قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً ۚ وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
Katakanlah, “Siapakah yang dapat melindungi kalian dari Allah, jika Dia menghendaki keburukan atas kalian atau menghendaki rahmat untuk kalian?” Mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِqul man dzaa lladzii ya'shimukum mina llaahikatakanlah, siapakah yang dapat melindungi kalian dari Allah
- إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةًin araada bikum suu'an aw araada bikum rahmatanjika Dia menghendaki keburukan atas kalian atau menghendaki rahmat untuk kalian
- وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًاwa-laa yajiduuna lahum min duuni llaahi waliyyan wa-laa nashiiranmereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah
Terjemahan per kata (24 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- مَنْmanorang yang
- ذَاdzaayang
- الَّذِيlladziiyang
- يَعْصِمُكُمْya'shimukummelindungi kalian
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنْinjika
- أَرَادَaraadamaksudkan
- بِكُمْbikumkepada kalian
- سُوءًاsuu'ankeburukan
- أَوْawatau
- أَرَادَaraadamaksudkan
- بِكُمْbikumkepada kalian
- رَحْمَةًrahmatanrahmat
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَجِدُونَyajiduunamereka mendapati
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- وَلِيًّاwaliyyanpelindung
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- نَصِيرًاnashiiranpenolong
Inti bacaan
Kata kerja (يَعْصِمُكُمْ, ya'shimukum) hanya ada di 33:17, dan akarnya muncul di dua belas ayat Al-Qur'an (3:101, 3:103, 4:146, 4:175, 5:67, 10:27, 11:43, 12:32, 22:78, 33:17, 40:33, 60:10).
Penjelasan pilihan kata
Kata tanya (مَنْ ذَا الَّذِي, man dzaa lladzii) yang berarti "siapakah yang" muncul di lima ayat, yaitu 2:245, 2:255, 3:160, 33:17, dan 57:11. Di 2:245 dan 57:11, (مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ, man dzaa lladzii yuqridhu llaaha) menanyakan siapa yang memberi pinjaman kepada Allah. Di 2:255, (مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ, man dzaa lladzii yasyfa'u 'indahu) menanyakan siapa yang memberi syafaat di sisi-Nya, dan di 3:160, (فَمَنْ ذَا الَّذِي يَنْصُرُكُمْ مِنْ بَعْدِهِ, fa-man dzaa lladzii yanshurukum min ba'dihi) menanyakan siapa yang dapat menolong kalian sesudah itu. Tiga ayat yang terakhir, 2:255, 3:160, dan 33:17, menanyakan siapa yang dapat bertindak bagi seseorang di hadapan Allah atau sesudah keputusan-Nya.
Kata kerja (يَعْصِمُكُمْ, ya'shimukum) yang berarti "melindungi kalian" berakar ع-ص-م, dan bentuk persisnya muncul sekali di Al-Qur'an. Akar ini muncul di dua belas ayat, yaitu 3:101, 3:103, 4:146, 4:175, 5:67, 10:27, 11:43, 12:32, 22:78, 33:17, 40:33, dan 60:10. Bersama kata (مِنْ, min) yang berarti "dari", akar ini menyebut penahanan dari sesuatu: (يَعْصِمُنِي, ya'shimunii) di 11:43 yang berarti "menyelamatkanku" dari air, (يَعْصِمُكَ, ya'shimuka) di 5:67 yang berarti "menjagamu" dari manusia, dan (مِنْ عَاصِمٍ, min 'aashimin) di 10:27 dan 40:33 yang berarti "seorang pelindung" dari Allah. Di 11:43, (لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ, laa 'aashima l-yawma min amri llaahi) yang berarti "tidak ada penyelamat pada hari ini dari ketetapan Allah" memakai kerangka yang sama dengan 33:17. Dengan huruf bi akar ini berarti berpegang, seperti (وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ, wa-'tashimuu bi-llaahi) di 22:78 yang berarti "berpegang teguhlah pada Allah". Terjemahan 33:17 memakai "melindungi" untuk kata kerja ini dan "pelindung" untuk (وَلِيًّا, waliyyan) di ujung ayat, dan dua kata Indonesia itu berasal dari dua akar Arab yang berbeda, yaitu ع-ص-م dan و-ل-ي.
Kalimat (إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً, in araada bikum suu'an aw araada bikum rahmatan) yang berarti "jika Dia menghendaki keburukan atas kalian atau menghendaki rahmat untuk kalian" memuat (سُوءًا, suu'an), akar س-و-ء, yang muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:110, 4:123, 6:54, 12:25, 13:11, dan 33:17. Di 13:11, (أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا, araada llaahu bi-qawmin suu'an) yang berarti "Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum" memakai kerangka yang sama dengan 33:17, dan lanjutannya, (فَلَا مَرَدَّ لَهُ, fa-laa maradda lahu), berarti "maka tidak ada yang dapat menolaknya". Terjemahan 33:17 memakai "keburukan", sama dengan 13:11, karena kata yang sama dalam kerangka yang sama sebaiknya mendapat padanan yang sama. Susunan (أَرَادَ بِكُمْ, araada bikum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:17 dan 48:11. Di 48:11, (إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا, in araada bikum dharran aw araada bikum naf'an) yang berarti "jika Dia menghendaki mudarat terhadap kalian atau menghendaki manfaat bagi kalian" memasangkan dua hal lain dengan kerangka yang sama.
Kalimat penutup (وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا, wa-laa yajiduuna lahum min duuni llaahi waliyyan wa-laa nashiiran) yang berarti "mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah" muncul persis sama di dua ayat, yaitu 4:173 dan 33:17. Pasangan (وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا, waliyyan wa-laa nashiiran) muncul di enam ayat, yaitu 4:89, 4:123, 4:173, 33:17, 33:65, dan 48:22. Di 22:78, (فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ, fa-ni'ma l-mawlaa wa-ni'ma n-nashiiru) yang berarti "sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong" memakai dua kata yang sama sebagai sifat Allah. Kata kerja (يَجِدُونَ, yajiduuna) dan kata ganti (لَهُمْ, lahum) memakai orang ketiga, padahal perintah "katakanlah" menyapa orang kedua, sehingga terjemahan menaruh kalimat ini di luar kutipan dengan kata "Mereka".
Tafsiran
Ayat ini memindahkan jawaban atas seruan mundur dari hasil ke penguasa. Ayat 33:16 menyatakan bahwa lari tidak berguna dan kesenangan sesudahnya sedikit, sedangkan 33:17 menanyakan siapa yang dapat melindungi dari Allah bila Dia menghendaki keburukan atau rahmat. Kutipan berhenti pada pertanyaan dan tidak menuliskan jawabannya, lalu kalimat terakhir menyatakan bahwa mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
Pertanyaan itu menaruh dua kemungkinan sejajar, keburukan atau rahmat, dan keduanya disebut dengan kerangka kalimat yang sama sehingga tidak ada yang diberi bobot lebih. Kemungkinan kedua menyatakan bahwa kehendak itu tidak selalu berupa keburukan, dan ayat tidak menyebut kapan yang mana. Ayat ini tidak memuat ancaman. Ayat memuat kedudukan pihak yang menghendaki, dan ketiadaan perantara yang dapat berdiri di antara kehendak itu dan orang yang dituju.
Kalimat penutup berpindah ke orang ketiga, mereka. Perpindahan itu memutus kutipan perintah "katakanlah" dan menjadikan kalimat terakhir sebagai keterangan kepada pembaca tentang pihak yang dibicarakan. Pertanyaan dengan begitu tertuju kepada orang yang diajak mundur, sedangkan keterangannya tertuju kepada pembaca. Pola serupa terlihat di 33:13, ketika kutipan ucapan disusul penilaian di luar kutipan.
Di 13:11 kerangka yang sama muncul dengan Allah sebagai pihak yang menghendaki keburukan, disusul pernyataan bahwa tidak ada yang dapat menolaknya dan bahwa tidak ada bagi mereka, selain Dia, seorang pelindung. Dua ayat itu berada di surah berbeda dan tidak disamakan, tetapi keduanya menaruh persoalan perlindungan pada kehendak Allah.
Renungan dan Hikmah
- Kutipan di 33:17 berhenti pada pertanyaan siapa yang dapat melindungi dari Allah, dan jawabannya tidak ditulis di dalam kutipan itu. Di 3:160 pertanyaan serupa, siapakah yang dapat menolong kalian sesudah itu, datang sesudah pernyataan bahwa bila Allah menolong tidak ada yang dapat mengalahkan kalian, dan sesudah syarat bahwa Dia membiarkan kalian. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak disamakan, tetapi keduanya menaruh pertanyaan tanpa jawaban yang dituliskan sesudahnya. Orang dapat menjawab pertanyaan itu dengan jujur dalam hati, lalu bertanya, kepada siapa selama ini perlindungan dicari, dan apakah pencarian itu pernah diperiksa terhadap pertanyaan yang diajukan kepada orang-orang yang diajak mundur ini?
- Keburukan dan rahmat disebut sejajar di 33:17, dengan kerangka kalimat yang sama dan dengan Dia sebagai pihak yang menghendaki. Di 48:11 kerangka itu muncul lagi dengan pasangan lain, mudarat dan manfaat, dan di sana pertanyaannya menyangkut siapa yang dapat menghalangi kehendak Allah. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak disamakan, tetapi keduanya tidak membiarkan pembaca takut pada satu sisi saja dan lupa pada sisi yang lain. Orang yang terbiasa menghitung bahaya dapat bertanya, apakah kemungkinan rahmat juga dihitung dengan ketelitian yang sama, dan apakah keduanya diletakkan di bawah kehendak yang sama menurut ayat ini?
- Dua kata pelindung dan penolong di 33:17 dinyatakan tidak akan ditemukan selain Allah. Di 22:78 kedua kata itu muncul lagi dengan bentuk lain sebagai sifat Allah, sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong, sesudah perintah berpegang teguh pada Allah. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak saling menafsirkan, tetapi dua kata yang sama menaruh ketiadaan di satu ayat dan keberadaan terbaik di ayat lain. Pembaca dapat memperhatikan bahwa daftar tempat bersandar yang disebut di 33:17 hanya memuat dua kata, dan keduanya dijawab dengan satu nama. Orang dapat menimbang, bila ditimbang di hadapan Allah, siapa saja yang selama ini dijadikan pelindung dan penolong, dan apakah daftar itu sepanjang yang dikira?
- Bagian akhir ayat berpindah dari sapaan kepada kalian ke keterangan tentang mereka. Kalimat itu tidak lagi menyapa orang yang diajak mundur, dan menjelaskan kepada pembaca apa yang akan terjadi pada mereka. Pembaca dengan begitu berada di dua tempat sekaligus, sebagai pendengar pertanyaan dan sebagai orang yang diberi tahu tentang akibatnya. Ayat tidak menyebut apakah orang yang diajak mundur mendengar keterangan terakhir itu. Orang dapat memeriksa, bila kalimat tentang dirinya ditulis untuk dibaca orang lain dan tidak untuk dirinya, keterangan apa yang akan tercatat, dan siapa yang akan membacanya?
- Kata tanya yang sama di 33:17 muncul di 2:245 dan 57:11 untuk menanyakan siapa yang memberi pinjaman yang baik kepada Allah. Di dua ayat itu Allah menjadi pihak yang menerima, dan di 33:17 Allah menjadi pihak yang dari-Nya perlindungan ditanyakan. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak disamakan, tetapi kata tanya yang sama memuat dua arah yang berlawanan: dari manusia kepada Allah, dan dari manusia mencari perlindungan terhadap kehendak Allah. Orang dapat bertanya, kepada Allah ia lebih sering memberi atau lebih sering mencari lindung, dan arah mana yang lebih terasa di tangannya sendiri?
- Kalimat yang menyatakan bahwa mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah tertulis persis sama di 4:173 dan 33:17. Di 4:173 kalimat itu mengikuti pernyataan tentang orang yang enggan dan menyombongkan diri, dan di 33:17 mengikuti pertanyaan tentang perlindungan dari Allah. Dua konteks itu berbeda dan tidak disamakan, tetapi keduanya menyusul sikap sebuah pihak terhadap Allah, yaitu enggan di satu ayat dan mundur di ayat lain. Kalimat yang berulang tanpa perubahan memberi pembaca satu pengamatan, yaitu bahwa bunyi akibatnya sama untuk dua sikap yang berbeda. Ayat tidak menjelaskan apakah ada kaitan lain antara kedua sikap itu, dan pembaca tidak perlu menambahkannya.