat itu, sehingga "tempat tinggal" terdengar janggal, dan "tempat bertahan" dipilih karena sapaan itu langsung disusul perintah untuk kembali.

Seruan (يَا أَهْلَ يَثْرِبَ, yaa ahla yatsriba) yang berarti "wahai penduduk Yatsrib" memakai ahl, akar أ-ه-ل, yang diterjemahkan "penduduk" karena kata itu bersambung dengan nama tempat. Dua belas seruan (يَا أَهْلَ, yaa ahla) lain di Al-Qur'an, yaitu di 3:64, 3:65, 3:70, 3:71, 3:98, 3:99, 4:171, 5:15, 5:19, 5:59, 5:68, dan 5:77, semuanya disambung dengan kata (الْكِتَابِ, l-kitaabi), seperti (يَا أَهْلَ الْكِتَابِ, yaa ahla l-kitaabi) di 3:64, dan diterjemahkan "Ahlulkitab". Seruan kepada penghuni sebuah tempat muncul sekali saja, di 33:13. Nama (يَثْرِبَ, yatsriba) muncul sekali di Al-Qur'an, dan ayat ini tidak memberi keterangan apa pun tentang tempat itu.

Kata (فَارْجِعُوا, fa-rji'uu) yang berarti "maka kembalilah" berakar ر-ج-ع. Huruf fa yang berarti "maka" menyambung perintah ini dengan ucapan sebelumnya, sehingga "kembalilah" disajikan sebagai kesimpulan dari "tidak ada tempat bertahan". Bentuk persis (فَارْجِعُوا, fa-rji'uu) muncul di dua ayat, yaitu 24:28 dan 33:13. Di 24:28, dalam rangkaian (ارْجِعُوا فَارْجِعُوا, rji'uu fa-rji'uu) yang berarti "kembalilah, maka kembalilah", perintah itu diterima oleh orang yang belum mendapat izin masuk, dan ayat menilai kembali itu lebih suci bagi mereka. Di 33:13 ayat tidak menyebut wewenang apa pun di tangan penutur, dan tidak menyebut apakah seruan itu diikuti.

Kata (طَائِفَةٌ, thaa'ifatun) yang berarti "segolongan" berakar ط-و-ف, dan susunan (طَائِفَةٌ مِنْهُمْ, thaa'ifatun minhum) muncul di empat ayat, yaitu 4:81, 4:102, 4:113, dan 33:13. Untuk kelompok kedua ayat memakai kata lain, (فَرِيقٌ, fariiqun) yang berarti "sebagian" berakar ف-ر-ق dan di ayat ini dipakai untuk pihak yang menghadap Nabi. Terjemahan menjaga dua kata Indonesia yang berbeda, segolongan dan sebagian, supaya keduanya tidak terbaca sebagai satu kelompok yang sama, sedangkan ayat sendiri tidak menyatakan apakah anggota kedua kelompok itu terpisah sepenuhnya.

Kata kerja (وَيَسْتَأْذِنُ, wa-yasta'dzinu) yang berarti "dan meminta izin" berakar أ-ذ-ن. Dalam bentuk yang berarti meminta izin akar tersebut muncul di sembilan ayat, yaitu 9:44, 9:45, 9:83, 9:86, 9:93, 24:58, 24:59, 24:62, dan 33:13. Di 33:13 sasaran permintaan disebut langsung sebagai (النَّبِيَّ, n-nabiyya) yang berarti "Nabi", sedangkan di 9:44 sasarannya berupa kata ganti pada (يَسْتَأْذِنُكَ, yasta'dzinuka) yang berarti "meminta izin kepadamu". Kata kerja ini dan (يَقُولُونَ, yaquuluuna) yang berarti "mereka berkata" sama-sama menandai perbuatan yang sedang berlangsung, sehingga permintaan dan ucapan itu digambarkan sebagai kejadian yang sedang berlangsung.

Kalimat (إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ, inna buyuutanaa 'awratun) yang berarti "sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka" memakai (عَوْرَةٌ, 'awratun), akar ع-و-ر. Akar ini muncul di tiga ayat, yaitu 24:31, 24:58, dan 33:13, dengan 33:13 memuatnya dua kali, dan bentuk jamaknya hanya ada di 24:31 dan 24:58. Di 24:31, (عَوْرَاتِ النِّسَاءِ, 'awraati n-nisaa'i), dan di 24:58, (ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ, tsalaatsu 'awraatin), kata ini diterjemahkan "aurat" dan berkaitan dengan keadaan tubuh yang tidak tertutup. Terjemahan 33:13 memakai "terbuka" karena yang disebut di sini rumah, sedangkan kata "aurat" dalam bahasa Indonesia sudah terikat pada tubuh. Bentuk tunggal itu dipakai untuk rumah-rumah yang jamak, dan kata ganti (هِيَ, hiya) di (وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ, wa-maa hiya bi-'awratin) yang berarti "padahal ia tidak terbuka" mengikuti bentuk tunggal perempuan itu. Ayat tidak menyebut terbuka bagi siapa atau bagi apa.

Kalimat (إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا, in yuriiduuna illaa firaaran) yang berarti "mereka hanya hendak lari" memakai in sebagai penyangkal dan illaa sebagai pengecualian, sehingga bunyi lengkapnya "mereka tidak menghendaki apa pun selain lari", dan terjemahan memadatkannya. Susunan ini muncul sekali di Al-Qur'an. Kata (فِرَارًا, firaaran) berakar ف-ر-ر dan muncul sebagai benda tak tentu di tiga ayat, yaitu 18:18, 33:13, dan 71:6. Di 18:18 kata itu menyertai kata kerja berpaling dan diterjemahkan "berpaling lari", di 71:6 muncul dalam "selain lari", dan di 33:13 diterjemahkan "lari". Bentuk dengan kata sandang, (الْفِرَارُ, al-firaaru), muncul di 33:16.

Tafsiran

Ayat ini memuat dua ucapan dari pihak yang disebut di 33:12, yaitu orang munafik dan orang yang di hatinya ada penyakit, dan di tengah ucapan kedua ayat ini menyelipkan satu penilaian, "padahal ia tidak terbuka". Kata ganti -hum pada (مِنْهُمْ, minhum) dapat dibaca menunjuk kembali ke dua kelompok itu, tetapi ayat tidak memerinci kelompok mana yang mengucapkan kalimat yang mana.

Ucapan pertama ditujukan kepada orang lain dan isinya sebuah keputusan: tidak ada tempat bertahan, maka kembalilah. Ucapan kedua ditujukan kepada Nabi dan isinya sebuah alasan: rumah-rumah kami terbuka. Yang satu mengajak orang lain mundur, yang lain meminta jalan keluar bagi diri sendiri. Ayat 33:12 sebelumnya memuat ucapan yang menyebut janji Allah dan Rasul-Nya sebagai tipuan, sehingga 33:12 dan 33:13 bergerak dari meragukan janji ke meninggalkan tempat.

Ayat ini tidak membiarkan alasan "rumah terbuka" berdiri sendiri. Sanggahan menyela di dalam kalimat yang sama, dan kalimat penutup, "mereka hanya hendak lari", memberi nama pada niat yang tidak terdapat dalam ucapan mereka. Ucapan dan niat dengan begitu diletakkan berdampingan, dan jarak di antara keduanya menjadi isi ayat.

Pemeriksaan atas alasan itu datang di 33:14 lewat pengandaian: sesuatu dimasuki dari segala penjurunya, lalu mereka diminta melakukan fitnah, dan mereka melakukannya. Dapat dibaca bahwa 33:14 menguji alasan di 33:13 dengan keadaan yang sengaja dibuat sesuai klaimnya, yaitu rumah yang benar-benar terbuka dan dimasuki. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab kata ganti perempuan tunggal di 33:14 tidak disebut ke mana menunjuk. Ayat 33:15 kemudian mengingatkan janji mereka sebelum itu, dan 33:16 sampai 33:17 menjawab seruan mundur dengan dua perintah "katakanlah".

Renungan dan Hikmah

  • Ucapan pertama di 33:13 tidak menyatakan apa yang akan dilakukan penuturnya. Isinya perintah kepada orang lain, kembalilah, dan di depannya berdiri sebuah pernyataan yang disajikan sebagai kenyataan: tidak ada tempat bertahan bagi kalian. Ayat tidak mencatat bahwa penutur memeriksa keadaan itu lebih dulu. Di 33:12 pihak yang disebut dalam rangkaian ini menyebut apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya sebagai tipuan, sehingga ucapan di 33:13 dapat dibaca sebagai langkah berikutnya dari keraguan itu. Orang yang menyampaikan keputusan atas nama orang lain dapat bertanya, dari mana pengetahuan bahwa tidak ada lagi tempat bagi mereka itu berasal, dan siapa yang memberinya hak untuk menyimpulkan?
  • Di 33:13 sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi. Di 24:62 orang-orang yang meminta izin kepada Rasul disebut orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, sedangkan 9:45 menyebut orang yang meminta izin sebagai orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir dan hatinya ragu. Tiga ayat itu memakai akar kata kerja yang sama, tetapi konteksnya berbeda dan tidak disamakan: 24:62 membicarakan orang yang hendak pergi karena suatu keperluan setelah bersama dalam urusan bersama, dan 9:45 membicarakan orang yang tidak ingin ikut. Dapat dibaca bahwa tindakan meminta izin sendiri belum memberi tahu apa pun tentang pelakunya, dan alasan yang menyertainya yang membedakan. Orang yang pernah meminta izin dapat menimbang, bila alasannya dibaca di hadapan Allah yang menurut 24:28 berilmu akan apa yang kalian kerjakan, alasan yang mana yang masih berani diulang?
  • Kalimat "rumah-rumah kami terbuka" dibantah di dalam kalimat yang sama oleh "padahal ia tidak terbuka". Ayat tidak menjelaskan terbuka kepada apa dan tidak memuat bukti dari pihak mana pun, sehingga yang tertulis hanya klaim dan penyangkalannya. Di 24:58 kata yang sama menyebut tiga waktu ketika orang melepas pakaian, dan di sana ayat menetapkan aturan meminta izin lebih dulu, jadi keterbukaan itu disebut dengan batas yang jelas. Alasan di 33:13 meminjam kata yang berat, tetapi tidak membawa apa pun yang dapat diperiksa. Pembaca dapat memeriksa, ketika sebuah alasan terdengar berat, apakah alasan itu pernah diminta menunjukkan apa yang membuatnya berat?
  • Perintah "kembalilah" muncul di 33:13 dan di 24:28, dengan arti yang berbeda. Di 24:28 perintah itu diterima orang yang belum mendapat izin masuk, dan ayat menilai kembali itu lebih suci bagi mereka. Di 33:13 perintah yang sama dilontarkan kepada penduduk yang sedang bertahan, dengan alasan bahwa tempat bertahan sudah tidak ada. Dua ayat itu tidak disamakan, sebab 24:28 mengatur adab di depan pintu rumah dan 33:13 menuturkan seruan untuk mundur. Namun bunyinya sama, dan 24:28 ditutup dengan pernyataan bahwa Allah berilmu akan apa yang kalian kerjakan. Orang yang diajak kembali dapat bertanya, kepada siapa ajakan itu menguntungkan, dan bagaimana ajakan itu terbaca oleh Allah yang berilmu akan apa yang dikerjakannya?
  • Penutur menyapa pendengarnya dengan tempat tinggal mereka, wahai penduduk Yatsrib, tidak dengan sesuatu yang mereka percayai atau pegang. Di 33:12 pembicaraan menyangkut janji Allah dan Rasul-Nya, dan di 33:13 sapaan berpindah ke tempat. Dapat dibaca bahwa perpindahan itu mengubah apa yang dipertaruhkan: dari janji yang harus dipercaya menjadi tanah yang harus ditinggalkan atau dipertahankan. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab ayat tidak menjelaskan alasan pemilihan sapaan itu. Orang yang sering dipanggil dengan tempatnya dapat memperhatikan, ketika seseorang menyebut tempat berpijaknya dan tidak lagi menyebut apa yang dipegangnya, apa yang sedang dibujuk darinya?
  • Kalimat penutup ayat ini tidak mengutip siapa pun. Kalimat itu menyebut apa yang dikehendaki, mereka hanya hendak lari, dan menaruhnya sesudah dua ucapan yang memakai alasan lain. Ayat memisahkan apa yang dikatakan dari apa yang dikehendaki, dan menunjukkan bahwa keduanya tidak selalu searah. Di 33:9, pada pembuka cerita ini, ayat menyatakan bahwa Allah melihat apa yang kalian kerjakan. Bila pengamatan itu mencakup arah gerak dan juga isi kalimat, orang yang beralasan panjang tetapi bergerak ke satu arah membawa dua catatan yang berbeda. Pembaca dapat menimbang, bila gerak kakinya dibaca bersama kalimat alasannya, catatan mana yang lebih jujur tentang dirinya?