قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الْمُعَوِّقِينَ مِنْكُمْ وَالْقَائِلِينَ لِإِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا ۖ وَلَا يَأْتُونَ الْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا

Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kalian, dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudara mereka, “Marilah bersama kami.” Dan mereka tidak mendatangi peperangan kecuali sedikit.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الْمُعَوِّقِينَ مِنْكُمْqad ya'lamu llaahu l-mu'awwiqiina minkumsungguh, Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kalian
  2. وَالْقَائِلِينَ لِإِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَاwa-l-qaa'iliina li-ikhwaanihim halumma ilaynaadan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudara mereka, marilah bersama kami
  3. وَلَا يَأْتُونَ الْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًاwa-laa ya'tuuna l-ba'sa illaa qaliilandan mereka tidak mendatangi peperangan kecuali sedikit

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. قَدْqadsungguh
  2. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. الْمُعَوِّقِينَl-mu'awwiqiinaorang-orang yang menghalangi
  5. مِنْكُمْminkumdari kalian
  6. وَالْقَائِلِينَwa-l-qaa'iliinadan orang-orang yang berkata
  7. لِإِخْوَانِهِمْli-ikhwaanihimkepada saudara-saudara mereka
  8. هَلُمَّhalummamarilah
  9. إِلَيْنَاilaynaakepada kami
  10. وَلَاwa-laadan tidak pula
  11. يَأْتُونَya'tuunamereka datang
  12. الْبَأْسَl-ba'sapeperangan
  13. إِلَّاillaakecuali
  14. قَلِيلًاqaliilansedikit

Inti bacaan

Akar ع-و-ق muncul sekali di Al-Qur'an, pada (الْمُعَوِّقِينَ, l-mu'awwiqiina) di 33:18.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ, qad ya'lamu llaahu) yang berarti "sungguh, Allah mengetahui" memuat qad yang diterjemahkan "sungguh" dan kata kerja (يَعْلَمُ, ya'lamu) yang menandai pengetahuan yang sedang berlangsung. Pembukaan (قَدْ يَعْلَمُ, qad ya'lamu) muncul di tiga ayat, yaitu 24:63, 24:64, dan 33:18. Di 24:63, (قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنْكُمْ لِوَاذًا, qad ya'lamu llaahu lladziina yatasallaluuna minkum liwaadzan) yang berarti "sungguh, Allah mengetahui orang-orang di antara kalian yang menyelinap pergi dengan berlindung" memakai kerangka yang sama dengan 33:18, termasuk (مِنْكُمْ, minkum) yang berarti "di antara kalian". Di 24:64, (قَدْ يَعْلَمُ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ, qad ya'lamu maa antum 'alayhi) menyebut keadaan kalian secara umum, dan tidak menyebut perbuatan tertentu.

Kata (الْمُعَوِّقِينَ, l-mu'awwiqiina) yang berarti "orang-orang yang menghalang-halangi" berakar ع-و-ق. Akar ini muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 33:18, sehingga maknanya hanya dapat dibaca dari ayat ini dan tidak dapat dibandingkan dengan pemakaian lain. Pengulangan "menghalang-halangi" dalam terjemahan adalah pilihan penerjemah yang bertumpu pada konteks, sebab akar ini tidak punya pembanding: kalimat sesudahnya menyebut orang yang mengajak orang lain, sehingga halangan itu dapat dibaca sebagai usaha yang berulang. Ayat tidak menyebut apa yang dihalangi atau dengan cara apa.

Kata (وَالْقَائِلِينَ, wa-l-qaa'iliina) yang berarti "dan orang-orang yang berkata" berakar ق-و-ل dan bentuk persisnya muncul sekali. Kata ini menyebut pihak berdasarkan perbuatannya mengucapkan, tidak menceritakan satu peristiwa ucapan, seperti (قَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ, qaaluu li-ikhwaanihim) di 3:168 yang berarti "mereka berkata kepada saudara-saudara mereka" dan (وَقَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ, wa-qaaluu li-ikhwaanihim) di 3:156. Susunan (لِإِخْوَانِهِمْ, li-ikhwaanihim) yang berarti "kepada saudara-saudara mereka" muncul di tiga ayat, yaitu 3:156, 3:168, dan 33:18, dan kata (إِخْوَانِهِمْ, ikhwaanihim) muncul di empat ayat, yaitu 3:156, 3:168, 6:87, dan 33:18. Kata (إِخْوَانِ, ikhwaani) berakar أ-خ-و dan diterjemahkan "saudara-saudara", dan ayat tidak menyatakan apakah yang dimaksud saudara sekandung atau sesama dalam barisan.

Kata (هَلُمَّ, halumma) yang diterjemahkan "marilah" muncul di dua ayat, yaitu 6:150 dan 33:18. Di 6:150, (قُلْ هَلُمَّ شُهَدَاءَكُمُ, qul halumma syuhadaa'akumu) yang berarti "katakanlah, bawalah saksi-saksi kalian" memakai kata ini dengan benda sebagai tujuannya, sehingga artinya menyuruh membawa. Di 33:18, (هَلُمَّ إِلَيْنَا, halumma ilaynaa), kata ini bersambung dengan (إِلَيْنَا, ilaynaa) yang berarti "kepada kami", sehingga artinya mengajak datang. Terjemahan "marilah bersama kami" memadatkan "marilah kepada kami", dan kata "bersama" membaca arah itu sebagai pihak penutur, sedangkan ayat tidak menyebut tempat penutur itu apa.

Kalimat (وَلَا يَأْتُونَ الْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا, wa-laa ya'tuuna l-ba'sa illaa qaliilan) yang berarti "dan mereka tidak mendatangi peperangan kecuali sedikit" memuat (يَأْتُونَ, ya'tuuna), akar أ-ت-ي, yang diterjemahkan "mendatangi" karena langsung disusul benda sebagai tujuan, dan (الْبَأْسَ, l-ba'sa), akar ب-أ-س, yang diterjemahkan "peperangan". Terjemahan itu sama dengan (وَحِينَ الْبَأْسِ, wa-hiina l-ba'si) di 2:177 yang berarti "dan pada masa peperangan". Pasangan (إِلَّا قَلِيلًا, illaa qaliilan) muncul empat kali di surah ini, yaitu di 33:16, 33:18, 33:20, dan 33:60. Di 33:18 kata "sedikit" tidak menyatakan apakah yang sedikit itu jumlah orang, jumlah kedatangan, atau lamanya, dan terjemahan menjaga ketiga kemungkinan itu terbuka.

Tafsiran

Ayat ini mengalihkan perhatian dari ucapan mereka ke pengetahuan Allah tentang mereka. Sampai 33:17 ayat-ayat dalam rangkaian ini memuat ucapan dan jawaban. Di 33:18 subjeknya Allah dengan kata kerja mengetahui, dan objeknya dua kelompok yang diperinci lewat perbuatan, yaitu yang menghalang-halangi di antara kalian dan yang berkata kepada saudara-saudaranya.

Rangkaian 33:13 sampai 33:17 membicarakan mereka dalam orang ketiga, kecuali di dalam kutipan perintah "katakanlah". Ayat 33:18 memakai kata ganti "di antara kalian", sehingga pihak yang dibicarakan diletakkan di dalam barisan orang yang disapa. Ayat tidak menyebut apakah "kalian" di sini sama dengan pendengar 33:16 dan 33:17 atau lebih luas, dan pembaca tidak perlu mempersempitnya.

Dua kelompok ditandai oleh dua perbuatan, yang satu menahan orang lain dan yang lain mengajak orang lain. Kalimat terakhir menyatakan bahwa mereka tidak mendatangi peperangan kecuali sedikit. Kata ganti "mereka" itu menunjuk ke dua kelompok atau ke kelompok kedua saja, dan ayat tidak memerincinya.

Dapat dibaca bahwa ucapan yang dicatat di 33:18 sejenis dengan ucapan kepada saudara-saudara yang dicatat di 3:156 dan 3:168, tempat isi ucapannya menyangkut tidak mati atau tidak terbunuh seandainya ikut penutur. Ayat 33:16 menjawab perhitungan tentang kematian dan pembunuhan, dan 33:18 mencatat ajakan tanpa alasan kematian. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab 33:18 tidak memuat isi alasan apa pun dari penutur.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat menyebut dua kelompok lewat apa yang mereka lakukan, menghalang-halangi dan mengajak, dan tidak lewat nama atau golongan. Pengetahuan Allah di ayat ini tertuju pada perbuatan itu. Di 24:63 kerangka yang sama, sungguh Allah mengetahui, dipakai untuk orang di antara kalian yang menyelinap pergi dengan berlindung. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak disamakan, tetapi keduanya mengaitkan pengetahuan Allah dengan sebuah gerak yang tidak terlihat dari luar. Orang dapat bertanya, bila dirinya dikenali Allah lewat perbuatan dan tidak lewat sebutan, perbuatan apa yang paling sering mewakilinya, dan apakah perbuatan itu terbaca dari ucapannya atau dari langkahnya?
  • Ucapan "marilah bersama kami" dicatat tanpa alasan dan tanpa nada permusuhan, dan lawan bicaranya disebut saudara-saudara mereka. Ayat tidak menyebut ajakan itu kasar, sehingga kata saudara dan kata marilah sama-sama terdengar dekat. Dapat dibaca bahwa ajakan untuk meninggalkan sesuatu dapat tiba lewat kata yang akrab. Di 3:156 dan 3:168 ucapan kepada saudara-saudara memuat alasan tentang mati dan terbunuh, sedangkan di 33:18 alasan itu tidak dicatat. Pengetahuan Allah di ayat ini mencakup ajakan itu, apa pun nadanya. Orang yang pernah menerima ajakan dengan nada paling akrab dapat menimbang, apakah keakraban itu sudah diperiksa terhadap ke mana ajakan itu menuju?
  • Kata "di antara kalian" menempatkan para penghalang di dalam barisan yang sama dengan orang yang disapa. Ayat tidak mengatakan mereka datang dari luar, dan tidak menyebut apakah orang di sekitarnya mengenali mereka. Jarak antara menjadi bagian dari sebuah barisan dan menjadi penghalang di dalamnya tidak tampak dari tempat berdiri. Ayat menyebut bahwa Allah mengetahui mereka, dan pernyataan itu tidak menunjuk seseorang tertentu. Pembaca dapat memeriksa, bila ada penghalang di antara kalian, bagaimana penghalang itu dikenali oleh sesama anggota barisan, dan apakah Allah yang mengetahuinya lebih dulu daripada pengamatan manusia?
  • Kalimat terakhir menyebut bahwa mereka tidak mendatangi peperangan kecuali sedikit. Bila kata "mereka" itu menunjuk ke penutur ajakan, ayat menampilkan ketidakselarasan, yaitu ajakan menuju tempat yang jarang mereka datangi sendiri. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab ayat tidak menyebut siapa yang dimaksud kata ganti itu. Ayat tidak menyebut seberapa sering kedatangan yang sedikit itu terjadi, dan ukurannya dibiarkan terbuka. Orang yang sering mengajak dapat bertanya, ke tempat apa saja ajakan itu ditujukan, dan berapa kali pengajaknya sendiri datang ke tempat itu?
  • Ayat 33:18 menghitung kedatangan dan 33:20 menghitung pertempuran, dan di keduanya hasil hitungan disebut dengan kata yang sama, sedikit. Tiga ayat 33:18, 33:19, dan 33:20 berurutan, dan di antara dua hitungan itu 33:19 memuat penggambaran ketakutan dan kikir. Dua hitungan itu tidak saling menafsirkan, dan pembaca tidak perlu menyimpulkan bahwa ketiganya menyangkut pihak yang sama.
  • Kata ajakan yang sama muncul di 6:150, tempat perintah "katakanlah, bawalah saksi-saksi kalian" meminta bukti dari pihak yang berkata bahwa Allah mengharamkan sesuatu. Di 33:18 kata itu mengajak datang kepada penutur tanpa meminta bukti apa pun dan tanpa menyebut alasan. Dua ayat itu berbeda konteks dan tidak disamakan, tetapi kata yang sama memuat dua jenis ajakan: ajakan yang mengundang pemeriksaan dan ajakan yang cukup berbunyi marilah. Orang dapat menimbang, ketika sebuah ajakan datang tanpa alasan, apa yang akan terjadi bila alasannya diminta lebih dulu, dan apakah ajakan itu tahan terhadap permintaan itu?