وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِمْ مِنْ أَقْطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ لَآتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوا بِهَا إِلَّا يَسِيرًا

Dan sekiranya ia dimasuki dari segala penjurunya, kemudian mereka diminta melakukan fitnah, niscaya mereka melakukannya, dan mereka tidak menundanya kecuali sebentar.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِمْ مِنْ أَقْطَارِهَاwa-law dukhilat 'alayhim min aqthaarihaadan sekiranya ia dimasuki dari segala penjurunya
  2. ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ لَآتَوْهَاtsumma su'iluu l-fitnata la-aatawhaakemudian mereka diminta melakukan fitnah, niscaya mereka melakukannya
  3. وَمَا تَلَبَّثُوا بِهَا إِلَّا يَسِيرًاwa-maa talabbatsuu bihaa illaa yasiirandan mereka tidak menundanya kecuali sebentar

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  2. دُخِلَتْdukhilatdimasuki
  3. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  4. مِنْmindari
  5. أَقْطَارِهَاaqthaarihaapenjurunya
  6. ثُمَّtsummakemudian
  7. سُئِلُواsu'iluumereka ditanya
  8. الْفِتْنَةَl-fitnatafitnah
  9. لَآتَوْهَاla-aatawhaasungguh mereka akan memberikannya
  10. وَمَاwa-maadan tidaklah
  11. تَلَبَّثُواtalabbatsuumereka tinggal
  12. بِهَاbihaapadanya
  13. إِلَّاillaakecuali
  14. يَسِيرًاyasiiranyang mudah

Inti bacaan

Pasangan (إِلَّا يَسِيرًا, illaa yasiiran) hanya ada di 33:14: kata yasiiran muncul tujuh kali di Al-Qur'an (4:30, 4:169, 25:46, 33:14, 33:19, 33:30, 84:8), dan enam lainnya tidak didahului pengecualian itu.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (دُخِلَتْ, dukhilat) dalam (وَلَوْ دُخِلَتْ, wa-law dukhilat) yang berarti "dan sekiranya ia dimasuki" berakar د-خ-ل, memakai akhiran perempuan tunggal, dan tidak menyebut siapa yang memasuki. Bentuk persis ini muncul sekali di Al-Qur'an. Kata (لَوْ, law) membuka pengandaian, sehingga seluruh ayat membicarakan keadaan yang dibayangkan dan tidak melaporkan peristiwa. Kata ganti perempuan tunggal itu sebangun dengan (هِيَ, hiya) di 33:13 yang menunjuk rumah-rumah, tetapi ayat ini sendiri tidak menyebut benda yang dimasuki, sehingga terjemahan memakai kata ganti tanpa menamai sasarannya.

Frasa (مِنْ أَقْطَارِهَا, min aqthaarihaa) yang berarti "dari segala penjurunya" memakai (أَقْطَارِ, aqthaari), akar ق-ط-ر, bentuk jamak yang muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:14 dan 55:33. Di 55:33, (أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ, aqthaari s-samaawaati) yang berarti "penjuru langit" menyebut batas terjauh yang hendak ditembus, dan terjemahannya sama, yaitu "penjuru". Di 33:14 bentuk jamak itu memberi gambaran masuk dari semua sisi sekaligus, tidak dari satu pintu.

Kata (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" menyusun dua langkah, dimasuki lalu diminta. Rangkaian (ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ, tsumma su'iluu l-fitnata) yang berarti "kemudian mereka diminta melakukan fitnah" memuat (سُئِلُوا, su'iluu), akar س-أ-ل, yang bentuk persisnya muncul sekali di Al-Qur'an. Kata kerja ini tidak menyebut siapa yang meminta dan langsung disusul benda yang diminta, (الْفِتْنَةَ, l-fitnata), sehingga terjemahan memakai "diminta". Kata fitnah dipertahankan dan tidak diganti "cobaan", karena di sini kata itu menjadi benda yang diminta dari manusia. Di 9:48, (ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ, btaghawu l-fitnata) yang berarti "mereka telah mencari fitnah", kata yang sama juga menjadi benda yang dituju oleh manusia.

Kata kerja (لَآتَوْهَا, la-aatawhaa) yang berarti "niscaya mereka melakukannya" muncul sekali di Al-Qur'an. Awalan la- menegaskan jawaban dari pengandaian, dan akhiran -haa menunjuk kembali ke fitnah yang berbentuk perempuan. Akar أ-ت-ي dalam bentuk yang sama dipakai untuk memberi, misalnya (وَآتَى الْمَالَ, wa-aataa l-maala) di 2:177 yang berarti "dan memberikan harta". Terjemahan memakai "melakukannya" karena "memberikan fitnah" tidak terbaca wajar dalam bahasa Indonesia, sedangkan makna menyerahkan apa yang diminta tetap terasa dari urutan "diminta" lalu "melakukannya".

Kata kerja (تَلَبَّثُوا, talabbatsuu) dalam (وَمَا تَلَبَّثُوا بِهَا, wa-maa talabbatsuu bihaa) yang berarti "dan mereka tidak menundanya" berakar ل-ب-ث, dan bentuk persisnya muncul sekali di Al-Qur'an. Akar yang sama dalam bentuk lain berarti tinggal atau berdiam, misalnya (فَمَا لَبِثَ, fa-maa labitsa) di 11:69 yang berarti "maka tidak lama", dan (وَإِذًا لَا يَلْبَثُونَ, wa-idzan laa yalbatsuuna) di 17:76 yang berarti "dan jika demikian, mereka tidak akan tinggal". Di 33:14 kata kerja itu disambung huruf bi, (بِهَا, bihaa) yang berarti "dengannya", sehingga yang ditunda adalah fitnah itu sendiri, dan terjemahan memakai "menundanya" supaya bendanya tampak.

Kata (يَسِيرًا, yasiiran) berakar ي-س-ر dan muncul tujuh kali di empat surah, yaitu di 4:30, 4:169, 25:46, 33:14, 33:19, 33:30, dan 84:8. Di 4:30, 4:169, 33:19, dan 33:30, (عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا, 'alaa llaahi yasiiran) yang berarti "mudah bagi Allah" menyebut kemudahan, dan di 84:8, (حِسَابًا يَسِيرًا, hisaaban yasiiran) menyebut perhitungan yang mudah. Di 25:46, (قَبْضًا يَسِيرًا, qabdhan yasiiran) menyifati tarikan dan diterjemahkan "tarikan yang perlahan". Pasangan (إِلَّا يَسِيرًا, illaa yasiiran) muncul sekali, di 33:14, sesudah kata kerja menunda, sehingga terjemahannya "kecuali sebentar", yaitu ukuran waktu.

Tafsiran

Ayat ini memeriksa alasan di 33:13 lewat keadaan yang dibayangkan, tidak lewat peristiwa. Seluruh isinya berada di bawah (لَوْ, law): sekiranya sesuatu dimasuki dari segala penjurunya, lalu mereka diminta melakukan fitnah, mereka melakukannya dengan segera. Ayat tidak melaporkan bahwa hal itu terjadi, dan menyatakan jawaban yang akan diberikan jika hal itu terjadi.

Setelah 33:13 yang memuat satu klaim, rumah-rumah terbuka, beserta sanggahannya, 33:14 meninjau klaim itu dari sisi lain. Dapat dibaca bahwa pengandaian ini sengaja membuat klaim tadi menjadi benar, lalu melihat apa yang dilakukan orang yang mengajukannya. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab ayat tidak menyebut ke mana kata ganti perempuan tunggal pada kata kerja dimasuki menunjuk. Ukurannya berpindah dari keselamatan rumah ke kesiapan penghuni menjawab sebuah permintaan.

Urutan surah juga memindahkan ukuran. Di 33:13 isinya ucapan dan alasan, sedangkan di 33:14 isinya jarak antara permintaan dan jawaban, yang ditutup dengan ukuran waktu, kecuali sebentar. Ayat 33:15 sesudahnya mengingatkan janji mereka sebelum itu dengan arah yang berlawanan, yaitu tidak akan berbalik ke belakang. Dua ayat yang bersebelahan itu memungkinkan pembaca membandingkan jawaban yang dijanjikan dengan jawaban yang dibayangkan.

Ayat ini tidak menuduh. Tidak ada kalimat yang menyatakan bahwa mereka sudah melakukan fitnah, dan pernyataannya dibatasi pada pengandaian. Dalam rangkaian ini 33:13 menyebut niat, hendak lari, dan 33:14 menyebut kesediaan, tidak menunda, tanpa menyatakan perbuatan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 33:14 tidak menunggu sesuatu dimasuki. Ayat memakai "sekiranya", lalu menyebut jawaban yang akan diberikan, dan jawaban itu menjadi bahan penilaian atas mereka. Penilaian semacam ini tidak memerlukan peristiwa yang sungguh terjadi, sebab yang dilihat adalah kecenderungan yang tampak dari cara menjawab keadaan yang dibayangkan. Di 33:9, pada pembuka rangkaian ini, ayat menyatakan bahwa Allah melihat apa yang kalian kerjakan, sehingga pengandaian di 33:14 berdiri dalam bingkai pengamatan yang sudah disebut lebih dulu. Orang dapat bertanya, bila keadaan yang dibayangkannya benar-benar datang, jawaban apa yang akan keluar lebih dulu dari mulutnya, dan apakah jawaban itu sama dengan yang pernah ia janjikan?
  • Ayat menyebut jarak antara permintaan dan jawaban, dan jarak itu dikatakan hampir tidak ada: mereka tidak menundanya kecuali sebentar. Jeda semacam itu memberi kesempatan untuk menimbang, bertanya kepada orang lain, atau menolak, dan ayat membayangkan kesempatan itu nyaris tak terpakai. Di 17:76 kata kerja menunda dari akar yang sama dipakai untuk pihak yang menekan seseorang agar pergi, dan dikatakan mereka tidak akan tinggal sepeninggalnya kecuali sebentar. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak disamakan, tetapi di keduanya kata sebentar menjadi ukuran kebertahanan sebuah pihak. Orang dapat memperhatikan berapa lama jarak antara sebuah tawaran yang merusak dan jawabannya sendiri, dan apakah jarak itu pernah dipakai untuk menimbang?
  • Kata kerja "diminta" di 33:14 tidak menyebut siapa yang meminta, dan tidak menyebut paksaan, ancaman, atau bujukan. Ayat mencatat permintaan dan jawaban saja. Ayat tidak menyebut berat atau ringannya tekanan, dan mencatat seberapa ringan jawabannya. Di 33:17 ayat bertanya siapa yang dapat melindungi mereka dari Allah jika Dia menghendaki keburukan atau rahmat, sehingga 33:14 dan 33:17 menaruh dua hal berdampingan: betapa ringan mereka menjawab ajakan yang merusak, dan kepada siapa mereka berlindung bila Allah menghendaki sesuatu atas mereka. Orang dapat menimbang, permintaan kecil apa yang bisa membuatnya melepas sesuatu yang katanya ia jaga?
  • Frasa "dari segala penjurunya" menutup anggapan bahwa ada satu pintu yang cukup dijaga. Alasan "rumah-rumah kami terbuka" di 33:13 mengandaikan rumah itu mudah dimasuki, dan pengandaian di 33:14 membuat semua sisinya terbuka. Di 55:33 kata penjuru yang sama dipakai untuk batas langit dan bumi yang tidak dapat ditembus tanpa kuasa, tetapi ayat itu menyapa jin dan manusia dan tidak membicarakan rumah, sehingga keduanya tidak disamakan. Ayat 33:15 sesudahnya menyebut bahwa mereka telah berjanji kepada Allah untuk tidak berbalik ke belakang, sehingga arah yang dijanjikan dan arah yang dibayangkan berhadapan. Pembaca dapat memeriksa, ketika sebuah pintu disebut terlalu terbuka, apakah yang sedang diukur pintunya, atau jalan keluar yang sudah disiapkan sebelumnya?
  • Ayat tidak menyebut hadiah apa pun bagi mereka yang menjawab permintaan itu. Ayat menyebut benda yang diminta, yaitu fitnah, dan kesediaan yang cepat, tanpa hal lain. Dengan begitu kecepatan jawaban tidak dapat dijelaskan oleh keuntungan yang ditawarkan, dan ayat membiarkan pembaca menimbang dari mana kesediaan itu datang. Di 9:48 pencarian fitnah disebut berlangsung hingga datang kebenaran dan tampak urusan Allah, sedangkan mereka tidak menyukainya. Konteksnya berbeda dan tidak disamakan dengan 33:14, tetapi di kedua ayat fitnah menjadi sesuatu yang dituju, tidak sesuatu yang menimpa. Orang dapat bertanya, bila sebuah kerusakan ditawarkan tanpa imbalan yang jelas, apa yang membuat jawaban cepat tetap terasa mudah?
  • Kata yang di 33:14 berarti sebentar muncul lagi di 33:19 untuk menyebut sesuatu yang mudah bagi Allah, yaitu menghapus amal pihak yang disebut di ayat itu. Dua pemakaian itu tidak saling menafsirkan, sebab di 33:14 kata itu mengukur waktu dan di 33:19 mengukur kesulitan. Namun ketika dibaca berurutan, pembaca bertemu satu kata dengan dua ukuran: waktu yang singkat di 33:14 dan kemudahan bagi Allah di 33:19. Ayat tidak menyatukan keduanya, dan pembaca tidak perlu memaksakan kaitan. Orang dapat memperhatikan, hal apa yang terasa mudah baginya hari ini, dan apakah kemudahan itu termasuk yang sudah ditimbang?