قُلْ لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِنْ فَرَرْتُمْ مِنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا
Katakanlah, “Lari itu tidak akan berguna bagi kalian jika kalian lari dari kematian atau pembunuhan. Dan ketika itu kalian tidak diberi kesenangan kecuali sedikit.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِنْ فَرَرْتُمْ مِنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِqul lan yanfa'akumu l-firaaru in farartum mina l-mawti awi l-qatlikatakanlah, lari itu tidak akan berguna bagi kalian jika kalian lari dari kematian atau pembunuhan
- وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًاwa-idzan laa tumatta'uuna illaa qaliilandan ketika itu kalian tidak diberi kesenangan kecuali sedikit
Terjemahan per kata (15 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- لَنْlantidak akan
- يَنْفَعَكُمُyanfa'akumumemberi manfaat kepada kalian
- الْفِرَارُl-firaarutempat lari
- إِنْinjika
- فَرَرْتُمْfarartumkalian lari
- مِنَminadari
- الْمَوْتِl-mawtikematian
- أَوِawiatau
- الْقَتْلِl-qatlipembunuhan
- وَإِذًاwa-idzandan kalau begitu
- لَاlaatidak
- تُمَتَّعُونَtumatta'uunakalian diberi kesenangan
- إِلَّاillaakecuali
- قَلِيلًاqaliilansedikit
Inti bacaan
Kata (تُمَتَّعُونَ, tumatta'uuna) dalam rangkaian (وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ, wa-idzan laa tumatta'uuna) muncul satu kali di Al-Qur'an (33:16), sedangkan pemberi kesenangannya tidak dicantumkan.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ, lan yanfa'akumu l-firaaru) yang berarti "lari itu tidak akan berguna bagi kalian" memakai (لَنْ, lan) yang menyangkal untuk waktu ke depan, dan (يَنْفَعَكُمُ, yanfa'akumu), akar ن-ف-ع, yang berarti "berguna bagi kalian". Kerangka lan, kata kerja berguna, dan kata ganti kalian muncul di tiga ayat, yaitu 33:16, 43:39, dan 60:3. Di 60:3, (لَنْ تَنْفَعَكُمْ أَرْحَامُكُمْ, lan tanfa'akum arhaamukum) yang berarti "kaum kerabat kalian tidak akan bermanfaat bagi kalian" menyangkal kegunaan sesuatu yang lain, dan di 43:39 yang disangkal adalah berbagi azab. Kata (الْفِرَارُ, al-firaaru) memakai kata sandang, padahal di 33:13 kata yang sama tak bersandang, (فِرَارًا, firaaran). Terjemahan "lari itu" memakai kata "itu" untuk kata sandang tersebut dan menempatkan lari di 33:16 sebagai lari yang sudah disebut di 33:13, karena kedua kata berakar sama dan letaknya berdekatan.
Kata kerja (فَرَرْتُمْ, farartum) yang berarti "kalian lari" berakar ف-ر-ر dan bentuk persisnya muncul sekali di Al-Qur'an. Akar yang sama muncul di 62:8 dalam (إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ, inna l-mawta lladzii tafirruuna minhu) yang berarti "sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya", dengan kematian sebagai benda yang dihindari, sama seperti di 33:16. Akar itu juga muncul di 51:50 dalam (فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ, fa-firruu ilaa llaahi) yang berarti "maka berlarilah kepada Allah", dengan arah lari yang berbeda, yaitu menuju dan bukan menjauh.
Pasangan (الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ, l-mawti awi l-qatli) yang berarti "kematian atau pembunuhan" memuat dua kata benda. Kata (الْقَتْلِ, l-qatli), akar ق-ت-ل, muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:191, 2:217, 17:33, dan 33:16. Di 2:191, (وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ, wa-l-fitnatu asyaddu mina l-qatli) yang berarti "dan fitnah lebih keras daripada pembunuhan", dan di 2:217, (وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ, wa-l-fitnatu akbaru mina l-qatli) yang berarti "dan fitnah lebih besar daripada pembunuhan", kata fitnah berdampingan dengan kata pembunuhan. Kata kerja mati dan dibunuh berpasangan dengan aw di tempat lain, misalnya (مَاتَ أَوْ قُتِلَ, maata aw qutila) di 3:144 yang berarti "dia mati atau dibunuh", sedangkan 33:16 memakai kata benda dan tidak menyebut siapa pelaku pembunuhan.
Rangkaian (وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ, wa-idzan laa tumatta'uuna) yang berarti "dan ketika itu kalian tidak diberi kesenangan" memuat (تُمَتَّعُونَ, tumatta'uuna), akar م-ت-ع, yang bentuk persisnya muncul sekali. Kata kerja ini berbentuk "diberi", sehingga pemberi kesenangan tidak disebut. Di 31:24, (نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًا, numatti'uhum qaliilan) yang berarti "Kami beri mereka kesenangan sedikit" memakai akar yang sama dengan pemberi yang disebut, yaitu Kami, dan dengan kata (قَلِيلًا, qaliilan) yang sama di ujungnya. Susunan (وَإِذًا لَا, wa-idzan laa) muncul di tiga ayat, yaitu 17:73, 17:76, dan 33:16, dan di 17:76, (وَإِذًا لَا يَلْبَثُونَ خِلَافَكَ إِلَّا قَلِيلًا, wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilan), kata idzan membuka akibat yang diikuti pengecualian "kecuali sebentar".
Pasangan (إِلَّا قَلِيلًا, illaa qaliilan) muncul empat kali di surah ini, yaitu di 33:16, 33:18, 33:20, dan 33:60. Di 33:60, (ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا, tsumma laa yujaawiruunaka fiihaa illaa qaliilan) menyebut lamanya bertetangga dan diterjemahkan "kecuali sebentar", karena ukurannya waktu. Di 33:16 terjemahan memakai "sedikit", karena ayat tidak menyatakan apakah kesenangan yang sedikit itu berarti kecil jumlahnya atau pendek waktunya, dan kata "sedikit" menjaga kedua kemungkinan itu.
Tafsiran
Ayat ini menjawab seruan mundur di 33:13 dengan perhitungan, dan perintah (قُلْ, qul) yang membukanya menyerahkan jawaban itu kepada penutur lain tanpa menyebut siapa pendengarnya. Isinya dua bagian. Bagian pertama menyangkut hasil: lari tidak akan berguna jika yang dihindari kematian atau pembunuhan. Bagian kedua menyangkut sisa: sekalipun ada kesenangan sesudahnya, yang diberikan hanya sedikit.
Dua bagian itu membentuk dua lapis argumen. Lapis pertama membantah bahwa lari menghindarkan, dan lapis kedua membantah bahwa lari menguntungkan. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab ayat tidak menjelaskan hubungan antara kedua bagian dan menyusunnya berurutan dengan kata sambung saja. Ayat juga tidak menyebut apa yang akan terjadi pada orang yang lari, dan membatasi diri pada dua hal yang tidak akan mereka peroleh, yaitu kegunaan dan kesenangan yang lama.
Kematian dan pembunuhan disebut sebagai dua jalan menuju akhir, yang satu tanpa pelaku yang disebut dan yang lain dengan pelaku yang tidak dirinci. Di 62:8 sebuah perintah "katakanlah" menjawab pihak lain dengan susunan yang mirip: kematian yang mereka lari darinya akan menemui mereka, lalu mereka dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dua ayat itu berada di surah berbeda dengan pendengar yang tidak disebut sama, dan keduanya tidak disamakan.
Dalam rangkaian 33:16 sampai 33:17, ayat ini membicarakan hasil dari lari, sedangkan 33:17 membicarakan siapa yang memegang hasil itu. Kedua ayat dibuka dengan perintah yang sama, dan urutannya memindahkan pembahasan dari akibat ke penguasa akibat.
Renungan dan Hikmah
- Seruan di 33:13 datang dalam bentuk alasan keselamatan, dan jawaban di 33:16 datang dalam bentuk hitungan: lari tidak akan berguna terhadap kematian atau pembunuhan. Ayat tidak menjawab dengan tuduhan atau nasihat, dan memeriksa apa yang diperoleh dari lari. Hasil pemeriksaan itu kosong menurut ayat ini, sedangkan 62:8 menyebut bahwa kematian yang dilarikan akan menemui pelarinya, lalu mereka dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, dan Dia memberitakan apa yang mereka kerjakan. Dua ayat itu tidak disamakan, tetapi keduanya menaruh kematian di depan pelari. Orang yang sedang menimbang untuk menghindar dapat bertanya, bila hasil dari menghindar dihitung seperti ayat ini menghitungnya, apa yang masih tersisa untuk dipertahankan?
- Akar yang sama dengan lari di 33:16 dipakai di 51:50 dengan arah yang berbeda, yaitu berlarilah kepada Allah. Di 33:16 lari menjauh dari kematian atau pembunuhan, dan di 51:50 lari menuju Allah. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak disamakan, tetapi keduanya memakai gerak kaki yang sama dengan tujuan yang berlawanan. Dapat dibaca bahwa arah menentukan nilai sebuah lari. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab 51:50 tidak membicarakan medan dan 33:16 tidak membicarakan tujuan. Orang yang pernah lari dapat menimbang, dari apa dahulu ia berlari dan menuju siapa, dan apakah arah itu pernah ditimbang di hadapan Allah?
- Kata kerja di 33:16 berbunyi "kalian tidak diberi kesenangan", dan tidak menyebut siapa yang memberi. Di 31:24 pemberinya disebut dengan kata Kami, dan kesenangan itu juga dikatakan sedikit, lalu disusul azab yang keras. Dua ayat itu memakai akar dan kata sedikit yang sama, tetapi 31:24 berbicara tentang orang-orang yang mengingkari dan 33:16 tentang lari, sehingga keduanya tidak disamakan. Ketika pemberi tidak disebut, pembaca dapat memperhatikan bahwa kesenangan tidak muncul dari tindakan lari itu sendiri. Pembaca dapat memeriksa, kesenangan apa yang selama ini terasa miliknya sendiri, dan apakah ia pernah memperhatikan dari siapa kesenangan itu diberikan?
- Ayat ini menyebut kematian dan pembunuhan sebagai dua hal yang ingin dihindari lewat lari. Kematian disebut tanpa pelaku, dan pembunuhan disebut dengan pelaku yang tidak dirinci. Di 2:191 dan 2:217 kata pembunuhan yang sama diletakkan di sebelah kata fitnah, dan fitnah disebut lebih keras atau lebih besar daripada pembunuhan. Dua ayat itu berada dalam pembicaraan lain dan tidak disamakan dengan 33:16, tetapi di 33:14 orang-orang ini diminta melakukan fitnah dan di 33:16 mereka digambarkan menghindari pembunuhan. Dapat dibaca bahwa yang dijauhi lebih ringan daripada yang disambut, menurut ukuran dua ayat itu. Pembaca dapat bertanya, bila fitnah disebut lebih keras daripada pembunuhan, apa yang selama ini lebih dihindari olehnya, dan apakah pilihan itu sesuai dengan ukuran ayat?
- Pasangan "kecuali sedikit" muncul empat kali di surah ini, dan tiap kali menyangkut hal yang berbeda: kesenangan di 33:16, kedatangan di 33:18, peperangan di 33:20, dan bertetangga di 33:60. Empat ayat itu tidak saling menafsirkan, tetapi ketika dibaca berurutan, pembaca mendapat pola ukuran yang sama: yang tersisa dari kesenangan, kehadiran, perlawanan, dan kebersamaan selalu sedikit. Ayat tidak menyebut apakah ini disengaja sebagai pola, dan pembaca tidak perlu memaksakan kaitan di luar bunyinya. Orang dapat memperhatikan, bila ukuran tersisa itu dipakai untuk menilai hidupnya sendiri, apa yang masih ada dalam jumlah banyak, dan siapa yang memberi tahu bahwa jumlah itu cukup?
- Di 33:13 lari muncul sebagai niat yang tidak diucapkan oleh siapa pun dari mereka, dan di 33:16 lari muncul sebagai argumen yang dijawab. Kata yang di 33:13 tak bersandang kini bersandang, sehingga lari yang tadinya hanya disebut sebagai tujuan kini disebut sebagai sesuatu yang sudah dikenal. Perpindahan itu menunjukkan bahwa niat yang tidak diucapkan tetap dapat dijawab, sebab jawabannya tertuju pada tujuan lari, tidak pada alasan yang diajukan. Ayat 33:15 sebelumnya menyebut bahwa mereka sudah berjanji kepada Allah untuk tidak berbalik ke belakang. Orang dapat menimbang, bila niat yang tidak diucapkannya dijawab oleh sebuah ayat, jawaban apa yang akan terdengar tentang janji yang pernah dibuatnya?